Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 76 Bukit Bintang


__ADS_3

Sesuai rencananya, malam hari setelah maghrib mereka sekeluarga menuju Bukit Bintang, di Kabupaten Gunung Kidul, yang ditempuh sekitar 40 menit.


" Bapak sama ibu langsung pesan makanan yaa. Kamu silahkan kalau mau foto-foto dulu. Bapak tunggu di dalam "


" Inggih Pak " jawab Daffa dan Shafa kompak.


Daffa dan Shafa berjalan menyusuri jalan yang mengarah ke tepian bukit.



" That's why they name it Bukit Bintang " ucap Shafa sambil memandang kerlap-kerlip lampu kota Jogja yang tampak seperti bintang dari atas.


" So beautifull " tambah Daffa.


Danesh yang digendong Daffa pun tampak takjub dengan pemandangan indah itu.


" Bagus ya Nesh!! " ucap Daffa.


Danesh menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


" Look!! ada pesawat!! " tunjuk Daffa ke langit.


Ketiganya pun memandang ke arah pesawat yang terbang di atas.


" Di atas ada bintang, di bawah juga ada 'bintang' " ucap Shafa.


" Disamping Abang juga ada 'Bintang' yang sering bikin Abang silau akan pancaran cahayanya "


Shafa pun mencubit pinggang Daffa.


" Inilah yang sampai sekarang bikin Abang semakin gemes, istri antik yang ga bisa dipuji "


" Antiknya ditambah C dong!! "


" Iya cantiiiikk "


" Ok stop, geli "


Daffa pun tertawa.


" Dah yuuuk, kita masuk. Let's have dinner!! " ucap Shafa sambil menggandeng tangan Daffa dan mereka pun berjalan ke arah restoran.


Mereka berlima menikmati makan malam bersama dengan pemandangan yang tidak biasa.


Keindahan Bukit Bintang di malam hari memang menjadi daya tarik tersendiri.


" Pemandangan malam seperti ini, di London ada ga Bang?? "


" Hmmm mungkin di Greenwich, tapi kalau di pusat kotanya yaa palingan dari eye of London atau tower apalah, Abang juga ga hafal "


" Ooo iya, kita belum pernah naik eye of London!! "


" Kamu belum pernah?? " tanya ibu Shafa.


" Belum Bu, mahal sih. Eman-eman duite. Mahal trus cuma setengah jam, yaa ngapain "

__ADS_1


" Yaa kamu kan punya uang, dipakai untuk itu kan ga papa, sesekali ae lho Shaf, mumpung tinggal di sana, yaa dimanfaatkan rekreasinya, ga ada salahnya sesekali kok "


" See Hon, boleh kok sesekali " tambah Daffa.


" Hon?? Honduras, Honda, Hong Kong... "


" Daf, kamu sing sabar yaa ngadepin anak ajaibnya ibu "


Daffa pun kembali tertawa.


" Itu daya tariknya Shafa, Bu. Buat saya itu poin plusnya Shafa "


" Waaah Abang, aku berasa terima rapot "


" Shaf, mbok yaa kamu tuh ne' dipuji iku yoo respone sing apik ngono lho "


" Hmm baiklah "


" Bang, terima kasih atas pujian dan sanjungannya, aku sangat terharu!! " ucap Shafa sambil berakting seperti dubber drama televisi.


Daffa semakin tertawa.


Ayah dan ibu Shafa hanya dapat menggelengkan kepalanya, melihat akting putrinya itu.


Setelah selesai menikmati makan malamnya, Shafa menuju pinggiran restoran untuk mengambil foto ke arah kota Jogja.


Titik-titik cahaya lampu yang gemerlap bagaikan bintang menjadi daya tarik tersendiri.


Beberapa view telah diambilnya, kemudian foto terbaik pun kembali ia posting di sosial medianya.


" Back in my hometown, Jogja. Nice weather, nice views and off course delicious food will always captured in my heart. It's good to be back, even just for a while "


Di dalam mobil,


" Pak, nanti mobilnya di parkir di hotel aja?? " tanya Daffa.


" Iya, pokoknya selama kita disini, pakai saja mobilnya. Lik Luthfi kan ada motor juga "


Perjalanan pulang ditempuh lebih cepat karena lalu lintas mulai sepi.


Sesampainya di hotel,


" Bang, ronde 2 yuk "


" Apaan ronde 2 ?? "


" Burger yang tadi kan kita baru di makan 1, masih ada 2 nih "


" Judulnya apa nih?? "


" Makan aja sih, no judul-judul " jawab Shafa sambil mulai menyantap burgernya.


Daffa menggelengkan kepalanya melihat ***** makan Shafa yang luar biasa.


" Bang, sebelum kembali ke London, aku mau nimbang beratku dulu. Naik ga selama 2 pekan di ibu pertiwi "

__ADS_1


" Kalau menurut Abang sih naik. Pegangannya beda "


Shafa pun memberikan pandangan lurus dan tajam ke arah suaminya.


Sambil menarik nafas, Daffa melanjutkan kalimatnya.


" Pinggang Sayang, sudah lebih berisi ga setipis kemarin. Pergelangan tangannya juga, lebih berdaging "


" Nah kalau yang lain, sama juga, mau Abang sebutin?? yang depan dan bela... "


" Ok!! got it!! ga perlu dijabarkan satu persatu "


" Dah sini, duduk di samping Abang "


" Nanti Bang, aku mau cuci tangan, sekalian sikat gigi. Ih mulutku bau bawang bombai "


Sembari menunggu Shafa selesai, Daffa memindahkan Danesh ke sofa.


" Lho kok Danesh pindah?? ih ngeri !!" canda Shafa yang baru keluar dari kamar mandi.


" Abang pindahin, biar kita bisa berdua "


" Hmmm sesuatu?? "


" Iyalah!! masa' ga?? rugi Yang!! "


" Eh mau bikin adek buat Danesh?? " lanjut Daffa lagi.


" Ga ah, kan masih kontrak, ntar kalau tekdung tralala cuti lagi, nambah lama lagi di London. I wanna stay in Jakarta for good, Bang "


" Awalnya seneng banget, tapi setelah 4 tahun, mulai jenuh yaa?? " tanya Daffa.


" Iya, kangen dengerin adzan saut-sautan, kangen jajanannya, abang ojol yang selalu ready di kala lapar dan malas keluar atau masak, kangen banjirnya, ini lebih ke arah ajaibnya negeri ku, di saat banjir masih bisa have fun. Coba kalau lihat banjir di negara lain, beritanya mengharu biru, pada nangis-nangis, eee di Jakarta malah pada main air, buat wahana di jalan raya. Negara lain pada jealous sama negara kita Bang, karena warganya yang zero stress. Segala bencana dan musibah, bisa disikapi dengan senyum dan positif thinking, malah dibuat guyonannya biar ga stress "


" Di London, ga sengaja ngeliat orang aja sudah dilihatin, kayak ngajak berantem. Aku senyumin malah disewotin. Heran, bisa yaa warganya pada jutek semua "


" Seperti Sayang dulu, sama juga jutek "


" Tapi kan sekarang sudah ga Bang "


" Oiya Bang, aku ga maksa kalau Abang lebih milih London ketimbang Jakarta. Abang kepala keluarga, jadi aku manut wae, but please, pertimbangkan untuk stay di Jakarta lagi "


" If you really wanna stay in Jakarta, I will. I don't want to make a burden for you. I want you to feel comfortable, because your happiness is mine "


Daffa pun mengecup dahi Shafa.


" I love you "


" Love you too Bang "


" Ga pake to the moon and back " tambah Shafa.


" Capek ya Hon, bolak-baliknya "


" Abang ganteng, cerdas kuadrat!!! "

__ADS_1


Keduanya pun tertawa.


Malam semakin larut, Daffa dan Shafa menikmati momen mereka berdua sebaik mungkin. Karena setibanya nanti di London, kesibukan keduanya akan dimulai dengan banyak menghabiskan waktu mereka berdua di kantor.


__ADS_2