Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 44 Persiapan ke London


__ADS_3

Sabtu pagi, Shafa mulai menyusun pakaiannya di dalam koper. Daffa terlihat memeriksa kelengkapan dokumen perjalanannya dan juga untuk pendaftaran S2nya nanti.


" Bang, bajunya yang ditumpukan ini aja?? atau ada yang lain?? " tanya Shafa sambil menunjuk ke arah tumpukan pakaian Daffa diatas tempat tidur.


" Iya, itu aja. Yang lain, Abang tinggal di rumah granny "


" Ok, aku masukin semua yaa "


" Ya, makasih Sayang "


" Yang, pasport aku masukin ke tas Sayang ya, di resleting depan "


" Ok "


" Oiya, tiketnya Abang kirim ke WA ya "


" Ok "


" Yang, buku nikah juga Abang masukin ke tas Sayang yaa"


" Ok "


" Dari tadi jawabnya Ok muluk "


" Baiklah "


" Yeee, sama aja itu Neng!! "


" Yowes, all right?? all left?? or all wrong?? "


" Hmmm mulai ngelawak nih "


" Bang, aku laper.... "


" Abang ambilin sarapan di bawah?? atau kita sarapan aja dulu?? "


" Aku males turun, tolong ambilin "


" Baik Nyah "


Daffa kemudian turun ke lantai bawah untuk mengambil sarapan di ruang makan. Ayah dan ibu Shafa tampak baru mulai sarapan.


" Akhirnya turun juga, baru aja ibu mau panggil untuk sarapan "


Daffa hanya tersenyum malu,


" Nunsewu Bu, lagi beresin koper di kamar, jadi Shafa minta dibawain sarapan ke kamar, males turun katanya "


" Hmmm kebiasaan, ya sudah, ambil sarapannya "


" Iya Bu "


Daffa pun mengambil sarapan untuknya dan Shafa.


" Daf, gimana kelengkapan dokumen untuk besok" tanya Ayah Shafa.


" In syaa Allah sudah beres, Pak "


" Nanti di cek ulang semua yaa, jangan sampai ada yang tertinggal atau kelupaan "

__ADS_1


" Iya Pak "


Setelah mengambil sarapan untuknya dan Shafa, Daffa meminta izin untuk kembali ke kamar.


" Permisi, saya mau kembali ke kamar "


" Silahkan "


Daffa kembali ke kamar Shafa dengan nampan berisi 2 piring nasi goreng dan 2 gelas air putih.


" Yang, buka pintunya, tangan Abang penuh!! "


Shafa segera membuka pintu kamarnya, lalu mengambil nampan dari tangan Daffa.


" Yuk, sarapan dulu " ajak Daffa.


Daffa dan Shafa sarapan bersama sambil bercakap-cakap.


" Bang, di pesawat berapa jam sih?? "


" Sayang, ga baca di tiketnya?? kan ada "


" Kita terbang jam 23.15, transit di Istanbul jam 5 pagi waktu sana, hmmm kalau di Jakarta itu jam 9 pagi. Trus jam 7.50 waktu Istanbul, kita lanjut ke Heathrow, London. Sampai disana sekitar jam 9.50 pagi, waktu London atau jam 4.50 sore waktu Jakarta. Jadi lama perjalanan hampir 19jam " jelas Daffa.


" Kita ngapain 19 jam di pesawat, Bang ???!! "


" Paling juga tidur, pas dari Jakarta ke Istanbul kan hampir tengah malam. Sampai sana, langsung shalat subuh, trus biasa Abang jalan-jalan aja di Bandara, lumayan nunggu 2 jam. Nanti sampai London kan ke bagian imigrasi dulu tuh, cek passport sama visa biasa antri bisa sampai 1 jam, semoga bisa lebih cepat. Nanti uncle David, adik ayah yang jemput, nah terus ke rumah Granny itu sekitar 1 jam dari bandara "


" Jauh dong ???!! "


" Iya, lumayan. Ntar biar Sayang bisa lihat London di pagi hari, makanya uncle David mau njemput. Sekalian jalan-jalan "


" Nanti kan bisa beli, santai aja, Sayang ga bakal kelaparan selama perjalanan "


" Baiklah, aman yaaa untuk urusan perut "


" In syaa Allah aman "


" Oiya Bang, hmm bahasa Inggris ku terbatas banget, katanya bahasa Inggrisnya Inggris itu beda ya Bang?? mana aksennya ajaib, nanti terjadi lost in translation.... hilang waktu terjemahin "


" Nah inih!!! coba Sayang ngomong gitu disana deh... pasti... "


" Pasti ga ada yang ngerti!!! " potong Shafa.


" Awalnya pasti bingung sih, tapi sebulan dua bulan juga sudah mulai ngerti kok, tenang aja. Sayang kan, nantinya bakalan sama Abang terus kalau pergi, jadi in syaa Allah aman lah "


" Dah ah, ku lanjut packing. Baju udah masuk semua, tinggal printilan aja"


" Oiya, printilan itu dibagi di 2 koper yaa, jangan jadi 1 "


" Siap Bang!!! "


" Oiya, sekarang udara disana panas atau dingin?? "


" Ini masuk akhir spring, jadi masih rada adem, tapi bulan Juni mulai agak panas, puncak panas nanti di Juli, jadi aman lah, ga kaget udara "


" Hmmm ada yaa kaget udara.... "


" Eh tapi di pesawat bakalan dingin, jadi tetep bawa jaket di tas. Sayang bawa tas yang mana?? "

__ADS_1


" Aku pakai tas slempang yang Abang beliin di sana "


" Akhirnya di pakai juga... makasih mau pakai tas yang Abang beliin "


" Makasih, tahu aja seleraku "


" Oiya, ini paspor Sayang, tiketnya di HP Abang, hmmm apalagi?? "


" Kayaknya udah deh Bang "


" Nih, daftarnya sudah dicentang semua"


" Ok deh, akhirnya selesai!!! "


2 koper besar dan 1 berukuran sedang, menanti untuk dibawa ke London.


Shafa duduk diam dipinggir tempat tidurnya.


Daffa menghampiri dan membelai wajah Shafa.


" Kenapa?? kok mukanya jadi sedih?? "


Shafa menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.


" Ga tahu, jadi melow "


" In syaa Allah tiap tahun kita kan bisa pulang, bisa video call juga. Memang beda, tapi paling ga, Sayang masih bisa komunikasi sama bapak-ibu, mbak Syifa sama mas Syafiq. In syaa Allah, hanya 2 tahun, terus kita kembali tinggal di sini "


" Bang peluk " pintar Shafa.


Daffa memeluk erat tubuh Shafa sambil membelai punggung istrinya itu.


" Yang, ntar kalau mau melahirkan, pas kita masih di Inggris aja. Biaya persalinan disana gratis "


Shafa melepaskan pelukannya dan mencubit lengan Daffa.


" Belum juga hamil!!! eee dah mikir melahirkan aja!! "


" Yaaa kan segala sesuatunya harus dipersiapkan, direncanakan, biar teratur "


" Abang bisa dewasa juga ya!! "


Shafa pun mencium pipi Daffa.


" Yang ini ga?? " tanya Daffa sambil memajukan bibirnya.


" Ga!! kalau yang itu, bisa berakhir 'pergulatan' , aku cari aman dulu. Dah ah ku mau mandi. Ciiaaooo!! "


" Hmmm sudah kuduga bakalan seperti ini, Yang!! ntar di London bayar 'utangnya' yaa!! kan disana dingin-dingin gimana gitu.... "


" Kita menghangatkan diri berdua ya ya ya!! "


" Aku mandi... aku ga dengar!!! "


Daffa tertawa mendengar jawaban Shafa.


" Yaa Sayang mah, diajak reromantisan ga bisa. Gagal romantis ini namanya!! " ucap Daffa dengan logat Sunda.


" Terseraaaaah!!! " teriak Shafa dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2