Derita anakku

Derita anakku
Ungkapan perasaan Andi


__ADS_3

Rima hanya bisa menunduk, merutuki kebodohannya sendiri. Meski dia sadar kalau apa yang dia lakukan akan memancing kemarahan Andi.


Namun dia tetap tak tega dan tetap membantu Citra agar bisa bertemu dengan Andi.


"Maaf Ka. Mbak Citra minta bantuan aku karena ada masalah yang harus kalian selesaikan," jelasnya jujur.


"Apa mau Lu?" tanya Andi dengan pandangan tajam menatap Citra.


Citra tersentak karena Andi menggunakan bahasa Lu Gue padanya. Namun sengaja dia alihkan karena ada hal penting yang ingin dia sampaikan pada pemuda itu.


"Ndi, kamu harus tau kalau dulu aku menjauhi kamu karena mamahmu," ucap Citra.


Andi tersenyum mengejek, Citra terlalu percaya diri, mungkin dulu dia sempat tertarik pada Citra karena pembawaan gadis itu yang ceria.


Namun bukan itu yang membuat Andi membencinya, melainkan gadis itu seperti ingin mempermainkan dirinya dan sang kakak.


Benar-benar definisi wanita berbisa menurut Andi. Sebab gara-gara wanita itu dia dan sang kakak sempat bersitegang dulu.


Denish yang sangat lugu menurut Andi terbuai oleh bujuk rayu Citra yang justru hanya ingin memanfaatkan mereka saja.


"Lu pikir gue marah karena mamah yang ngelarang Lu ngedeketin Gue? Lu terlalu percaya diri, gue muak sama perempuan murahan kaya Lu yang berpikir bisa menaklukkan semua lelaki," jawab Andi sinis.


Citra terperangah tak percaya dengan ucapan Andi. Apakah pemuda itu tahu bagaimana sepak terjangnya yang berusaha mendekati dia dan kakaknya Denish?


"Maksud kamu apa Ndi? Bukannya kamu kecewa karena aku pergi begitu aja? Kamu marahkan karena ngga ada kejelasan tentang hubungan kita?"


"Aku cinta sama kamu Ndi. Makanya aku ke sini mau jelasin itu sama kamu. Kini apa pun rintangan di depan, aku akan selalu berada di sampingmu," ucap Citra penuh percaya diri.


Rima menatap tak percaya ucapan wanita yang menyandang sebagai kekasih pamannya itu.


Bagaimana bisa Citra menyatakan cinta pada Andi saat wanita itu masih berstatus kekasih pamannya.


Rima tidak bisa membayangkan bagaimana patah hatinya Galih kalau tahu kelakuan Citra saat ini.


"Lu ngga malu ngomong kaya gitu? Ada Rima loh keponakan pacar Lu!" sindir Andi.


Citra menelan kasar salivanya, dia lupa jika saat ini statusnya adalah kekasih Galih dan Rima adalah keponakan Galih.


Saking ingin bersama dengan Andi, dia melupakan hal penting di sekitarnya.


Citra lantas menatap Rima yang justru membuang mukanya.


Gadis yang mengenakan hijab cokelat itu merasa kesal dengan sikap Citra yang terkesan murahan baginya.


"Lu kagak berubah ya, MURAHAN!" cibir Andi lantas segera menarik lengan Rima agar berdiri meninggalkan Citra.

__ADS_1


.


.


Citra sempat meminta mereka untuk mau mendengarkan ucapannya dulu, tapi sayang Andi seolah menulikan pendengarannya.


Begitu juga dengan Rima kala Citra meminta dirinya agar mau menghentikan Andi.


"Rim, kamu harus pulang sama Mbak. Nanti Mbak bisa kena marah ibu kamu."


Citra tak terima jika Andi lebih memilih Rima dari pada dirinya. Makanya dia memberikan alasan agar Andi tak bersama Rima saat ini.


"Nanti aku bilang sama Ibu," jawab Rima datar.


"Enggak, pokoknya kamu harus pulang sama Mbak!" tolak Citra yang masih memegang lengan Rima.


Bahkan dengan kasar Citra berusaha menarik Rima agar turun dari motor besar milik Andi.


"Hentikan Cit! Biarkan mereka pergi," suara Galih mengejutkan ketiganya.


"Ga- Galih?" gagap Citra. Wajahnya sudah berubah pias melihat keberadaan Galih yang datang dengan wajah datarnya.


"Kenapa? Kaget aku di sini? Jadi begini kelakuan kamu? Aku kira, kamu benar-benar trauma karena ulah keluarga Andi padamu."


"Aku kira kamu benar-benar di sakiti oleh Andi, nyatanya kelakuan kamu sendiri yang membuat mereka membuangmu. Pantas saja mereka melakukan itu sama kamu, karena kamu memang semurahan itu," ucap Galih dingin.


Usai mengucapkan hal itu, Galih yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka, segera pergi meninggalkan mereka semua.


Hatinya terasa remuk, Citra yang dia pikir wanita baik-baik yang bahkan sudah dia kenalkan pada keluarganya, nyatanya berhati busuk.


Di lain sisi wanita itu selalu mengatakan cinta padanya dan merasa beruntung bertemu dengan Galih yang katanya mampu menghapuskan segala traumanya.


Nyatanya semua hanya bualan wanita itu saja demi menarik simpati Galih. Pada kenyataannya, dia mengungkapkan rasa cintanya juga pada Andi. Entah apa maksud Citra yang sebenarnya.


Jika memang masih mencintai Andi, harapan Galih Citra mau berbicara jujur padanya dan ia akan melepaskannya dengan suka rela, karena Galih sadar jika perasaan tidak akan pernah bisa di paksakan.


Citra di ambang kebingungan, dia berpikir tak akan melepaskan Galih sebelum bisa menaklukkan Andi.


Namun kini rencananya gagal total, Andi tak di dapatkan dia juga harus kehilangan Galih yang selalu perhatian padanya.


"Galih tunggu! Kamu salah paham!" seru Citra lantas berlalu meninggalkan Rima dan Andi demi mengejar Galih.


"Perempuan di sekitar kamu mengerikan ya Ka," lirih Rima.


Andi terkekeh lalu menjalankan motornya membelah jalanan.

__ADS_1


Dia sudah mengatakan pada Rima untuk memberitahu Nina bahwa dia pergi bersamanya.


Andi mengajak Rima ke sebuah taman yang menyuguhkan pemandangan cukup indah.


Mereka berdua duduk di sebuah bangku taman, memandang hamparan bunga di depannya.


Andi memberikan sebotol minuman ringan pada Rima dan di terima gadis itu dengan senyuman manis.


"Makasih," ujar Rima.


Kini Andi berbicara sambil menatap bunga di depannya.


"Jangan pernah mau kalau di minta orang lain buat ketemuan sama Gue! Gue ngga suka," ucap Andi datar.


"Maafin aku Ka. Aku ngga tega lihat ka Citra mohon-mohon. Aku kira ada apa, ternyata malah mau menyatakan cinta," dengusnya.


Andi lantas menoleh saat mendengar nada suara Rima yang seperti tak suka.


"Lu cemburu?" tanyanya penuh harap.


"Ih apaan sih cemburu, emang kakak pacar aku!" keluh Rima.


"Emang!" jawab Andi.


"Ih apaan, ngga ada pacar-pacaran! Pokoknya kita semua temenan," elak Rima.


"Tapi Lu tetep milik Gue, sampe nanti kita di anggap dewasa."


Pipi Rima merona, ternyata Andi bisa bersikap manis padanya, yang Rima rasakan selama ini kakak kelasnya itu sikapnya terlalu dingin dan cuek.


Meski berulang kali selalu mengatakan jika dia adalah miliknya, tapi Andi tak pernah menyatakan perasaan padanya, oleh sebab itu Rima bingung bagaimana sebenarnya perasaan Andi padanya.


"Janji?" pinta Andi saat tak mendengar jawaban Rima.


Rima yang mendapat pertanyaan menohok seperti itu mengerjap bingung.


"Jangan pacaran sama siapa pun, ingat Lu udah milik Gue sampai kapan pun," sambung Andi.


Rima hanya bisa diam mematung, tak tahu harus menjawab apa.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2