Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 41


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 09.30,


" Yang, pulang yuk, dah mulai panas nih "


" Bang, ke seaworld dulu yuk, kan baru mau buka "


" Pingin ngadem yak "


" Eeeiiimmm ngadem modal, ke seaworld yaaa. Aku dah lama banget ga sana, terakhir waktu SMU pas acara kunjungan sekolah "


" What!!! serius??? "


" Duarius!! aku kesana pas acara sekolah doang. Nyengaja kesana tuh ga pernah, kasian kan?? "


" Abang dong, terakhir SD !!! "


" Wuiiidiiii parah juga, dah yuk mumpung disini, sekalian mahal parkirnya, manfaatkan untuk yang lain "


" Baiklah cintah, kita ke seaworld tapi belum mandi!! "


" Ga pa-pa, orang keren mah...mandi ga mandi tetep keren!! "


Mereka berdua menuju ke parkiran mobil, kemudian Daffa mengarahkan mobilnya ke seaworld.


Mereka berdua masuk ke seaworld tanpa harus mengantri selain karena hari itu adalah hari kerja, juga dikarenakan mereka adalah salah satu pengunjung pertamanya.


Sesaat di dalam seaworld.


" Inilah yang namanya aquarium raksasa " ucap Shafa.


" Yang, ikannya dower " Daffa menunjuk ke dalam salah satu aquarium yang terdapat ikan Napoleon yang berwarna biru dan berbibir tebal.


" Foto bareng ikannya, Bang!! pose bibir manyun biar saingan sama ikannya " canda Shafa.


Daffa pun segera berpose di samping ikan tersebut dengan memanyunkan bibirnya, yang sukses membuat Shafa tergelak.


" Buruan foto, Yang!! "


Shafa segera mengabadikan pose tersebut di kamera HPnya.


Setelah melihat hasilnya, mereka berdua pun tertawa geli.


" Foto ini ga boleh keluar dari wilayah HP ini!!!" seru Shafa.


" Kenapa?? " tanya Daffa.


" Hilang wibawa Abang sebagai pria brewokan!!! "


" Hahaha Sayang emaaang lah kesayangan!! "


" Ternyata bukan hanya diriku saja yang berbahasa aneh "


" Karena kita sekarang sehati " ucap Daffa sambil membuat bentuk hati dengan jarinya.


" Baaannnggg!!! please doooong!! jangan gitu iiiiiiihhh!!!! merinding aku niiiii!!! "


Daffa tertawa melihat reaksi Shafa yang selalu seperti itu.


" Sayang memang perempuan aneh "


" Tapi nyata... yeee kaaan!! " sambung Shafa.


" Yaaa kalo ga nyata kaaan artinya...... " jawab Daffa.


" Hihihihihihi.... spoookyyy!! " lanjut Shafa sambil bergaya hantu- hantu di televisi.


Keduanya kembali tertawa, kemudian terdiam karena mereka menyadari beberapa pengunjung memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


" Ssstt dah yuk, serius lihat ikannya !! " ucap Daffa sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir.


" Kayak mau ujian ajah!! "


Daffa kemudian menggandeng tangan Shafa untuk mengelilingi seaworld. Dan terakhir mereka masuk ke dalam terowongan di tengah aquarium raksasa.


Keduanya melanjutkan dengan berfoto di dalam.


" Dah yuk kita pulang!! " ajak Shafa setelah menghabiskan waktu hampir 1 jam berkeliling di dalam seaworld.


" Yuk, dah siang juga. Eh kapan kita naik gondola trus lanjut dinner. Jadi tadi kan kita nikmati Ancol di pagi hari, next, sore sampai malam " usul Daffa.


" Jum'at yuk Bang!! "


" Ok!! Jum'at ba'da ashar kita ke sini lagi yaa"


" Aseeek halan-halan lagiii.... eh bareng mbak Syifa sama Bang Daniel yaa... double date kita yak!! "


" Ok!! ntar Abang bilang ke Bang Daniel "


Setelah menghabiskan waktu berkeliling Ancol dan Seaworld, mereka pun kembali pulang ke rumah Daffa.


Ditengah perjalanan pulang, Shafa tertidur. Daffa menggenggam tangan Shafa dan mencium punggung tangan istrinya itu.


" Sayang, sering-sering bawel yaa. Sayang seru kalau cerita!! "


Sesampainya di rumah orang tuanya, Daffa memarkirkan mobilnya di carport lalu ia dan Shafa segera menuju ruang keluarga.


Ibunya tampak sedang menonton acara berita di TV.


" Assalamu'alaikum " sapa keduanya.


" Wa'alaikumsalam "


Setelah mencium tangan ibunya, Daffa dan Shafa ikut duduk di ruang keluarga.


" Ada yang minta ke seaworld " jawab Daffa.


Shafa hanya tersenyum malu mendengar jawaban Daffa.


" Sekalian Bu, dah lama ga kesana, terakhir pas SMU karena tugas kunjungan "


" Kirain mampir ke Dufan " canda ibu Daffa.


" Kalau mampir ke Dufan, pulangnya ntar sore!! " jawab Daffa diikuti dengan tawa Shafa.


" Ibu bikin keidean aku bangkit!! "


" Apalagi ini keidean??? " tanya ibu Daffa tidak mengerti.


" Jangan aneh-aneh ya Yang idenya "


" Hihihi ga kok. Bu, sebelum ke London, aku mau ajak mbak Syifa sama Bang Daniel ke Ancol. Tapi karena ibu nanyain Dufan, jadi pingin ke Dufan juga nih!! "


" Jadi ntar kita menDufankan diri yuk!! " lanjut Shafa.


" Ibu baru denger deh, ada yaa 'menDufankan diri' ?? "


" Welcome to Shafa's dictionary " jawab Daffa.


" Eee sudah pada makan belum?? " tanya ibu.


" Udah Bu, tapi kalau Ibu nawarin makan, aku tidak akan menolak " jawab Shafa.


Ibu Daffa tertawa.


" Yuk, ke ruang makan "

__ADS_1


Ibu Daffa berjalan ke ruang makan diikuti oleh Shafa dan Daffa.


" Nih ada lontong sayur "


" Waaaa ini sekalian makan siang dong!! "


" Iya sekalian aja, kan sudah hampir dzuhur. Dah makan dulu aja "


" Aku makan ya Bu. Bang!! mau sekalian ga?? "


" Ga, Abang nanti aja. Masih agak kenyang "


" Yowes, ku makan dhewe (sendiri) "


" Bu, aku ke kamar yaa. Mau mandi, sekalian siap-siap shalat dzuhur "


" Silahkan "


Daffa segera naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Shafa asyik menikmati makanannya ditemani mertuanya.


" Shaf, kamu bisa masak apa aja?? "


" Hmmm yang simpel-simpel sih, Bu. Biasanya nasi goreng, mie goreng, aneka pasta, sup. Untuk cemilan yaa banyak juga sih, kenapa Bu?? "


" Ga. Daffa ga rewel untuk urusan makan, tapi seleranya lokal banget. Jadi nanti kamu disana bakalan sering masak "


" In syaa Allah dah siap Bu. Abang sudah ngasih daftar makanan yang disuka dan yang ga disuka. Yaaa ntar sambil belajar masak via internet, bingung resep tinggal gugling aja "


" Kalau sudah biasa masak memang ga sulit. Ibu percaya, kamu pasti bisa menaklukkan seleranya Daffa "


" In syaa Allah "


Setelah selesai sarapan, Shafa segera naik ke lantai atas menuju kamar Daffa.


Dilihatnya Daffa yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Sudah selesai sarapan episode 2nya ?? "


" Sudah " jawab Shafa sambil duduk di pinggir tempat tidur.


Ia melihat Daffa yang sedang mengeringkan rambutnya sambil berjalan ke arah lemari.


Daffa menyadari dirinya sedang diperhatikan oleh Shafa, berbalik menuju tempat tidur untuk menghampiri Shafa.


Dengan posisi berdiri dengan lututnya, Daffa meraih kedua tangan Shafa.


" Yang, Sayang mungkin ga bisa ngomong romantis, ga bisa berkata-kata manis dan mesra, tapi adanya Sayang disisi Abang, sudah bikin hati Abang bergetar terus " ucap Daffa sambil meletakkan tangan Shafa di dadanya.


Shafa merasakan detak jantung Daffa yang cukup keras dan cepat, hal itu membuat denyut jantung Shafa juga bergetar.


Daffa tersenyum lembut dan mengecup kening Shafa.


" Abang siap-siap jama'ah di masjid yaa "


Ketika hendak berdiri, Shafa menahan tangan Daffa kemudian memeluknya.


" Sebentar Bang "


Daffa memeluk lebih erat dan mengusap punggung Shafa. Kemudian Shafa melonggarkan tangannya dan diikuti oleh Daffa.


" Dah Abang siap-siap ke masjid, aku ambilin baju kokonya ya " ucap Shafa sambil berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian Daffa untuk memilih baju koko.


Shafa mengambil baju koko panjang berwarna biru muda dan memberikannya kepada Daffa.


" Makasih, Sayang"

__ADS_1


__ADS_2