
Setelah puas berlibur di Jogja selama 3 hari, Daffa dan Shafa kembali ke Jakarta dengan penerbangan terakhir.
Danesh telah tertidur sejak di ruang tunggu keberangkatan hingga pesawat mendarat di Bandara Soetta pada pukul 22.30 WIB.
Mereka sampai di rumah menjelang tengah malam, setelah dijemput oleh Syafiq.
Daffa segera menuju ke kamar Shafa dan meletakkan Danesh di atas tempat tidur. Setelah itu, ia kembali ke lantai bawah untuk membantu Shafa merapikan barang bawaan mereka.
" Bang, ini tas isi pakaian kotor semua, tolong di bawa ke tempat cucian yaa, berat nih "
" Siap Nyah "
" Terima kasih Tuan "
" Oiya Nyah, nanti Abang langsung ke kamar yaa "
" Iya, aku sudah hampir selesai kok " jawab Shafa sambil melanjutkan mengosongkan koper dan tasnya.
" Bi, besok pagi tolong cuciin baju-baju tadi yang dibawa Abang ke ruang cuci yaa "
" Iya Mbak "
" Oiya, ini lerak untuk nyuci batiknya. Untuk njemurnya jangan langsung kena matahari ya Bi, di jemur di jemuran dalam aja "
" Iya Mbak "
" Oiya Bi, ini ada gudeg, tolong dimasukkan ke kulkas ya "
" Baik Mbak. Yang dus ini, isinya juga dimasukkan ke kulkas?? "
" Ga Bi, ini makanan awet kok "
Lik Luthfi telah memberikan gudeg yang menggunakan kemasan dalam kaleng, yang dapat bertahan hingga 1 tahun, untuk dibawa ke London.
" Nah, ini oleh-oleh buat Bibi, silahkan Bi "
" Terima kasih Mbak, kok Bibi juga dapat?? "
" Yaa masa' Bibi ga dapat?? kan Bibi sudah seperti keluarga sendiri. Ini ucapan terima kasih Shafa ke Bibi yang sudah banyak membantu disini "
" Terima kasih Mbak, Bibi kerja disini juga senang, semuanya baik dan saling membantu "
" Yaa kita kan kerjasama Bi, biar cepat selesai "
Shafa lalu memisahkan oleh-oleh untuk diberikan kepada mertuanya esok hari.
Setelah selesai, ia lalu menuju ke kamarnya. Jam di dinding telah menunjukkan lewat tengah malam.
Dilihatnya 2 lelaki kesayangannya telah tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Shafa bergerak perlahan agar tidak membangunkan keduanya. Setelah rutinitas sebelum tidurnya selesai, ia mematikan lampu lalu merebahkan dirinya di samping Daffa. Sesaat kemudian ia pun terlelap.
Keesokan harinya,
" Bang, kita ke rumah ayah setelah sarapan aja yaa "
" Ga siangan aja?? "
" Ga lah, kan bawa gudeg, biar bisa untuk makan siang "
" Oke, baiklah "
Setelah sarapan, Daffa tengah bersiap-siap untuk ke rumah orang tuanya.
" Daf, pakai saja mobilnya. Hari ini, Bapak ga pakai "
" Baik Pak, maturnuwun " jawab Daffa.
Sementara itu di ruang tengah, Shafa sedang merapikan oleh-oleh untuk mertuanya.
" Semuanya sudah?? jangan ada yang ketinggalan "
" Sampun Bu, in syaa Allah sudah masuk tas semua "
" Nanti pulang jam berapa?? ga sampai malam kan?? "
" Ga, ba'da ashar langsung pulang "
" Iya, kasian Danesh kalau mondar-mandir, nanti malam kan sudah terbang lagi "
" Kalau ada yang perlu dibeli, diselesaikan siang ini saja. Jadi sore sudah beres semua, kamu istirahat sebentar sebelum terbang lagi "
" Inggih Bu, maturnuwun "
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, Daffa dan Shafa pun berpamitan untuk menuju ke rumah orang tua Daffa.
Tidak sampai 5 menit berkendara, mereka pun telah sampai.
" Assalamu'alaikum " salam Daffa dan Shafa.
" Wa'alaikumsalam, masuk Mas, Mbak " ART keluarga Daffa pun mempersilahkan mereka masuk.
" Ibu dimana Mbak?? " tanya Daffa.
" Ada di belakang, lagi kasih makan ikan "
Daffa dan Shafa lalu berjalan menuju halaman belakang.
" Shaaaf, bawa apaaa?? " teriak Syifa dari tangga.
" Serbuan pun dataaaang!!! " jawab Shafa.
" Gudeg nih!! eh diangetin dulu, untuk makan
siang "
" Sini, aku bawa ke dapur " ucap Syifa.
Ibu Daffa yang mendengar suara teriakan Syifa, segera berjalan untuk menemui Daffa dan Shafa.
" Assalamu'alaikum " sapa Daffa dan Shafa sambil mencium tangan ibu Daffa.
" Wa'alaikumsalam "
" Sampai rumah jam berapa?? " tanya ibu Daffa.
" Hampir tengah malam " jawab Daffa.
" Bu, ini oleh-olehnya "
" Banyak sekali?? apa saja?? "
" Ini ada kemeja batik untuk ayah sama Bang Daniel. Ini kebaya muslimah untuk ibu sama mbak Syifa "
" Modelnya mirip "
" Hmm boleh juga "
" Dipakai buat lebaran, boleh nih. Lebaran di London, kita seragam Batik!! " ucap Ibu Daffa.
" Lebaran Haji, kan kalau Idul Fitri lebih seru di Jakarta " jawab Shafa.
" Trus ini dus isi apa?? "
" Ini segala cemilannya, ada bakpia, yangko, klanting, ting-ting gepuk, coklat monggo, salak pondoh, kripik tempe, jogja scrummy, bakpia kukus juga ada "
" Shaf, kamu borong toko oleh-oleh?? "
" Hihihi ibu, mumpung ke Jogja, aku sedikit balas dendam "
" Bukan sedikit ituh!! tapi ini prestasi banget Shaf!! kamu bisa belanja segini banyak " ucap Syifa.
" Bang Daffa seneng tuh, lihat aku bisa belanja "
" Akhirnya, digesek juga kartu debitnya " jawab Daffa.
" Kardusnya biarin disitu aja, biar nanti Bi Narsih yang bongkar "
" Gimana, liburan di Tanah Air, sepertinya kamu berhasil menambah berat badan?? "
" Sepertinya begitu Bu, tapi belum nimbang, jadi ga tahu deh berapa beratnya sekarang "
" Kan ada timbangan di samping tangga, coba kamu nimbang sekarang. Ibu jadi penasaran "
Shafa pun segera menimbang badannya yang diikuti oleh Daffa.
" Berapa Shaf?? "
" Alhamdulillah, naik 4 kg!! sekarang 60 kg " jawab Daffa.
" Alhamdulillah, misi berhasil!! " pekik Shafa girang.
" Perasaan tadi ibu nanya ke Shafa, kok suaranya beda yaaa??? " canda ibu Daffa.
" Ini jubir tercinta Buu " jawab Shafa.
__ADS_1
" Ooouu co cwit deh Hon!! " ucap Daffa sambil mencubit pipi Shafa dengan gemas.
" Heh!! dilarang pamer kemesraan yaa!! " canda Syifa.
" Eh mbak Syifa mau aku cubit juga pipinya?? " canda Shafa.
" Ga gitu konsepnya adeeeek!!! "
" Ooo bukan yaa "
" Eh, bocah 2 kemana?? " tanya Shafa karena tidak melihat Danesh dan Shahnaz.
" Tuuu, lagi main di belakang " jawab Syifa.
" Biarkan saja mereka main. Ini cemilannya mana yang mau di buka ?? " tanya ibu Daffa.
" Terserah Ibu aja "
" Bakpia sama yangko dulu aja yaa. Ini kripik-kripik langsung dimasukkan ke dalam toples saja " ucap Ibu Daffa.
Shafa mengambil kotak bakpia dan yangko kemudian membukanya dan diletakkannya di atas meja.
Sedangkan Syifa mengambil beberapa toples untuk aneka kripik yang di beli Shafa.
" Ini kripik tempe, enak deh Bu " ucap Shafa.
Ibu Daffa pun mencicipi kripik tempenya.
" Hmm ini renyah sekali, iya ini enak "
" Yang ini kripik belut "
" Eh, belut?? "
" Iya Bu, enak deh, cobain Bu " jawab Shafa sambil memberikannya kepada ibu Daffa.
" Eh iya, enak "
" Syif, kalau kamu ke Jogja, ibu nitip belikan kripik-kripiknya yaa "
" Iya Bu "
" Ayah sama Bang Daniel, dimana Bu?? kok ga kelihatan?? " tanya Daffa.
" Ada kok, lagi di belakang, ga tahu ngapain kok ga masuk-masuk dari tadi. Kamu panggil aja Daf "
Daffa pun menghampiri ayah dan abangnya di taman belakang rumahnya.
" Yah!! Bang!! " panggil Daffa dengan berteriak.
" Eh kenapa teriak-teriak!! " tegur Daniel.
" Biar kedengaran " jawab Daffa santai.
" Yah, Bang masuk dulu, ada banyak makanan "
" Oiya, kamu sampai rumah jam berapa tadi malam?? " tanya ayah Daffa.
" Tengah malam deh Yah, last flight pokoknya "
" Video?? fotonya ada?? " tanya Daniel.
" Ada dong, nanti kita layar tancap mode on!! "
" Heran, ga hilang-hilang itu bahasa!! " protes Daniel.
" Betawi mode on dong Bang!! "
Setelah masuk ke dalam rumah, mereka pun duduk bersama di ruang keluarga.
" Waaaah banyak cemilan nih!! "
" Hajar Bang!! " ucap Daffa.
" Wait!! Yang!! kok Sayang ga pernah beli cemilan ini kalau kita ke Jogja?? " tanya Daniel kepada Syifa.
" Cemilan atau makanan itu spesialisasi Shafa, dia tahu tempat belinya dan merknya apa, aku biasanya cuma tinggal makan aja "
" Yup, mbak Syifa tahunya urusan belanja segala fashion yang murah tapi bagus atau yang lagi diskon dimana " jelas Shafa.
" Ini namanya pemerataan, ada yang bagian sandang ada yang pangan. Aku sandang dan adik tercinta bagian pangan "
__ADS_1