Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 52


__ADS_3

Renovasi ruang rapat akhirnya selesai, Shafa sangat puas dengan hasilnya, begitu juga dengan paman dan kakek Daffa.


" Well done!! Barakallah fiikum!!! " ucap uncle David.


" I love it!!! Oiya, bagian keuangan sudah tranfer fee desainnya yaa " lanjut uncle David lagi.


" Iya, jazakallah khair. Saya sudah terima transferannya. Alhamdulillah bisa untuk daftar S2 nanti "


" Kamu pakai untuk kebutuhanmu, buat senang-senang juga ga papa, its your money"


" Oiya, untuk mendaftar S2 nanti, saya akan menuliskan kecakapan kamu dalam bekerja, as a satisfied client "


" Syukron jazillan "


" Boleh saya ambil fotonya untuk dipasang di status IG dan FB?? "


" Silahkan, ini desain kamu "


" Hmm bisa langsung saya pakai ya ruangannya "


" My pleasure " jawab Shafa.


Uncle David pun segera menggunakan untuk rapat koordinasi bulanan, dengan memanggil seluruh kepala divisi perusahaannya.


Shafa kembali ke ruang kerjanya, yang terletak di sebelah ruang GA.


Ia menuliskan laporan proyek renovasi secara detail dari awal hingga finishing, untuk nantinya digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban, evaluasi dan kontrol.


Selanjutnya, ia akan memulai merenovasi 2 ruang rapat lainnya, secara bergantian. Shafa diberikan 2 orang asisten untuk membantu menghandle proyek renovasinya, karena ia dijadwalkan untuk segera merenovasi ruang rapat kantor cabang yang lain. Sehingga ia mulai melakukan rapat koordinasi dengan mereka.


Setelah satu bulan bekerja, walaupun berada di satu kantor dan lantai yang sama, Daffa dan Shafa, hanya bertemu disaat waktu istirahat makan siang dikarenakan kesibukan mereka masing-masing.


Bahkan terkadang Shafa tidak keluar untuk istirahat makan siang, karena ia menggunakan waktu istirahatnya untuk benar-benar beristirahat.


Daffa melihat jam di tangannya,


" 5 menit lagi lunch time, ke ruang desain ah "


Setelah meregangkan otot-ototnya, Daffa beranjak ke ruang kerja Shafa.


Ruang kerja kantor terlihat masih sibuk, walaupun beberapa dari mereka sudah mulai menghentikan aktifitasnya untuk istirahat makan siang.


Daffa mengetuk pintu ruang kerja Shafa, tetapi tidak ada jawaban.


" Masuk saja Pak " ucap Adriana asisten Shafa.


" Thank you "


Daffa pun membuka pintu ruang kerja Shafa, ia pun segera masuk dan menutup pintunya kembali.


Dengan senyum, ia menghampiri Shafa yang tertidur di meja kerjanya.


Ia pun membelai pipi Shafa.


" Capek yaa, Abang tunggu 10 menit lagi. Setelah itu, its time for lunch n shalat dzuhur "


Sambil menunggu Shafa bangun, Daffa memesan makan siang untuk mereka berdua.


Kali ini ia memilih makanan cina halal yang tak jauh dari kantornya.


Tak lama Shafa pun terbangun, ketika ia membuka matanya, ia melihat Daffa yang memandanginya duduk di depan mejanya.


" Alhamdulillahiladzi ah yaana ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur " ucap Daffa.


Shafa pun tersenyum malu.

__ADS_1


" Ih Abang!! bukannya dibangunin malah nontonin!! "


" Tontonan indah " jawab Daffa sambil berdiri menghampiri Shafa.


" Hihihi Abang ngegombal... "


" Siapa yang ngegombal, kenyataannya memang begitu kok "


Pintu ruang kerja Shafa diketuk,


" Masuk "


" Excuse me, ini pesanan makan siangnya " OB kantor mengantarkan.


" Thankyou, keep the change " ucap Daffa sambil menyerahkan uang pembayaran makan siangnya.


" Thank you, Sir, Mam. Excuse me "


" Sure, you're welcome "


Setelah OB keluar ruangan,


" Kita makan dulu yuk " ucap Daffa sambil membuka paket makan siangnya.


" Makasih Bang "


Setelah selesai makan siang, Daffa dan Shafa menuju ke musholla kantor untuk shalat dzuhur berjama'ah. Musholla yang cukup menampung sedikitnya 30 orang itu, terlihat mulai ramai. Pada awalnya uncle David membuat musholla untuk memudahkannya menjaga shalat, seiringnya waktu dengan masuknya beberapa karyawan muslim asal Asia membuatnya memperbesar mushollanya. Tak jarang uncle David sendiri yang menjadi imam shalat.


Setelah selesai, mereka kembali ke ruang kerja Shafa,


" Yang, belakangan kayaknya mudah capek ya?? "


" Hmmm kayaknya sih Bang, proyek renovasi beruntun, mikirnya lumayan juga. Belum bulan depan sudah tes masuk S2. Kalau diterima, bulan September sudah mulai kuliah dan ternyata Bang, kampusnya itu peringkat 1 se-UK untuk FSRDnya!!! "


" Kaget yaa?? Abang sih sudah tahu, tapi sengaja Abang ga bilang, biar Sayang ga stres. Pokoknya, intinya adalah pikiran harus santai. Kalau bisa istirahat yaa istirahat, seperti tadi, bisa tidur sebentar itu recharge tenaga. Yang penting Sayang jangan kecapean, yaa?? "


" Bang, nanti temenin aku disini yaa. Aku bosan, kalau ada Abang, kan bisa iseng "


" Hmmm maksudnya ada yang diisengin?? "


" Hihihi iya, boleh yaaa temenin, sehari ini aja, yaaa... pleaseeee "


" Ga usah pakai please, juga Abang temenin. Nanti Abang ambil laptopnya dulu, ok "


" Ok!! makasiiii... love you much!! "


" Love you too Hon "


Selesai makan siang, Daffa mengambil laptop dan berkasnya. Uncle David yang hendak kembali ke ruangannya, melihat Daffa membawa laptopnya pun bertanya,


" Mau kemana?? "


" Ke ruangan desain. Nemenin Shafa, boleh yaa "


" Ooo, silahkan aja. Tapi kerjaan harus selesai yaa, jangan pacaran terus "


" Yes, Sir!! "


Sisa siang itu, Daffa dan Shafa habiskan dengan bekerja dalam satu ruangan.


" Eh Bang, ntar kalau ada yang nelfon ke ruangan Abang gimana?? "


" Tadi sudah pesan ke operator, untuk disambungkan kesini "


" Oiya, nanti pulangnya kita mampir ke toko herbal ya " lanjut Daffa.

__ADS_1


" Mau beli apa? "


" Sari kurma, madu dan kurma buat Sayang, biar ga kecapean, harus dibantu dari dalam "


" Uuuuh co cuiiiiittt.... lop you Bang "


" Lop you too "


Tiba waktu pulang, seperti janji Daffa sebelumnya, untuk mengajak Shafa ke toko herbal.


" Bang, beli ini sekalian ya " tunjuk Shafa pada kacang pistachio.


" Boleh, sekalian ambil 2 pack aja "


Setelah itu Daffa juga mengajak Shafa untuk berbelanja di supermarket.


" Kok belanja lagi?? isi kulkas kan masih banyak?? "


" Iya, tapi telur tinggal sedikit, daging ga ada, cuma ada ayam beberapa potong, iya kan?? buah juga tinggal apel, makanya sekalian belanja "


" Abang memang suami siaga!! "


Berbelanja kebutuhan dapur, terkadang menjadi penyegar pikiran mereka berdua.


" Bang, mau ini ya!! " ucap Shafa sambil menunjuk ke arah coklat.


" Sekalian yang dark, Abang minta 1 aja, yang lain terserah Sayang "


" Siaaap "


Daffa pun beralih ke rak minuman, selain membeli kopi ia juga membeli coklat bubuk untuk Shafa.


Setelah hampir 1 jam berbelanja, mereka akhirnya pulang ke apartemen. Sampai di apartemen, Daffa merapikan belanjaannya terlebih dahulu, sebelum mereka shalat Ashar.


" Bang, sudah, biar aku aja. Abang istirahat aja dulu "


" Ga papa, Abang ga capek kok. Sayang siap wudhu aja, kita shalat Ashar berjamaah "


" Baiklah "


Lalu mereka pun shalat Ashar berjama'ah.


Setelah itu,


" Yang, mandi duluan aja. Hmmmm gantian atau mau bareng?? " canda Daffa yang menghasilkan lemparan tas dari Shafa.


" Hahaha makanya dah sana mandi "


" Baiklah cintah "


Mendengar ucapan Shafa, pipi Daffa pun bersemu merah dan senyumnya merekah.


Lalu Daffa membuat minuman coklat hangat untuk Shafa dan menghangatkan nasi.


Perhatian Daffa terhadap Shafa memang cukup besar sedari dulu, terlebih saat ini, ia tidak ingin melihat Shafa kelelahan.


Sembari menunggu Shafa selesai mandi, ia pun merebahkan dirinya di sofa sambil membaca koran, tetapi tak berapa lama ia pun tertidur.


Ketika Shafa keluar dari kamar mandi,


" Nah kan, Abang juga capek "


Lalu ia ingin membuat minuman hangat, tetapi


" Ya Allah Bang, syukron, sudah dibuatin minuman "

__ADS_1


Shafa tetap membiarkan Daffa beristirahat dan ia akan membangunnya beberapa menit menjelang maghrib. Karena sudah memasuki musim panas, jadwal shalat pun mundur. Waktu Ashar sekitar pukul 5 sore, sedangkan maghrib sekitar pukul 8 malam.


Sementara itu, ia membersihkan ruangan dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua nanti.


__ADS_2