
Keesokan paginya, tepat pukul 07.30 WIB, Pak Andi telah sampai di kediaman Shafa.
" Mbak Shafa, mobil jemputannya sampun rawuh" Bi Yul salah satu ART memberi tahu Shafa yang sedang menyelesaikan sarapannya, bersegera menyelesaikannya.
" Iya Bi, bilangin tunggu sebentar " jawab Shafa.
10 menit kemudian,
" Pak, Bu, aku berangkat yaa!! mbak, mas, aku duluan!! Assalamu'alaikum! " pamit Shafa dan bergegas masuk ke dalam mobil.
" Assalamu'alaikum, Pak Andi"
" Wa'alaikumsalam, mbak. Langsung berangkat ke kampus, mbak?? "
" Iya Pak, aku masuk jam 08.30" jawab Shafa.
" Nanti Pak Andi tunggu lagi ya, aku ke kantor jam 10"
" Baik mbak "
Dalam perjalanan ke kampus, Shafa menyempatkan untuk membuka akun Facebooknya, terdapat satu notifikasi permintaan pertemanan dari Pak Dylan yang membuat Shafa tersenyum. Ia pun segera menerimanya.
Tak lama kemudian, terdapat satu notifikasi lagi dengan mengetag namanya dan Daffa.
" Ayah tunggu di kantor, nanti kita makan siang bareng ya"
Dalam hati Shafa,
" Pantesan Daffa kayak gitu, genetik yaaa "
Sesuai dengan perkiraan Shafa, jagad FB pun mendadak ramai. Pertanyaan ditujukan kepada dirinya dan Daffa.
Shafa menjawab status Pak Dylan di kolom komentar,
" Siap Yah!! "
Shafa kemudian keluar dari akun FBnya.
Cici pun mengirim pesan WA,
" Ciyuuussss ntar siang lo makan bareng bokapnya Daffa!!!!??? "
" Ciyus lah " jawab Shafa singkat.
Sesampainya di kampus, Shafa dihujani pertanyaan dari teman-teman kuliahnya.
" Bukannya lo Jawa?? kok di FB, ada bule bilang ayah ?? "
" Trus itu yang di tag siapa, Daffa itu siapa ? "
" Bokap lo bule?? "
" Kakak lo namanya Daffa?? "
dan masih banyak lagi.
" Ada deeee, mo tauuu ajah!! "
" Rahasia!! " jawab Shafa yang membuat teman-temannya semakin penasaran.
Fitri yang telah mengetahui sebelumnya hanya tersenyum melihat Shafa. Ia memilih bersikap berpura-pura tidak tahu.
Tepat pukul 10.00 Shafa dan Fitri berangkat ke kantor.
" Ntar lo makan siang bareng camer?? " tanya Fitri.
" Kayaknya gitu, huhuhu gw takut "
" Laaa napa?? kan Pak Dylan baik "
" Bukan itu, tapi . .. tapi yaa gitu deh... gw bingung aaaaahhhhh!! "
__ADS_1
" Yaaa dia galau!! "
Sesampainya di gedung BEJ, mereka berdua segera naik menuju kantor Pratama.
Tugas inventori telah menanti, Shafa dan Fitri kembali ke kantor McDermott untuk melakukan penempelan stiker kode furnitur dan pengecekan lay out.
Menjelang makan siang, Shafa mendapatkan pesan WA dari Ayah Daffa.
" Shaf, saya tunggu di lobby utama jam 12.00"
Shafa segera menjawab,
" Baik Yah "
Pukul 11.55 Shafa meminta izin untuk keluar,
" Pak, saya di tunggu Pak Dylan di lobby... "
" Iya, Dylan sudah WA saya. Turun lah sana "
" Makasih Pak"
" Fit, sorry gw duluan!! "
" Iya, bawain oleh-oleh yak!! "
" In sya Allah "
Setelah sampai di lobby, Pak Dylan tampak berdiri menunggu seseorang. Shafa pun menghampiri.
" Assalamu'alaikum, Yah "
" Wa'alaikumsalam, tunggu sebentar ya"
Tak lama datang pria, mirip dengan Pak Dylan tapi versi Indonesia.
" Maaf nunggu yaa, ee ini pasti Shafa, kenalin saya Daniel, Abangnya Daffa "
" Pak, ibu blom nyampek?? "
" Ini bocah lagi !!! Kenapa sih ?? susah amat manggil Ayah!! "
" Sama ajah !! eh itu Ibu.... "
Seorang wanita berjilbab berkulit putih bening, cukup tinggi untuk ukuran Indonesia, berjalan dengan anggun ke arah mereka.
Pak Dylan pun menghampiri.
" Maaf nunggu ya, tadi macet "
" Assalamu'alaikum, saya Dewi ibunya Daffa, ini pasti Shafa yaa"
" Wa'alaikumsalam, iya Bu "
" Ok kita langsung aja"
Daniel segera keluar dan memanggil supirnya.
Mobil SUV hitam pun mendekati, kemudian Daniel mengambil alih dan Pak Dylan mengajak istrinya dan Shafa untuk menaikinya.
Daniel membawa kendaraannya menuju daerah Kuningan. Tibalah mereka di Hotel Gran Melia. Daniel menghentikan kendaraannya dan menyerahkan pada jasa vallet. Pak Dylan pun mengajak ke lantai 2, sebuah restauran halal buffet dan all dining.
" Atas nama Dylan McDermott "
" Untuk 4 orang ya Pak, mari silahkan "
Seorang wanita mengantarkan ke meja yang telah di pesan.
" Silahkan Pak, ada tambahan pesanan atau cukup yang tadi pada saat reservasi?" tanya waiter.
" Sementara cukup yang tadi " jawab Pak Dylan.
__ADS_1
" Sebentar, Ayah mau gangguin Daffa dulu "
Pak Dylan mengambil HPnya dan menghubungi Daffa menggunakan video call.
" Hadee Abang ini senengnya ngisengin anak sendiri " protes Bu Dewi.
" Biar seru!! sstt dah nyambung nih!! "
Tak lama kemudian
" Assalamu'alaikum!!! Paaaak ngapain VC pagi- pagi!!! muka bantal niiii!!! "
" Wa'alaikumsalam!!! ini kenapa sih kok pada manggilnya Pak, Pak!!! ya kamu, Daniel juga!! heran!! eh tuh rambut dikondisikan!! "
" Eh lagi dimana??!!! eh Yah!! Ayaaaah!!! tegaaa!!! aku mau ikuuuut!!! Ih Ayah ih!! curang!! pamer makan-makan!!! "
" Daf!! kamu tuh yaa malu dikit dong!! "
Pak Dylan mengarahkan kamera ke arah Shafa dan...
" Ayaaaaaahh!!!! waaaa!!! waaaa ga bisa kayak gini!!! waaa... waaaa !! ntar!! mana Bang Daniel!! tunjukkan wujudmu Bang!!! "
Daniel mengambil HP ayahnya,
" Apa sih berisik banget!! eh itu rambut coba yaaa, dikondisikan dulu, kamu kayak kesetrum tahu ga!! "
" Ih biar, kan biar ketahuan kalau baru bangun tidur. Bang!! awas lho lirik-lirik Shafa!! "
" Hmm kalau Shafa yang ngelirik Abang gimana?? " jawab Daniel.
" Ayaaaaah!!! kenapa sih harus ajak Abang!!! Ibu mana ibu... Buuuuu!!! selamatkan anakmu ini Buuuu!!! Tolong jagain Shafa ya Bu, ibu cantik baik hati ya ya ya "
Shafa tidak dapat menahan tawanya lagi.
" Shaf!!! kok malah ketawa!!! eh Abang blom sempat beliin lagi, kuliahnya full, tugasnya banyak banget. Weekend ini Abang usahain yaa, tunggu yaa!! "
" Terserah!! "
" Hiyaaa jangan gitu dong!!! Duh katanya bahaya kalau perempuan dah bilang terserah... Buuu itu artinya apa?? "
" Daffa... Daffa, ditelpon kok berisik gini, orang ga sempat ngomong, karena kamu ngomong terus. Ga usah mikirin Shafa, aman dia tuh. Terserah itu yaa artinya terserah, ga ada arti lain. Gimana kamu sehat kan?? "
" Alhamdulillah sehat Bu. Eh kirimin siomay kek, bakso gitu. Kan ada yang frozen !! mau dong Bu. Aku bosen makannya itu muluk, nasi padang mahal baangeeett, mending beli steak deh. Tapi boseeen. Ayaaaah!! semester ini aku pulang yaaa. Pleaseeee!! "
" Kamu tinggal berapa semester lagi?? "
" 2 Yah, tinggal setahun trus lulus nih!! "
" Yaa kalau sama semester ini yaa setahun lebih lah " lanjut Daffa.
" Ok deh, asal IP kamu diatas 3 !! "
" Yaa Allah Yah!! tega banget!! minimal 2,8 deh!! pleeassseeee!! "
" Ga, kalau IP kamu diatas 3, baru Ayah beliin tiket pulang. Kalau ga yaaa, disana aja dulu "
" Hmm baiklah... Shafa tunggu Abang yaa "
Shafa hanya tersipu malu.
" Sudah yaa, makanannya sudah datang. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
" Heran.. Daffa masih aja berisik gitu!! eh Shaf, kamu mau sama Daffa yang kayak gitu?? " canda Daniel.
" Ga tahu " jawab Shafa singkat.
" Dah ga usah dibahas sekarang, tunggu Daffa lulus kuliah"
Siang itu keluarga Daffa telah menerima Shafa, ditandai dengan makan siang bersama. Tetapi Shafa masih belum yakin akan hatinya.
__ADS_1