
Sabtu pagi, Shafa mulai menyusun pakaiannya di dalam koper. Daffa terlihat memeriksa kelengkapan dokumen perjalanannya dan juga untuk pendaftaran S2nya nanti.
" Bang, bajunya yang ditumpukan ini aja?? atau ada yang lain?? " tanya Shafa sambil menunjuk ke arah tumpukan pakaian Daffa diatas tempat tidur.
" Iya, itu aja. Yang lain, Abang tinggal di rumah granny "
" Ok, aku masukin semua yaa "
" Ya, makasih Sayang "
" Yang, pasport aku masukin ke tas Sayang ya, di resleting depan "
" Ok "
" Oiya, tiketnya Abang kirim ke WA ya "
" Ok "
" Yang, buku nikah juga Abang masukin ke tas Sayang yaa"
" Ok "
" Dari tadi jawabnya Ok muluk "
" Baiklah "
" Yeee, sama aja itu Neng!! "
" Yowes, all right?? all left?? or all wrong?? "
" Hmmm mulai ngelawak nih "
" Bang, aku laper.... "
" Abang ambilin sarapan di bawah?? atau kita sarapan aja dulu?? "
" Aku males turun, tolong ambilin "
" Baik Nyah "
Daffa kemudian turun ke lantai bawah untuk mengambil sarapan di ruang makan. Ayah dan ibu Shafa tampak baru mulai sarapan.
" Akhirnya turun juga, baru aja ibu mau panggil untuk sarapan "
Daffa hanya tersenyum malu,
" Nunsewu Bu, lagi beresin koper di kamar, jadi Shafa minta dibawain sarapan ke kamar, males turun katanya "
" Hmmm kebiasaan, ya sudah, ambil sarapannya "
" Iya Bu "
Daffa pun mengambil sarapan untuknya dan Shafa.
" Daf, gimana kelengkapan dokumen untuk besok" tanya Ayah Shafa.
" In syaa Allah sudah beres, Pak "
" Nanti di cek ulang semua yaa, jangan sampai ada yang tertinggal atau kelupaan "
__ADS_1
" Iya Pak "
Setelah mengambil sarapan untuknya dan Shafa, Daffa meminta izin untuk kembali ke kamar.
" Permisi, saya mau kembali ke kamar "
" Silahkan "
Daffa kembali ke kamar Shafa dengan nampan berisi 2 piring nasi goreng dan 2 gelas air putih.
" Yang, buka pintunya, tangan Abang penuh!! "
Shafa segera membuka pintu kamarnya, lalu mengambil nampan dari tangan Daffa.
" Yuk, sarapan dulu " ajak Daffa.
Daffa dan Shafa sarapan bersama sambil bercakap-cakap.
" Bang, di pesawat berapa jam sih?? "
" Sayang, ga baca di tiketnya?? kan ada "
" Kita terbang jam 23.15, transit di Istanbul jam 5 pagi waktu sana, hmmm kalau di Jakarta itu jam 9 pagi. Trus jam 7.50 waktu Istanbul, kita lanjut ke Heathrow, London. Sampai disana sekitar jam 9.50 pagi, waktu London atau jam 4.50 sore waktu Jakarta. Jadi lama perjalanan hampir 19jam " jelas Daffa.
" Kita ngapain 19 jam di pesawat, Bang ???!! "
" Paling juga tidur, pas dari Jakarta ke Istanbul kan hampir tengah malam. Sampai sana, langsung shalat subuh, trus biasa Abang jalan-jalan aja di Bandara, lumayan nunggu 2 jam. Nanti sampai London kan ke bagian imigrasi dulu tuh, cek passport sama visa biasa antri bisa sampai 1 jam, semoga bisa lebih cepat. Nanti uncle David, adik ayah yang jemput, nah terus ke rumah Granny itu sekitar 1 jam dari bandara "
" Jauh dong ???!! "
" Iya, lumayan. Ntar biar Sayang bisa lihat London di pagi hari, makanya uncle David mau njemput. Sekalian jalan-jalan "
" Nanti kan bisa beli, santai aja, Sayang ga bakal kelaparan selama perjalanan "
" Baiklah, aman yaaa untuk urusan perut "
" In syaa Allah aman "
" Oiya Bang, hmm bahasa Inggris ku terbatas banget, katanya bahasa Inggrisnya Inggris itu beda ya Bang?? mana aksennya ajaib, nanti terjadi lost in translation.... hilang waktu terjemahin "
" Nah inih!!! coba Sayang ngomong gitu disana deh... pasti... "
" Pasti ga ada yang ngerti!!! " potong Shafa.
" Awalnya pasti bingung sih, tapi sebulan dua bulan juga sudah mulai ngerti kok, tenang aja. Sayang kan, nantinya bakalan sama Abang terus kalau pergi, jadi in syaa Allah aman lah "
" Dah ah, ku lanjut packing. Baju udah masuk semua, tinggal printilan aja"
" Oiya, printilan itu dibagi di 2 koper yaa, jangan jadi 1 "
" Siap Bang!!! "
" Oiya, sekarang udara disana panas atau dingin?? "
" Ini masuk akhir spring, jadi masih rada adem, tapi bulan Juni mulai agak panas, puncak panas nanti di Juli, jadi aman lah, ga kaget udara "
" Hmmm ada yaa kaget udara.... "
" Eh tapi di pesawat bakalan dingin, jadi tetep bawa jaket di tas. Sayang bawa tas yang mana?? "
__ADS_1
" Aku pakai tas slempang yang Abang beliin di sana "
" Akhirnya di pakai juga... makasih mau pakai tas yang Abang beliin "
" Makasih, tahu aja seleraku "
" Oiya, ini paspor Sayang, tiketnya di HP Abang, hmmm apalagi?? "
" Kayaknya udah deh Bang "
" Nih, daftarnya sudah dicentang semua"
" Ok deh, akhirnya selesai!!! "
2 koper besar dan 1 berukuran sedang, menanti untuk dibawa ke London.
Shafa duduk diam dipinggir tempat tidurnya.
Daffa menghampiri dan membelai wajah Shafa.
" Kenapa?? kok mukanya jadi sedih?? "
Shafa menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.
" Ga tahu, jadi melow "
" In syaa Allah tiap tahun kita kan bisa pulang, bisa video call juga. Memang beda, tapi paling ga, Sayang masih bisa komunikasi sama bapak-ibu, mbak Syifa sama mas Syafiq. In syaa Allah, hanya 2 tahun, terus kita kembali tinggal di sini "
" Bang peluk " pintar Shafa.
Daffa memeluk erat tubuh Shafa sambil membelai punggung istrinya itu.
" Yang, ntar kalau mau melahirkan, pas kita masih di Inggris aja. Biaya persalinan disana gratis "
Shafa melepaskan pelukannya dan mencubit lengan Daffa.
" Belum juga hamil!!! eee dah mikir melahirkan aja!! "
" Yaaa kan segala sesuatunya harus dipersiapkan, direncanakan, biar teratur "
" Abang bisa dewasa juga ya!! "
Shafa pun mencium pipi Daffa.
" Yang ini ga?? " tanya Daffa sambil memajukan bibirnya.
" Ga!! kalau yang itu, bisa berakhir 'pergulatan' , aku cari aman dulu. Dah ah ku mau mandi. Ciiaaooo!! "
" Hmmm sudah kuduga bakalan seperti ini, Yang!! ntar di London bayar 'utangnya' yaa!! kan disana dingin-dingin gimana gitu.... "
" Kita menghangatkan diri berdua ya ya ya!! "
" Aku mandi... aku ga dengar!!! "
Daffa tertawa mendengar jawaban Shafa.
" Yaa Sayang mah, diajak reromantisan ga bisa. Gagal romantis ini namanya!! " ucap Daffa dengan logat Sunda.
" Terseraaaaah!!! " teriak Shafa dari dalam kamar mandi.
__ADS_1