DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
ILMU RAMBAH BATIN


__ADS_3

LELAKI Kurus tadi keluar dari lorong tadi dan ia menatap heran ke arah Kodel yang nafas nya tersengal-sengal karena kecapekan berlari.


"mengapa kau Kodel???" tanya lelaki kurus tadi.


"begini tuan. Nyai Kalong Asri sudah tewas."


"apa kau bilang!? apa kau tak membual didepanku hah!?"


"untuk apa saya membual tuan??? bukankah tuan bisa melihat nya dengan bola kristal tuan???" ucap Kodel dan seketika itu juga lelaki kurus tadi menepuk kepala Kodel dengan keras.


"bodoh! kau pikir bola krystal ku itu masih ada hah!?" bentak lelaki kurus tadi dan si buto ijo itu pun berkata,


"bukankah bola krystal tuan itu sudah hancur oleh Ki Sanggreb akibat pertarungan nya dengan tuan bukan???"


"memang benar! sekarang si Sanggreb itu sudah tewas ditanganku!" ujar lelaki kurus yang belum diketahui nama nya.


Lalu Kodel bertanya lagi kepada tuan nya.


"lalu apa yang harus kita lakukan tuan??? dua manusia itu sedang berada dikampung mati itu dan pasti mereka akan menuju ke gua ini."


"bukankah aku menyuruh mu juga untuk membunuh mereka jika keadaan Nyai Kalong Asri itu sedang terdesak?!"


"saya sudah menyerang mereka tuan, tetapi serangan saya melesat tuanku! lalu mereka berdua menyerang ku secara bersamaan dan aku terdesak. maka daripada aku mati konyol, lebih baik aku pergi melarikan diri kemari dan memberitahukan kematian Nyai Kalong Asri kepada tuan."


plakk!! kepala Kodel ditampar lagi, dan ia meringis kesakitan.


"lain kali jangan menjadi pengecut seperti itu kau Kodel!"

__ADS_1


"maaf tuan.." ujar Kodel meminta maaf dan buto ijo tadi lalu bertanya.


"haruskah saya turun tangan untuk menghadang mereka tuan???"


"tak perlu! kau disini saja menjaga para tawanan ini."


"baiklah tuanku." ujar buto ijo itu patuh, lalu kodel bertanya.


"bagaimana dengan ku tuan???" lalu lelaki kurus bertampang bengis itu menyuruh Kodel untuk mencari si Gandaria dan Kodel pun menuruti perintah tuan nya.


Didekat sungai berair jernih, Dendi dan pak Alex terlihat sedang duduk beristirahat disana. letak sungai tersebut terletak dibawah jembatan kayu yang menghubung ke dalam hutan belantara. ketika mereka masih berada diperkampungan terbengkalai dan hampir pingsan karena kelelahan, mereka menemui sosok perempuan cantik berpakaian seorang dayang. sosok dayang itu mendekati kedua nya ketika Dendi dan pak Alex kebingungan mencari arah jalan yang mereka tuju. karena sebelum nya beberapa kali mereka menemukan jalan buntu dan beberapa kali juga mereka menemukan bahaya, seperti bertemu dengan sekumpulan ular berbisa, kalajengking, kelabang dan binatang berbisa lain nya. lalu bertemi dengan sosok hantu usil seperti pocong, kuntilanak, tuyul, siluman, dedemit dan lain sebagai nya.


Kabut tebal berwarna kelabu pekat itulah yang membuat langkah mereka terganggu dan beberapa kali membuat langkah mereka tersesat. tetapi disaat mereka sudah kelelahan karena mereka berputar-putar dikampung tersebut, datanglah sosok dayang berparas cantik itu dan menuntun kedua nya menuju jalan yang pasti. tiba dijembatan kayu itu, sosok dayang itu pergi lagi dan tanpa berkata-kata sedikit pun kepada Dendi dan pak Alex. kini Dendi dan pak Alex berada di sungai jernih itu untuk minum air sungai, karena mereka tak membawa perbekalan air minum.


Setelah mereka puas meminum air, mereka duduk dibatu-batu sungai itu sembari berbincang.


"seperti nya itu sosok dayang yang sebelum nya pernah memberitahu bapak ketika kita masih berada dikantor."


"begitukah pak??? jadi dia dayang yang berasal dari istana laut selatan???" pak Alex mengangguk, lalu Dendi bertanya lagi.


"tapi mengapa dia tak berkata apa-apa ketika pak Alex bertanya kepada nya???"


"hmmm..., entahlah nak. bapak pun tak tahu soal nya." ujar pak Alex dan Dendi pun akhir nya diam juga.


Ia melihat ke sekeliling tempat itu bersama pak Alex, lalu terdengar pak Alex berkata.


"ayo Den, kita lanjutkan perjalanan. kabut tadi seperti nya sudah menghilang."

__ADS_1


"ayo pak. kabut buatan tadi pasti berasal dari dukun yang mendalangi peristiwa ini."


"sudah pasti Den." lalu mereka naik ke atas dan kini mereka sudah berada di tepian sungai pinggir hutan. dari kejauhan terlihat hutan itu sangat gelap karena kerimbunan pohon-pohon nya yang sangat besar dan berdaun rimbun.


Langkah pak Alex dan Dendi kini menyusuri jalan setapak dan mereka tetap waspada jika sewaktu-waktu ada bahaya menyerang mereka. di hutan itu tak ada mahluk sama sekali yang terlihat, bahkan hewan-hewan hutan pun tak terlihat sama sekali.


"aneh sekali hutan seperti ini tak ada penghuni nya." ujar Dendi dan pak Alex kemudian mendekati salah satu pohon.


"coba kau pegang pohon itu dan rasakan keadaan dulu ditempat ini. apa kau masih ingat dengan Ilmu Rambah Batin yang pernah bapak ajarkan dulu kepada mu???"


"saya masih ingat pak." lalu Dendi melakukan apa yang diperintahkan pak Alex tadi.


Dendi memejamkan mata nya dan seketika itu juga dirinya sedang melihat kejadian masa lalu ditempat itu. terdengar Dendi berkata dan lengan nya masih memegang batang pohon itu.


"tempat ini dulu nya adalah sebuah kerajaan pada masa silam. tetapi kerajaan ini sudah hancur akibat peperangan melawan kerajaan sekutu. kampung yang kita lewati tadi adalah perkampungan dari kerajaan yang sudah hancur ini." ucapan Dendi terhenti, lalu ia berkata lagi setelah pak Alex berkata menyuruh Dendi agar meneruskan cerita nya.


"dari kehancuran kerajaan ini, para penghuni kerajaan semua nya dibantai habis dan hanya menyisakan selir-selir dan wanita-wanita dari keluarga kerajaan. mereka semua nya dibawa ke sebuah tempat yang belum diketahui dimana letak nya. mereka akan dijadikan budak napsu oleh mereka dan sampai saat ini kerajaan yang hancur ini sudah bergantikan dengan tumbuh nya pepohonan besar seperti sekarang ini."


"lalu apakah ada lagi???" tanya pak Alex, lalu Dendi berkata.


"entah sudah berapa abad lama nya, ada sekelompok orang berpakaian serba hitam datang kemari untuk mencari harta peninggalan kerajaan ini. diantara mereka ada dukun wanita yang sebelum nya pernah kita lawan dan terbunuh oleh ku. lalu...." ucapan Dendi terhenti karena tubuh nya langsung ditarik oleh pak Alex.


Mata Dendi segera terbuka dan ia kaget ketika tubuh nya tiba-tiba ditarik tadi.


"ada apa pak???" tanya nya yang kini ia sudah bangun dari jatuh nya. pak Alex lalu menunjuk ke arah tempat mereka tadi berdiri di dekat pohon, disana ada anak panah menancap sangat dalam dan sejal tadi pak Alex masih mencari siapa orang yang sudah melesatkan anak panah nya ke arah mereka. Dendi juga melihat anak panah itu, dan segera mata nya menatap ke area sekeliling hutan tersebut.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2