Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 13


__ADS_3

Setelah 4 tahun tidak mendengar kabar berita tentang Daffa, membuat Shafa mengikuti saran Cici untuk membuka FBnya.


Sore itu selesai sholat Ashar, Shafa membuka FBnya, terdapat ratusan notifikasi, tetapi ada 1 notifikasi baru dari Daffa, benar-benar baru, baru 30 menit yang lalu.


Shafa segera membukanya, lokasi postingan Jakarta??? Daffa di Jakarta??? Dia di sini?? pertanyaan itu yang kemudian mengganggu pikiran Shafa.


" It's good to be back!! even only for a while "


Daffa juga memposting foto taman jogging pagi tadi, dengan bayangan dirinya.


Puluhan balasan status Daffa yang menanyakan kabar dan kepulangannya ke Jakarta.


Daffa pun menjawabnya di kolom komentar,


" Cuma 2 pekan and after that, back 2 UK, gw kuliah dulu gaaess!!! "


Shafa ingin menulis satu kalimat, tetapi ia urungkan niatnya.


Banyak dari kawan-kawannya yang mengajak bertemu dan kumpul bersama. Tapi Daffa menjawab,


" Sorry, hanya mau ngasih kabar aja, kalau i'm fine n still alive!!! " jawab Daffa singkat.


Kemudian Daffa menulis status baru, dengan tag yang sama,


" I know you read this, you don't have to write anything back, just keep on reading. I saw you this morning, n I think you saw me too, but you just couldn't recognise me, cos I've changed a lot. I'm not dissapointed, I'm happy to see you happy, you're jokes still the same, I miss that much!!! But I know I can't showing up right now, I also can't ask you to wait for me, but I wish you'll wait for me. I'll come back soon as a better man!! "


Shafa pun gemetar,


" Abang tadi pagi ??? di taman jogging??? "


Ia mencoba mengingat-ngingat orang yang berlari dekat dengannya, hanya ada pria bule yang berlari di depannya.


" Apa si bule tadi itu Abang?? kok tinggi banget?? "


Shafa segera menghubungi Cici.


" Ciiiiii, jujur sama gue, lo tadi ketemu Daffa kan!!! Bule tadi itu Daffa kan??!!! "


" Eeeeiitt jangan marah Shaf!! iya tadi gw cuma alasan ke toilet, gw nemuin orang yang kayaknya dari tadi ngikutin kita, eh ga ngikutin tapi kayak nguping gituu. Pas ketemu, dia bilang dia Daffa, aselik gw kaget Shaf, kek tiang listrik tuh orang!!! tinggi banget!!! bule banget!!! ga keliatan Indonesianya lagi. Iya bule yang lari depan kita itu!!! " jelas Cici.


" Kok lo ga bilang, malah bilang kenalan lo!! " protes Shafa lagi.


" Daffa yang minta jangan sampai lo tahu, dia bilang dia akan nemuin lo nanti sesuai permintaan lo dulu. Nanti kalau dia dah jadi orang katanya "


" Emang sekarang dia ondel-ondel ??!!! "


" Nah, gw juga bilang gitu tadi !! tapi yaaa udah gitu doang "


" Dah, lo fokus aja ama kuliah lo!! Dia juga gitu, lo tunggu aja "


Selesai menghubungi Cici, Shafa hanya terdiam. Ia tahu alasan Daffa, salah satunya karena apa yang ia katakan 4 tahun yang lalu. Ia tidak pernah menyesalinya.


" Baiklah, 4 tahun lagi aku lulus!! ku tunggu setelah aku lulus!!! "


2 pekan kemudian Daffa kembali ke London untuk melanjutkan studinya, dan Shafa melanjutkan perjuangan dengan bis dan alat gambarnya.

__ADS_1


Shafa meraih nilai yang memuaskan selama kuliah, bahkan di 2 semester awal, Shafa berhasil mendapatkan IP diatas 3, walaupun tidak mencapai cum laude.


Di tahun ke-3, Shafa menjalani mata kuliah kerja praktek, dan berhasil masuk di perusahaan yang bergerak di bidang konsultan interior, yaitu PT. Pratama Indah, yang terletak di Gedung BEJ Tower 2 lt. 19. Tiap tahunnya Pratama hanya menerima 2-3 mahasiswa kerja praktek dan yang lebih diutamakan dari Trisakti, karena kinerja mahasiswanya yang terbukti cakap dan cekatan.


Selasa pagi adalah hari pertama Shafa bersama seorang temannya untuk memulai kerja praktek di Pratama. Shafa sampai di lobby BEJ Tower 2 pukul 08.00, masih ada 30 menit sebelum jadwal masuk kantor.


Ia menunggu kawannya, Fitri untuk naik bersama-sama ke kantor Pratama Indah.


15 menit kemudian Fitri telah sampai.


" Yuk Fit, naik. Deg-degan gw nih " ucap Shafa sambil berjalan ke arah lift.


" Sama, duh gw ngeri kalau ntar ga mudeng mereka ngomong apa!! "


" Samaaaa, eh tuh lift nya dah kebuka "


Mereka berdua pun masuk ke lift beserta dengan karyawan-karyawan gedung tersebut.


Setelah sampai di lantai 19, tidak sulit menemukan lobby kantor tersebut, karena lantai 19 hanya terdapat 1 kantor saja, yaitu PT. Pratama Indah.


" Pagi mbak, kami dari Trisakti, mau kerja praktek disini, ini suratnya " sapa Fitri kepada resepsionis kantor.


" Shafa dan Fitri ya?? "


" Iya Mbak "


" Ok duduk dulu, saya panggil dari HRD sebentar"


Tak lama datang seorang wanita muda berusia sekitar 30an.


" Iya, Bu. Saya Shafa dan ini Fitri "


" Saya Amel, dari HRD. Ini kartu pass untuk masuk ke ruangan Desain nanti. Jangan sampai rusak atau hilang. Kalau rusak atau hilang terkena denda 250rb. Jadwal KP kamu disesuaikan dengan jadwal kuliah, biasanya sih yang dulu-dulu, sepekan 4 hari kerja. Nanti untuk jelasnya bisa ditanyakan langsung ke bagian desain"


" Sekarang kita sudah bisa masuk Bu?? " tanya Shafa.


" Iya. Departemen desain ada di pojok kanan. Kamu keluar dulu, nanti di ujung kanan ada pintu kaca, gesek kartunya untuk membuka pintunya. Oiya, kartu ini juga sebagai absen kamu berdua yaa " jelas Bu Amel.


" Baik Bu, terima kasih . Permisi " jawab keduanya.


" Oiya, setelah selesai masa KP kalian nanti, kartu ini kalian serahkan ke sekretaris bagian Desain ya " lanjut Bu Amel.


" Baik Bu, kami langsung ke bagian desain ya Bu "


" Ya, silahkan "


Shafa dan Fitri bergegas menuju ruangan desain yang telah ditunjukkan oleh Bu Amel.


Shafa menggesekkan kartunya dan diikuti oleh Fitri.


Ruangannya telah di penuhi oleh para desainer dan drafter. Semua terlihat sibuk di depan komputer masing-masing.


Ruangannya sangat berbeda dengan lobby tadi. Ceilingnya menggunakan konsep desain ekspose, sehingga terlihat semua saluran pipa udara dan lain sebagainya.


Seorang wanita muda mendekati mereka berdua,

__ADS_1


" Kamu anak KP yaa, saya Jesica, sekretaris departemen desain. Ayo masuk"


" Makasih mbak"


Jesica mengajak Shafa dan Fitri menemui penanggung jawab mahasiswa KP.


" Vincent, ini anak KP sudah datang!! "


Pria berwajah bule sedikit oriental menghampiri mereka berdua.


" Halo, saya Vincent. Kamu berdua nanti dibawah saya. Saya kenalkan dulu ke yang lain"


Pak Vincent pun mengajak keduanya ke ruang team desain yang bersebelahan dengan area sekretaris. Model ruangannya terbuka, menggunakan partisi yang hanya setinggi 150 cm dan ada yang kombinasi dengan kaca membuat terlihat jelas kesibukan di dalamnya.


" Anak KP sudah datang nih, yang mana Fitri yang mana Shafa "


" Saya Fitri, yang ini Shafa " jawab Fitri.


" Nah meja kalian cari aja yang kosong, untuk kursi, tadi pas masuk sini ada kursi-kursi di depan kan?? Nah ambil aja, terserah yang mana, bebas"


" Untuk hari ini saya belum kasih kalian kerjaan dulu, tapi kamu bisa bantu mereka" sambil menunjuk ke arah desainer dan drafter.


" Baik Pak "


" Ya sudah, ambil kursinya dulu, biar kalian bisa duduk"


" Terima kasih, Pak " jawab mereka berdua.


" Oiya mana surat KPnya?? " pinta Vincent.


Shafa dan Fitri menyerahkan surat KP mereka.


" Oiya, kalian berdua minimal hadir 4x dalam sepekan. Saya minta jadwal kuliah kalian agar bisa disesuaikan. Oiya, total kehadiran 20jam perpekan. Jadi setelah kalian kasih saya jadwal kuliahnya, saya bisa atur jadwal masuk kalian berdua "


" Baik Pak" jawab keduanya.


Vincent pun kembali ke mejanya.


Setelah Shafa dan Fitri mengambil kursi,


" Saya Arif, saya spesialis free hand (gambar desain dengan tangan tanpa komputer), nah bantuin bikin ini nih. Kalian buat 3 alternatif desain, sebelum istirahat makan siang bisa selesai ya?" sambil menyerahkan layout lobby kantor.


" Kita buat masing-masing 3 desain Pak?? " tanya Shafa.


" Ga, kalian berdua bikin 3, bukan masing-masing 3"


" Baik Pak"


Keduanya pun mulai membuat sketsa desain atau gambar perspektif. Di tengah-tengah menggambar,


" Saya Frisa, desainer disini. Besok kalau kalian kesini, bawa mug masing-masing. Kita disini mugnya bawa sendiri-sendiri. Tinggal aja disini selama kalian KP, ntar ada yang nyuciin. Trus untuk minum, di depan ada kulkas sama mesin minuman. Kalau kulkas itu isinya punya karyawan disini, jadi kalau mereka bawa bekal atau apalah disimpan di kulkas itu. Kamu juga bisa pakai. Nah mesin minuman ini, taruh gelas di sini trus kamu pencet tombol minuman yang kamu mau, nanti keisi sendiri. Oiya jangan panggil saya Bu, disini semua panggil nama langsung, kalau kamu ga enak, panggil mbak juga boleh" jelas Frisa.


" Baik Mbak, terima kasih " jawab keduanya.


Mereka pun memulai kerja praktek mereka.

__ADS_1


__ADS_2