
Tak terasa, setahun berlalu semenjak Shafa mengajukan cuti melahirkan. Danesh telah berusia 11 bulan dan sudah mulai berjalan.
" Yang, Senin besok sudah siap untuk kembali ke kantor?? "
" In syaa Allah Bang. Senin besok , ke kantor seperti mau pindah "
" Wajar lah. Disiapin malam ini semua, jadi besok ga ada yang tertinggal " Daffa mengingatkan.
" Breast pump, diapers, baju, handuk, bubur, hmmm apa lagi?? "
" Kayaknya sudah deh "
" Eh mainan perlu ga, Bang?? "
" Ga, kan di sana banyak mainan, malah banyakan di sana mainannya daripada di sini "
" Yowes lah, besok I'm going back to work!! Deg-degan!!! "
Daffa memeluk Shafa.
" Tenang aja, kan kerjaannya masih sama, seperti dulu. Laporannya kan juga sudah Sayang terima Jum'at lalu, just relax and bismillah "
Senin pagi, Shafa bangun lebih pagi. Setelah menyiapkan sarapan, ia membangunkan Danesh dan kemudian memandikannya.
Daffa membantu Shafa dengan merapikan kamar dan ruangan yang lain.
" Bang, sarapan dulu!! " panggil Shafa yang tengah menyuapi Danesh.
Daffa menarik kursi di depan Shafa.
" Sayang sudah sarapan?? "
" Nih, lagi sarapan. Kita ngunyah bareng "
" Bang, kita berangkat pagian ya. Biar aku bisa nemenin Danesh sebentar, takutnya begitu ditinggal dia nangis "
" Hmm Danesh atau ibunya yang nangis nih??"
" Ih, ga segitunya kali Bang "
Setelah selesai sarapan, mereka pun berangkat menuju kantor.
Setelah sampai, Daffa dan Shafa mengantarkan Danesh ke tempat penitipan anak yang terletak di samping mushola.
Danesh terlihat masih malu-malu dan takut, sehingga ia memegang erat rok Shafa, tetapi sesaat kemudian setelah melihat teman sebayanya yang asyik bermain dan banyaknya mainan, akhirnya ia melepaskan genggamannya dan mulai bermain dengan yang lain.
Shafa tak lupa mengabadikan momen tersebut di hpnya.
" Yang, Abang duluan masuk ya, sudah hampir jam 9 "
" Bareng aja "
Setelah berpamitan dengan para pengasuh, keduanya segera menuju ke ruangan kerjanya masing-masing.
__ADS_1
" Morning " sapa Shafa kepada dua asistennya.
" Morniiiiing!!!!! " kedua asistennya pun memeluk Shafa.
" Ih, seperti ga ketemu setahun. Padahal Jum'at kemarin ke apartemen "
" Kan beda. Akhirnya atasan tersayang is back!! "
" Ih bikin aku GR aja. Hmm aku ngeri buka pintunya " ucap Shafa yang membuat Adriana dan Ariella tertawa.
" Ssst aman yaa?? ga ada yang aneh-aneh kan?? setahun ga nempatin ruangan, jadi takut masuknya "
Adriana dan Ariella kembali tertawa.
Adriana pun membuka pintu dengan lebar.
" See, kosong "
" Alhamdulillah... temenin "
Shafa menarik tangan Adriana untuk masuk bersamanya.
Adriana dan Ariella tertawa geli melihat perilaku atasan mereka.
Setelah duduk di kursinya, Shafa menyalakan komputer kerjanya.
" Proyek renovasi ruang rapat seluruh cabang sudah selesai, ini dokumentasi dan laporannya. Oiya, nanti pukul 10.00, Anda ditunggu Mr. McDermott di ruangannya " Adriana melaporkan.
" Hmmm ternyata kangen sama ruangan ini juga... hmmm let's back to work!! "
Shafa segera membaca dan mempelajari laporan yang terbagi menjadi 5 map, sesuai dengan jumlah kantor cabang McDermott Finance.
Ia mencermati satu persatu halaman laporan, tanpa ada yang terlewati, tanggal mulai dan berakhirnya proyek renovasi menjadi perhatian utamanya, karena berhubungan dengan efisiensi kerja. Selain itu, terdapat laporan biaya proyek, satu hal ini yang membuat Shafa pusing dengan nominal angka-angka ratusan hingga ribuan poundsterling. Hingga ia memutuskan untuk menghubungi Daffa via WA.
" Bang help me!!! "
" Kenapa?? "
" Laporan keuangan proyek "
" Oo, I'll be right there in 10 mins "
10 menit kemudian,
" Mana laporannya?? " tanya Daffa.
" Nih, duit semua tuh "
" Namanya juga laporan keuangan, kalau isinya makanan yaa namanya buku resep "
" Ish, buruan bantuin, ga mudeng sama yang beginian "
" Ga mudeng atau malas ngurusinnya "
__ADS_1
" Nah yang itu "
" Haadeeee, nanti kasih bonus ya "
" Abaaaang!!! pleaseeee laaaaa!!! "
Daffa pun tertawa dan dengan gemas ia mencubit pipi Shafa.
Lalu ia pun mulai menjelaskan dengan bahasa awam tentang laporan keuangan tersebut agar Shafa mudah mengerti.
Setelah itu,
" Naaa gitu dong, ga ribet, kenapa ribet amat sih ini bahasanya, mana tabelnya... haadeee.."
" Bang, next time, Abang yang translate laporan keuangan buat aku yaaa. Ga mudeng aku tuuu, yaaa yaaa yaaa "
" Iya, ntar Abang yang bantuin. Sekarang sudah yaa, tugas 'negara' masih menanti. Oiya, nanti makan siang mau keluar atau order aja?? "
" Order aja Bang. Nanti aku mau ke tempat Danesh juga "
" Ok, see you at lunch "
Daffa dan Shafa kembali ke aktifitasnya masing-masing. Pukul 10.00, Shafa menuju ruangan pamannya.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" How's your first day ?? "
" Bingung... laporan keuangan bukan keahlianku, tadi minta tolong Abang buat ngejelasin "
" Hahaha, I knew it. Just relax, laporan keuangan itu ga ada ujiannya. Kamu bisa skip sementara " canda uncle David.
" Ruang rapat sekarang sudah new look semua and they love it. Sudah terima bonus desainnya?? "
" Alhamdulillah sudah, thats a lot of money!!! "
" Yes indeed. Just enjoy. Oya, tahun ini saya mau renovasi bagian front office, yaa lobby dan ruang tamu "
" Saya minta kamu desain signagenya juga yaa. Saya mau ganti yang lebih minimalis, modern, elegant, hmmm yang lebih simple but catchy. Can you do it?? "
" Sure, off course. My pleasure "
" Ok, that's for now. Saya minta kamu presentasi Senin depan, ok?? "
" Sure, InsyaAllah "
" All right then, kamu bisa kembali ke ruanganmu "
" Syukron, Sir. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
__ADS_1