
Orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang paling di benci oleh Allah. Untuk itu Daffa berusaha untuk menyingkirkan semua 'pengganggu' dalam kehidupan mereka. Cinta yang telah ia simpan selama lebih dari 10 tahun itu, tidak akan ia sia-siakan begitu saja. Janji yang ia ucapkan di depan penghulu dan disaksikan oleh 2 pihak kerabat merupakan janji yang akan ia bawa hingga akhir hayatnya.
" Yang, Abang minta maaf yaa "
" Kenapa Bang??? memangnya Abang bikin salah apa?? "
Daffa duduk berhadapan dengan Shafa, dengan menggenggam kedua tangan Shafa ia pun mulai berbicara.
" Ingat beberapa hari yang lalu, ada perempuan yang negur Abang waktu kita jogging?? "
" Iya, kenapa Bang?? "
" Sebetulnya, dia sempat WA ke Abang untuk nanya alamat, alasannya mau kasih kado pernikahan buat kita berdua. Tapi Abang ga percaya, yaa mungkin dia memang mau kasih kado, tapi selanjutnya kan ga tahu "
Shafa mengernyitkan dahinya.
" Ok.... ketika aku ga mudeng Abang ngomong apa "
" Jadi, namanya Nicole, sudah lama dia ngejar-ngejar Abang, semua trik dia pakai, tapi sekalipun Abang ga pernah ngelirik, sekalipun!! mikirin juga ogah!! tipe perempuan seperti itu ga bisa dilembutin, harus tegas, to the point!! tapi ntah kenapa, kayaknya ni cewek ga pernah nyerah "
" No WA nya sudah Abang blokir, tapi kita kan ga pernah tahu, kedepannya dia mau apa. Jadi apa pun yang terjadi, kita harus saling percaya, saling terbuka. Maaf, Abang baru cerita, karena jujur, Abang bingung mau cerita gimana "
" Tenang Bang!!! Shafa kok dilawan!! kalau dia berani ganggu Abang lagi, aku slepet juga ntar!! Don't worry I'll protect you!! from all the gold digger out there!!! "
Daffa tertawa,
" Yang, Sayang ga takut?? atau cemburu gimana gitu?? "
" Laaa ngapain takut!!! Abang lupa?? serangan cewek-cewek sekolah lain aja aku lawan!!! ngapain takut sama 1 cewek doang!!! "
" Bang, badanku memang kecil, tapi jangan tanyakan nyaliku!!! pokoknya till death do us part!! hmmm part berapa nih sekarang?? "
" Sayaaaaaanggg!!!! jangan dierorin dulu doooong!!! lagi serius niiii!!! "
" Oiya, serius!! Jadi Bang, ini adalah resiko punya suami ganteng kayak Abang. Apa Abang pakai cadar aja?? "
" Yaaaaaang!!! minta dicium nih!!! "
" Maaauuuu!!! "
Keduanya pun tertawa,
" Aaaa sayang!! kan Abang mau serius, kenapa ngelawak lagi!!! "
" Bang, sulit bagi diriku untuk serius ketika bersama dengan dirimu "
Daffa pun menarik Shafa dan menghujaninya dengan ciuman di seluruh wajah Shafa, hingga Shafa tertawa kegelian.
Lalu Daffa pun memeluk erat Shafa,
" Yang, laper "
__ADS_1
" Yeeee kirain!! sama aku juga, yuk makan malam kitaaaa "
Sembari menikmati makan malam bersama,
" Besok kan jum'at Bang, aku ada kelas jam 3 sore, jadi aku berangkat dari kantor jam 2 "
" Tumben, bukannya Sabtu pagi?? "
" Ada dosen yang berhalangan, jadwal dimajukan jadi jum'at sore. Jadi Sabtu pagi, aku kosong. Siang baru ada kelas lagi "
" Abang anterin yaa "
" Ga usah, ntar bolak-balik "
" Ga papa, Abang ijin sama uncle David, Abang tungguin "
" Serius Bang?? "
" Iya lah!! Pokoknya jangan sendiri, besok Abang ijin ke uncle David untuk pulang cepat. Kerjaan bisa dilanjut kapan aja, keselamatan Sayang yang utama "
Shafa pun menghentikan makannya dan menghampiri Daffa untuk memeluknya.
" Syukron Bang, You love me "
Daffa pun tertawa.
" Yeah, You Love me too "
Keesokan harinya, setelah meminta ijin kepada pamannya, Daffa mengantarkan Shafa ke kampus.
" Abang tunggu disini "
" Abang pulang aja, aku lama lho, aku baru selesai jam 5.30 "
" Hmmm kalau gitu Abang jemput jam 5 disini yaa "
" Ok, aku masuk ya Bang "
" Iya "
" Assalamu'alaikum "
" Wa'aikumsalam "
Setelah Shafa tak terlihat dari pandangannya, Daffa pulang ke apartemen dengan mengendarai skuternya.
Shafa selalu merapikan dan membersihkan apartemen setiap malam atau sebelum mereka keluar. Sehingga ketika pulang, melihat ruangan yang rapi dan bersih membuat rasa nyaman.
Daffa membersihkan diri terlebih dahulu, sebelum ia memasak.
Walaupun ia hanya dapat memasak makanan sederhana saja, tetapi Shafa selalu terlihat excited ketika memakan makanan yang Daffa masak. Daffa mengerti lelahnya Shafa, sehingga ia tidak pernah menuntut Shafa untuk memasak. Jika tak sempat atau lelah, Daffa akan membeli makanan di luar. Terkadang ia menyempatkan dirinya untuk memasak, walaupun rasanya terkadang aneh, karena experimennya, tetapi sekali pun Shafa tidak pernah mengejeknya, bahkan ia mengatakan Daffa **** jika memasak.
__ADS_1
Menjelang pukul 17.00, Daffa mengendarai skuternya untuk menjemput Shafa.
Sesampainya di kampus, ia menunggu Shafa ditempat yang sama ketika ia mengantarkannya.
Tak lama Shafa pun terlihat diantara para mahasiswa yang baru keluar dari gedung FSRD, ketika Daffa hendak menghampiri tiba-tiba Nicole mendekati Shafa.
Daffa pun berlari menuju Shafa, tetapi Shafa memberikan kode kepadanya untuk jangan mendekat. Dengan jantung yang berdegup kencang karena kesal, Daffa berusaha mengontrol emosinya dengan beristighfar. Ia pun hanya dapat melihat Shafa dari kejauhan.
" Hi, I'm Nicole??? we meet before "
" Oh yea, hi. Can I help you?? "
" No, I just want to give you this present. Daffa won't give me your adreess and he also block my number " ucap Nicole dengan memelas.
" Oo thank you for your gift, you don't have to actually "
" No its my gift to your from my heart " jawab Nicole.
" Hmm can you help me a little bit?? " tanya Nicole.
" What's up?? "
" Can you make Daffa unblock my number?? I mean.... "
" Hmmm so you can tempt him?? Is that what you mean?? "
" No, no, you got the wrong idea. I realised his taken, just want to be friend with him, that's all "
" I'm sorry, there's no such friendship among a man and a woman, except in marriage. Miss Nicole, I know what you're up to. He's told me. But he's been chasing me for 10 years untill I accepted his proposal!! He won't throw that easily!! And I won't ever let him go to another woman. No matter what your excuses, I won't bite it!! And keep your present for your self. Oyeah, once again, do not showing your face in front of me or him again!! ever!! And it's a warning!! I won't play soft for those who will ruined my marriage !!! " Shafa mengembalikan hadiahnya kepada Nicole dan segera menghampiri Daffa.
" Tenang Bang, in syaa Allah dah beres. Aku rekam tadi pembicaraannya "
Daffa pun tersenyum bangga kemudian memeluk dan mencium kening Shafa.
" Yuk, pulang. Abang penasaran, Sayang ngomong apa tadi, sampe si Nicole bengong gitu "
" Ga nyangka kali dia Bang, aku yang imut menggemaskan ini bisa galak juga!! hmm belum tahu siapa Shafa!!! "
" Emang siapa??? " canda Daffa.
" Istri imutnya Abang " jawab Shafa dengan suara dan gaya anak-anak.
" Yang!! pegangan kenceng yaa. Abang ngebut juga nih!! "
Shafa pun tertawa dan memeluk erat Daffa dari belakang. Daffa pun segera melajukan motornya menuju apartemen.
Sampai di apartemen, Daffa segera mendengarkan rekaman tadi.
Setelah itu,
" MasyaAllah!!! I'm so proud of you!! " ucap Daffa sambil memeluk Shafa.
__ADS_1
" Tenang Bang, galakku ga hilang. Apalagi ke orang-orang seperti Nicole, tetapi aku harus main cantik, biar dia tahu berhadapan dengan siapa. Ga perlu adu otot atau syaraf, main cantik tapi skak mat!! "