
Senin pagi, Shafa dijadwalkan untuk mempresentasikan desainnya di depan uncle David, Grandpa dan ayah Daffa pada pukul 10.00.
Sembari menunggu, ia membuka-buka kembali slide presentasinya di ruang kerja Daffa.
" Masih sejam lagi, aku deg-degan deh Bang "
" Santai aja, uncle David sama Grandpa jinak kok!! ga bakalan gigit " canda Daffa.
" Yeee Abang!! nih lihat Bang!! tanganku gemeteran!! "
Shafa mengulurkan tangannya ke arah Daffa.
Daffa akhirnya menghentikan aktivitas pekerjaannya, ia pun beranjak dari kursinya.
" Sayang, lupa ya. Istighfar, istighfar " ucap Daffa dengan lembut sambil memeluk dan mengelus-elus punggung Shafa.
Shafa pun membalas pelukan Daffa dengan erat.
Daffa dapat merasakan cepat dan kerasnya degupan jantung Shafa.
" Tarik nafas, istighfar, tarik nafas, istighfar " bimbing Daffa untuk menenangkan istrinya itu.
Setelah beberapa saat, degupan jantung Shafa mulai berangsur-angsur normal, walaupun masih sedikit cepat.
Shafa masih memeluk erat Daffa.
" Sayang tenang aja. In syaa Allah lancar. Kan cuma ngomong aja ke uncle David. Lagian kemarin latihan sama ayah juga bisa kan??? Jadi rileks, tenang aja yaa "
Shafa mengendurkan pelukannya.
Daffa mencium dahi dan pipi Shafa.
" Ternyata miss jutek, bisa grogi juga ya "
Shafa pun memukul lengan Daffa.
Daffa pun tertawa.
" Nah, jadi lebih rileks kan "
" Iya Bang, makasih "
" Anytime "
Daffa beranjak dari hadapan Shafa, ia mengambil botol minum yang dibawanya dari rumah. Lalu ia menuangkan isinya ke dalam mug.
" Minum coklat hangat dulu, biar tangannya ga dingin kayak gini "
" Makasih Bang "
__ADS_1
Shafa pun meminumnya hingga habis.
" Abang balik kerja lagi yaa "
" Iya, Bang. Maaf jadi ngganggu "
" Siapa yang ganggu?? Sayang kan nemenin Abang disini, jadi lebih semangat kerjanya "
" Hmmm masa' siii?? "
" Hmmm ga percaya... "
Selang beberapa menit,
" Yang, Uncle David sudah nunggu di ruang rapat " ucap Daffa sambil menunjukkan WA dari pamannya.
" Bismillah " ucap Shafa.
" Yuk, kita ke sana "
Mereka berdua menuju ruang rapat utama.
" Bismillah " ucap Shafa sebelum dirinya memasuki ruang rapat.
Daffa membuka pintunya.
" Assalamu'alaikum"
" How are you, Shafa?? " tanya Grandpa.
" Alhamdulillah, nervous, but I'm fine, thank you "
" Nervous but still funny. Well, you can start anytime "
Daffa membantu Shafa menghubungkan laptopnya dengan proyektor. Lalu Shafa memulai presentasi desainnya.
" Konsep desain yang saya tengahkan untuk ruang rapat ini adalah modern minimalis. Karena mempertimbangkan atmosfer yang akan dirasakan selama rapat, yang membahas masalah-masalah penting, mungkin juga ketegangan selama rapat, untuk itu dibutuhkan atmosfer yang hangat. Atmosfer yang hangat dapat diciptakan dari pemilihan warna, tekstur dan pencahayaan. Disini saya menggunakan warna, bahan dan tekstur ruang yang berkesan ringan dan clean look, membawa efek ketenangan dan kenyamanan pada pengguna ruang. Pada dinding, saya menggunakan 2 aplikasi, yang pertama kain dan kedua plywood yang dilapisi oleh veneer. Keduanya selain berfungsi sebagai peredam suara, juga sebagai penambahan nilai estetis. Ruang rapat ini mempunyai jendela di salah satu sisinya, untuk itu saya menggunakan cellular shades, sebagai pengatur cahaya yang masuk. Tata cahaya disini juga mempengaruhi atmosfer ruang, untuk itu saya menggunakan 2 jenis lampu, yaitu untuk general lighting, menggunakan lampu down light, 8 watt, yang akan tersebar di 8 titik. Kemudian accent lighting, menggunakan LED Strip berwarna putih, sepanjang 50 cm sebanyak 6 buah yang akan dipasang tepat di atas meja rapat, dengan luasan yang sama dengan meja rapat.
Pada ceiling, saya akan menambahkan aksen kayu pada gypsum yang telah ada. Untuk lantai, penggunaan material karpet, tetap menjadi pilihan utama. Saya tidak akan menggantinya, tetapi saya akan sedikit melakukan transformasi. Seperti yang terlihat pada gambar floor plan ini, karpet yang ada akan dilepas sesuai dengan panel ukurannya, yaitu 40cmx40cm. Sebanyak 10 panel akan dilepas secara acak pada flow area dan akan dipasang panel baru dengan menggunakan warna yang lebih muda dan tekstur yang berbeda. Untuk meja rapat, saya menggunakan meja costum made, berbahan multiplek HPL, dengan aksen custom broken glasses pada bagian tengah meja. Yang terakhir, untuk kursi rapat, menggunakan kursi rapat council seperti pada gambar ini. Saya memilih kursi council ini, karena tingkat kenyamanannya cukup tinggi, sangat ergonomis sehingga tidak membuat mudah lelah atau pegal. Sekian presentasi dari saya"
Keempat pria didepannya pun memberikan applaus yang meriah.
" Perfect!!! Ini yang Grandpa inginkan, looks neat, clean n fresh!! Well done perfectly my dear!!! Barakallah fiikum "
Shafa masih berdiri dengan tatapan tak percaya dengan respon yang ia terima.
" Saya sudah melihat hasil desain Shafa, 2 hari yang lalu saat berkunjung ke apartemennya. Saya sangat menyukai, untuk itu saya minta desainnya menjadi base design untuk major meeting room seluruh cabang McDermott Finance " ucap ayah Daffa.
" That's a great idea!! I agree!! " Grandpa dan uncle David menyetujui.
__ADS_1
" Selain itu, bagaimana kalau Shafa kita jadikan in-house interior designer. Sampai saat ini kita kan belum punya, selalu hire dari luar atau orang GA yang meng-handle " usul ayah Daffa.
" Itu yang saya pikirkan juga dari tadi " ucap uncle David.
" Shaf, kamu kok diam aja?? " tanya ayah Daffa.
" Hah?? eh maaf, kenapa?? "
" Hmmm dia bengong!! " ucap Daffa menghampiri.
" Eh Bang, cubit dong " pinta Shafa.
Daffa pun mencubit pipi Shafa dengan menggoyangkan kepalanya.
" Tapi ga gitu jugaaa!!!! " protes Shafa sambil menjauhkan tangan Daffa darinya.
" Kan tadi minta dicubit.... eh jadi pingin kue cubit!!! ntar bikin yaaa, pakai cetakan waffle aja yang ada "
Ayah Daffa pun berdeham.
" Eh iya, masih rapat. Maaf " ucap Daffa sambil kembali ke kursinya.
" Shaf, kita mau kamu jadi in-house designer company. Karena disini adalah kantor utamanya, it means kamu akan bertugas disini. Nanti kamu juga akan berkeliling ke cabang yang lain, untuk melakukan pemeriksaan rutin. Yaa mungkin persemester "
" Untuk gaji, sebentar.... 26.400 pounds per tahun atau 2.200 per bulan belum termasuk bonus / proyek " ucap uncle David.
Shafa membuka kalkulator di HP nya dan...
" Gajiku sebulan 43juta !!!! itu duit semua???!!! " tanya Shafa tidak percaya.
" Emang mau dibayar pakai daun?? " ledek Daffa.
" Yang, jangan diconvert ke rupiah, gede pastinya. Tapi kalau di sini gaji segitu itu yaa standar "
" Uncle Dav, Abang gajinya berapa?? "
" 35ribu pertahun atau sekitar 2.900 perbulan"
" See, Daffa masih lebih besar gajinya dari kamu Shaf "
" Eh tapi kok bisa gajiku lebih besar dari desainer?? " tanya Daffa.
" Memang sepertinya ga fair, sekolahnya mahal dan sulit, tapi gajinya tidak sebesar lulusan ekonomi atau keuangan. Tapi standar yang berlaku seperti itu, bedanya kalau kamu Daf, yaa gajimu segitu aja, tanpa ada penambahan kecuali bonus tahunan. Kalau Shafa, nanti per proyeknya dia akan dapat fee tersendiri di luar gaji, perjalanan dinas pun ada fee nya lagi. Jadi gaji itu di luar fee desainnya tadi. Fee desainnya, itu per meter persegi. Hmmm ruangan ini luasnya ... "
" 60 m persegi " ucap Shafa.
" Ya, 60 x 200 pounds berarti 12ribu pounds. Untuk 1 proyek, jika dikalikan dengan keseluruhan jumlah ruang rapat yang akan di renovasi... yaaa hitung sendiri aja "
" I'm rich!!!! " ucap Shafa.
__ADS_1
" Waaaa I'm married a rich lady!!! " celutuk Daffa.
" Dan mereka berdua pun kambuh " ucap ayah Daffa sambil tertawa begitu juga dengan grandpa dan uncle David.