Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 80 Ibadah Haji


__ADS_3

Sesuai janjinya, Daffa mendaftarkan ia dan Shafa untuk menunaikan ibadah haji di tahun itu.


Daffa juga memberitahu ke ayahnya perihal rencana ibadah hajinya.


" Alhamdulillah kalau kamu sudah mendaftarkan diri. Coba tanya Daniel, dia kan belum haji, siapa tahu dia juga mau barengan "


Daffa pun menghubungi Daniel.


" Kirim linknya, nanti Abang isi formulir pendaftaran dari sini "


" Oiya kamu ikut paket yang mana?? "


" Aku paket yang 27 hari, tapi yang VIP. Abang baca aja paket-paketnya "


" Total berapa biayanya?? "


" 7000 pounds per orang, Bang "


" Ok, nanti aku ngobrol sama Syifa dulu. Jangan lupa kirim linknya "


" Ok Bang "


Daniel dan Syifa pun turut mendaftarkan diri mereka untuk ibadah haji bersama dengan Daffa dan Shafa.


Mereka memiliki 8 bulan untuk mempersiapkan bekal menuju ibadah yang akan menyempurnakan 4 rukun Islam sebelumnya.


Kesibukan di kantor ditambah persiapan untuk ibadah haji, membuat Shafa kembali kehilangan berat badannya.


Hal itu segera dirasakan oleh Daffa, yang tentu saja ia tidak akan tinggal diam membiarkan hal itu terjadi.


" Yang, beratnya turun lagi yaa, nih pergelangan tangannya lebih kecil dari biasanya, coba deh nimbang lagi "


" Masa' sih Bang?? "


" Iya, pipinya juga sedikit lebih tirus, coba deh di cek "


Shafa mengeluarkan timbangan dari kolong meja riasnya lalu menimbang badannya.

__ADS_1


" See, you lost 2 kilos " ucap Daffa sambil memeluk Shafa.


" Yang, persiapan fisik juga penting, don't be so stress full. Abang jadwalin makan yaa, sedikit tapi sering ditambah susu "


" I prefer yoghurt, Bang "


" Fine, yoghurt is okay. Tidurnya jangan kemalaman yaa. Sayang harus fit untuk perjalanan haji kita. Besok Abang belikan suplemen tambahan yaa, tidak boleh nolak!! "


Shafa pun mengurungkan niatnya untuk menolak tawaran Daffa.


Daffa lalu menambah persediaan madu dan kurma, ia juga membelikan kurma ajwa untuk Shafa.


Setiap pagi, Daffa juga mengajak Shafa berkeliling gedung apartemennya, untuk melatih kekuatan fisik mereka.


Kajian rutin di masjid sekitar London juga tidak mereka lewatkan, untuk mempersiapkan diniyah mereka.


Jadwal manasik telah mereka dapatkan. Mereka dijadwalkan manasik 3 kali sebelum berangkat ke Mekkah.


8 bulan berlalu, Daniel telah tiba di London bersama Syifa untuk berangkat bersama adiknya dan rombongan travel untuk melaksanakan ibadah haji mereka.


Hari pertama, setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mereka segera menuju ke Mekah.


Hari-hari selanjutnya mereka isi dengan memperbanyak do'a dan ibadah lainnya, sambil menunggu puncak ibadah Haji di tanggal 9 dan 10 Dzulhijjah.


Hingga tibalah tanggal 9 dan 10 Dzulhijjah, dimana saat ibadah haji dimulai, jutaan manusia dari seluruh dunia berkumpul berjalan beriringan mengitari Ka'bah.


Daffa dan Daniel menggenggam erat tangan istri mereka.


Ketakutan akan keselamatan mereka, ditengah jutaan manusia itu ditepis dengan menyibukkan hati dan pikiran mereka dengan kalamullah.


Mereka memperbanyak do'a untuk keselamatan dan kesehatan keluarga dan orang-orang tersayang.


Daffa mengkhususkan doa untuk ia dan Shafa juga keluarga kecilnya, agar terus dapat berdampingan hingga jannah.


Ia meminta agar Allah menguatkan cinta mereka berdua diatas keimanan.


Begitu juga dengan Shafa, yang meminta keberkahan di dalam kehidupannya dan keluarganya.

__ADS_1


Air mata haru pun mengalir di pipi Daffa dan Shafa, mereka berdua merasakan sebuah kehidupan yang sempurna, sebuah kenikmatan yang tiada tara dari Sang Illahi.


Di saat lempar jumroh, Daniel dan Daffa memeluk erat istri mereka dari belakang, guna melindungi dari himpitan dan desakan jutaan manusia itu.


Satu persatu rukun Haji pun telah terlaksana dengan lancar.


Sebagai tanda telah menyelesaikan ibadah Haji, mereka melakukan tahallul, yaitu menggunting atau mencukur rambut mereka.


Syifa dan Shafa saling membantu memotong sedikit dari rambut mereka, sedangkan Daniel dan Daffa mencukur habis rambut mereka, sebagai salah satu sunnah bagi pria.


" Ya Allah, dingin rasanya " ucap Daffa sambil mengelus-elus kepalanya yang licin.


Daniel hanya tertawa melihat penampilan barunya.


" Bang, kinclong yak!! "


" Seperti lampu taman!! " jawab Daniel.


Shafa dan Syifa pun tertawa melihat penampilan baru suami mereka.


Sambil mengelus-elus kepala Daffa,


" Licin!! waaa Anda kinclong sekali Pak!! ga perlu cari senter kalau mati lampu!! "


Sambil melirik ke arah Shafa yang menggodanya,


" Puas ya Yang, tapi ga gitu konsepnya!! Jadi kalau mati lampu, cukup ambil colokan listrik, sambungin ke lampu trus colokin ke hidung Abang!! Baru nyala!! " canda Daffa.


" Konsep yang semakin aneh itu Bang!!! "


Keduanya pun tertawa, tak lupa Shafa mengabadikan momen tersebut di kamera HPnya.


" Bang, tapi beneran deh, Abang kan tinggi, putih trus kepalanya plontos nih, feels like lampu taman ga sih?? "


" Ya ga laaa yaa Yaaaang!! "


" Puas yaa, puass ngisengin Abang??!! "

__ADS_1


" Belum Bang, belum puas!!! "


" Bang!! nih ada yang setuju kalau kita berdua seperti lampu taman!! " teriak Daffa kepada Daniel yang disambut dengan tawa mereka berempat.


__ADS_2