
Sehari menjelang wisudanya, Daffa dan Shafa mulai menempati apartemennya. Di hari yang sama, kedua orang tua Daffa datang dari Jakarta untuk menghadiri wisudanya.
" Jadi sekarang kalian tinggal disini?? " tanya ayah Daffa.
" Iya, Yah. Ke kampus cukup jalan kaki atau naik sepeda "
" Oiya, Shafa?? sudah siap untuk presentasi hari Senin?? "
" In syaaAllah Yah "
" Presentasi dulu ke Ayah. Ayah mau lihat desain kamu "
" Sekarang Yah?? "
" Iya, anggap Ayah itu klien kamu. Yaaa kan miriplah sama uncle David "
" Waaaa aku belum latihan!! "
" Makanya latihannya sekarang, sama CEO dari Jakarta "
" Yah, maaf aku agak geli dengar kata CEO "
" Kenapa Shaf?? kok geli?? "
Sebelum Shafa menjawabnya, Daffa sudah tertawa.
" Eh, belum dijawab sudah ketawa!! " ucap Ibu Daffa.
" Karena aku tahuuuu alasannya.... "
" Kenapa Daf?? "
Daffa membuka aplikasi novel online di HPnya, kemudian ia mengetik CEO, lalu ia memberikan HPnya kepada kedua orang tuanya.
Keduanya pun tertawa.
" Ooo jadi ini, "suamiku CEO", "menikahi CEO yang kejam" ..... "
" Makanya Yah, geli aku dengernya "
" Yaa tapi kenyataannya gitu, ya sudah ganti jadi presdir "
" Sama aja, nih lihat "
Shafa menunjukkan beberapa judul novel online dengan kata 'presdir ' di dalamnya.
Kedua orang tua Daffa kembali tertawa.
" Yaaa terus gimana dong?? kenyataannya memang kamu menikahi keluarga CEO impor" ucap ayah Daffa.
" Nah bisa jadi judul baru ' Ternyata keluarga suamiku adalah CEO Impor ' " canda ibu Daffa.
" Aaaaa ibuuuu, geliiiii " teriak Shafa sambil menutup telinganya.
" Sudah... sudah, nanti ngambek trus dia kapok nerima mertuanya datang " goda ayah Daffa.
" Iiii Ayaaaah!!! " protes Shafa.
" Shafa ..... Shafa, kamu itu aneh, tapi lucu " ucap ibu Daffa.
" Dan nyata juga dong Bu " tambah Shafa.
" Kalau ga nyata??!! .... spooky!!!! " lanjutnya lagi.
Tawa pun menghiasi perbincangan hangat keempatnya.
" Ayo, Shaf!! mana desain meeting roomnya?? "
" Jadi nih Yah?? sekarang?? "
" Iya, sekarang "
Shafa pun mengambil laptopnya dan alat peraga presentasi yang telah ia siapkan. Lalu ia pun mulai menerangkan konsep desainnya secara detail.
Daffa melihat presentasi Shafa dengan penuh kekaguman, ' Shafa terlihat berbeda jika serius seperti ini, she looks profesional ' gumamnya.
Setelah Shafa selesai,
" Honestly, Ayah suka desainnya. Look fresh and bright. Hmmm kalau boleh, Ayah minta desain ruang rapatnya dijadikan base design untuk seluruh ruang rapat McDermott Finance"
" Seluruh, maksudnya?? "
" Iya seluruh cabang kantor McDermott "
" Termasuk Jakarta, Madrid, Paris, Roma, Kuala Lumpur, Bangkok " jelas ayah Daffa.
__ADS_1
" Jadi nanti fee kamu yaa disesuaikan, hmmm mendadak kaya nih " tambahnya lagi.
" Serius Yah?? desain aku mau di pakai untuk seluruh cabang?? "
" Mau ayah begitu, kita lihat setelah presentasi hari Senin, nanti Grandpa juga ikut. Beliau ingin lihat desain cucunya "
" Huuuwaaaaa aku takuuut!!! "
" Hahaha santai aja Shaf, kamu presentasi seperti tadi saja "
Daffa pun merangkul pundak Shafa,
" Tenang aja, besok Abang temenin "
Shafa pun tersenyum,
" Bener yaa, Abang temenin "
" Iya, besok ditemenin sampai selesai, kalau perlu Abang jadi asistennya "
" Huuuwaaaa aku terharu!!! Sangkyu Bang!! "
" Oiya, pendaftaran S2nya kapan? " tanya ayah Daffa.
" Akhir bulan ini sampai tengah bulan depan. Trus masuk bulan September " jawab Daffa.
Ibu Daffa pun memberikan nasihat kepada mereka berdua.
" Kalian berdua akan sama-sama kuliah, pasti akan lelah, stress dengan tugas masing-masing, bisa jadi emosi juga akan naik. Jadi pesan ayah dan ibu, agar kalian saling menahan emosi. Jika salah satu dari kalian lelah, istirahatlah. Saling mengerti, memahami satu sama lain. Shafa, walaupun kamu pada awalnya tidak berencana untuk kuliah lagi, tapi dengan adanya kamu mulai semangat untuk kembali belajar, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu kamu adalah seorang istri. Kewajiban utama istri adalah melayani kebutuhan suami. Jadi yang utama adalah suami dulu, setelah itu urusan yang lain. Tetapi disini bukan berarti Daffa boleh seenaknya sendiri. Kewajiban orang tua Shafa telah beralih ke tanganmu. Kamu sekarang adalah suami dan orangtua bagi Shafa. Ayah, ibu percaya kalian telah mengetahui tanggung jawab dan kewajiban masing-masing. Jangan saling menuntut, tetapi tanamkan dalam hati untuk selalu memberi "
" Iya Bu "
" Hmmm besok jam berapa wisudanya ?? "
" In syaaAllah mulai jam 9 "
" Besok Ayah jemput, sekarang Ayah, Ibu ke rumah granny dulu "
" Oiya, jangan lupa siomay, bakso dan cireng dimasukkan ke dalam freezer. Cukup buat cemilan kalian sebulan " pesan ibu Daffa.
" Iya, kalau sekali makannya paling 2-3 biji!! " tambah ayahnya.
" Kaasiiiaaannn " ucap Shafa .
" Ya sudah, Ayah Ibu pamit. Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikumsalam "
Daffa lalu mengantarkan kedua orang tuanya sampai ke lift.
Keesokan paginya, Daffa tengah bersiap untuk acara wisudanya. Ia bercermin sambil menyisir rambutnya, kemeja biru laut dan dasi berwarna dongker telah terpasang rapi di badannya.
Shafa yang baru selesai mengenakan jilbabnya, berdiri di samping Daffa dan memandanginya.
" Kenapa Yang, ada pemandangan bagus ya "
Shafa lalu memalingkan wajahnya membuat Daffa tersenyum.
" Udaaah, nikmatin wajah ganteng Abang aja dulu "
" Ish!! Narsis "
" Emang "
" Yang, bisa pasang dasi?? "
" Ga, tuh kan sudah bisa pasang sendiri "
" Mau diajarin ga?? "
" Buat apa?? aku ga pakai dasi "
" Hmmm punya istri sudah ga romantis, ga peka lagi " ucap Daffa lirih tetapi tetap terdengar oleh Shafa.
" Yang mau juga Abang!! "
" Hmmm iya emang Abang yang mau, tapi kan Sayang juga mau... "
" Auk!!! "
Daffa pun tertawa mendengarnya, lalu ia beranjak dari cermin, untuk mengambil jasnya. Tetapi Shafa telah mengambil jas Daffa,
" Sini aku bantu " ucap Shafa.
" Makasih Yang "
__ADS_1
" Ini istri siapa sih, pagi-pagi sudah BT tapi tetep manis "
" Ih ngeri!!! ada yang amnesia!!! dia lupa sama istrinya!!! " jawab Shafa sambil berlalu menuju ruang tengah.
Setelah memakai toga wisudanya, Daffa berjalan menuju meja makan,
" Yang, sandwichnya tinggal sepotong nih!! mau ga?? "
Shafa berjalan ke arah Daffa dan
" Aaaaa" Shafa membuka mulutnya.
" Aih minta disuapin, bismillah "
Shafa pun menggigit sandwichnya separuh.
" Dah, buat Abang.... "
" Hmmm ini namanya ciuman ga langsung!! yang langsung aja doooong!! " ucap Daffa sambil memonyongkan bibirnya.
" Ogah!! "
" Hmmm galaknya lagi kambuh nih?? "
" Coklat juga masih ada nih!!! mau ga?? tinggal sedikit " tanya Daffa lagi.
" Ga, buat Abang aja "
" Bener yaa, Abang habisin lhoo "
" Iya habisin aja. Habisin Bang!!! jangan dikasih ampun Bang!!! "
" Nah kambuhnya pagi-pagi!! ntar malam kayaknya minta 'disuntik vitamin'!!! '
" Iiiissshhhh "
" Yang, lagi mau haid ya?? "
Shafa lalu menuju pintu masuk apartemennya dan membukanya,
" Eh, baru mau pencet bel, udah di buka " ibu dan ayah Daffa ternyata telah sampai.
" Waa ini namanya sehati Bu. Silahkan masuk Ayah , Ibu.... Saya permisi dulu. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam.... lho kok?? kamu mau kemana Shaf?? "
" Hmmm katanya ada yang wisuda. Aku mau ke tempat wisuda!! Shafa duluan ya Yah, Bu!! Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam.... "
Kedua orang tua Daffa pun memandangi putranya yang sedang menahan tawanya.
Sedangkan Shafa tetap berjalan menuju lift.
" Ini kenapa?? " tanya ibu Daffa.
" Hahaha ga papa Bu, cuma lagi ada yang sensi pagi-pagi "
" Yuk, langsung aja Yah. Shafa dah kabur tuh!!" ucap Daffa sambil bergegas mengunci pintu apartemennya dan mengejar Shafa.
" Mereka kenapa sih?? pagi-pagi kok sudah berdrama?? " ucap ibu Daffa keheranan.
" Biasalah, pengantin baru, ngambeknya itu minta disayang " jawab ayah Daffa.
" Sudah yuk " ayah dan ibu Daffa pun berjalan ke arah lift.
Di lobby lift, Daffa menghampiri Shafa.
" Abang kok ditinggal?? kasian deh, ntar Abang hilang "
" Ih ngeri dia bisa menghilang!! "
Daffa kembali tertawa.
Kali ini ia pun mencubit pipi Shafa, kemudian merangkul pundaknya.
" Dah yuk, kita ke kampus "
Mereka berempat menuju hall Universitas Kingston, tempat diselenggarakannya wisuda Daffa.
Setelah Daffa melakukan registrasi ulang, ia pun segera bergabung dengan wisudawan lainnya.
Shafa dan kedua orang tua Daffa, menuju area keluarga wisudawan.
Tepat pukul 9, acara pun dimulai.
__ADS_1