DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
GUNUNG MERAPI MELETUS


__ADS_3

CUACA Mendung yang awal nya sangat gelap gulita itu semakin membuat alam sekitar gunung merapi nampak mengerikan. Gunung Merapi mulai terlihat Meletus memuntahkan isi lahar nya dan membuat abu vulkanik bertebaran menghujani kaki gunung tersebut. para warga sudah banyak yang pergi mengungsi ke tempat pengungsian yang jarak nya cukup jauh dari kaki gunung tersebut. para warga tak semua nya bisa membawa ternak mereka karena kendala diperjalanan, kecuali barang-barang berharga yang mudah dibawa dan itu pun beberapa ada yang ketinggalan dirumah mereka karena kepanikan demi kepanikan ketika mengungsi sampai ada yang tak sempat membawa barang berharga mereka demi menyelamatkan diri sendiri.


Abu vulkanik telah menghujani pemukiman warga kaki gunung merapi dan membuat suasana ditempat tersebut gelap tertutup abu Vulkanik. muntahan cairan lava terlihat mengalir ke bawah kaki gunung merapi merayap menuruni kaki gunung nya. pepohonan di hutan-hutan yang berada ditebing-tebing kaki gunung merapi pun tersapu lahar panas tersebut sampai terbakar ludes tak tersisa.


Beberapa kali terdengar ledakan misterius dari kaki gunung merapi tersebut. getaran seperti gempa bumi berulang kali terjadi dan membuat rumah-rumah penduduk dan pepohohan ambruk dan tumbang. kepanikan demi kepanikan sangat memprihatinkan dan pemerintah beserta pihak berwajib sudah mengamankan para warga yang mengungsi.


Teriak histeris sangat ramai sekali terdengar dari mulut-mulut para warga kampung yang mengungsi itu ketika mereka melihat jelas meletus nya gunung merapi dan cairan lava yang mengalir menuju perkampungan tersebut berada. pihak media sudah banyak yang meliput berita tentang meletus nya gunung merapi tersebut dan Nikita bersama anggota pekerja karyawan dikantor detektive indigo itu, melihat tayangan berita televisi tersebut. mereka semua merasakan kesedihan dan kebimbangan hati soal pak Alex dan Dendi yang menghilang ketika menjalankan misi ke kaki gunung merapi.


"bagaimana ini kak Tasya? apakah pak Alex dan mas Dendi akan baik-baik saja???" tanya seorang anggota karyawan perempuan bertanya.


"entahlah, aku bingung harus menjawab apa." ujar Tasya antara bimbang dan sedih.


"apakah laporan dari intel polisi belum mendapat kabar, mbak Tasya?" tanya seorang karyawan lelaki lain nya.

__ADS_1


"sudah, mereka hanya menemukan mobil nya pak Alex saja dan tak menemukan keberadaan Dendi beserta pak Alex." jawab Tasya sedih dan membuat semua pekerja dikantor itu yang jumlah nya sepuluh orang termasuk Tasya pun merasakan kesedihan dan kebimbangan juga.


"sudahlah jangan berfikir yang jelek-jelek dahulu tentang Dendi dan pak Alex, mari kita mendoakan mereka berdua agar selamat dimana pun mereka berada saat ini." ujar Tasya dan para anggota pekerja pun semua nya mulai mendoakan Dendi dan pak Alex bersama Tasya. para polisi intel dan ketua polisi sedang menghadap jenderal polisi. mereka sedang menceritakan perjalanan mereka ketika mencari keberadaan Dendi dan Pak Alex di kaki gunung merapi.


"letak lokasi tersebut adalah ujung jalan jalur menuju puncak kaki gunung menuju sebuah kampung yang sudah lama terbengkalai. konon kampung itu adalah sarang nya para dukun yang menjanjikan pesugihan dan teluh. kini kampung itu telah kosong setelah semua pelaku dukun tersebut ditangkap ketika bapak masih menjabat sebagai ketua intel." semua anggota intel polisi dan ketua nya yang ada di situ hanya manggut-manggut saja mendengar cerita ketua jenderal polisi yang bercerita soal kampung terbengkalai itu.


Kejadian tempat berpindah ke pertarungan Ki Yudha Angsana dan Nyai Lembah Asmara dikaki gunung merapi, diantara kedua nya sudah terlihat sangat kelelahan. perkelahian adu ilmu kanuragan serba cepat itu sudah mulai melambat dan menandakan stamina bertarung mereka mulai menurun. abu vulkanik telah bertebaran menutupi area tempat mereka bertarung, tetapi aneh nya tubuh kedua nya sama sekali tak terkena hamparan abu vulkanik tersebut. bahkan getaran gempa yang sesekali mengguncangkan tanah pun tak membuat mereka terjungkal roboh atau pun oleng.


Disatu kesempatan Nyai Lembah Asmara menyerang dengan tendangan kaki beruntun ke arah dada Ki Yudha Angsana. tendangan beruntun itu berhasil ditahan dan kemudian Nyai Lembah Asmara memutar tubuh nya dan menghentakan serangan tenaga dalam lewat ludah nya.


Serangan air ludah yang dapat membuat tubuh membusuk seperti yang pernah dialami oleh Kodel itu mengenai sebatang pohon besar. dalam hitungan detik batang pohon itu mulai membusuk dan mengerut seperti batang pisang yang telah lama ditebang. Ki Yudha Angsana menatap sejenak pohon naas yang terkena serangan ludah bacin nya Nyai Lembah Asmara, ia sedang mencari cara untuk mencari kelemahan Nyai Lembah Asmara karena ia mulai khawatir akan keselamatan Dendi yang masih dirasuki oleh khodam pendamping nya itu.


"heaah!" teriak Nyai Lembah Asmara menghentakan serangan tenaga dalam melalui telapak tangan nya dan Ki Yudha Angsana segera menghentakan telapak tangan nya juga. sinar berwarna merah tembaga melesat keluar dan menghantam sinar tenaga dalam Nyai Lembah Asmara yang berwarna kuning gading.

__ADS_1


Dari pertabrakan sinar itu terdengar lagi ledakan dahsyat dan semakin membuat getaran gempa gunung merapi semakin dahsyat. pijakan tanah yang dipijak Nyai Lembah Asmara mulai retak dan hal tersebut membuat Ki Yudha Angsana segera berpikir untuk menjebloskan Nyai Lembah Asmar masuk ke dalam retakan itu.


Lahar gunung merapi sudah sangat dekat jarak nya dengan keberadaan Ki Yudha Angsana dan Nyai Lembah Asmara. pada saat itu Nyai Lembah Asmara tak menyadari tanah yang dipijak nya mulai retak lebar dan ia masih saja sedang mencoba memainkan jurus untuk menyerang lawan nya lagi.


"ini adalah waktu yang tepat untuk mengalahkan nya!" ucap batin Ki Yudha Angsana dan ia segera memainkan jurus yang jarang ia pakai.


Jurus tersebut adalah jurus tenaga dalam tingkat tinggi yang bisa menyedot lawan nya ke dalam tanah dan ketika Nyai Lembah Asmara akan menghentakan kedua telapak tangan nya ke arah Ki Yudha Angsana, segeralah Ki Yudha Angsana meloncat ke atas dan menghentakan kaki nya ke tanah dengan keras.


"ilmu paku bumi! heah!"


bukkk!! seketika itu juga kaki Nyai Lembah Asmara terperosok masuk ke dalam tanah retakan tersebut. serangan tenaga dalam Nyai Lembah Asmara gagal ia lancarkan karena ia sudah lebih dulu jatuh terperosok ke dalam retakan tanah yang kian melebar itu. ia tak menyangka diri nya akan terperosok masuk ke dalam tanah retakan tersebut dan ia mendelik melihat dibawah tanah retakan itu adalah aliran lava yang mengalir dari aliran lava yang sudah sampai ditempat mereka.


"bangsaaaat!" teriak Nyai Lembah Asmara menggema histeris dan suara nya kian lama kian mengecil.

__ADS_1


Ki Yudha Angsana segera melihat ke dalam retakan yang semakin melebar itu dan melihat tangan Nyai Lembah Asmara menggapai-gapai di aliran cairan lava yang membawa nya ke arah jurang kaki gunung tersebut. retakan tersebut kian melebar dan tempat tersebut sebentar lagi akan longsor jatuh ke dalam jurang dan gua nogo saliro sudah tertimbun reruntuhan longsor tanah bebatuan gunung ketika gempa berskala besar tadi terjadi.


__ADS_2