
Malam harinya, rumah orang tua Shafa telah ramai dengan kehadiran anak, mantu serta cucunya.
" Berapa lama di Jakarta?? " tanya Syafiq.
" 2 pekan aja "
" Cuti 2 pekan?? habis dong "
" Ga Mas, cutinya 7 hari. 7 harinya lagi cuti bersama akhir tahun " jawab Daffa.
" Semakin kalem aja Daf "
" Iya Mas, akhirnya "
" Paling sebentar, ntar kalau ketemu mainannya juga rame lagi " komentar Shafa.
" Shaf, kok tetep jutek aja sih?? "
Dengan tawa, Daffa menjawab pertanyaan Syifa.
" Capek Mbak. Lumayan 18 jam perjalanan, Shafa milih berangkat sehari setelah ambil cuti, jadi 2 hari yang lalu masih kerja. Pulang kantor langsung ngerapiin koper dan apartemen trus berangkat. Memang sudah niat, pulang ke Jakarta untuk istirahat. Jadi maaf kalau mungkin 3 hari pertama, Shafa bakalan 'hibernasi' "
" Masih berapa lama lagi kontraknya?? " tanya Syafiq.
" In syaa Allah setahun lagi, setelah itu... "
" Balik ke Jakarta for good!!! " jawab Shafa memotong kalimat Daffa.
" Kenapa Shaf?? ga betah?? bukannya kamu senang di sana?? surga desain banget?? " tanya Syifa.
" Awalnya begitu, tapi setelah 3-4 tahun, capek banget!! 4 musim itu juga melelahkan. Baju harus macam-macam sesuai musim. Aku pingin njemur baju yang bisa kena sinar matahari sepanjang tahun !! "
" Dasar orang Indonesia asli, ga puas kalau ga kena matahari " canda Syifa.
" Beda aromanya, kering matahari lebih ocreh "
Setelah selesai makan malam, mereka tetap melanjutkan percakapannya hingga larut malam.
" Bang, nanti nginap disini?? " tanya Daffa ke Daniel.
" Ga, setelah ini balik. Besok ditunggu ayah, ibu di rumah. Jangan kesiangan ke rumahnya "
" In syaa Allah Bang "
" Shaf, kamu ga ada rencana ketemu teman sekolah?? " tanya Syifa.
" Cici sudah WA, rencananya dia besok mau kesini, tapi besok kan ke rumah ayah, jadi ntar ketemuan barengan sama teman yang lain di Mall, tapi belum tahu kapan "
" Yowes, aku pulang dulu yaa. Met ketemu besok "
" Assalamu'alaikum " pamit Daniel dan Syifa.
" Wa'alaikumsalam "
Daffa dan Shafa kembali masuk ke dalam rumah.
" Bang, langsung ke kamar yuk, aku mau selonjoran, kangen kasur "
" Duluan aja, Abang mau ngunciin pintu-pintu dulu "
" Aku naik duluan yaa "
" Iya. Eh Yang, bawa minum sama cemilan apa gitu?? "
" Brownis?? "
" Boleh, tolong yaa "
" Ok Bos!! "
Malam itu, Shafa tak menunggu lama untuk terlelap. Setelah rutinitas malam sebelum tidur dilakukannya, ia pun berbaring di samping Danesh yang telah terlelap setelah Isya.
__ADS_1
Daffa yang tak lama kemudian masuk ke dalam kamarnya, tersenyum melihat 2 orang yang dicintainya telah tertidur lelap.
" Hmmm sudah nyenyak aja nih. Ih Danesh kamu menyabotase istriku!! "
" Hmmm baiklah, malam ini ayah mengalah. Tapi besok, kamu harus kembali tidur sendiri. Ga ada dikelonin ibu "
Setelah rutinitas sebelum tidurnya selesai, Daffa pun mengambil tempat di samping Danesh dan tak lama ia pun terlelap.
Keesokan paginya, masih dengan wajah lelah, Shafa memaksakan dirinya untuk berangkat menuju rumah mertuanya.
Sebenarnya Daffa ingin membiarkan Shafa istirahat lebih banyak di rumah ibunya, tetapi orang tua Daffa telah menanti kedatangan mereka di hari itu.
" Yang, kalau masih capek, nanti sampai rumah ayah, Sayang istirahat aja di kamar, jangan dipaksain, daripada sakit "
" Ga papa kok Bang, santai aja. Kalau butuh tidur, aku juga langsung tidur kok. I'm okay " jawab Shafa sambil tersenyum.
" Duh senyumnya manis amat siii, istri sapa sii iniii " ucap Daffa gemas sambil mencubit kedua pipi Shafa.
" Ooo tidak, suamiku hilang ingatan!! dia tiba-tiba tidak mengenali istrinya??!!! "
" Oooo tidak!!! istriku kambuh aktingnya, drama apakah yang dimainkannya saat ini?? "
" Bang, lihat tuh mukanya Danesh. Bingung kali yaa?? kenapa ini ibu sama ayah yaa?? "
Daffa pun tertawa, lalu menggendong Danesh yang sedari tadi hanya duduk di kasur melihat mereka berdua.
" Danesh, masih capek?? " tanya Daffa.
Tanpa berkata, Danesh menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
" Yuk, kita ke rumah Grandpa!! "
Setelah berpamitan, Daffa dan Shafa berangkat menuju rumah orang tua Daffa diantar oleh supir keluarga Shafa.
Sesampainya di sana, ibu Daffa yang telah menunggu di teras, segera menyambut kedatangan keluarga putra bungsunya.
" Assalamu'alaikum " salam Daffa dan Shafa.
Danesh yang masih malu-malu, bersembunyi di belakang badan Shafa.
" Ih Yangti gemes, sini cium dulu... ayo mana pipinya yang bulat niiii "
Daffa yang sedari tadi menyaksikan, akhirnya...
" Bu, permisi mau masuk. Duluan yaa " ucap Daffa yang segera masuk ke dalam rumahnya dan menuju ke kamarnya untuk meletakkan barang bawaannya.
" Hmm kebiasaannya ga hilang. Yuk masuk dulu " ajak ibu Daffa.
" Gimana Shaf, sepertinya kamu masih capek "
" Iya Bu, badannya pingin dikretekin "
" Eh, spa di rumah mau?? ibu panggilin orangnya "
"'Bisa Bu?? " tanya Shafa.
" Bisa banget, ibu biasa panggil ke rumah. Tuh Syifa kadang suka ikutan pijat juga. Enak lho Shaf setelahnya "
" Boleh deh Bu, berapa lamanya?? "
" Pijatnya 1 jam, trus sama yang lain sekitar 2-3 jam "
" Boleh deh Bu "
" Ibu pesankan untuk jam 9 yaa, jadi pas Dzuhur sudah selesai "
" Syukron Bu "
" Afwan "
" Syifaaaa, ayo turun. Shafa sudah sampai nih. Dah sarapan dulu yuk. Daff!! ayo turun dulu, kita sarapan bareng!! " panggil ibunya.
__ADS_1
" Iya Bu " jawab Daffa dari dalam kamarnya.
" Ayah mana?? " tanya Shafa.
" Tuh, lagi 'kerja' " jawab ibu Daffa sambil menunjuk ke halaman belakang.
Shafa pun tertawa, melihat ayah Daffa sedang memberi makan ikan-ikan di kolam.
" Ooo kerjanya beda yaa kalau weekend "
Shafa pun memberikan salam.
" Assalamu'alaikum, Yah "
" Wa'alaikumsalam...." ayah Daffa segera menghentikan aktifitasnya lalu menghampiri Shafa dan Danesh.
Ayah Daffa pun menggendong cucu laki-lakinya itu.
" Berat juga nih Daffa Junior "
" Iya Yah "
" Yuk masuk, kamu sarapan dulu. Tadi ayah sudah "
" Iya Yah "
Daffa yang baru turun segera memberi salam ke ayahnya.
" Sehat Yah?? " tanyanya.
" Alhamdulillah, dah sarapan-sarapan "
Daniel dan Syifa pun ikut sarapan bersama.
Sembari sarapan,
" Ibu sudah panggil orang Spa nya, nanti dia je rumah jam 9 "
" Siapa mau spa?? " tanya ayah Daffa.
" Shafa, kecapean tuh kasian " jawab ibu Daffa.
" Ooo ibu sudah pesan?? baru aja aku mau nanya " ucap Daffa.
" Waaah, enak lho itu yang mijat. Aku ketagihan, badan tuh rasanya relaks banget setelahnya " ucap Syifa.
" Yang mau spa juga?? sekalian aja " Daniel menawarkan.
" Ibu tadi sudah pesan untuk berdua, tenang aja, semuanya dapat "
" Ibu ga?? " tanya Shafa.
" Ga lah, kalian berdua aja "
" Shaf, kontrak kamu yang setahun lagi itu, bisa kok ga usah di full in. Kamu kerja dari sini, yaa online gitu "
" Memangnya bisa Yah?? "
" Bisa, nanti ayah bilang ke uncle David "
" Ga masalah kok, tapi Daffa harus kembali ke sana setelah masa cutinya selesai "
" Yaaa misah, ga mau... " tolak Shafa.
" Kan sebentar aja "
" Ga ah, kasian Abang kalau sendirian disana "
Daffa hanya tersenyum mendengar jawaban Shafa.
" Daffa kan bisa kembali ke rumah Granny, jadi ga sendirian "
__ADS_1
" Ga ah, ga mau. Aku akan bertahan untuk 1 tahun lagi "