
Flasback.
Andi terkejut karena di hadang oleh motor milik orang yang sangat dia kenal.
"Ada apa?" tanya dia langsung.
Luke yang dingin dan datar membuat dia heran saat tiba-tiba mengajaknya bicara.
"Biar Gue aja yang tanding," jawab Luke datar.
Andi menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring.
"Why?"
Luke memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Dia benci sekali pada sahabatnya ini yang suka membuatnya salah tingkah.
Andi memang teman yang paling dekat dengannya di bandingkan yang lain. Hanya pemuda itu yang sedikit tau tentang dirinya.
Dan saat ini dia tahu jika Andi tengah menggodanya.
"Vangke!" umpat Luke kesal.
Andi tertawa lebar, dia senang membuat Luke salah tingkah.
"Sampai kapan lu mau kaya gini Luk? Cemen banget sih kagak mau ungkapin perasaan Lu?" cibirnya.
Ya, Andi tau kalau sejak lama Luke menyukai Clara. Sayangnya Clara menyukai dirinya.
Andi tak bisa berbuat banyak, itulah mengapa dia tak merespons perasaan Clara padanya meski dia sangat tahu bagaimana sukanya gadis itu pada dirinya.
Yang Andi kesal, Luke tak mau mengungkapkan perasaannya yang justru membuat Clara semakin dalam menyukainya.
"Lu tau gimana dia," jawab Luke sambil menerawang.
"Lu juga tau, semakin lama lu biarin, semakin lama dia sakit hati. Apa lagi dia tau Gue bawa Rima dan Gue ngga mau dia ngacauin persahabatan kita gara-gara cemburu yang ngga jelas nantinya," sambar Andi.
Luke menghela napas kasar. Dia tau sangat tau, bahkan dia melihat bagaimana sedih dan kecewanya Clara setelah kepergian Andi dan Rima.
Clara bahkan menanyakan banyak hal tentang Rima pada sahabat-sahabat mereka.
Untungnya tak ada yang menanggapi pertanyaan gadis itu karena mereka tak ingin Clara terluka semakin dalam.
Namun semunya tak dapat di biarkan begitu saja. Clara harus tau kalau Andi sama sekali tak tertarik degannya. Justru orang lainlah yang selama ini diam-diam menyukainya.
"Pengecut!" umpat Andi geram dengan sikap Luke yang menurutnya terlalu lemah.
"Gue tau, makanya kali ini kesempatan Gue buat nunjukin kalau ada orang lain yang selalu ada buat dia," jawab Luke ringan.
"Lu yakin Luk? Taruhannya berat. Walaupun Gue ngga suka Clara, tapi jelas Gue ngga bisa maen-maen sama pertandingan ini."
Andi cukup khawatir karena meski dia tau Luke juga cukup jago di jalan. Namun pemuda itu tak sekali pun pernah bertanding.
Dia tak mau di salahkan oleh sahabat-sahabatnya tentang keputusan konyol mereka nantinya.
__ADS_1
Luke menoleh dan menatap Andi dengan sorot mata yang tajam. Dia berusaha meyakinkan sahabatnya tentang keputusannya.
"Percayalah, Gue akan usahain menang," janji Luke.
Keduanya lantas adu tos dengan mengepalkan kedua tinjunya. Andi memercayakan pertandingan ini pada sahabatnya, sekaligus membuktikan kalau pemuda itulah yang selama ini ada untuk Clara.
Flasback off
.
.
Clara masih diam bergeming dengan keadaan saat ini. Dia tak mengerti mengapa Luke harus menggantikan posisi Andi untuk bertarung melawan Mario.
Di sudut yang lain, Mario tak terima karena ternyata bukan Andi yang dia lawan melainkan Luke, pemuda yang dia kenal tak pernah banyak bicara tapi memiliki aura mengintimidasi yang cukup kuat di geng K'nights.
Mario mendekati gerombolan Andi dan tanpa banyak kata pemuda itu langsung melayangkan pukulannya tepat ke wajah Andi.
"Sialan! Lu nipu gue Hah!" makinya.
Noval yang dekat dengan Mario segera menahan tubuh pemuda itu yang hendak kembali memukul Andi.
"Lepasin Bangsaaat!" Mario memberontak agar bisa di lepaskan.
Andi bangkit dan menyeka sudut bibirnya yang pecah akibat pukulan Mario.
"Kenapa Lu?" cibir Andi yang tak paham dengan kemarahan lawannya.
Napasnya naik turun karena marah, dia malu sekaligus kesal karena harus kalah dengan pemula seperti Luke yang ternyata jago juga di jalan.
"Kenapa? Ngga ada ucapan dari anak suruhan Lu kalau Gue harus tanding kan? Mereka cuma bilang geng Lu nantangin geng Gue? So biasa aja Bro!" ejek Andi yang kembali memancing amarah Mario.
Mario mengepalkan tangan, memang dia berkata menantang geng K'nights, tapi jangan salahkan dia kalau dia berpikir akan seperti biasanya, di mana Andi yang akan bertarung di jalan.
Dia tidak menyangka kalau selain Andi ternyata Luke juga mempunyai kemampuan tersembunyi, yang sialnya dia langsung di kalahkan oleh Luke di pertama pertandingan mereka.
"Gue ngga terima sama lelucon ini!" protes Mario.
"Terus Lu mau apa? Tanding ulang? Ok, tapi inget satu hal, gue ngga maen taruhan manusia," balas Andi tajam.
Mario tersenyum miring dan mendekati Andi keduanya saling melempar tatapan bengis untuk menyudutkan satu sama lain.
"Lu kira Gue mau taruhan dia?" sambil menatap Clara yang membuang wajah karena gugup.
"Asal lu tau, dia sendiri yang nawarin diri buat jadi bahan taruhan!" jelasnya.
Andi berusaha tenang, dia memang tau kalau Clara yang mengajukan diri sebagai bahan taruhan dan sudah menjelaskannya.
Ini yang dia takutkan, apa lagi Clara satu-satunya perempuan di geng mereka yang justru membuatnya malu.
"Herannya ngapa lu mau? Segitu demennya lu ma dia sampai mau-maunya dengerin omong kosongnya?" cibir Andi.
Clara menunduk sedih saat mendengar ucapan Andi. Dia tau kalau keputusannya kemarin telah membuat pujaannya marah.
__ADS_1
B
Namun dia hanya ingin menunjukkan pada Andi kalau dirinyalah yang pantas dengan lelaki itu.
Mario tersenyum miring, "lumayan kalau menangkan? Senggaknya Gue punya ban serep," ejekan Mario justru membuat Luke murka.
Tanpa ba bi bu lagi, pemuda yang menjadi lawannya tadi segera melayangkan bogem mentah kepada ketua geng The Black Skull.
"Mending lu pergi dari sini!" usir Luke yang kesal karena hinaan Mario pada Clara.
Mario meludah ke samping, dia berhasil memancing kemarahan dari anggota geng lawannya dan dia tau jika gadis yang dulu dia incar menjadi pusat antara Andi dan Luke.
Menghancurkan lawan paling mudah menggunakan senjata seorang perempuan, begitu pikirnya.
Luke yang menyukai Clara sedangkan Clara menyukai Andi, pasti seru membuat kedua sahabat itu bertikai.
Mario akan mencari cara untuk mengadu domba keduanya kelak.
Dia lantas berlalu pergi tanpa menjawab apa pun lagi. Bukan karena usiran Luke, tapi dia sudah berhasil mengetahui kelemahan lawannya, begitu pikirnya.
Geng K'nights sudah berada di markasnya. Clara sendiri memilih berada di balkon karena menghindari pertanyaan-pertanyaan dari sahabat-sahabatnya.
Andi menyusul gadis itu karena ada sesuatu yang harus dia bicarakan dengan Clara.
"Dingin, lu ngga balik aja? Udah mau pagi ini," ucap Andi membuka obrolan.
Clara tersenyum sinis, tak akan ada yang peduli dengannya, batin gadis itu menjerit.
Andi paham maksud diamnya Clara. Keluarga gadis itu juga tak kalah bobrok dengan keluarganya.
Orang tua Clara lebih memilih sibuk kerja dan mengabaikan anak mereka. Hampir sama semua cara mereka membuat anak-anaknya senang, yaitu dengan uang dan kemewahan.
Padahal terkadang anak-anak lebih membutuhkan perhatian orang tuanya ketimbang harta mereka. Untungnya Clara berteman dengan geng Andi.
Entah bagaimana nasib Clara jika gadis itu salah dalam pergaulannya.
"kenapa Ndi?" tanya Clara menuntut jawaban.
Andi paham kalau gadis itu kecewa, tapi dia tak merasa bersalah. Justru dia ke sana ingin agar Clara membuka mata dan hatinya kalau ada lelaki yang selama ini memperhatikannya dan itu bukan dia.
"Gue yakin lu kagak buta. Luke laki-laki baik. Jangan ngarepin sesuatu yang mustahil. Lu tau sendiri bagi Gue lu cuma sekedar temen," jelas Andi yang sangat menohok.
Air mata Clara luruh seketika. Penolakan Andi sangat menyakitkan baginya. Dia sudah banyak berjuang demi memenangkan laki-laki itu, sayangnya Andi sama sekali tak tertarik dengannya.
"Apa kelebihan dia di banding aku Ndi?"
.
.
.
Tbc
__ADS_1