Daffa Dan Shafa

Daffa Dan Shafa
Episode 28


__ADS_3

Tepat sebelum Ashar keduanya telah sampai di rumah. Setelah menurunkan semua belanjaannya tadi, Daffa berpamitan untuk shalat berjama'ah di masjid.


" Yang, Abang langsung ke masjid aja yaa, paling 5 menit lagi adzan "


" Ok, aku ngadem di kamar yaa "


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam"


Dari lantai atas ibu Shafa memanggil,


" Daffa!!! tunggu Bapak sebentar!! "


" Iya Bu " jawab Daffa.


Sambil menunggu, Shafa menyiapkan minum untuk Daffa.


" Bang, minum dulu "


" Syukron "


" Afwan "


Ayah Shafa turun dari lantai atas,


" Yuk, berangkat "


" Baik Pak "


" Assalamu'alaikum " pamit Daffa dan ayah Shafa.


" Wa'alaikumsalam " jawab Shafa.


Setelah mengunci pintu ruang tamu, Shafa beranjak menuju kamarnya.


Ketika hendak masuk kamar, ibu Shafa memanggil.


" Dapat apa aja tadi?? "


Shafa pun membongkar tas belanjanya.


" Hmmm ini pasti Daffa yang milih " komentar ibunya setelah melihat pakaian wanita yang dibeli.


" Ho oh"


" Pinter milihnya. Hmmm ini baju untuk Daffa, kamu yang pilih?? "


" Ho oh " jawab singkat Shafa lagi.


" Ditakoni mung wangsuli 'ho oh ho oh' wae"


( Ditanya hanya jawab ho oh ho oh aja)


" Hihihi, eh Bu tadi Abang beli jajanan apalah itu, aku yo lali jenenge ( lupa namanya), ada di meja makan "


" Yaa nanti makan bareng kalau sudah pada pulang shalat Ashar "


" Inggih Bu. Bu, aku ke kamar yaa "


" Yaa "


Shafa menuju ke kamarnya. Untuk berganti pakaian dan bersiap shalat Ashar.


Selesai shalat, Shafa turun ke ruang makan. Ia menempati ommaffin yang ia beli tadi ke piring saji.


Tak lama terdengar suara gerbang di buka dan mobil ayahnya pun parkir di carport.


" Assalamu'alaikum " salam ayah Shafa dan Daffa.


" Wa'alaikumsalam " jawab Shafa sambil mencium tangan ayahnya dan Daffa.


" Ngemil dulu yuk " ajak Shafa ke ruang keluarga.


Ayah, ibu, Shafa dan Daffa berkumpul di ruang keluarga, menikmati omuffin.


" Mas Syafiq kemana Bu " tanya Shafa.


" Ketemu sama temannya di mall"


" Oiya, besok rencananya mau kemana?? " tanya ayah Shafa.


" Besok makan malam di rumah Ayah, barusan ibu WA " jawab Daffa.


" Masih ada sepekan sebelum wisuda Shafa, kamu ga ada rencana jalan-jalan?? " tanya ayah Shafa.

__ADS_1


Daffa melirik ke arah Shafa yang asyik menikmati ommafin rasa black forest.


" Hmmm ke Bandung... camping yuk, ke lodge maribaya "


Shafa melirik ke arah Daffa,


" Hmmm yang banyak foto-foto orang pada naik sepeda trus duduk di atas pohon itu?? "


" Iya, disitu juga ada falisitas kemahnya, kemah eksklusif, mau ga?? " tanya Daffa.


" Ok!! " jawab Shafa.


" Eh berapa malam Bang?? "


" Berangkat Kamis, pulang Sabtu. Ahad kan wisuda. Oiya, mampir ke FO dulu sebelum kembali ke Jakarta "


" Emang mau belanja lagi?? mau beli apa lagi?? " tanya Shafa.


" Memangnya ga pingin belanja lagi?? " Daffa balik bertanya.


" Ga, kita wiskulan aja yak!! " pinta Shafa.


Ayah ibu Shafa tersenyum melihat keduanya, putrinya ini memang lebih memilih membeli dan mencoba berbagai jenis kuliner daripada berbelanja pakaian dan lain sebagainya.


" Shafa itu lebih suka makanan daripada pakaian, moodnya bagus kalau perutnya sudah terisi " jelas ibu Shafa.


" Iya Bang, happy tummy happy semua " tambah Shafa.


" Baru kali ini ketemu sama perempuan yang lebih milih makanan daripada shopping pakaian " ucap Daffa heran.


" Yang penting badan tetap slim..." Shafa membela diri.


" Iyaaa deeh... kita wiskulan aja... hmmm tapi jangan protes kalau nanti Abang yang melar "


Shafa melirik ke arah Daffa,


" Ga pa-pa, teddy bear juga lucu. Lagian kalau Abang melar, kan mengurangi mata cewek-cewek yang ga kedip kalau Abang lewat "


Daffa tertawa mendengar kata-kata Shafa.


" Hmm boleh GR dong yaa, Sayang ku dah bisa cemburu "


Ayah ibu Shafa tertawa, sedangkan Shafa...


" Wiiiiii..... aduh Bang... stop jangan ngomong yang kayak gitu... aduh aku.... aduuuuh ususku geliii!!! "


" Kok pada ketawa, perasaan pingin romantis kok malah jadi ketawa begini?? " tanya Daffa bingung.


" Shafa itu unik, dia ga bisa dirayu, dipuji-puji, ada yang ngomong romantis dia malah geli. Ga tau tuh, ibu juga bingung "


" Nah itu Bang, aku unik "


" Trus romantisnya gimana dong?? "


" Cukup beliin makanan " jawab Shafa santai.


" Ada yaa, yang model gini "


" Ada lah!! Shafa Qanita!! seorang model cantik nan jelita yang unik!! "


" Merdeka!! " tiba-tiba Syafiq muncul dari ruang tamu.


" Assalamu'alaikum " salam Syafiq.


" Wa'alaikumsalam, datang-datang malah merdeka!!" tegur ibu Shafa.


Syafiq mencuci tangannya kemudian duduk di ruang keluarga.


" Waaah ada cemilan "


" Ambil Mas " Daffa menawarkan.


" Hmm aku pilih yang smoked beef aja, makasih"


" Eh tadi shopping kemana?? " tanya Syafiq.


" AEON Cakung " jawab Shafa.


" Shafa adik Mas Syafiq ini berhasil belanja apa?? " goda Syafiq.


" Kemeja sama kaos buat Abang "


" Hmmm yang buat sendiri?? "


" Masker wajah " jawab Shafa santai.

__ADS_1


" Hmmm ternyata belum ada kemajuan "


" Udah dong Mas, aku jalannya maju ga mundur... aku bukan undur-undur "


Daffa kembali tertawa mendengar candaan khas Shafa.


" Ga pa-pa Fiq, kata Shafa, Daffa itu shopper profesional, milih bajunya cepat, bagus dan pas. Ibu tadi juga sudah lihat, pilihan Daffa bagus, sexy juga "


Daffa menunduk malu, sedangkan Shafa


" Katanya baju pahala.... "


Syafiq tertawa sambil mengacungkan ibu jarinya kearah Daffa.


" Ku menunggu keponakan perdana, hmmm siapa duluan nih, Syifa atau Shafa. Eh Syifa nelpon ga?? "


" Belum, coba kamu telpon aja, mumpung ngumpul semua" usul ibu Shafa .


" Aku video call aja "


Syafiq pun menghubungi Syifa melalui VC. Shafa mengambil jilbab instannya terlebih dahulu.


" Assalamu'alaikum " Syifa menjawab.


" Wa'alaikumsalam "


" Gimana pengantin baru!!! " tanya Syafiq.


" Begini ae Mas... eee ngumpul yoo "


Shafa memamerkan ommaffinnya.


" Eeee curang!! opo iku?? koyone kok enak, tuku nang ndi kuwi?? "


( itu apa?? sepertinya kok enak, beli dimana?)


" Ommaffin, tadi aku ke AEON Cakung" jawab Shafa.


" Kok ga ngajak-ngajak siii. Aku kan pingin ikuuuut "


" Emang kamu ga kemana-mana?? " tanya Syafiq.


" Mas Daniel tamu ne akeh men!! ora iso lungo-lungo "


( Mas Daniel tamunya banyak banget!! ga bisa pergi-pergi)


Shafa membisikkan artinya ke Daffa.


" Bang Daniel itu memang koleganya banyak banget, pasti VC dari luar negerinya banyak "


" Iya bener!! tuh masih VC sama ntah darimana, Inggris muluk ngomongnya!! "


" Mbak, Bang Daniel tuh orangnya kaku, jadi terkadang harus kita yang inisiatif. Mbak komplen aja, ga pa-pa, ga bakalan marah kok. Bilang aja minta waktu berdua, minta jalan-jalan, makan berdua di restoran, pokoknya mbak Syifa harus rajin minta dan ngomong " jelas Daffa.


" Kebalikan kamu yaa " canda Syafiq.


" Hihihi iya, aku sering dikomplain berisik sama ayah " jawab Daffa sambil menggaruk kepalanya.


" Makanya ga matching, badan sama perilaku " tambah Shafa.


" Yowes, jadi aku yang harus rajin minta yaa "


" Mbak, Bang Daniel cuti seminggu itu prestasi, biasanya cuma 3-4 hari. Makanya mbak minta aja jalan-jalan, shopping juga. Eh aku mau ke Bandung, mau ngajak Shafa nginap di Lodge Maribaya, Kamis sampai Sabtu, mbak mau ikutan?? ntar kita berangkat bareng!! " ajak Daffa.


" Kamu WA mas Daniel gih, aku sih mau banget, trus ntar ku mo shopping !!! Shaf, ntar kamu wiskulan aja kalau aku shopping "


" Tenang Mbak, itu sudah jadi tujuan ku ke Bandung" jawab Shafa.


" Yowes, ta' tunggu jalan-jalan nya niii"


Setelah menutup sambungan VCnya ke Syifa, Syafiq mulai bertanya ke Daffa.


" Eh beneran nanya nih, kamu ke Inggris karena ditolak Shafa?? "


" Ga juga sih mas, ayah sudah punya rencana buat ngirim aku ke Inggris, setelah lulus SMP. Tapi adik ayah kasih informasi untuk pendaftaran Highschool itu lebih baik di kelas 9. Karena jadinya pas 2 tahun highschool dan 2 tahun A Level " jelas Daffa.


" Aku sekolah di sekolah Islam, tapi gratis ga pakai uang sekolah, langsung masuk aja "


" Tinggalnya juga di rumah Grany, ga jauh jaraknya dari sekolah " jelas Daffa.


" Grany muslim?? " tanya ayah Shafa.


" Alhamdulillah, beberapa keluarga ayah sudah banyak yang muslim. Kemarin kan juga ada beberapa bule-bule yang pakai jilbab, itu saudara dari ayah"


" Nanti ke Inggris tinggal di rumah Grany?? " tanya ayah Shafa.

__ADS_1


" Iya Pak, Granny tinggal berempat sama keluarga adiknya ayah, uncle David. Alhamdulillah sudah muslim juga"


" Kan nanti cuma 2 pekan jadi yaa disitu dulu. Tapi nanti kalau kuliah S2, rencananya sih mau pindah ke dekat kampus, ada student apartement dekat kampus. Asrama juga ada sih, tapi aku ga mau, biasalah gaya hidup pestanya masih terasa. Walaupun peraturannya ketat juga, tapi selalu ada yang bikin ulah" jelas Daffa.


__ADS_2