Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 51


__ADS_3

Di sela kesibukan Daffa dan Shafa bekerja di perusahaan multinasional milik keluarganya, mereka juga mempersiapkan untuk melanjutkan studi Magisternya.


Proses renovasi ruang rapat telah masuk ke tahap pembuatan meja. Sedangkan renovasi mulai di kerjakan pada jum'at malam dan akhir pekan saat kegiatan perkantoran libur. Untuk itu, di Sabtu pagi, Shafa datang ke kantor untuk mengontrol proses renovasi.


" Bu, kami telah mengosongkan ruang rapatnya dan kami juga telah membongkar karpet dan partisinya " lapor mandor proyek renovasi.


" Terima kasih Pak. Oiya, mejanya kapan selesai yaa?? karena meja harus selesai dan sudah di letakkan disini sebelum partisi terpasang "


" Tadi saya sudah menghubungi workshopnya, mereka katakan lusa pagi sudah selesai dan akan diantar langsung "


" Kalau begitu, hari ini dan besok pemasangan karpet dan ceiling beserta fitting lampu harus selesai. Setelah itu, meja masuk, partisi dipasang lalu finishing "


" Baik Bu. Oiya, kursi juga akan diantar lusa "


" Baik Pak, terima kasih "


Shafa lalu mengambil foto ruang untuk dokumentasi proyeknya.


Daffa yang sedari tadi hanya melihat Shafa bekerja, tersenyum bangga. Tak lama, Shafa pun menghampiri Daffa.


" Maaf ya Bang, jadi nungguin. Yaa gini kalau ngerjain proyek kantor, weekend harus mengontrol lokasi "


" Tapi kan sebentar " ucap Daffa.


" Iya sih sebentar aja. Yuk !! aku sudah selesai "


" Hmmm kita kemana sekarang?? " tanya Daffa.


" Jajan yuk!! aku mau fish n chips yang paling enak "


" Hmmm kita ke Portobello Market aja, disana banyak tempat makan trus yaaa tempat jualannya di pinggir jalan, sepanjang jalan itu banyak orang jualan baju, makanan, buku, lukisan, macam-macam deh, ga jauh kok " ajak Daffa.


" Maaauuuuuu!!! let's gooo!!! "


Keduanya berangkat menuju Portobello Market dengan menggunakan skuter matic Daffa.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai di tempat yang dimaksud.


" Waaaa rame banget!!! ini kayak festival Kemang!! "


" Iya, bedanya kalau ini ada setiap weekend "


" Yang, tuh resto fish n chipsnya buka. Jadi jajan ga?? "


" Jadi dong!! let's go!! "


Mereka berdua pun menikmati fish n chips di teras restoran tersebut.


" Alhamdulillah, belum masuk puncak musim panas "


" Kapan Bang, puncaknya?? "


" Biasanya Agustus, itu juga masih agak dingin sih, paling panas sekitar 28 derajat aja. Tapi kalau datang gelombang panas seperti tahun lalu, bisa sampai 38 derajat. Kalau kita sudah biasa dengan suhu segitu, disini karena seringnya hujan dan dingin, yaaa banyak yang masuk rumah sakit, bahkan ada yang meninggal karena kepanasan "


" Innalillahi!! ngeri amat Bang!! "


" Yaa gitu "


" Hmm anyway, habis ini mau kemana lagi?? "


" Pingin selonjoran.... santaaaai gituuuu "


" Ke taman aja yuk, ke Hyde Park. Kita keliling London !! " ajak Daffa.


" Ayooooo!!!! mumpung bisa main!!! mari kita kemoooon!!! "


Setelah menyelesaikan makannya, mereka berdua kembali menaiki skuternya menuju Hyde Park.


Daffa mengendarai skuternya dengan kecepatan sedang, menikmati jalanan kota London yang ramai. Shafa memeluk Daffa sepanjang jalan, ia menyandarkan pipinya di punggung Daffa yang bidang.


Salah satu tangan Daffa memegangi tangan Shafa yang melingkar di pinggangnya.


Daffa mengitari jalan-jalan utama kota, melewati sungai Thames, Menara Big Ben, Gedung Parlemen hingga akhirnya mereka tiba di taman kota yang sering digunakan untuk konser artis kenamaan dunia.


Daffa memarkirkan motornya, lalu mereka berdua berjalan bergandengan tangan menyusuri taman.


" Yang, kita naik perahu, yuk!! " ajak Daffa ketika melewati danau Serpentine yang berada di tengah taman.


" Abang yang dayung yaa!! "


" Siap Nyah!!! "


Mereka berdua menyewa perahu selama 1 jam, untuk mengitari danau yang cukup luas itu.


Shafa mengambil foto di sekitar danau menggunakan HPnya. Ia juga mengambil gambar Daffa yang sedang mendayung, lalu memvideokannya.

__ADS_1


" Capek Bang?? "


" Ga " jawab Daffa singkat.


" Bang, ngapain senyum-senyum terus?? "


" Ga papa, seneng aja, akhirnya kita bisa pacaran "


Shafa pun tertawa mendengar jawaban Daffa.


" Yaaa, malah ketawa. Eh lihat tuh Yang, kayak gini tuh romantis. Tuh lihat ada cowok yang tiduran di perahu sambil baca buku, di paha ceweknya "


" Tuh ada yang tiduran juga di rumput-rumput sana, mereka pacaran semua " tunjuk Daffa lagi.


" Hmmm tempat pacaran ini ya Bang "


" Sssttt.... tuh lihat Yang!! ada cowok yang ngelamar ceweknya!!! " tunjuk Daffa pada seorang pria yang berlutut di depan seorang wanita, dengan membuka sebuah kotak perhiasan.


" Waaaaa, lihat Bang!!! diterima ga?? "


Daffa menghentikan kayuhannya. Lalu terdengar suara 'Yes' yang cukup keras membuat orang bertepuk tangan, tanda selamat kepada mereka berdua.


Daffa tertawa melihatnya, karena mengingatkan dirinya saat melamar Shafa.


" Yang, kalau Abang yang ngelamar Sayang pakai cara itu, yang ada bakalan begini adegannya ' ntar Bang, tunggu dulu ' , trus Sayang telepon mbak Syifa, setelah telepon mbak Syifa baru dijawab.... lamaran yang aneh!!! " ucap Daffa sambil tertawa.


" Hihihi aku kan galau Bang.... "


" Tapi kalau dipikir-pikir, waktu Abang ngelamar dan Sayang ga langsung jawab, pakai acara keluar masuk restoran dan ngambek, itu benar-benar tak terlupakan. Abang masih geli aja kalau ingat. Maunya romantis seperti di film-film tapi malah jadi adegan ngambek... kayaknya baru kali ini ngelamar tapi yang dilamar dan ngelamar sempat ngambek " lanjut Daffa yang membuat keduanya tertawa.


" Kayaknya kalau kita berdua, apa pun adegannya ujung-ujungnya pasti komedi " tambah Shafa.


" Kita bisa bikin duet komedi nih, saingan sama Ant and Dec "


" Ciiyeeee gayaaaa, Ant and Dec!!! biasanya juga Andre sama Sule atau Andre sama Wendi !! "


" Siap Komandan!! " celutuk keduanya hingga mereka kembali tertawa.


" Sssttt kita beneran jadi tomas!!! Dah yuk lanjut dayung lagiiiii " ucap Daffa sembari mendayung perahunya kembali.


Keduanya menikmati suasana danau yang sejuk, walaupun matahari bersinar terang. Suara burung-burung yang berterbangan menambah keindahan suasana di siang hari itu.


Setelah hampir satu jam, keduanya mengakhiri perjalanan berkeliling danau.


" Yang, hampir dzuhur. Kita ke masjid dulu yuk, dari sana mau kemana ??? "


" Mau shopping ga?? " tanya Daffa.


" Ga. Hmmmm ngapain yaa, eh ke musium aja yuk Bang, musium yang keren apa?? "


" Mana ada musium keren Yang!!! "


" Masa' sih ga ada??? "


Lalu mereka berdua pun mencari di internet musium di sekitar Hyde Park.


" Nih ada Bang, Design Museum di Kensington, cuma 17 menit dari sini " tunjuk Shafa.


" Oiya, boleh deh. Kita ke masjid lanjut ke musium. Eh makan siang?? "


" Pikirin ntar aja, aku belum laper. Abang sudah laper?? "


" Belum sih, tapi ntar mau makan apa?? Biar ga pusing nyari tempatnya lagi "


" Zelman meats!! nih Bang, cuma 17 menit juga dari sini " tunjuk Shafa di google mapnya.


" Hmmm berarti sekitar setengah jam dari musium. Yowes kita shalat dulu "


Daffa dan Shafa menyudahi bersantai di taman dan menuju masjid untuk shalat dzuhur.


Lalu mereka berdua menuju Design Museum, yang berada di wilayah Kensington.


Musium yang menampilkan karya-karya desain produk, fashion, arsitektur.


" Desain gedungnya aku bangeeeett!!!! " ucap Shafa begitu sampai di Design Museum.


" Aku banget itu maksudnya apa?? "


" Minimalis!! clean cut!! simple!!! yang jelas, modern dong Bang!! "


" Yuk Bang, langsung masuk kitaaaa "


Daffa dan Shafa memasuki musium Desain setelah membeli tiket terlebih dahulu.


Shafa terlihat seperti anak kecil yang memasuki taman bermain. Matanya berbinar, senyumnya pun merekah.

__ADS_1


" MasyaAllah, keren bangeeet!!! " ucap Shafa berulang kali.


Daffa hanya tersenyum melihat istrinya di 'taman bermainnya'.


" Ini lebih mirip Mall ketimbang musium " ucap Daffa.


" Iya, makanya ini keren bangeeet!!! waaa aku ga salah memang!!! "


" Ga salah apa?? " tanya Daffa.


" Ga salah nerima lamaran Abang "


" Laaa baru nyadar kah??? "


" Hihihi baru sadar completely tepatnya!!! your absolutely the key of my secret happiness "


" Hmmm maksudnya?? "


" Karena Abang bawa aku ke kampung Abang, which is ternyata it's my dream to see and live in it's kind of place "


" London is absolutely muslim friendly!!! " tambah Shafa lagi.


Daffa menghentikan langkah mereka berdua, dengan memegang kedua pundak Shafa, ia menghadapkan wajahnya ke Shafa.


" I'm hapy to see you're happy "


" Your happiness is my happiness " ucap Daffa.


Shafa pun berjinjit memeluk erat Daffa.


Setelah berpelukan beberapa saat, mereka kembali mengitari musium.


" Sepatunya kereeen!!! pantesan masuk musium!!! " ucap Shafa ketika melewati bagian fashion.


" Bang, ntar lihat ke supermarketnya yaa " pinta Shafa.


Daffa mengangguk.


Keduanya kembali mengitari musium dan mereka berdua sampai di galeri yang menampilkan kendaraan.


" Ini mobil lucu amat???" tunjuk Shafa pada sebuah mobil mini.


" Yang!! lihat tuh, ferari!! " tunjuk Daffa pada sebuah ruang yang menampilkan mobil beberapa koleksi ferari.


" Bang, berasa ke pameran otomotif kalau lihat ini!!! "


" Yang, mau ga mobil seperti ini?? " tunjuk Daffa pada salah satu ferari.


" Ga, aku ga suka mobil sport. Ini bukan buat dipakai harian, buat gaya doang!! "


" Lagian kalau di suruh milih, aku lebih milih McLaren dari pada ferari " lanjut Shafa.


" Yeeee dia lanjut ke F1!!! " protes Daffa.


" Eh, ngikutin F1 juga ?? " tanya Daffa.


" Kadang, Abang?? "


" Lumayan. Eh ntar kalau pas tanding di Silverstone, mau nonton ga?? "


" Bukannya itu jauh Bang?? "


" Ga sih, kayak Jakarta Bogor aja kok, sekitar 1 jam "


" Hihihi boleh deh, traktir tiketnya yaaa "


" Ga usah minta ditraktir, kan Abang yang ngajak. Yowes Abang booking tiket nya dulu, takut kehabisan "


Daffa segera mencari tiket online untuk menonton F1 secara langsung, di Silverstone.


" Alhamdulillah dapat, Abang pesan tiket untuk ahadnya aja ya "


" Iya, ngapain juga Sabtu nonton, cuma kualifikasi doang. Eh kapan Bang?? "


" Pekan depan, jadi pekan depan kita nonton F1 di Silverstone langsung!!! "


" Aku mau pamer ke mas Syafiq!!! ntar videoin trus kirim... hahaha... aku bisa ngebayangin ekspresi mukanya!!! "


" Haadeee kambuh isengnya!! "


" Seru Bang!! eh ada teman kuliah ku, yang juga suka F1, cowok pastinya... hiks hiks hiks yang cewek ga ada yang demen.... anyway, dia ferari banget jadi ngisengin aku muluk kalau McLaren kalah. Tapi aku galau, pas Kimi Raikkonen pindah dari McLaren ke Ferari!!! kenapa pindah!!! "


Daffa pun tertawa.


" Hooo ternyata karena Raikkonen milih McLaren!!! "

__ADS_1


" Eh ga juga, tapi iya sih, ganteng, muka es, ga ada senyumnya hihihi peace Bang!! "


" Ah Sayang!! ngelawak nih!! dah yuk kita lanjut "


__ADS_2