
3 hari pasca melahirkan, Shafa sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Di hari ketujuh, Daffa menggelar aqiqah putra pertamanya di kediaman uncle David.
Halaman belakang telah di sulap menjadi area makan yang hijau.
Orang tua Daffa dan Shafa juga hadir untuk menyambut cucu mereka dan tentu saja Syifa, Daniel dan Syafiq turut meramaikan acara tersebut.
" Assalamu'alaikum.... mbaaaaak !!!! " Shafa setengah berlari untuk memeluk kakaknya.
" Wa'alaikumsalam... eh baru mdrojol wis arep mlayu wae!! "
" Hihihi kangeeeeeennnnn!!!! iiiiniiii Shanaz??? lucuuuuk.... "
Batita mungil yang di gendong Syifa pun itu menangis.
" Iyo lucuk, tapi wedhi karo koe... "
" Uuuu maaf yaaa... tante sudah jinak kok... ga gigit, nih yang biasa tante gigit "
" Shaf, ta' kira kamu sudah sembuh!! ternyata masih kambuhan tho "
" Mas Syafiq sama mbak Naia mana?? "
" Tuuuuh sudah duduk manis di belakang "
Shafa segera menuju ke halaman belakang dengan mendorong stroller bayi untuk menemui kakak pertamanya dan istrinya itu.
" Assalamu'alaikum, Maaaasss "
" Wa'alaikumsalam... eh ojo mlayu, wong nembe lahiran kok arep mlayu wae "
( eh jangan lari, baru aja melahirkan kok sudah mau lari aja)
" Aku ora mlayu, aku Jowo "
" Hmm mana ponakan ganteng ku "
Shafa pun membuka tudung strollernya.
" MasyaAllah, ganteng tenan, gede yo "
" Bapak'e gede, yo anak'e yo gede "
" Mbak Naia, kapan nih?? "
" Otw Shaf "
" Maaf, aku ga bisa datang waktu nikahan kemaren "
" Ga papa, kamu kan jauh dan lagi hamil juga kan?? Yang penting do'anya "
Tak lama kemudian, keluarga Daffa dan Shafa berkumpul bersama di halaman belakang.
" Bu .... ibu yang nyukur yaa, aku ga berani "
" Iya, kemarin ibu juga sudah pesan ke Daffa sediakan pisau cukur minimal 2, biar cepat, ini rambutnya tebal banget "
" Shafa, kalau mau nyukur Danesh di dalam, biar ga kena angin "
" Iya, grandma"
Daffa pun menghampiri,
" Bu, ini pisau cukurnya, ada 3 pisaunya baru semua. Trus ini cairan samponya, mau di cukur sekarang?? dimana?? "
" Iya sekarang, di kamar aja, jadi nanti gampang langsung dibersihkan "
Daffa pun mengarahkan ke kamarnya di lantai atas.
Ibu Daffa mengikuti dari belakang.
" Ibu ikutan yaa "
__ADS_1
Daffa memvideokan proses dicukurnya rambut Danesh. Setelah selesai dan dibersihkan kemudian diberikan lotion,
" Waaaa, ibu tidak mengenalimu!! kepalamu kayak permen... eh ini kinclong sekali... silauuuuu!!! "
" Anak sendiri di isengin!! " protes ibu Shafa.
" Hihihi.... lucuk... "
" Bisa yaa, tidur lagi?? " ucap Daffa.
" Dah sekarang its time for lunch!! "
" Iya, mumpung masih tidur, ibu sama ayahnya makan dulu. Shafa makan yang banyak, nyusuin bayi laki-laki itu bagaikan dikuras habis. Dulu ibu waktu nyusuin Daffa sambil ngemil atau makan, kalau ga, bisa kelaperan "
" Iya Bu, aku juga kalau habis nyusuin pasti makan. Yaaa makanya masih awet ndut nih!! "
" Ga papa, yang penting Danesh sehat dan gizinya tercukupi, ga usah mikirin langsung kurus seperti selebriti " ibu Daffa menasehati.
" Dah yuk, kita turun "
Berkumpulnya keluarga Daffa dan Shafa, membuat mereka tak henti tersenyum dan tertawa.
Shafa pun memperlihatkan koleksi videonya,
" Maaf yaa, aku mau pamer... terutama ke mas Syafiq.... "
" Hmmm pasti deh, apa lagi?? bola?? balapan?? "
" Hihihi dua-duanya!!! aku berhasil ketemu Raikkonen dong!!!! Verstappen jugak, Hamilton!!! "
" Ada yaa adek satu ini, lebih heboh dari yang laki kalau nonton balapan!! " protes Syifa.
" Hahaha tapi pas nonton langsung, dia ketakutan!! "
" Iiitu kan waktu pertama kali nonton langsung"
" Yang kemarin udah ga takut "
" Sekali waktu Federer lawan siapa tuh yaa aku lupa, tapi bukan pas final. Mihil tiketnya!! "
" Trus sekali lagi pas pertandingan persahabatan apa tuh yang untuk menggalang dana gitu, asli itu lucuk!! "
" Kamu membuatku iri!! " ucap Syafiq.
" Mission accomplished!! " ucap Shafa yang diiringi tawa oleh 2 keluarga ini.
" Oiya, kapan mulai masuk kerja lagi?? " tanya Ayah Shafa.
" Daffa dapat cuti 2 pekan, kalau Shafa setahun " jawab uncle David.
" Waaaaah enak banget!!! aku akhirnya resign, ga kerja lagi " ucap Syifa.
" Nah, Shafa gimana nih?? ntar balik ngantor ga?? " tanya Ayah Daffa.
" Hmmm masih pingin kerja, lagian aku kan masih kontrak. In syaaAllah ntar kerja lagi, eh boleh dibawa kan?? "
" Boleh, ada baby day care kok" jawab Uncle David.
" Oiya, katanya mau pindah?? " tanya Ayah Daffa.
" Iya Yah, masih nyari di sekitar Indonesia Islamic Center, komunitasnya enak disana "
" Kamu mau beli atau nyewa?? " tanya Ayah Daffa.
" Beli aja, nyewa jatuhnya lebih mahal untuk 5 tahun, kalau beli nanti dijual lagi, harganya ga bakalan turun "
" Kamu kasih saya list rumah yang kamu cari, nanti saya minta tolong orang untuk bantu nego dan survei " uncle David menawarkan.
" Syukron, uncle Dave "
" Afwan "
__ADS_1
" Eh, memangnya kamu hanya 5 tahun lagi disini?? " tanya Daniel.
" Yaa, minimal sih, ntar ga tahu tetap disini atau balik Jakarta "
" Gimana Shaf?? " tanya Syifa.
" Aku manut wae, stay di sini ayoo, balik ke Jakarta juga ayok "
" Kita putuskan setelah 5 tahun " ucap Daffa.
" Dan sekarang kita siapin untuk bbq!!! edisi kambing!!! "
Para pria pun menyiapkan untuk bbq kambing siang itu, tak terkecuali Daffa dan Daniel.
" Kambingnya kan 2 ya, disalurkan kemana aja?? " tanya ayah Shafa.
" Yg 1,5 ekor langsung dimasak disana trus didistribusikan sama mereka, yang setengah ekornya lagi yaa ini, untuk kambing guling " jawab Daffa.
" Disana itu dimana?? "
" Oiya, ada peternakan kambing punya muslim, dia juga terima potong dan masak untuk aqiqah, karena mereka sudah biasa, jadi tahu harus didistribusikan kemana " jelas Daffa.
Aliyah membawa nasi khas Timur Tengah yang dimasak dengan kacang almond dan ditaburi kimis.
Aunt Sarah membawa salad sayuran segar yang baru dipetik di kebun belakang.
" Daf, tolong ambilkan supnya dan aneka saos untuk bbqnya " pinta Aunt Sarah.
" Baik " Daffa pun segera mengambilnya di dapur.
" Alhamdulillah mataharinya bersahabat, walaupun udaranya agak dingin " ucap ayah Daffa.
" Sepekan kemarin hujan terus, tadinya kalau hari ini hujan lagi, yaaa kita BBQ di teras belakang saja. Alhamdulillah hari ini cerah jawab uncle David.
Shafa kembali asyik dengan kameranya, mengambil gambar moment kebersamaan yang langka ini.
" Kirain jeprat-jepretnya sudah ga lagi " ucap Syifa.
" Ooo tidak ada judul di kamus Shafa, putus hubungan dengan kamera " jawab Shafa.
" Walaupun sempat vakum, kan melahirkan "
" Hasil fotonya Shafa banyak banget, mungkin ratusan " ucap Daffa sambil meletakkan sop dan salad.
" Disimpan dimana?? "
" Ada di laptop. Aku juga beliin memori eksternal 12 TB "
" TB?? " tanya Syifa.
" Tetra Bytes kakaknya GB, sadiskan Mbak " jawab Shafa.
" Hobbynya Shafa modalnya gede, tapi yaa sepadan sama yang dihasilkan yaa ga papa " tambah Daffa.
" Memangnya sudah menghasilkan dari hobi fotografinya?? " tanya Syafiq.
" Alhamdulillah, ada beberapa foto yang saya kirim ke majalah disini, yaa lumayan hasilnya. Paling ga 3 bulan sekali, saya kirim hasil fotonya " jawab Daffa.
" Alhamdulillah, ibu senang dengarnya kalau Daffa mendukung hobby Shafa " ucap ibu Daffa.
" Karena ada duitnya itu Bu!! " jawab Shafa.
" Yaa kan lumayan buat tabungan Sayang "
" Yaa, pokoknya ibu senang, kalian berdua akur, saling mengisi, membantu, ibu senang melihatnya "
" Daffa juga kelihatan lebih dewasa, dulu kan... speechless deh ibu, kalau harus cerita "
" Berisik ya Bu " ucap Daffa.
" Banget!! berisik, iseng luar biasa. Ibu sampai khawatir, nanti kalau sudah dewasa, jadi orang tua, seperti apa?? eh Alhamdulillah, ternyata bisa dewasa juga, malah sepertinya isengnya pindah ke Shafa "
__ADS_1
" Hihihi iya Bu, Shafa sekarang yang berisik dan iseng " jawab Shafa.