
Pukul 06.00 pagi, Daffa dan ayah Shafa serta Syafiq baru saja pulang dari shalat subuh berjamaah di masjid yang dilanjutkan dengan kuliah Subuh. Shafa dibantu ibunya sedang membongkar kado-kado dari teman dan kerabatnya di ruang keluarga.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Shafa menghampiri Daffa dan mencium tangannya, lalu ia melakukan hal yang sama kepada ayahnya dan Syafiq.
" Hmm bongkar kado nih!! angpaonya sudah belum?? " tanya Syafiq.
" Belum Mas, nunggu kumpul, bongkar bareng " jawab Shafa.
" Kalau mau hitung uangnya, jangan lupa dicatat dari siapa dan jumlahnya " ayah Shafa mengingatkan.
" Kok harus dicatat, Pak?? " tanya Shafa.
" Karena paling tidak, Bapak jadi tahu kalau nanti mereka mantu nyumbang sing pantes iku piro "
" Woke Pak!! " jawab Shafa dengan gaya hormat.
" Aku ambil laptop dulu, jadi nanti rapi pencatatannya "
Daffa segera naik menuju kamar Shafa dan mengambil laptopnya.
Sementara di ruang keluarga,
" Apik men!! kristal koyone " ucap Syafiq ketika membongkar kado yang berisi perlengkapan makan.
( Bagus banget, kristal kayaknya )
" Ini disimpan disini aja ya Bu atau Ibu pakai aja, aku kan belum butuh "
" Terserah kamu aja " jawab Ibunya.
Tak lama Daffa bergabung dengan membawa laptopnya.
" Yuk kita mulai hitung angpao!! " seru Shafa.
Shafa membuka amplop kemudian menyebutkan jumlah dan dari siapa.
Setelah hampir 2 jam, akhirnya semua amplop telah dihitung. Shafa pun membelalakkan matanya, melihat total jumlah angpao yang ia terima.
" Berapa totalnya Daf? " tanya ayah Shafa.
" 85,8 jt cash, cek ada 8 lembar, totalnya 35jt"
" Besok Bapak cairkan ceknya, nanti uangnya Bapak transfer ke rekening siapa??Nah untuk yang cash, kamu ambil 5 juta, sisanya kamu masukkan ke rekening kalian berdua"
" Masuk ke rekening Shafa aja Pak, nanti aku tinggal minta aja " jawab Daffa.
" Ternyata kamu sudah paham. Keuangan keluarga itu memang dipegang istri, karena ia yang mengatur semua kebutuhan rumah. Bapak ya juga gitu, tiap bulan gaji Bapak tuh cuma numpang lewat di rekening Bapak. Setelah itu di transfer ke rekening ibu, nanti Bapak tinggal minta aja "
__ADS_1
" Kalau gitu, besok Bapak transfer semua ke rekening Shafa ya "
" Jazakallah khair " Daffa mengucapkan terima kasih.
" Nah, yang 5 jt ini, kamu pakai untuk keperluan kamu nanti ke London atau terserah mau dipakai untuk apa, kamu yang atur sendiri. Shafa jangan pelit untuk diri sendiri, sesekali boleh kok memanjakan diri, ntah ke salon, spa atau shopping, yang penting sesuai dengan pemasukan, harus bisa nabung, keuangan semua tercatat, jadi ga ada saling curiga "
" Inggih Pak " jawab Shafa.
Ibu Shafa yang baru selesai memasak sarapan pun memanggil,
" Yuk sarapan dulu, ini ada bubur ayam, masih anget "
" Inggih Bu " jawab Shafa.
Mereka pun sarapan bersama,
" Hari ini rencananya mau kemana?? " tanya ibu Shafa.
" Hmm ke Mall, mau beliin Shafa baju!! " jawab Daffa semangat.
" Waa semangat banget Daf!! " Syafiq mengomentari.
Sedangkan Shafa tetap fokus dengan sarapannya.
" Iya Mas, semalam aku buka lemari baju Shafa, kok isinya dikit amat ya. Kayaknya bajuku lebih banyak dari Shafa"
" Hmmm tuh baru baju, lihat aja rak sepatu, sepatuku lebih banyak dari Shafa!! " Syafiq pun setuju dengan komentar Daffa.
" Nah iki pelite kambuh!! " jawab Syafiq.
" Shafa ini pelit untuk diri sendiri, tapi kalau buat orang lain, dia ga pakai mikir, ngasih aja " jelas ibunya.
" Jadi nanti, kamu aja yang beliin, ga usah ditanya mau atau ga. Kalau ada, juga dipakai. Kalau ga ada yaa ga minta, tunggu ditawarin. Sabar aja ya ngadepin Shafa, rada unik yang ini " lanjut ibu Shafa lagi.
" Nah jadi nanti Abang yang mikir aja ya beli apa, aku duduk manis nunggu Abang milih "
Syafiq yang gemas dengan jawaban adiknya ini, melemparkan tisu ke arah Shafa.
" Cewek kok kayak gini, mbok yang normal! suka belanja, dandan, tuh cewek Shaf. Bukan yang cuek, galak, males dandan... hmmm kayaknya kalau ada bedak dandan instan... kamu bakalan beli deh!! "
" Mas Syafiq memang jago ngayal. Dah ah aku mo mandi, ntar mau nemenin Bang Daffa shopping"
" Haadeee.... Daf, kamu yang sabar yaa " ucap Syafiq sambil menepuk bahu Daffa yang hanya dapat tersenyum geli mendengar Shafa bicara.
" Hmmm kalau mbak Syifa tuh kayak gimana?? penasaran juga nih, Bang Daniel apa kabar yaa?? "
" Nah kalau Syifa tuh full of jaim, kalem, makannya irit banget, beda sama Shafa miss ngunyah, yaa tipikal perempuan pada umumnya sih. Nah tapi karena kejaimannya itu, jadi suka kesel sendiri. Kayak kalau pas lagi belanja sama Bapak, Shafa ditanya mau beli apa?? dia jawab lah maunya apa. Pernah tuh sebelum belanja Bapak bilang, terserah kamu mau beli apa aja. Shafa langsung ' beneran?? apa aja?? ' , bapak ngangguk. Shafa langsung ke tempat sepatu, dia ambil sepatu boots yang tingginya diatas pergelangan kaki!! harganya aduhai deh. Bapak yaa senyum aja, dibelikan lah itu!!! Tuh di rak sepatu masih kinclong!! dirawatnya banget-banget. Nah Syifa ga enakan tuh, dia kepingin tapi karena ngeliat Shafa beli sepatu mahal kayak gitu, akhirnya dia milih sepatu juga tapi yaa biasa, standarnya Syifa. Akhirnya beberapa bulan kemudian, sepatunya masih bagus juga sih tapi ga sekinclong punya Shafa, dia kesal sendiri, ngomel- ngomel ga jelas. Shafa santai aja,' makanya gunakan kesempatan dengan baik!!! ditawarin 1 M ngapain ambil 100rb !!' ... perang deh!! "
Daffa tertawa mendengar cerita Syafiq.
" Kan emang bener.... " Shafa membela diri.
__ADS_1
" Nanti mau ke mana belanjanya?? bawa mobil Bapak aja"
" Hmmm kemana yaa?? " Daffa pun belum memutuskan.
" Dah Gading ajah, deket ga pakai macet. Tempat belanja sama makannya dah tahu tempatnya ga perlu nyari-nyari" usul Shafa.
" Yang, ganti suasana dong. Yang jauhan dikit, Kokas atau AEON?? "
" AEON deh " jawab Shafa.
" Ok, kita ke AEON Bekasi "
" Wuiii keluar kota kita Bang!! "
" Ho oh!! " jawab Daffa gemas.
" Biar ga susah cari parkir, berangkatnya pagian aja " usul ayah Shafa.
" Siap!! selesai beresin ini ku siap-siap "
" Ga usah kamu yang beresin mejanya, kan ada Bi Yul, selesai makan yaa kamu siap-siap aja "
" Aseeek, inggih Bu!! "
Shafa dan Daffa segera menyelesaikan sarapannya, kemudian kembali ke kamarnya untuk bersiap.
" Aku mandi duluan ya Bang" Shafa mengambil handuknya dan masuk kamar mandi.
" Abang pilihin bajunya yaaa "
" Iyaaa "
Daffa pun memilih gamis Toska dan jilbab hitam untuk Shafa, lalu ia mengambil kemeja berwarna senada dengan Shafa dan celana hitam untuk ia kenakan nanti.
Setelah 30 menit, keduanya telah siap.
" Ih kembar !! "
" Kan lucu " jawab Daffa.
" Iya, aku dibalik jadi Abang "
Daffa tertawa,
" Bisa aja , tapi iya sih "
Shafa mengambil tas hitam slempang bertali panjang.
" Dah siyaaap "
" Yuk berangkat!!! " ajak Daffa.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Daffa mulai melajukan kendaraan milik ayah Shafa menuju AEON Mall Bekasi.