
Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di Bandung.
" Bang, cari makan dulu yuk, aku laper nih " pinta Shafa.
" Oiya, kita cari sarapan di mana nih?? " tanya Daffa.
" Kita langsung ke Lembang aja, banyak tempat sarapan disana " usul Daniel.
Daffa mengarahkan mobilnya ke arah Lembang.
" Mau sarapan apa ?? " tanya Daffa.
" Makanan Sunda!! aku pingin karedok!!! " jawab Shafa.
" Yowes kita cari restoran Sunda "
Daffa menghentikan mobilnya di Rumah Makan Nasi Ampera.
" Yuk kita ngebrunch!! " seru Daffa sambil keluar dari mobilnya.
30 menit kemudian, setelah selesai makan. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi perkemahan yang sudah tak jauh lagi.
" Bang, gantian!! " Daffa melemparkan kunci mobilnya ke arah Daniel.
" Heran, cuma ke Bandung doang, ga nyampe 4 jam!! nyetirnya sampe gantian 2 kali??!!! " tanya Syifa heran.
" Yang, ini biar gantian manjanya... supir juga pingin manja " canda Daniel yang membuat Daffa tertawa.
" Iiiidiiiiiii..... " kompak Syifa dan Shafa.
Daniel dan Daffa tertawa semakin kencang, melihat pasangan mereka 'geli' mendengar komentar Daniel.
" Aku di belakang sama Shafa, mbak Syifa di depan temenin Bang Daniel yak!! " Daffa menggandeng tangan Shafa dan segera masuk ke dalam mobil.
" Ish belom dijawab udah langsung ajah!!! " Syifa pun duduk di samping Daniel yang tengah menyalakan mesin mobilnya.
" Langsung ke Maribaya?? Atau mau mampir dulu dimana?? " tanya Daniel.
" Langsung aja Bang " jawab Syifa.
" Ok!!! langsung yaa " Daniel pun menjalankan mobilnya menuju Perkemahan Lodge Maribaya.
Shafa asyik melihat ke arah jendela, Daffa mengambil foto Shafa secara candid.
" Abang ngapain!! "
" Ga, cuma ambil foto Sayang aja "
" Awas kalau di posting di FB!! "
" Ga, ga bakalan Abang posting di FB "
" Bener yaa!!! "
" Iya Sayaaang Shafaaaa.... cintah "
Pukulan pun melayang ke arah lengan Daffa.
" Ih mukul!! di panggil sayang malah mukul!!! "
__ADS_1
" Biar!! "
Shafa pun mencubit lengan Daffa.
" Astaghfirullah.... malah lanjut nyubiiiiitt!!! waaa KDRT ini Yang!!!! " canda Daffa.
Daniel dan Syifa tertawa mendengar kedua adiknya 'bertengkar'.
" Galaknya mulai kambuh nih!! " komentar Syifa.
" Auuk!! " jawab Shafa.
" Ini kenapa sih Yaaang, coba yaa... tadi kan cuma ambil foto dari samping aja, buat Abang doang, ga bakalan di sebar di FB, cantiiik... "
" Astaghfirullah sakit itu Yang!! " teriak Daffa.
" Eh diapain Daf!! " tanya Daniel.
" Pinggangku di cubit!!! " jawab Daffa.
Daniel dan Syifa tertawa geli.
" Kamu yang minta duduk bareng Shafa lho yaaa " ucap Daniel.
" Iya ih, tadi Bang Daniel bisa tidur waktu duduk sama Mbak Syifa. Laaa kok aku malah dipukulin, dicubit ... eee mukanya jangan kayak gitu dong!!! Ya Allah aku cuma bilang cantik doang!!! itu pujian Yaaang!!! ga terima aku dicubit!!! " protes Daffa.
" Ga ada yang ngasih juga!! " jawab Shafa ketus.
" Aaa serius nih!! Mbaaak, adeknya kenapa iniiii!! "
" Emang suka gitu dia, biarin aja, ntar juga jinak lagi " jawab Syifa.
" Nah, diemin aku ajah. Awas ngisengin aku lagi!! " ancam Shafa.
" Ga ada, diemin aja. Yaa paling kalau kamu mau beliin apa gitu, makanan sih yang ampuh. Langsung ajak aja, 'makan disini sekarang yuk', gitu aja. Atau kamu langsung beliin aja, kalau disini biasanya martabak manis coklat dan keju, asinan, mie ayam, lihat barang yang menurut kamu bagus atau lucu buat Shafa yaa langsung beli aja, ga usah ditanya. Nah berhubung di sana nanti Eropah mode on, yaa pasta, pizza deh. Italiano n Espanyola food" jelas Syifa.
" Hmm noted. Trus kalau lagi sakit, gimana??" tanya Daffa lagi.
" Sama, diemin aja. Bawain obatnya, sedia paracetamol aja. Jangan dipegang, apalagi dielus-elus, terutama kepala.... "
" Iya, kalau kepala ku dipegang, siap-siap terkena jurus mautku!!! " ucap Shafa memotong kalimat Syifa.
" Ya Allah, serem amat!!! "
" So, don't mess with me!!! "
Daniel yang menyetir di depan tertawa tak henti.
" Nah, kalau Syifa itu gimana Shaf ??!! " tanya Daniel.
" Mbak Syifa itu orangnya ga enakan, ga enak mau minta, apa ya... jaimnya ruar biasak!!! pura-pura malu tapi mau. Feminim, cewek banget. Matching selalu "
" Jadi intinya sama yaa, kita sebagai pria yang harus peka!!! " ucap Daniel.
" Kalau Shafa, penganut yang penting enak dipakai, walaupun 'tabrak lari'. Jarang memperhatikan penampilan tapi lebih kenyamanan. Coba lihat sepatu yang dipakai sekarang. Menurut kaidah ilmu fashion design, itu ga matching sama bajunya. Tapi yaa cuek aja dianya. Kalau sekarang baju sama jilbab semua berwarna gelap, jadi ga masalah. Tapi dulu hmmm ilmu tabrak lari deh " jelas Syifa.
" Eh, barang yang Abang kirim dulu, sudah pernah dipakai belum?? " tanya Daffa.
" Beloooommm!!! belum ada yang dipakai, Daf!! " jawab Syifa.
__ADS_1
" Nah ini sisi romantisnya Shafa, karena kamu yang beliin, jadi kamu harus yang pertama kali lihat dia pakai bajunya " jelas Syifa.
Daffa tersenyum mendengar jawaban Syifa.
" Yang sudah di pakai yang waktu dinner di Grand Melia aja, selebihnya belum pernah " Shafa menambahkan.
" Trus kapan mau di pakai??? " tanya Daffa.
" Ntar di London ajah " jawab Shafa singkat.
" Pas berangkat aja, pakai mantelnya yang terakhir Abang kirimin, trus jilbabnya yang.. "
" Bang, kalau pergi gitu, enakan pakai yang dah langsungan. Ntar kain-kain jilbabnya aku jahitin aja yaa"
" Senyamannya Sayang aja "
" Ok!!! "
Daffa meminta tangan Shafa dengan mengulurkan tangannya. Shafa memandangi wajah Daffa,
" Udah sini " Daffa mengambil tangan Shafa dan merapatkan jari jemarinya.
" Latihan romantis, latihan manja... " jelas Daffa.
" Nah bener tuh!! practise makes perfect!! " tambah Syifa.
" Bentaran juga sampai.... " jawab Shafa sambil menyandarkan kepalanya di lengan Daffa.
" Sayangku ini memang.... " batin Daffa.
15 menit kemudian mereka telah sampai di perkemahan Lodge Maribaya.
Setelah check-in, mereka bersantai di dalam tenda masing-masing.
" Yang, mau jalan-jalan sekarang atau nanti " tanya Daffa.
" Nanti, aku mau selonjoran dulu.... "
Shafa merebahkan badannya di kasur.
" Bang, jalan-jalannya ba'da dzuhur aja yaa. Tanggung, sekarang sudah jam 11 lewat "
" Iya" jawab Daffa sambil ikut merebahkan badannya di samping Shafa.
Daffa menyamping menghadap Shafa.
" Yang, nanti kalau Abang S2, Sayang mau ngapain?? "
" Belum tahu Bang, hmmm ngapain ya Bang enaknya ?? "
" Atau Sayang ambil short course aja, banyak jurusannya ... "
" Bang, aku nemenin Abang aja disana. Aku ga mau kuliah lagi atau kursus apa pun. Biarkan aku menikmati kelulusan ku dengan ga mikirin mau apa, pleaseee "
" Baiklah.... " jawab Daffa sambil mendekat ke arah Shafa kemudian ia pun mencium bibir Shafa.
Setelah beberapa menit,
" Kalau ini pasti mau yaa?? " goda Daffa.
__ADS_1
Wajah Shafa pun bersemu merah, ia pun menutupnya dengan bantal.
Daffa tertawa melihat reaksi Shafa, ia pun memeluk erat tubuh mungil Shafa dan mencium keningnya.