
Tiba di Milan, Daffa dan Shafa segera menuju kantor cabang McDermott Finance, yang terletak di pusat bisnis kota Milan.
Pemandangan gedung-gedung pencakar langit modern, menghiasi pusat kota tersebut.
Daffa dan Shafa tiba di sebuah gedung pusat keuangan kota Milan, karena memang sebagian besar perusahaan-perusahaan keuangan, bertempat di gedung tersebut.
" Ini gedungnya?? " tanya Shafa.
" Sepertinya iya, tuh nama gedungnya di atas" tunjuk Daffa.
" Generally Building "
Mereka berdua memasuki gedung tersebut dan segera menuju lantai 25, dimana letak kantor McDermott Finance bertempat.
Shafa memandang interior bangunan dengan takjub.
" MasyaAllah, ini bangunan canggih banget ya!! ini lebih keren dari yang di London!! "
" Ini bangunan paling baru di Milan, katanya begitu " jawab Daffa.
" Ooo pantes. Memangnya kantor yang di Milan ini baru?? "
" Ga, yang disini sudah lama. Sekitar 15 tahun, tapi nempatin gedung ini belum lama. Yaa setelah gedung ini jadi, sekitar 6 tahun yang lalu "
" Waa, Abang ngerjain PRnya paripurna banget!! "
" PR?? "
" Tuh sejarah perusahaan, company profile, apalah itu pokoknya "
Daffa tertawa mendengar jawaban Shafa.
" Ya pokoknya itu yaa "
Keduanya segera menuju ke lantai 25, pintu lift terbuka, terlihat signage besar di dinding " McDermott Finance, Milan ".
Di lobby McDermott Finance Milan,
" Saya Daffa Fariz dan Shafa Marwah, dari McDermott London ingin bertemu dengan pimpinan disini "
" Baik, tunggu sebentar "
Setelah bagian resepsionis menghubungi ruang direksi,
" Silahkan ikuti saya "
Sampai di ruangan direksi, setelah perkenalan singkat.
" Saya langsung saja. Saya diminta untuk memeriksa pembukuan perusahaan 6 bulan terakhir " ucap Daffa.
" Mendadak sekali. Tunggu, saya panggilkan bagian keuangan. Apa hanya Anda berdua?? "
" Iya, tetapi Shafa ingin melihat hasil renovasi ruang rapat "
__ADS_1
" Baik nanti saya hubungi bagian GA untuk itu "
Setelah bagian keuangan datang dan membawa berkas laporannya, Daffa diberikan ruang untuk melakukan pemeriksaan tersebut.
" Anda dapat melakukan pemeriksaan laporan kami di ruang rapat, nanti saya minta 2 orang untuk membantu Anda "
" Baik, terima kasih "
Daffa dan Shafa kemudian menuju ruang rapat. Dengan dibantu 2 orang asisten bagian keuangan, Daffa mulai memeriksa laporan-laporan keuangan.
Bagian GA datang menemui Shafa di ruang rapat dan memberikan laporan renovasi 3 ruang rapat yang telah selesai di renovasi.
" Saya telah mengirim laporannya setiap bulan dan ini rekap laporan renovasinya "
" Iya, saya juga sudah menerima laporan dan dokumentasinya sesuai dengan yang diminta. Tapi bisa saya lihat catatan laporan asli yang disini ?? "
" Semuanya ada di file ini "
Shafa mulai mencocokkan setiap angka yang tertera dengan laporan yang ia terima di London. Sebelumnya ia telah merekap laporan keuangan proyek di bantu oleh Daffa.
Daffa dan Shafa, sama-sama fokus dengan berkas laporan di depannya. Bedanya, berkas laporan Shafa hanya beberapa lembar dan tersimpan dalam 3 file saja. Sedangkan Daffa, ia memeriksa laporan keuangan yang setiap bulannya terdapat lebih dari 1 file data keuangan, hingga ia berkonsentrasi penuh, agar menyelesaikan tugasnya dengan cepat.
Setelah beberapa jam, Daffa yang tengah fokus pada laporan-laporan di depannya, ia tidak memperhatikan sekitarnya.
Sedangkan Shafa, ia telah selesai memeriksa laporan bagian desain pun mulai merasa bosan. Ia pun menghampiri Daffa.
" Bang "
"'Bang !! "
Masih tidak menjawab, hingga Shafa menaikkan intonasinya.
" BANG !!! "
Akhirnya Daffa pun menengok ke arah Shafa.
" Kok pakai teriak manggilnya?? "
Dengan sedikit kesal Shafa pun menjawab,
" Lagian di panggil-panggil sampai 3 kali, baru nengok!!! "
" Hah!!?? manggil 3 kali?? perasaan baru sekali???!! "
" Haadeee!!! Bang, aku sudah selesai. Aku keluar yaa, pusing ngeliat angka-angka segini banyak "
" Mau kemana?? "
" Ke lobby, cari makanan atau apalah "
Daffa kemudian bertanya kepada 2 orang asistennya.
" Tempat makan di bawah ada apa saja?? "
__ADS_1
" Banyak, ada pattiseri, pasta, pizza.... "
" Gampang Bang, aku nanti cari sendiri. Abang lanjut aja, aku nanti tunggu di bawah. Abang tanya aja buat shalat jum'atnya dimana?? "
" Ada kok, tadi sudah cek di aplikasi masjid terdekat dimana. Nanti 1 jam sebelum Jum'atan, Abang istirahat "
" Yowes, aku ke bawah yaa "
" Iya, hati-hati "
Shafa pun menuju lobby lantai dasar untuk beristirahat. Ia menuju caffe dan memesan beberapa jenis dessert dan minuman.
Penampilan Shafa yang berbeda dan cukup mencolok, membuat ia menjadi pusat perhatian.
Banyak mata terarah padanya, membuat Shafa merasa tidak nyaman, sehingga ia mutuskan untuk keluar gedung.
Ia berjalan menuju taman di luar gedung. Udara yang sejuk di musim semi ditambah dengan pemandangan rumput hijau dan aneka bunga bewarna-warni, membuat siapapun merasa tenang.
Shafa memutuskan untuk duduk di atas rumput sambil menikmati ice cappucino dan panini. Ia mengambil beberapa foto menggunakan kameranya. Shafa sengaja membawa perlengkapan fotografinya, untuk mengabadikan momen tersebut.
Sementara itu, Daffa menyudahi sementara pekerjaannya karena sudah mendekati waktu shalat jum'at.
Daffa berjalan menuju taman, untuk menemui Shafa. Shafa mengaktifkan lokasinya hingga Daffa tidak perlu bertanya ia berada dimana.
" Yang.. "
Shafa tampak sedikit terkejut.
" Eh kaget yaa,maaf. Abang mau Jum'atan dulu yaa "
" Abang makan snack ini dulu, aku sengaja beli lebih. Mau cappucino?? " tanya Shafa.
" Abang minta sedikit aja. Apa nih?? roti panggang?? "
" Ho oh, tapi disini namanya panini... bukan bunini"
" Oh, kalau Teh Nini, lain lagi ya "
" Beda jauh Bang "
" Bang, ntar aku langsung ke pameran aja yaa. Bosan aku nungguin "
" Jangan ah, Abang ga mau Sayang sendirian kesana, bahaya "
" Yaaa, masa' aku harus nungguin seharian disini, bengong ga jelas?? ga ah "
" Yowes gini, setelah Jum'atan, Abang minta waktu untuk balik ke kantor sebentar, minta mereka kirim file ke email trus bawa berkasnya ke hotel "
" Memangnya boleh?? "
" Ga banyak kok yang dibawa. Tadi sudah banyak yang diselesaikan "
" Woke lah, aku tunggu disini "
__ADS_1