
Masa libur 2 pekan telah berakhir, kegiatan sekolah kembali seperti semula.
Daffa telah sampai di sekolah lebih awal, kelas masih sepi, hanya terlihat 2 orang yang telah datang.
" Eh tumben lo datang pagi " sapa Dani teman sekelas Daffa.
" Iya, lagi rajin "
" Liburan ngapain?? " tanya Dani lagi.
" Di rumah aja " jawab Daffa singkat sambil meregangkan badannya.
" Eh gw ke bawah dulu ya "
Daffa pun beranjak dari kursinya, menuju lantai bawah sekolahnya.
Terlihat petugas upacara sedang bersiap untuk upacara pagi ini.
Daffa duduk di pinggir lapangan dan menatap langit, tiba-tiba...
" Woiii bengong aja Pak Ketu!! " Shafa yang baru datang menghampiri.
" Bikin kaget aja!! " ucap Daffa sambil berbalik ke arah Shafa yang ternyata segera berlari ke lantai 2, ke kelasnya.
" Uh rese' tuh bocah!! dah ngagetin malah kabur!! "
Sekolah mulai ramai dengan kedatangan para siswa-siswi, sebagian dari mereka sudah bersiap untuk upacara bendera di awal semester 2 ini. Tak lama, Shafa dan Cici terlihat memasuki lapangan dan mulai berbaris, Daffa pun mengikuti. Ia berdiri di samping Cici. Cici pun bertukar tempat dengan Shafa, yang tentu saja di protes oleh Shafa.
" Iii aku dah disini kok main pindah thoo?? "
" Dah, lo pakai jilbab jadi kehalangan matahari "
" Oowalaah ketika aku dipanasi!! "
Daffa tertawa mendengar komentar Shafa.
" Eh kamu malah ketawa!! "
" Ssst dah mau mulai tuh!! " tunjuk Daffa ke depan yang telah berjajar para guru dan administrasi sekolah.
Upacara hari itu pun dimulai seperti biasa.
Shafa tampak kepanasan, keringat mengalir dari pelipisnya, pipinya pun kemerahan terkena panas matahari.
Daffa mengarahkan tangannya ke samping kepala Shafa untuk menghalangi sinar matahari yang sudah mulai panas.
Shafa menunduk malu, Cici tersenyum melihatnya.
Setelah 30 menit, upacara pun berakhir, semua siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing.
Kegiatan belajar pun dimulai dengan lancar.
Menjelang istirahat kedua, pintu kelas di ketuk oleh siswa kelas 8.
" Permisi Pak "
" Masuk "
" Ada apa?? " tanya Pak Edi guru matematika.
" Kami dari OSIS mau memberikan pengumuman sedikit "
" Silahkan "
" Terima kasih Pak "
" Assalamu'alaikum, saya Erwin dari OSIS, hari ini akan ada rapat keanggotaan OSIS setelah pulang sekolah, saya minta perwakilan kelas minimal 2 orang untuk hadir di rapat tersebut. Rapat diadakan di laboratorium Biologi. Wassalamu'alaikum "
" Permisi Pak, terima kasih "
Setelah bel menandakan istirahat kedua dimulai, Daffa duduk menghadap Shafa.
" Shaf, ntar bareng gw ke rapat OSIS yak??! "
__ADS_1
" Males ah, aku mau langsung pulang, ntar ditungguin sama Pak Agung"
" Biar Pak Agung nunggu sebentar, ntar titip pesan lewat Cici, dah yaa lo ikut gw ke rapat OSIS "
" Wani piro!! " tantang Shafa.
" Gw traktir lo siomay!! " jawab Daffa.
" Ok deal, 1 porsi siomay !! ... sekarang kita shalat dzuhur duluuu!! yuk Ci !!!" Shafa dan Cici segera menuju mushola, begitu juga dengan Daffa.
Bel panjang menandakan berakhirnya kegiatan belajar mengajar di sekolah pun berdering kencang. Para siswa-siswi berhamburan keluar kelas menuju gerbang sekolah.
Di dalam kelas,
" Ci, titip pesan ke Pak Agung yaa, kalau aku ada rapat OSIS, minta tunggu sebentar " pesan Shafa kepada Cici.
" Siap, ntar gw bilang. Lo jadinya ikutan rapat bareng Daffa?? " tanya Cici.
" Ho oh, paling bentar, jujur nih, aku sebetulnya males banget, tapi aku ga mau rame sama Daffa "
" Shaf!! Ayo!! " panggil Daffa dari depan pintu kelasnya.
" Dah yuk Ci, makasih yaaa " Shafa pun segera menyusul Daffa ke laboratorium Biologi.
" Iyaaa!! " jawab Cici.
Di laboratorium Biologi telah berkumpul perwakilan-perwakilan dari seluruh kelas.
Daffa terlihat asyik bercanda dengan kelas lain. Shafa memilih duduk sendiri dekat pintu. Ketika Daffa hendak pindah duduk ke samping Shafa, ia harus mengurungkan niatnya, karena ada siswi lain yang masuk dan duduk di samping Shafa.
" Hai, gw Devi dari kelas 7C "
" Hai, aku Shafa dari kelas 7F "
" Lo sekretaris kelas?? " tanya Devi.
" Iya, kamu juga?? "
Setelah pengurus OSIS dan peserta rapat hadir lengkap, maka rapat OSIS pun dimulai.
Dengan mata yang mulai hilang kontrol karena kantuknya, Shafa tetap berusaha untuk fokus mendengarkan agenda rapat yang membahas pergantian pengurus dan pemilihan ketua OSIS. Daffa yang memperhatikan dari samping, hanya tersenyum geli melihat Shafa.
Daffa pun terpilih sebagai anggota seksi keamanan dan ketertiban, sedangkan Shafa sebagai anggota seksi kerohanian Islam.
Selesai rapat, Shafa bergegas ke rumah Cici, dan mobil jemputan masih menunggu di depan.
" Ci, makasih yaa. Ku pulang, Assalamu'alaikum!! " pamit Shafa.
" Wa'alaikumsalam "
Tak lama Daffa mengetuk pagar rumah Cici.
" Assalamu'alaikum!! " salam Daffa.
" Wa'alaikumsalam, napa Daf?? " tanya Cici.
" Shafa kenapa?? "
" Kenapa?? emangnya dia kenapa?? " tanya Cici tidak mengerti.
" Ga tahu, kok diam aja, trus langsung pergi aja, ga seperti biasanya "
" Waduh ku tak tauuu, tanya aja sendiri, dah balik lo sana!! "
" Ih ngusir!!! salah gw apaaa!! sampe lo tega ngusir gw!!! "
" Yaaa dia ngedrakor!!! serah lo!! gw masuk!! "
" Baiklah, gw pergi!! gw pulang sekarang!!! "
" Iyeeee ampun dah!!! kagak ada yang nonton elu ngelenong dimari!!! dah ah gw masuk!! "
" Hehehe maap Bu, Assalamu'alaikum!! "
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam "
Daffa pun melajukan sepedanya menuju ke rumahnya.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam " jawab ibu Daffa.
Setelah mencium tangan ibunya,
" Kok siang banget pulangnya?? "
' Iya, tadi ada rapat pembentukan pengurus OSIS, aku di bagian keamanan "
" Hee anak ibu jadi satpam??!!! " canda ibu Daffa.
" Yaaa ibu lagiiii!!! serah dah!!! ga di sekolah ga di rumah, bercandanya model begini muluk!! " protes Daffa.
" Hehehe maapin ibu, bercanda anak ganteeeeng!! " sambil mencubit pipi Daffa.
" Iiibuuuuu!! aku dah gedeeee!!! cowok ni Bu!! laki Bu!! Lakiiii!!! "
" Mau gede mau kecil, mau laki mau perempuan, tetap anak ibu!! dilarang protes atas segala bentuk kegemesan ibu terhadap anaknya!! "
" Kenaaapaaaa aku dikelilingi perempuan-perempuan seperti iniiii!! "
" Emang kamu disekolah dikelilingi cewek?? kok ga pernah cerita??? cewek kayak apa??? namanya siapa??? kamu kok ga kenalin ke ibu?? hmmm mulai sembunyi-sembunyi niii... "
" Ibuuu cantik nanti elok rupanya dicintai oleh ayah dan anak-anaknya, bolehkah diriku naik dulu untuk ngadem di kamar??? "
" Oooo tentu anak shalih paling ganteng sedunia... silahkan istirahat.. eee ini ada cemilan, sekalian aja dibawa yaa "
" Baiklah ibu tersayang "
Teknik mendiamkan ibu yang mulai melakukan interogasi ala Daffa :
" Gunakan pujian tiada tandingannya, sebanyak mungkin... terbukti sukses selalu!! "
Setelah masuk kamar, Daffa menyalakan AC kamarnya, berganti pakaian kemudian ia berfikir, ada apa dengan Shafa yang langsung pulang tanpa berbicara padanya.
Daffa membuka aplikasi pertemanannya, ia mencari nama Shafa, lalu mengirim pesan pribadi singkat.
" Napa lo, kok langsung pulang?? "
Tak lama Shafa pun menjawab,
" Eh maaf, supir ku dah nungguin, ga enak kelamaan nunggunya, lagian harus jemput mbak Syifa juga "
" Oh kirain lo marah. Oiya, jadwal LDKS tadi dah lo catat ? "
" Sudah "
Daffa sebetulnya masih ingin chatting dengan Shafa, tetapi ia tidak mempunyai alasan.
" Eh Bang, aku udahan dulu yaa "
Akhirnya Daffa menemukan alasan....
" Eeee bentar bentar.... "
" Kok lo manggil gw Bang?? kita kan sekelas??? "
" Ooo hihihi maaf, tapi kamu kan lebih tua setahun dari aku, yaa aku panggil Bang, emangnya mau dipanggil mbak?? "
" Yeee mulai deh bercandanya, tapi ga enak ah, malu gw ketahuan tuanya!!! "
Shafa kembali tertawa membaca pesan Daffa.
" Pokoknya aku tetep manggilnya 'Bang', Ok Bang!! aku udahan dulu yaa, dipanggil ibu. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Daffa tersenyum-senyum sendiri membaca pesan-pesan Shafa. Ia pun menyimpan obrolan dirinya dengan Shafa.
__ADS_1