
Keesokan harinya, mereka bersiap untuk kembali ke Jakarta.
" Kita pulang ba'da Jum'atan aja via tol, biar cepet " usul Daniel.
" Woke!!! "
Ketika Daniel dan Daffa sedang merapikan barang-barang mereka,
" Om!!! main lagi yuk!! " ajak Rafi.
" Maaf Raf, Om siang ini kembali ke Jakarta " jawab Daffa.
" Yaaaa, kok pulang sekarang??? kan masih Sabtu??!! "
" Besok pagi, tante Shafa wisuda di JCC. Jadi om harus pulang hari ini "
" Yaaaaa " anak-anak yang sudah bersiap untuk bermain kembali harus kecewa karena 'lawan' mereka akan pulang.
Shafa mendekati Daffa,
" Bang, main aja dulu, kasian mereka sudah siap untuk main. Ini kan ga banyak yang harus dibereskan, aku sama mbak Syifa bisa kok"
" Yakin?? gini deh, Abang sebentar aja mainnya "
" Sepuasnya aja Bang "
" Makasih Yang"
Daffa dan Daniel pun kembali bermain, kali ini mereka bermain sepak bola, versi mereka.
Seperti sebelumnya, teriakan dan tawa menghiasi permainan mereka.
" Boys will be boys!!! " ucap Syifa.
" Namanya laki yaa gini, kalau ada kesempatan main yaa mereka kembali seperti bocah lagi"
Permainan bola yang tidak jelas, apakah sepak bola ataukah bola tangan, mereka mainkan keduanya dengan alasan yang penting happy.
" Om Daffaaaa!!! jangan diumpetin bolanyaaaa!!! "
" Om Daffa curaaaang!!! "
Protes anak-anak, melihat Daffa memasukkan bola ke dalam kaosnya.
Daffa hanya tertawa, kemudian melemparkan bola ke arah Daniel.
" Om, out dulu yaaa. Mau nafas bentar, kalian lanjut aja mainnya "
" Ok Om!! "
Shafa menghampiri dan memberikan minum untuk Daffa.
" Minum dulu Bang "
" Syukron "
" Afwan "
Dari tengah lapangan,
" Om Daffa ayoook!!! "
Michael berlari dan menghampiri Daffa.
" Om ayok, gendong di atas lagi!! "
__ADS_1
" Siap Bos!!! "
Daffa mengangkat Michael ke atas pundaknya dan berlari ke tengah lapangan.
" Seraaaang!!! " teriak Daffa dan Michael.
Permainan pun berlanjut hingga setengah jam.
" Sudah yaa, Om mau siap-siap Jum'atan lanjut ke Jakarta, biar ga kemalaman"
" Yaaaaa Oooom"
" Maaf, tapi Om harus pulang. Oiya, nanti kita kan bisa saling sapa di FB atau IG, kemarin kan sudah pada nyimpen nama akunnya. Oiya, kita juga bisa ngobrol bareng via Zoom, banyak kok "
" Ayo anak-anak, kasian om Daffa sama om Danielnya kan mau pulang. Nanti kita bisa lanjutin main lagi, kan banyak abang atau kakak yang lain, tuh masih pada kemah disini, iya kan?? " salah satu orang tua menunjuk kepada kumpulan remaja yang sedang bersantai.
" Iya, bisa main sama abang di sini. Kita juga bisa seru kok!! "
" Kalau gitu buktikan keseruannya!! seraaaang!! "
Anak-anak tidak lagi menunggu, mereka segera berlari ke arah para remaja yang segera bangkit melihat serangan krucil itu.
Satu persatu mengambil alat untuk melindungi diri mereka dari gempuran makhluk yang bernama anak kecil itu.
Daffa dan Daniel hanya tertawa melihat kejadian tersebut dan segera kembali ke tenda untuk berbenah.
" Sudah selesai mainnya, Bang?? "
" Sudah, sudah dilimpahkan ke kumpulan sebelah sana, Arya n frens " sambil menunjuk kepada 'pertempuran' teens vs kids.
Setelah berbenah dan mengosongkan tendanya, 2DS berpamitan.
" Om pulang ke Jakarta dulu yaa "
" Hati-hati Om"
" Wa'alaikumsalam "
Daniel mengendarai mobilnya menuju Jakarta melalui jalan bebas hambatan.
Tetapi sebelum itu,
" Mampir beli oleh-oleh dulu yuk"
Seperti yang sudah direncanakan, siomay dan batagor oleh-oleh wajib bagi Daffa, sedangkan Shafa dan Syifa memilih pisang bolen pisang dan brownies kukus.
" Kita Jum'atan di Masjid ITB aja ya"
" Mas, aku sama Shafa nunggu di RM Sunda aja yaa, kan ga jauh dari ITB. Sekalian aku pesenin makan, jadi nanti selesai Jum'atan bisa langsung makan "
" Ok, aku drop di sana" jawab Daniel.
Setelah selesai Jum'atan dan makan siang, mereka kembali pulang ke Jakarta.
" Kayaknya anteng banget yang dibelakang " ucap Daniel.
" Tidur semua Bang, kenyang plus capek tuh " jawab Daffa.
" Kamu ga ikutan tidur?? "
" Ga ngantuk... eh kalau via tol gini paling cuma 3 jam kan?? " tanya Daffa.
" Paling lama 3 jam kalau lancar, Ashar dah di rumah "
" Daf, kamu balik ke London kan buat wisuda sama daftar S2. Langsung disana sampai masuk aja, daripada bolak balik "
__ADS_1
" Lama itu Bang, 4 bulan lho, ga ah, aku pulang aja. Magang bentar di kantor ayah "
" Hmmm emang tiketnya murah apa??? kamu balik ke London itu pas peak season!! lagi mahal banget. Dah lah kamu disana aja sampai masuk nanti, kan sudah ditemenin Shafa. Sekalian nyari apartemen yang dekat kampus, adaptasi untuk tinggal di sana, Shafa nanti bakalan sendirian kalau kamu kuliah. Jadi biar ga kaget, 4 bulan persiapan kamu S2 plus nyari apartemen dan kegiatan untuk Shafa. Ingat kamu ga sendiri lagi, kamu sudah jadi suami, Shafa itu tanggung jawab kamu. Kalau menurut Abang, kamu mendingan stay disana sampai masuk, hemat dibiayanya dan yang lebih penting, mempersiapkan lingkungan untuk keluarga kamu nantinya. 2 tahun lho, 2 tahun itu, bisa jadi nanti kamu sudah bertiga "
" Waaa aku ga mikir sampai ke situ Bang!!! iya yaa "
" Nah, ubah cara berfikir kamu mulai sekarang. You're not single anymore, you have a wife now. Put your wife first, is she'll be alright, is she"ll be ok, and the most important thing is, is comfy or not??? don't put her in uncomfortable situation or environment. You must remember that. Married is about feeling, comfortable itu yang paling penting, because the light of the house is on the wife or mom. Kamu merhatiin ga?? kalau ibu moodnya ga, enak, pasti ayah serba salah dan kita juga kena hawanya itu. Make your wife happy then you'll be happy"
" Though I'm not a romantic person, at least I'm trying to make her as comfortable as I can give to her. Tinggal di tempat mertua buat Syifa its not easy, pasti ada rasa segan, ga enak, cause its new environment, everything is new. Kamu pasti juga ngerasain hal yang sama. At least kamu berdua tetap di rumah Shafa its the right decision. Karena dia harus senyaman mungkin sampai nanti kalian berangkat ke London"
" Kalian kemarin kan ga tukeran CV karena menganggap sudah kenal satu sama lain, iya kan?? "
" Iya Bang "
" Well, it turns out to be you're not really know her, right?? "
" Yup, it's kind of suprise me, why is woman always has a really weird mood?? "
Tiba-tiba Shafa terbangun dari tidurnya,
" Siapa yang moodnya aneh Bang?? "
Daniel tertawa melihat Daffa membeku, begitu mendengar suara Shafa.
" Hmmm ditanya malah diam. Eh dah sampai mana nih?? "
" Sudah lewat Padaleunyi" jawab Daniel.
" Mbak Syifa masih tidur ya, Shaf?? " tanya Daniel.
" Masih Bang"
" Kamu udahan tidurnya??? kirain mo tidur sampai Jakarta " canda Daniel.
" Udah Bang, soalnya tiba-tiba dengar ada yang ngomongin, arwah ku pun muncul "
Daniel tertawa mendengar jawaban Shafa, tetapi tidak dengan Daffa yang hanya tersenyum kecut, menanti apa yang akan Shafa lakukan padanya.
" Hmmm tiba-tiba ada yang jadi pendiam nih!! kenapa?? tenang, moodku lagi bagus!! aku sudah menjinakkan diri ini "
Daniel kembali tertawa mendengar kata-kata Shafa.
" Shaf, tadi Abang bilang ke Daffa, gimana kalau kalian berdua stay disana sampai Daffa lulus S2. Daripada bolak-balik, mendingan kalian mempersiapkan tinggal disana, cari apartemen yang dekat kampus itu ga mudah, sama kayak cari kost-kostan. Belum adaptasi kamu, nanti pada saat Daffa kuliah, paling tidak sudah ada rencana, kegiatan yang bisa dilakukan. Bersosialisasi di lingkungan yang sangat baru itu tidak mudah. Bahasa, walaupun bisa bahasa Inggris, tetapi ketika sudah bersosialisasi, ada banyak aksen yang belum tentu kamu paham, belum lagi ada bahasa lokal yang seperti betawi di Jakarta. Jadi menurut Abang, sebaiknya kalian berdua langsung stay disana sampai Daffa lulus S2"
" Hmmm, aku sih ngikut Bang Daffa aja, tapi aku setuju sama Bang Daniel, untuk stay di sana sampai lulus. Hemat ongkosnya, PP kita berdua hampir 30 juta lho. Duit semua ituuu!!"
" Yaa masa' daun Yang!! "
" Dah... artinya Shafa setuju yaa kalau langsung lanjut, daripada bolak-balik "
" Iya Bang "
" Nanti aku WA uncle David deh, nanya masalah apartemen disana " ucap Daffa.
" Sekalian minta tolong Aliyah untuk survey aja, dia kan juga lagi nunggu masuk kuliah " usul Daniel.
" Aliyah itu siapa?? " tanya Shafa.
" Aliyah itu anaknya uncle David yang pertama, baru mau kuliah, kalau ga salah jurusan fashion design di kampus yang sama. Eh desain juga tuh, kalian berdua bisa ngobrol asyik " jawab Daniel.
" Ooo iya, Aliyah masuk desain juga ya. Yang, Aliyah itu anaknya heboh, seru, tapi kalau sudah ngomong, kita berdua juga kadang ga ngerti dia ngomong apa!! "
" Kok, kenapa?? "
" Aliyah itu aksennya kental banget Inggris-nya, medhok lah. Parahnya, dia kalau ngomong tuh ngebut, cepet banget. Nanti Abang bakalan minta dia slow motion aja deh!! "
__ADS_1
Daniel pun tertawa mengingat Aliyah sepupunya.