
Sehari setelah pindah ke apartemen baru yang lebih luas, Daffa masih sibuk membongkar box-box yang tersisa. Sedangkan Shafa setelah merapikan kamar utama dan lemarinya, ia kembali ke dapur.
" Bang, aku mau mie time. Mau ga?? "
" Yang, jam segini kok minta me time??? kita beberes dulu yuk... me timenya nanti yaaa "
Shafa pun tertawa lirih.
" Bang, ini mie timenya sudah jadi nih, mumpung masih hangat " panggil Shafa dari dapur.
" Ya Allah, Yaaaannngg!!! nanti lah, Abang lagi beresin buku-buku nih, tuh perlengkapan cuci baju juga belum dibongkar " jawab Daffa setengah kesal.
Shafa dengan santai, membawa 2 mangkuk berisi mie kuah instan komplit, menuju meja ruang keluarga.
" Bang, ayo!! sarapan dulu "
Akhirnya Daffa menengok ke arah Shafa, lebih tepatnya ke arah aroma mie kuah yang menggiurkan.
" Ngomong dong kalau masak mie "
" Laaaa tadi kan aku sudah bilang, aku mau mie time!! "
" Noodle!!! mie... meee!!! " jawab Daffa setengah kesal yang membuat Shafa tertawa.
" Hmm seneng yaa, pagi-pagi sudah berhasil ngerjain orang!! "
" Aku bahagia!!! " jawab Shafa sambil tertawa.
Daffa akhirnya menghampiri Shafa untuk sarapan bersama.
" Nah, makan dulu Bang. Nanti setelah sarapan, baru lanjut berbenah. Sarapan, agar kuat menghadapi hidup "
" Dan menghadapi istri yang ternyata suka iseng ini " tambah Daffa yang membuat Shafa tertawa.
" Biar ga bosan Bang, let's eat!!
Di tengah makannya, terdengar suara tangisan Danesh dari dalam kamar utama, membuat Shafa menghentikan makannya dan segera berlari menuju kamarnya.
" Yang, jalan aja!! ga usah lari!! Danesh ga bakalan kemana-mana "
" Ish!! ayah yang aneh!! "
Sambil mengangkat Danesh dari kasur,
__ADS_1
" Kenapa ganteng?? boboknya udahan?? "
" Temenin Ibu sama Ayah sarapan yuk "
Shafa meletakkan Danesh di stroller dan mendorongnya menuju ke ruang makan.
" Eh, sudah bangun. Mau nemenin sarapan?? " tanya Daffa.
" Yang, lanjut makannya dulu. Kayaknya belum minta minum "
" Iya, aku harus isi 'tangkinya' dulu nih!! "
" Danesh nonton aja yaa "
" Kapan jadwal periksa ke dokter lagi?? " tanya Daffa.
" Masih 2 pekan lagi "
" Kayaknya tambah bulat aja nih bocah, berat banget!! 3 bulan yaa, jangan berat-berat, nanti ibu ga kuat nggendong "
" Sekalian latihan angkat beban, Yang "
" Hmmm dikira barbel aja!!?? "
" Oouuuu cooo cwiiiiittt.... Gampang kalau Danesh mah... ngeliat Ayah-Ibu berbenah aja yaaa "
Kemudian Daffa mengajak Danesh bermain di strollernya, lalu ia mulai merapikan kembali kardus-kardusnya.
Shafa melanjutkan merapikan dapur dan menyiapkan bahan untuk makan siang tak lupa ia memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci.
" Kok sepi?? " tanya Shafa sambil berjalan ke ruang tengah dan ia mendapati Daffa sedang mengatur buku-buku di lemari, sambil mengaitkan tali dari tangannya ke stroller.
" Ooowaalaaaah pantesan sepi, ayahnya cerdas!! "
" Hahaha... lumayan Danesh jadi anteng " jawab Daffa.
Hari itu, mereka disibukkan dengan merapikan apartemen yang dipenuhi dengan kardus- kardus barang mereka.
Sore harinya, Daffa mengajak Shafa berkeliling di taman apartemen mereka.
" Asyik yaa, ada playgroundnya, nanti Danesh main disini yaa "
Mereka juga berkenalan dengan penghuni lain yang juga sedang bersantai di taman.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan cuti 2 pekannya, Daffa kembali ke rutinitas harian.
" Yang, nanti sore ada yang mau dibeliin ga?? kalau ada WA tapi jangan dadakan ya "
" Ok, aku ntar ga dadakan Wa-nya, karena hanya tahu bulat yang dadakan "
Daffa pun tidak mengerti dengan maksud Shafa.
" Maksudnya?? "
" Ooiya, Abang kelamaan di London, jadi ga tau tahu bulat "
Kemudian Shafa mengikuti kalimat pedagang tahu bulat keliling yang tersebar di pulau Jawa.
" Tahu bulat, digoreng dadakan, hangat-hangat...... hmmm yaaah ku lupa lanjutannya.... "
" Dah lah, ga penting Bang, sarapan aja lah "
" Hahaha... yowes kita sarapan "
Setelah sarapan, Daffa segera berangkat bekerja dan tinggallah Shafa berdua dengan Danesh.
" Hmmm ngapain yaa??? "
Karena tidak banyak yang dikerjakan, akhirnya Shafa mencoba resep-resep yang ia kumpulkan dari internet.
" Bikin pizza aja deh "
Setelah 2 jam, pizzanya pun telah matang "
" Dan aku bosan lagi, ngapain yaaa "
Setelah beberapa saat mencari kesibukan, mata Shafa beralih ke kameranya yang tersimpan di lemari kaca.
" Oiya, kamu selama disini belum 'kerja'. Yuk, kita 'kerja' dulu "
Shafa menuju balkon kamar apartemennya di lantai 8. Angin berhembus cukup dingin dan terasa kuat di ketinggian itu, membuat Shafa menutup kembali pintunya.
" Dari jendela aja deh kalau gitu "
Shafa pun menuju jendela kamarnya dan mulai beraksi dengan kameranya. Pemandangan kota London dari atas berhasil ia abadikan dalam kameranya. Lalu ia juga mengambil foto beberapa item dalam ruang apartemnya.
Akhirnya setelah berhasil mengambil beberapa foto, ia menyudahi hobbynya itu untuk kembali ke rutinitas ibu rumah tangga. Ia pun mulai memasak untuk makan siang.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Shafa mempersiapkan masakannya. Karena ia selalu menyiapkan bahan masakannya untuk sepekan di dalam wadah tertutup di dalam kulkas. Shafa banyak belajar dari internet cara efisien dalam mengurus rumah, karena itu ia tidak pernah kelelahan.