
Waktu untuk menonton F1 secara langsung pun tiba. Daffa dan Shafa berangkat menuju sirkuit Silverstone menggunakan skuter, untuk itu mereka berangkat lebih awal.
Sampai di sirkuit Silverstone, telah ramai dengan lautan manusia.
Daffa dan Shafa sampai 30 menit sebelum balapan F1 di mulai. Tepat pukul 3 sore, balapan pun di mulai. Suara mesin jet darat itu pun meraung-raung memenuhi sirkuit. Mereka berdua menyaksikan balapan dengan antusias, beberapa kali Shafa meremas tangan Daffa karena kengerian yang ia rasakan. Setelah 2 jam berpacu dengan adrenalin, akhirnya berakhirlah balapan tersebut, yang dimenangkan oleh jagoan mereka berdua yaitu Lewis Hamilton, dari tim Mercedes benz.
" Ga nyesel pesen tiket buat nonton langsung, Inggris menang!!! " ucap Daffa.
" Seru tapi ngeri ngeliatnya "
" Sayang, Aa' Kimi ga menang "
Daffa tertawa mendengar kata-kata Shafa.
" Aa'??? ga Mas atau Bang aja sekalian!!! "
" Ga, lebih lucu Aa', lebih pas mukanya kalau dipanggil Aa'" jawab Shafa santai.
" Haadeee Yaaang!! Kimi Raikkonen pun menjadi Aa', mimpi apa yaaa?? "
" Ga mimpi apa-apa Bang . Dah yuk kita pulang aja "
3 bulan berlalu, Daffa dan Shafa telah resmi menjadi mahasiswa part-time S2 Universitas Kingston yang akan mereka tempuh selama 2 tahun.
Di sela kesibukan pekerjaannya dan kuliah, Daffa dan Shafa berkomitmen untuk mempunyai 'our time together' sepekan sekali. Yang akan mereka habiskan dengan bersantai di apartemen atau berjalan-jalan di sekitar kota London.
Shafa pun meminta izin untuk menunda mempunyai momongan.
" Bang, aku ga mau hamil dulu, boleh yaa. Kan kita kuliah nih, kerja juga. Takutnya malah ntar ga selesai semua kalau aku 'tek dung tra la la ' "
Dengan tertawa Daffa menjawab,
" Baru dengar nih istilah 'tek dung tra la la'!! "
" Yaa pokoknya itu lah, you know, I know laaa, yaa "
" Iya Sayaaang, Abang juga mikir yang sama. Nanti kalau sudah selesai, baru kita program "
" Syukron Bang!! " ucap Shafa sembari memeluk Daffa.
" Hmmmm belakangan princess of ice ini berubah jadi manja, ice nya melted yaa "
Shafa pun mencubit pinggang Daffa.
" Ga papa, Abang senang kok, yang melted itu lucu kalau yang ice itu ngegemesin, jadi sama aja... love you pokoknya!! "
" Love you too "
Terkadang mereka menyempatkan diri untuk bersantai di taman, sekedar menghirup udara segar. Seperti pada hari Sabtu pagi, mereka menyempatkan untuk berlari pagi di taman di dekat apartemen mereka.
" Yang, jadi inget waktu kita lari di taman jogging "
" Aaaa jadi kangen Cici. Bang, ingetin nanti WA Cici yaa "
" Iya "
__ADS_1
Tak lama berlari,
" Hii, Daffa!! How are you!!! " tiba-tiba seorang wanita tinggi langsing berambut pirang panjang menepuk pundak Daffa.
Daffa terkejut dan menghentikan langkahnya, sembari menggenggam tangan Shafa.
" Hi, long time no see. How are you?? " tanyanya lagi.
" I'm fine, thanks " jawab Daffa acuh.
" And who's with you " tanyanya sambil menunjuk ke arah Shafa.
" She's Shafa my wife. Well I'm sorry but excuse us " jawab Daffa lalu melanjutkan larinya dengan tangan tetap menggandeng Shafa.
Shafa hanya terdiam melihat ke arah Daffa yang tampak tidak suka dengan kehadiran wanita tadi.
Shafa ingin bertanya, tetapi ia urungkan niatnya, hingga akhirnya,
" Kenapa Yang, mau tanya itu tadi siapa?? "
" Ho oh "
" Itu teman sekelas waktu S1 kemarin, segitu aja "
" Kenapa Bang, kok kayaknya ga suka banget?? "
Daffa menghentikan langkahnya, lalu menghadap kearah Shafa dan memegang pundaknya.
" Sayang mau, Abang berteman dengan perempuan seperti itu?? "
Shafa pun memeluk Daffa,
" Makasih Bang, I trust you "
" Thank you " ucap Daffa sambil mengecup kening Shafa.
Keduanya lalu kembali melanjutkan olahraga paginya dengan berlari-lari kecil dengan santai memutari taman. Setelah 1 jam berkeliling, keringat mengalir dari pelipis keduanya. Pipi mereka pun merona merah karena pembakaran dalam tubuh mereka mulai bekerja. Daffa mengambil botol minuman yang ia bawa dari apartemen.
" Minum dulu Yang "
" Abang dulu aja " jawab Shafa yang sedang duduk beristirahat.
" Dari sini mau jalan-jalan atau langsung pulang?? " tanya Daffa.
" Pulang lah, keringetan kayak gini ga enak kalau langsung pergi. Tapi kita mampir beli sarapan dulu ya Bang "
" Ok, mau sarapan apa?? "
" Ke Lebanese Express yuk " ajak Shafa.
" Ayuuk "
Mereka pun menuju gerai makanan cepat saji Timur Tengah itu, yang hanya 10 menit berjalan kaki. Mereka pun memesan kebab dan salad, untuk dibawa pulang.
Sesampainya di apartemen,
__ADS_1
" Sarapan dulu aja, mandinya nanti "
" Siap Bang, eh aku bikinin jus dulu yaa "
Shafa mengambil beberapa butir strawberi, 1 buah pisang, 5 butir kurma dan 1/2 buah lemon, kemudian ia menghaluskannya dalam blender.
" Di minum Bang jusnya "
Daffa dan Shafa segera meminum jusnya.
" Alhamdulillah, segar banget!! enak nih, dicampur madu?? "
" Ga, cuma pakai kurma aja buat pemanisnya "
" Kalau besok masih ada buahnya, mau dong dibikinin lagi "
" Siap laksanakan!! "
" Bang, aku mandi dulu deh. Lengket banget "
" Sok lah, mandi "
" Eh Abang sarapan duluan aja kalau sudah lapar "
" Ga, ntar aja kita sarapan bareng "
" Yowes, aku mandi "
Sambil menunggu Shafa selesai, Daffa menonton berita di TV.
Tak lama, ia mendapatkan notifikasi WA dari nomor yang tak dikenalnya.
" Hi Daffa, I'm Nicole, it's nice too see you again after our graduation. Anyway, congrats for your wedding!! I want to send you a wedding present, can you give me your address?? "
Daffa menarik nafasnya,
" I know what your up to Nic!! " gumamnya dalam hati.
Daffa pun memblokir nomornya dan menghapus WA tersebut.
Nicole sudah 'mengejar-ngejar' Daffa semenjak memasuki semester 4, setelah mereka berada dalam kelompok tugas yang sama. Sedari awal, ia tidak pernah menggubris semua perilaku Nicole yang dilakukannya untuk menarik perhatiannya. Bahkan secara terang-terangan Daffa menunjukkan sikap ketidaksukaannya kepada Nicole. Tetapi, Nicole semakin tertantang untuk menaklukkan hati Daffa.
Lalu Daffa menghubungi salah satu teman kuliah S1nya,
" Will, how are you?? I'm sorry, but if Nicole ask anything about me, just tell her you don't know anything about me!! "
" Hei, whats up?? something happened?? "
" As you know, I'm married now. I meet Nicole this morning and she still like that, well you know what I mean. I'm affraid she'll find where I live. I really don't want that to happen"
" Ok, I get your point!! Don't worry, I'll find a way to distract her, just like an old days!! "
" Well thank you "
" Anytime Bro "
__ADS_1
Dalam hati Daffa, ia berharap Nicole atau pun wanita lain tidak akan pernah mengganggu rumah tangganya.