
" Jadi kapan kita ketemuan nih?? " tanya Cici melalui hpnya.
" Ntar sore mau ga?? di sini, di rumah Abang "
" Di rumah Daffa?? ntar gw tanya teman-teman dulu "
" Atau besok, kita ngeMall?? " tanya Shafa.
" Ok, gw tanya ke pasukan dulu yaa "
" Eh Shaf, sampai kapan di Jakarta?? "
" 2 pekan, tanggal 5 aku dah balik ke London "
" Alhamdulillah masih lama. Yowes ntar diriku berkabar yaa, nantikan kedatangan ku beserta pasukan "
" Siap menanti!! " kawan Shafa.
Shafa menghampiri Daffa yang sedang bermain bersama Danesh.
" Bang, nanti sore kalau jadi, Cici sama teman-teman SMP dulu, mau ke sini atau besok ketemuan di Mall, nanti dikabarin lagi "
" Kalau disini, mau nyiapin apa??" tanya Daffa.
" Apalah cemilan yang ngehits sekarang, nanti kita pesan aja Bang "
" Besok di Mall aja lah, ga repot. Sekalian kita wiskul trus bisa ajak Danesh main juga, kan ada playground di dalam "
" Hoo yowes, aku WA Cici "
Shafa lalu mengirim pesan WA Cici,
" Ci, besok aja pas Mall buka, jam 10 aku tunggu di food court Mall 3, yang dekat playground yaa "
" Woke siap, jadinya besok yaa. Ntar pasukan nyusul "
Keesokan harinya, Daffa dan Shafa mengajak Danesh untuk bermain di playground dalam Mall. Tak lupa ia juga mengajak Syifa.
" Mbak, besok pagi aku ke Mall, mau ketemu sama teman SMP, sekalian ajak Danesh main. Mau ikut sekalian ga?? Biar Shahnaz juga main disana "
" Boleh, makasih adek "
" Iya kakak "
Keesokan paginya, mereka berlima berangkat menuju Mall tidak lama setelah jam operasional Mall buka.
Sampai di Mall, mereka berlima berjalan menuju ke foodcourt yang masih tampak sepi.
" Eh itu Cici " tunjuk Shafa.
" Shaf, biar Danesh sama aku aja, kan mainnya disitu juga. Kamu reuni dulu aja "
" Ok Mbak, makasih "
" Danesh sama Bude Syifa dulu yaa, ibu mau ke sana sebentar "
Danesh menjawab dengan mengangguk, matanya telah menuju ke arah playground yang telah ramai dengan balita.
" Sudah ga konsen nih, yowes titip ya Mbak "
" Iya "
Daffa dan Shafa berjalan menuju foodcourt dan sudah terlihat beberapa teman SMP mereka dan pasangannya yang telah sampai.
" Assalamu'alaikum " sapa Daffa dan Shafa.
" Wa'alaikumsalam..... ' pa kabar Say " jawab Cici yang langsung memeluk Shafa.
" Kabar baik, Alhamdulillah. Kamu gimana Ci, perut??? berapa bulan??? "
" 5 bulan "
" Wah si Bapak semakin kinclong aja. Pa kabar Daf " lanjut Cici.
__ADS_1
" Alhamdulillah, eh cewek semua?? mana yang cowok?? " tanya Daffa.
" Ntar mereka nyusul, biasalah waktu Indonesia bagian karet "
Shafa pun melepaskan rasa rindu berkumpul dengan teman-temannya, tawa dan canda mengisi reuni kecil itu.
Tak lama kemudian, teman-teman pria pun datang juga bersama pasangan mereka, setelah saling berkenalan, mereka pun melanjutkan obrolan tentang kesehariannya.
" Daf, kapan balik ke Jakarta?? " tanya Aldi.
" Laa ini gw balik ke Jakarta kan, emangnya ini di Papua?? "
" Yeee, maksudnya kapan balik for good, tinggal di sini lagi "
" Ooo ngobrol dong... "
" Laaa ini kan kita ngobrol Daf " sahut Cici.
" Capek yaa... Yang kita pulang aja deh... "
" Pulang?? ayok!! see you... " canda Shafa.
" Emang yaa kalian!! pasangan error " protes kompak teman-teman mereka.
" Eh Shaf, di London lu ngapain aja?? " tanya Santi.
" Kuliah trus nguli "
" Beuh nguli, tapi gajinya poundsterling " sahut Rita.
" Ngemis juga dapatnya poundsterling kalau di London " balas Shafa.
" Lihat dong hasil desain Lo!! " pinta Beni.
" Buka websitenya aja. McDermott Finance Global, ntar cari Our Office and Branch. Nanti ada tuh tour the officenya " jawab Daffa.
Teman-teman mereka pun segera membuka website seperti yang Daffa katakan.
" Wuiiidiiii serius ini Lo yang desain, Shaf?? "
" Iya "
" Hmm kacau tapi keren?? Bang, sebenarnya kita yang aneh atau mereka sih?? "
Sebelum Daffa menjawab, semua teman mereka berdua dengannya kompak menjawab,
" Yaa eluuuu yang aneh!!!! "
" Wuiiidiiii kompak amaaat!! " jawab kompak Daffa dan Shafa.
" Eh, Danesh mana?? kok ga dibawa?? " tanya Cici.
" Ada kok, lagi main di playground sama anaknya mbak Syifa "
" Yaaa, kan gw pingin lihat Shaf "
" Ntar, gw panggil " jawab Daffa sambil berdiri.
" Bang, ga bakalan mau kalau ga... "
" Tenang, Abang beliin Danesh es krim "
" Maauuuu juga!! " pinta Shafa.
" Iya, ntar sekalian " jawab Daffa sambil berlalu.
Semua mata akhirnya menuju ke arah Shafa.
" Kenapa ngeliatin gitu?? terpukau dengan kecantikan ku yang paripurna kah?? "
Seketika itu juga, teman-teman Shafa pun berkomentar.....
" Aaaa gubraaaak!!! "
__ADS_1
" Toloooong!!! "
" Oooo tidaaaaak!!! "
" Maaf, ada yang ngomong yaaa??? "
" Gelaaap ooo gelaaap!! "
Yang akhirnya membuat Shafa tertawa.
" Haadeee lo yee, ga berubah!! masih aja errornya dipiara!! " ucap Cici.
" Kasian Ci, takut terlantar kalau ga dipiara "
" Kenapa yaaa seketika itu juga, diriku menyesal..... "
Shafa kembali tertawa geli sambil memeluk sahabatnya itu.
" Aiiih Cici sayang, lagi sensi niii, bawaan orok yaa?? "
" Iya!! gerah muluk gw tuh!! "
" Shaf, lo kurusan yaa, tapi tambah putih aja "
" Iya nih, kurusan, capek kali yaa. Kan kerja juga, ngurus rumah juga, yaa Abang bantu banyak juga sih, tapi kerjaan kantor yang lebih bikin badan capek "
" Kenapa ga resign aja?? "
" Masih kontrak, 1,5 tahun lagi, setelah itu baru bisa balik ke sini "
" Masih lama yaa?? "
" Padahal perusahaan keluarganya Daffa ya?? tapi masih pakai kontrak juga?? "
" Iyalah, tetap profesional, kan ada perijinan kerjanya juga "
" Trus kalau Daffa?? "
" Dia kan paspor Inggris, jadi ga masalah "
" Oooo Daffa tuh WNA, baru tahu gw "
" Iya, ayahnya kan masih WNA, walaupun sudah puluhan tahun tinggal di sini. Sebetulnya otomatis dapat kewarganegaraan Indonesia, tapi ga diambil sama Ayah, karena masih berurusan dengan bisnis keluarga "
" Trus Danesh?? "
" Yaa otomatis WNA, kan ngikut ayahnya "
" Repot juga yaa "
" Yaa jalanin aja, ga berasa repot juga karena sudah tahu aturannya dan prosesnya "
Tak lama kemudian Daffa terlihat berjalan menggendong Danesh.
" Taruh disini aja Mas, terima kasih "ucap Daffa kepada waiter yang membawakan nampan penuh dengan es krim.
" Silahkan, enjoy the ice cream " Daffa mempersilahkan teman-temannya.
" Waaah, teman yang baik sekali!!! sering-sering aja Daf!! "
" Nah, ini Danesh, om, tante " ucap Shafa memperkenalkan putranya.
" Yaaa ini mah Daffa junior banget!!! Indonesianya kemana?? Jangan-jangan ga bisa bahasa Indonesia juga nih?? "
" Ngomong ga bisa, tapi ngerti. Kan tinggal disana, dikelilingi lingkungan yang ber-Inggris ria. Kan cuma aku aja yang ngajak dia ngomong bahasa Indonesia " jawab Shafa.
" Gw tes ah " ucap Cici.
" Hai, namanya siapa niii, ganteng amat sih?? "
" Danesh " jawab Danesh malu-malu.
" Eh bisa. Pinter amat siii, duh genetik lo bagus amat sih!!! "
__ADS_1
" Ini pujian atau komplenan??? " tanya Shafa.