Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 37 Pertempuran melawan krucil


__ADS_3

Sesuai janji Daffa, ia melanjutkan bermain bersama dengan anak-anak di perkemahan.


" Bang, temenin aku main sama bocah-bocah disini. Hati-hati Bang, mereka ganas banget!!! Tadi pagi aku dikeroyok!!! Makanya temenin yak!!! "


" Lah ngelawan bocah pakai minta ditemenin!!"


" Serius ini Bang!! menyangkut kehormatan diriku!!! "


" Gedubrak deh Baaaang!! " Shafa tiba-tiba menyela percakapan Daniel dan Daffa.


" Tapi emang bener sih Bang, tadi terjadi penyerangan tanpa ampun dari bocah-bocah. Sok lah, main!! ntar ku fotoin yaa "


" Kalau Shafa yang motoin, artinya aku bertugas merekam video!!! apakah akan menjadi moment yang uwau !!! atau uuu wiiiii kaasiiiaaaannn!!! " canda Syifa.


" Terserah deh, pokoknya ntar Abang temenin aku ngelawan mereka yak!! "


" Hmmm ntar aku dapat apa??? "


" Idih Bang!!! Abang kan sudah punya semuanya!! mobil sudah, apartemen juga ada, aku malah belum punya semua!! ayolah Bang!! please help me once!! just this time!! "


" Are you sure?? you're not gonna ask for my help latter on?? just this time??? only this??"


" I didn't say only, ljust said this time!! next time?? it's different!! pleasee... I beg you the one and only brother!! "


" OK!! just this time only yeaa!! I'll help you against the kids!! "


" Ketika giant brothers bersatu melawan the kidz!! " celutuk Shafa sambil menggelengkan kepalanya.


Ba'da Ashar, lapangan perkemahan telah ramai kembali, menantikan permainan antara Daffa dan anak-anak.


Daniel menuju parkiran mobil untuk mengambil 'sesuatu' dari dalam mobilnya.


" Senjata rahasia yang akan membuat mereka tak berkutik!! "


" Nyimpen dimana tuh Bang?? " tanya Daffa melihat Daniel membawa 2 pistol air berukuran jumbo.


" Ada deh, nyimpen buat iseng!! Ayok kita lawan krucil itu!!! "


Daffa dan Daniel memasuki area permainan disambut dengan sorak sorai para penonton di pinggir lapangan.


" Nah, karena tadi Om di serang tanpa ampun sama kalian semua!! sekarang Om dibantu sama Om Daniel, abangnya Om!! "


" Waaah bawa bantuan niii yeee!! "


" Iya dong!! Om juga pingin menang!!! "


" Hmmm emang kita bisa menang dikeroyok segini banyak bocah?? " canda Daniel.


" Yeee Abang!! bukannya ngebantuin malah ngejatuhin!! "


" Dah yuk kita mulai aja, Om Daffa sama Om Daniel lawan kita!! "


" Sip!! siapa takut!! " jawab Daffa.


Daniel mengangkat tangannya dan


" Wait!!! Hold!!! what kind of game are we playing?? "


" Ga penting Bang!! Come on!! Om siap menerima serbuan kalian!!! "


Raffi sebagai anak tertua di kelompok anak-anak,


" Seraaaaang!!!! "


" Waaaiit!! tunggu!!! perasaan tadi cuma 6 anak deh!! kok sekarang ada 1,2....8,9,10 !!! "


" Waaaa ini pembantaian namanya!! " protes Daffa.


" Om kan gedeeee!!! trus dibantuin sama Abangnya juga kan??!! kita mainnya kalem deh!! "


" Kalem??? dari Hongkong!!! ga percaya!! "


" Eh, ntar, ini mainnya gimana sih?? kita main apa sebenarnya?? " tanya Daniel.


" Kurcaci melawan raksasa, Om!! "


Daniel dan Daffa menepuk dahi mereka, penonton pun bersorak menyemangati anak-anak.


" Ini ga fair!! lawannya banyak... suporternya juga banyak!! laaa kita cuma berdua... suporternya juga cuma 2 "


" Yang, bantuin!!! " teriak Daffa memelas.


" Aku bantu do'a aja Bang, semoga pertarungan ini dimenangkan oleh yang menang!! " jawab Shafa yang membuat penonton semakin riuh.


" Bang, maafkan diri ini yang telah melibatkan dirimu dalam pertempuran ga jelas ini!! "


" Ku maafkan dirimu, kita berjuang bersama!! Jangan kasih kendooooorrrr!!!! "


" Seraaannng!!! "


Daffa dan Daniel berteriak dan berlari ke pinggir lapangan untuk mengambil pistol air jumbo tadi, lalu tanpa ampun mereka menyemprotkan air ke arah anak-anak yang sudah siap menyerang.

__ADS_1


Para orang tua tak henti tertawa melihat kekonyolan Daffa dan Daniel.


" Om curaaang!!! "


" Biar!!! kalian banyak!!! om cuma berdua!!! "


Daffa tidak segan untuk menyemprotkan senjatanya ke arah anak-anak.


Lalu ia melihat Michael, ia pun mengangkatnya dan mendudukkanya dipundak.


" Mike, pegangan yaa"


Daffa lalu kembali menyemprotkan air ke anak-anak, Michael tertawa dan bersorak kegirangan.


Syifa di pinggir lapangan telah siap dengan ember berisi air.


" Yang tolong isiin!! " Daniel menghampiri Syifa untuk mengisi air.


" Om Daniel tanpa senjata tuuuu, seraaaang!!"


" Astaghfirullah!!! Yang buruaaaan!!! "


Daffa pun dengan sigap melindungi Daniel, ia kembali menyemprotkan air ke arah anak-anak.


Pistol air Daniel akhirnya penuh kembali,


" I'm back!!!" seru Daniel yang segera menyemprotkan air kembali.


Teriakan dan tawa tak henti dari area permainan. Hingga akhirnya setelah 30 menit,


" Om!!! time out!!! kita sudah basah kuyup nih!!"


Daniel dan Daffa menghentikan serangannya.


" Ok, kita gencatan senjata yaa!! " seru Daffa.


" Kalian segera mandi ya, ntar masuk angin " ucap Daniel.


" Siap Om!!! "


" Om nanti main lagi yaa " pinta Michael.


" Hmmm gimana kalau nanti malam kita kumpul-kumpul aja, bikin api unggun, bakar jagung, barbeque-an kita!! "


" Boleh, nanti kita patungan lauknya yaa " jawab salah satu orang tua.


" Ok deh, nanti kita kumpul lagi jam 19.30 yaa. BBQan kitaaaa!!! "


Shafa segera memindahkan hasil foto-fotonya ke laptop. Sesekali ia tertawa melihat hasil jepretannya karena mengingat serunya permainan tadi.


Syifa menghampiri tenda Shafa.


" Shaf, nih videonya. Mau aku kirim ke e-mail atau ke WA? "


" E-mail aja mbak, WA ku bisa jebol memorynya kalau ditambah video lagi "


" Woke!! "


" Mbak, ntar bantuin nyiapin BBQnya yaa "


" Ok!! Eh emang dagingnya cukup ?? "


" Kata Abang, tadi sudah nitip ke Bang Daniel beli di supermarket?? "


" Oiya, ku lupa, ada di cooler box. Aku cek dulu deh "


" Keluarin sekalian, Mbak. Mau aku bumbuin sekalian, biar meresap "


Shafa mematikan laptopnya, kemudian menyiapkan kebutuhan BBQ untuk malam nanti.


Daffa yang baru selesai mandi, segera menghampiri Shafa.


" Yang, mandi gih. Eh ini buat ntar malam ya?? "


" Iya Bang. Eh aku masak nasinya dulu, hampir lupa!! Oiya Bang, aku sudah siapin coklat panas di meja"


" Syukron "


Malam hari setelah shalat Isya, lapangan kembali ramai. Api unggun mulai dinyalakan, para ibu sibuk dengan persiapan makan malam keluarga mereka. Para pria ada yang memanggang daging di atas bara api, ada yang asyikk bersenda gurau.


Sedangkan anak-anak kembali berlarian kesana kemari.


Para remaja ikut membantu menyiapkan BBQ malam itu.


" Ayo makan dulu, makan malam sudah siap!! " panggil salah satu ibu.


Anak-anak pun berhamburan menuju meja makan yang telah penuh dengan aneka makanan.


" Waaah makan besar nih!! " ayah Rafi takjub dengan aneka hidangan yang tersedia.


" Karena ibu siaga selalu sedia memuaskan perut yang lapar!!!" jawab Daffa.

__ADS_1


" Tapi yang manggang aneka daging sebanyak ini Om Bule favorit krucil!!! " jawab ibu Rafi.


" Sekalian Pak, makan sampai kenyang!! "


Daffa dan Daniel membantu menghidangkan aneka daging ke piring-piring kertas.


Di tengah makan malam yang diisi dengan senda gurau, menambah keakraban para tamu camping.


" Baru kali ini, camping bisa seru dan kenal sama semuanya "


" Iya, campingnya seru banget!! mana bisa makan malam bareng kayak gini!! kan ga pernah-pernah tuh!! "


" Ini kayak acara camping terkordinir, padahal on the spot aja!! "


" Gegara bule ituh!!! "


" Heh!!! bule itu??? bule ini punya nama!!! dah kenyang blom??? masih ada nih kalau mau tambah " Daffa bergabung di area api unggun membawa daging BBQ yang ia panggang.


" Eh Bang, istrinya mana kok ga keliatan "


" Ada tuh, lagi makan bareng cewek-cewek di sana "


Shafa memilih makan bersama para gadis remaja yang berkumpul di dekat tenda.


" Kenal dimana Bang?? "


" Teman sekelas waktu SMP "


" Wuuiiiih awet nian!! dari SMP??? "


" Tahu dari SD, Shafa tuh anak baru di SD sebelah, pas SMP masuk sekolah yang sama, alhamdulillah sekelas, jadi kenal deh. Tapi ya udah, kenal, berteman, ga pernah jadian. Pas Abang lulus kemarin, Shafa juga lulus, Abang ketemu lagi, langsung lamar dong!! "


" Iya langsung ngelamar nih, padahal 8 tahun pisah negara!! " Daniel yang baru saja duduk di samping Daffa menimpali.


" Maksudnya?? "


" Pas kelas 9, Daffa mudik ke London, sekolah sampai lulus S1" jawab Daniel.


" 2 bulan yang lalu pulang, ketemu lagi langsung ngelamar, nikah deh Sabtu kemaren " tambah Daffa.


" Uuuwaauuuu!!! langsung tembak!!! "


" Perempuan tuh butuh kejelasan. Yang ajaib Bang Daniel dong, ga ada rencana, tiba-tiba mau nikah juga, belum ada calon. Kebetulan kakaknya Shafa juga masih single, yaaa akhirnya kenalan, tukeran CV trus lamaran di pekan berikutnya. Jadi kemarin kita nikahnya bareng "


Cerita Daffa dan Daniel berhasil membuat terpukau para tamu camping.


" Kita masih harus banyak belajar dari para senior " lanjut Daffa sambil menunjuk ke arah bapak-bapak yang sedari tadi hanya mendengarkan.


" Welcome to the club!!! " sambut ayah Rafi.


" Pokoknya dalam pernikahan itu, intinya cuma 1. Your wife is your queen, she's always right, no matter what!! " lanjutnya lagi yang memecahkan suasana.


" Istri itu bagaikan senior. Istri selalu benar, jika istri salah, lihat pasal pertama, yaitu istri selalu benaaarrrr!!! " tambah yang lain.


Suasana pun semakin riuh dengan tawa dan tepuk tangan.


" Nah, perempuan itu unik Mereka sering ga tahu mau apa, makan apa, mau kemana. Kita yang harus nebak. Nah teknik menebak yang ampuh adalah pastikan moodnya, 'palang merah atau ga' dan gunakan rayuan!! " ucap ayah Rafi.


" Ga berlaku disini. Punya istri anti rayuan, anti pujian, semakin dirayu dan dipuji semakin ngamuk atau ngambek. Lihat aja tadi langsung mo mukul!! " jawab Daffa sambil tersenyum geli.


" Kok bisa yaa?? trus diapain kalau moodnya ga bagus, Bang ?? "


" Sampai saat ini sih, bawain makanan aja, ajakin beli es krim, jalan-jalan"


" Ga shopping Bang?? "


" Lebih ke makanan atau buku sih kalau Shafa. Baju, sepatu, tas, make up, itu bukan untuk memperbaiki mood" jelas Daffa.


" Aman di kantong ya!!! "


Sementara itu, Shafa dan Syifa pun mendapatkan pertanyaan yang tidak jauh berbeda dari suami mereka.


" Daffa tuh teman sekelas Shafa waktu SMP, Bang Daniel itu abangnya yang lebih tua 6 tahun" jelas Syifa.


" Waaah cinta pertama nih Mbak?? "


" Hmmm first love and the one and only " jawab Shafa.


" Waaah romantis!! couple goals!! "


" Kalau mbak Syifa?? "


Shafa pun tertawa mengingat proses perkenalan kakaknya itu.


" Nah, kalau mbak Syifa itu prosesnya antik!! berawal dari Bang Daniel yang jelous lihat adiknya mau nikah, akhirnya dia juga pingin ikutan nikah, tapi belum punya calon. Yaa mbak Syifa deh yang dicalonin sama mas Syafiq, kakak pertama kita, yang masih menjomblokan diri "


" Serius??? trus?? "


" Serius lah, yaaa kita tukeran CV, trus lamaran, nikah di tanggal dan tempat yang sama dengan Shafa. Kata ibu paket hemat eksklusif "


" Waaaa cita-citaaaaa!!! kita juga pingin yang ga pakai ribet pacaran!! otw nikah!! "

__ADS_1


" Doa aja, minta diberikan jodoh yang shalih, langsung ngelamar dan nikah "


__ADS_2