Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 21 Pertemuan di Klub Kelapa Gading


__ADS_3

Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kedua ibu bersama dengan Daffa dan Shafa bertemu kembali di KKG untuk mempersiapkan pernikahan mereka.


Daffa tampak bersemangat melihat-lihat foto dekorasi seluruh ruangan resepsi di KKG.


" Untuk kapasitas diatas 750 undangan, kami sarankan di ruang Grand Ballroom. Kapasitasnya mencapai 1200 undangan" jelas Mbak Rani selaku marketing WO KKG.


" Untuk outdoor, kapasitas undangan hanya untuk 300 orang saja " lanjut Mbak Rani lagi.


" Hmm kalau gitu yaaa Grand Ballroom aja " ibu Shafa memutuskan.


" Tanggalnya kapan yaa?? " tanya Mbak Rani.


" Sebelum tanggal 5 Mei, di bulan April yang mana yang kosong Mbak?? "


" Hmmm sebentar..... "


" April yaa, tanggal 28 April, malam pukul 19.00- 22.00"


" Waaah 3 jam??? " tanya Shafa.


" Iya Mbak, kalau malam kan terakhir, ga ada


lagi yang pakai ruangnya. Jadi bisa sampai 3 jam. Lebih leluasa jadinya" jelas Mbak Rani.


" Ok, Grand Ballroom tgl 28 April malam" kedua ibu memutuskan.


" Baik saya catat. Untuk dekorasinya mau pilih yang mana??"


Sambil memperlihatkan foto-foto dekorasi pelaminan dan ruang.


" Ada 3 pilihan standar, kalau mau yang lain dari ini terkena biaya tambahan lagi"


Shafa segera menunjuk ke foto dekorasi nuansa putih dan biru muda.


" Yang ini aja "


" Baik, yang nomor 3 ya"


" Kemudian untuk paket menu makanannya silahkan dipilih "


" Ada tambahan bonus 2 ekor kambing guling" tambah Mbak Rani.


" Hmm kalau cuma 2 kayaknya kurang, saya minta tambah 1 lagi untuk kambing gulingnya" ucap Ibu Daffa.


Keempatnya pun sibuk membaca beragam pilihan paket menu yang tersedia.


Shafa memicingkan matanya, karena melihat perkiraan biaya total untuk resepsi di buku tersebut.


Ibu Daffa tersenyum melihat Shafa dan


" Tenang aja Shaf, ini ga seberapa dibandingkan biaya sekolah Daffa di London "


Shafa menunduk malu, tapi tetap saja ia merasa tidak enak.


" Udah santai aja Shaf, pilih yang kamu suka. Pernikahan itu sekali seumur hidup, jadi jangan sampai salah pilih " lanjut ibu Daffa lagi.


" Menu prasmanan internasional dan tradisional, bisa digabung?? " tanya ibu Daffa.


" Bisa, nanti bisa kita atur "


Setelah berdiskusi akhirnya Daffa memutuskan,


" Paket prasmanan internasional 2 dan tradisional 1. Untuk pondokan siomay, zuppa soup, bakso, sushi, sate, kebab Turki. Sudah termasuk es krim?? "


" Sudah, es krim nanti ada rasa vanilla, coklat dan strawberry "


" Ok kalau begitu sepertinya sudah cukup " ucap ibu Daffa.


" Atau ada tambahan lagi?? "


" Sudah cukup lah, ini sudah banyak banget " tutup ibu Shafa.


" Oiya, nanti cheff kami akan standby memonitor ketersediaan makanan pada saat resepsi, sehingga jika tamu masih banyak yang berdatangan, sedangkan makanan sekiranya kurang, mereka akan segera menambahkan, hanya butuh 15 menit untuk menambahkan porsi prasmanan" jelas Mbak Rani.

__ADS_1


" Alhamdulillah, jadi ga sampai kehabisan ya "


" Iya Bu. Kalau ini sudah cukup, tinggal nanti sepekan sebelum hari H, bisa food tester untuk 6 orang. Kami akan menghubungi via WA untuk jadwalnya "


" Oiya Mbak, sampai lupa. Ini ada kemungkinan kakaknya juga akan menikah di waktu yang sama, apa memungkinkan dibuat 2 pelaminan?? " tanya ibu Daffa.


" Hmm 2 set kursi pengantin tambah... untuk orang tuanya tambah 1 lagi atau bagaimana?" tanya Mbak Rani.


" Yang ditambah kursi pengantinnya saja, orang tuanya sama, kita juga. Ini kakaknya tiba-tiba ikutan mau nikah, tiba-tiba ngelamar kakaknya Shafa, katanya minta sekalian aja" jelas ibu Daffa.


" In syaa Allah bisa Bu, nanti kami siapkan. Oiya untuk buku tamu dan tempat amplop sudah kami siapkan juga, berarti ini bisa jadi dobel yaa?? " tanya Mbak Rani.


" Iya"


Setelah melengkapi semua administrasi, keempatnya bergegas menuju butik bridal milik sahabat ibu Daffa tidak jauh dari KKG.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam, waaa senangnya mau mantu "


" Alhamdulillah, dadakan ini, Tam"


" Oiya, ini kenalin Shafa calonnya Daffa dan ini ibunya "


" Dan ini Tami, teman SMA ibu, sudah sukses punya butik eksklusif kayak gini "


" Ah bisa aja, ini ga eksklusif, butik biasa aja kok. Mau langsung yuk, aku ukur Shafa dulu yaa"


" Ken!! tolong ukur Daffa " Tami memanggil asistennya yang laki-laki.


" Siap!! "


" Tinggi amat!! eh ini anaknya Bu?? "


Tami pun memukul lengan asistennya.


" Ga sopan!! iya ini anaknya Bu Dewi, udah buruan ukur!! "


" Maaf ya, asisten saya kadang harus sedikit dijinakkan"


Setelah selesai mengukur Daffa dan Shafa, kemudian para ibu,


" Trus bapak-bapaknya gimana?? " tanya Tami.


" Mereka nanti juga kesini "


5 menit kemudian mobil ayah Daffa tiba, dan disusul oleh ayah Shafa.


" Silahkan diukur!! "


Setelah proses pengukuran selesai, Tami mengeluarkan beberapa contoh desain baju pengantin.


Daffa dan Shafa asyik memilih dan kemudian


" Yang ini!! " keduanya menunjuk gaun yang sama. Gaun berwarna broken white, dengan hiasan taburan swarovski dibagian lengan dan rok bagian bawahnya.


" Waaah sehati!! Ok!! " Tami segera mengambil bajunya.


" Untuk yang pria?? " tanya Tami sambil menarik beberapa busana pengantin pria dengan warna senada dengan pilihan Shafa.


Tidak sulit untuk keduanya memilih.


Jas panjang berwarna broken white, senada dengan gaun yang telah Daffa dan Shafa pilih sebelumnya.


" Ini untuk akad atau resepsi?? " tanya Tami.


" Emang beda?? " tanya Shafa.


" Biasanya beda Shaf, yang ini untuk resepsi " ibu Daffa memutuskan.


" Untuk akad, pilih yang lebih simpel dan warnanya yang putih" ibu Shafa memberikan usulan.


" Untuk Daffa pilih jas koko panjang saja " lanjut ibu Shafa.

__ADS_1


Tami kemudian mengeluarkan koleksi jas kokonya.


" Sepertinya sudah cukup untuk pengantin. Untuk keluarga?? Ayah dan ibunya mau seperti apa?? " tanya Tami sambil memberikan beberapa foto-foto pakaian untuk orang tua pengantin dan keluarga.


Setelah selesai memilih, ibu Daffa meberikan informasi tentang Daniel yang juga akan menikah.


" Nanti Abangnya Daffa in syaa Allah ikutan nikah, tandem katanya. Calonnya kakaknya Shafa, paket hemat. Kalau urusan mereka selesai, kita kesini lagi "


" Alhamdulillah, sekali langsung selesai ya "


" Nanti aku tunggu ya " lanjut Tami.


Di tempat lain, Syifa dan Daniel sibuk dengan pembuatan CV nikah mereka, mereka membuat deadline esok pagi sudah terkirim ke e-mail masing-masing.


Keesokan harinya, Daniel dan Syifa mengecek e-mail mereka. Daniel dan Syifa tersenyum membaca CV calon mereka itu.


" Daniel Kayif McDermott, usia 29 tahun. Pekerjaan analisis keuangan di McDermott Finance. Hobby membaca dan traveling. Makanan favorit, semuanya yang matang dan halal. Hal yang disukai tapi jarang dapat dilakukan, rebahan. Keinginan yang segera ingin terwujud, berkeluarga. Hal yang tidak disukai, sepi. Yang diinginkan dari pasangan, jujur dan terbuka. Sifat yang diinginkan dari pasangan, humoris dan penyayang"


" Keinginan setelah menikah, tetap tinggal di rumah orang tua, walaupun saya memiliki apartemen. Karena ibu dan ayah cuma tinggal berdua. Anak, kapan pun dan berapa pun tidak masalah, semua itu hak Allah. Keinginan terhadap istri nantinya, dapat menjadi teman dan sahabat bagi saya. Menjadi anak perempuan yang mereka idam-idamkan bagi orang tua saya. Catatan untuk calon istri, jangan pakai bahasa kalbu, bicara langsung jangan pakai kode morse "


" Syifa Azzahra, usia 26 tahun. Pekerjaan, marketing majalah anak. Makanan favorit, teppanyaki, bulgogi, rendang, saya pemakan daging!! Hobby makan dan jalan-jalan ( wisata kuliner). Hal yang disukai, tidur dan makan. Hal yang tidak disukai, gelap dan sepi. Keinginan yang ingin segera terwujud, nikah. Sifat yang diinginkan dari pasangan, penyanyang, sabar dan humoris"


" Keinginan setelah menikah, apa pun keinginan suami. Keinginan terhadap suami nantinya, dapat menjadi teman dan sahabat, pendengar yang baik. Catatan untuk calon suami, diamnya perempuan ga selalu horor, bisa juga karena malu atau lapar. Tergantung mood!! "


Setelah keduanya membaca, Daniel segera melanjutkan niatannya untuk mempersunting Syifa. Maka malam itu mereka berkunjung ke rumah keluarga Shafa.


" Melanjutkan pinangan Daniel terhadap Syifa kemarin malam, maka malam ini kembali kami menanti jawaban Syifa" Pak Dylan membuka percakapan.


" Kalau tidak salah kemarin sudah bertukar CV, apa ada yang ingin ditanyakan?? " tanya ayah Syifa.


" In syaa Allah kalau dari saya tidak ada " jawab Daniel.


" Syifa juga ga ada "


" Jadi gimana?? Apakah Syifa terima lamaran Daniel ?? " tanya Pak Sauqi, ayahnya.


" In syaa Allah Syifa terima lamaran Mas Daniel "


Daniel tersipu malu mendengar jawaban Syifa yang memanggil dirinya dengan sebutan 'Mas'.


" Alhamdulillah, kalau begitu beneran tandem nih yaa!! " sahut Pak Dylan.


" Alhamdulillah, kalau begitu besok giliran Daniel dan Syifa untuk memilih desain pakaian pengantin, malam ini kita bahas masalah undangan. Kapasitas ruang gedung itu untuk 1200 undangan, pembagiannya bagaimana enaknya?? " tanya Pak Sauqi, Ayah Syifa.


" 600 undangan untuk Daniel dan 600 untuk Daffa. Dipecah lagi, 75 undangan untuk keluarga saya dan Dewi "


" Untuk keluarga kami sekitar 150 undangan" kata Pak Sauqi.


" Kalau begitu 1200 - 225 jadi 1175 undangan untuk mereka berdua "


" Kalau saya undangannya cukup pajang di status Facebook!!! " ucap Daffa yang membuat Daniel menggelengkan kepadanya.


" Masih aja dendam sama Facebook!!?? " celutuk Daniel.


" Eh Shafa kemana?? kok ga keliatan?? " tanya Bu Dewi.


" Ada di kamar, malu mau keluar. Biasalah, kalau perempuan suka gitu " jawab Bu Sarah ibu Shafa.


" Kalau Daffa, undangan di posting di FB ga masalah, tapi harus dipastikan berapa kira- kira yang akan datang. Teman SMP mungkin terbanyak yaa, kalau teman SMU dan kuliah dari Shafa semua. Apa ada teman kamu dari London yang mau kamu undang?? " tanya Pak Dylan.


" Ga lah Yah, mana mau datang, mahal di ongkos!! eh keluarga bule Ayah pada datang?"


Pertanyaan Daffa membuat tawa 2 keluarga ini.


" Laaa nanya, malah diketawain??!! "


" Lagian pakai kata keluarga Bule, emang ada paklek di London!! " canda Daniel.


" Ayah sudah bicara dengan granny, granny bilang paling banyak yang datang dari London sekitar 30 orang, tapi perkiraan Ayah sih 20an orang aja yang datang "


Diskusi tentang undangan dan susunan acara pun berjalan hampir 2 jam.


" Syifa dan Daniel, besok pagi jam 9 kita langsung ke KKG untuk menambah pelaminan, lanjut ke butik untuk fitting baju pengantin "

__ADS_1


" Siap Bu "


__ADS_2