
ENTAH Sudah berapa lama pak Alex pingsan dan Dendi pingsan dihutan belantara itu. hujan deras sebelum nya sudah reda dan kini keadaan nya sudah siang hari. keadaan disekitaran hutan belantara itu tak ada sesosok mahluk gaib atau hewan yang berada diarea hutan tersebut. sosok banteng yang kini sudah mati terpenggal pun terlihat masih ada disana.
Hanya badan nya saja yang sudah menyusut kecil seperti kakek tua renta sebelum nya. pada saat itu Dendi baru saja siuman dari pingsan nya. ia terbatuk-batuk dan keadaan tubuh nya sudah tak selemas sebelum nya. Dendi segera bangun dan mencari dimana pak Alex berada. ia berjalan menyusuri area hutan itu, berharap ia bisa menemukan pak Alex.
Hutan belantara itu terlihat porak poranda disekitar tengah hutan nya akibat serangan mahluk aneh setengah banteng itu. Dendi berjalan terus dan tiba ditempat ia melemparkan tas nya. ia segera memungut nya dan berjalan lagi sembari berseru,
"pak Aleeeex....!" seruan berkali-kali itu mulai terdengar oleh pak Alex yang saat itu mulai siuman. pak Alex segera bangun dan memegang dada nya yang masih terasa sakit. ia menatap ke arah sekitar nya dan disana ia melihat mayat sosok banteng itu terkapar tak bernyawa disana.
Seruan dari Dendi terdengar lagi dan ia pun segera menyahut,
"bapak disini Dendiii..!" teriakan tersebut terdengar oleh Dendi dan ia segera berjalan kr arah suara itu berasal. tiba ditempat tersebut, Dendi segera menghampiri pak Alex yang masih duduk bersimpuh ditanah.
"bagaimana keadaan mu pak?"
"tak apa-apa Den, apa kamu sudah baikan juga???"
"sudah pak, semua ini berkat bapak yang sudah menolong saya." ujar Dendi berterima kasih. pak Alex lalu meminta tas nya dan Dendi pun memberikan tas nya pak Alex yang sebelum nya ia bawa juga ketika Dendi diselamatkan ditempat persembunyian nya pak Alex.
Pak Alex segera mengambil obat yang sebelum nya ia berikan kepada Dendi dan kemudian pak Alex meminum nya. Dendi segera memandang ke arah mayat yang ada didepan mereka dan ia bertanya,
"apakah mayat yang terpenggal itu adalah sosok kakek tua berbadan setengah banteng itu pak???"
"iya Den." ujar pak Alex singkat dan Dendi pun bertanya lagi,
"mengapa bisa begitu pak? bukankah badan nya sebelum itu sangat besar seperti badan banteng pada umum nya???" pak Alex pun menjawab rasa heran nya Dendi itu.
"mahluk ini kekuatan elemen nya adalah api. semalam ketika bapak melawan mahluk ini, gerimis mulai muncul dan bapak baru menyadari bahwa kelemahan api adalah air. maka dari itu bapak segera rapalkan mantera pemanggil hujan dan akhir nya hujan pun deras dan memadamkan sosok ini yang sebelum nya berubah menjadi api besar." Dendi manggut-manggut mendengar nya dan kemudian ia berkata,
__ADS_1
"syukurlah kita masih diberi keselamatan oleh tuhan pak. setelah ini kita akan kemana lagi?"
"seperti nya kita harus segera keluar dari hutan ini Den. disini tak ada seekor hewan atau mahluk gaib yang akan kita minta keterangan soal tempat ini."
"baiklah pak, kita pergi dari hutan ini. aku sudah tahu jalan keluar nya, ketika aku sedang meraga sukma itu aku melihat didepan sana ada gapura menuju danau besar."
"danau besar? berarti sungai yang kita lewati air nya memang berasal dari sana."
"seperti nya memang begitu Den."
"baiklah pak, ayo kita pergi." lalu Dendi dan pak Alex pun pergi ke arah yang mereka tuju.
Sebelun mereka pergi, mayat sosok setengah banteng itu mereka seret sampai ke jurang dan membuang nya. diperjalanan, mereka mulai mengobrol lagi.
"sebetul nya sepasang suami istri yang badan nya setengah hewan itu apakah mereka terkena kutukan?"
"seperti nya memang begitu Den. tapi kita tak tahu siapa yang mengutuk sepasang suami istri itu."
"benarkah?" Dendi mengangguk dan menjawab nya,
"bukankah sebelum nya perempuan tua berbadan kuda itu menginginkan cincin yang aku pakai ini pak? bukankah ia menyebut juga ingin membalas dendam kepada nyai ratu pantai selatan dengan cincin ini???" pak Alex merenung sejenak dan mengingat-ingat nya.
"seperti nya memang ada benar nya Den. tapi entah bapak tak tahu bagaimana awal nya mereka bisa sampai terkena kutukan." ujar pak Alex dan Dendi pun hanya tak jadi melanjutkan obrolan karena ia melihat ada sesuatu didepan nya.
Perjalanan mereka itu tak mengalami kendala apapun, karena suasana di hutan belantara itu sudah sangat terang tak seperti sebelum nya, gelap dan menyeramkan. mungkin dengan mati nya sepasang sosok manusia setengah hewan itu, energi negatif yang mengelilingi hutan itu sudah menghilang. Dendi yang melihat ada sesuatu yang aneh didepan nya segera berkata,
"lihat disana pak. apakah itu manusia atau mahluk halus???" tanya Dendi dan pak Alex menatap ke arah atas batu.
__ADS_1
Disana ada sesosok berwujud manusia memakai pakaian serba putih sedang bersila diatas batu tersebut. pak Alex lalu menjawab pertanyaan nya pak Dendi tadi,
"seperti nya itu adalah sosok jin yang baik atau manusia berilmu tinggi yang menunggu hutan belantara ini. bapak merasakan ada energi baik dan kuat terpancar dari sosok itu." ujar nya dan Dendi pun lalu mengajak pak Alex untuk mendekati nya.
Sosok tersebut masih duduk bersila membelakangi kedatangan Dendi dan pak Alex. pada saat kedua nya tiba dibelakang sosok itu, terdengar sosok itu berkata.
"syukurlah kalian berdua Selamat Dari Cobaan Maut itu." lalu sosok itu berpaling menghadap ke arah Dendi dan pak Alex dengan tersenyum berwibawa. pak Alex dan Dendi saling tatap karena tak paham maksud dari perkataan sosok yang diperkirakan seorang kakek tua berambut putih dan jenggot serta kumis yang putih juga. badan nya tak terlalu kurus dan ia memakai sorban putih dikepala nya.
Kakek tua itu turun dari batu tersebut dan berdiri dihadapan Dendi dan pak Alex yang menatap nya dengan heran.
"maaf kek kalau boleh tahu, siapa kakek ini?" tanya Dendi dan kakek tua itu bergumam pelan seraya menjawab pertanyaan Dendi.
"kakek adalah seorang pengembara yang pekerjaan nya hanya berjalan dari satu tempat ke tempat lain nya."
"maksud kakek? kakek adalah seorang manusia atau sosok jin islam yang mengembara dialam gaib???" tanya pak Alex penasaran, dan kakek tua itu menjawab nya.
"anggap saja begitu nak." ujar kakek tua itu berwibawa.
"wah sakti sekali kalau begitu kakek ini ya pak." ujar Dendi kepada pak Alex terkagum-kagum dan pak Alex hanya mengangguk saja.
Kakek tua itu pun lalu berkata lagi,
"sebenar nya kedatangan kalian berdua ini sudah kakek nantikan ketika kalian tiba diperkampungan terbengkalai itu. tetapi, disana ada seorang dukun sesat yang menguasai daerah tersebut. jadi kakek tangguhkan niat kakek dan mulai mengawasi kalian dari sana sampai ke tempat ini."
"maksud kakek dukun sesat itu adalah nyai Kalong Asri bukan?" tanya pak Alex dan kakek tua itu mengangguk membenarkan. kemudian kakek itu berkata lagi,
"mari ikut kakek, ada sesuatu yang harus kita bicarakan." lalu kakek tua itu berjalan seperti anak muda biasa nya dan tak limbung atau badan nya terbungkuk-bungkuk. Dendi dan pak Alex tak banyak mengelak dan bertanya, mereka hanya mengikuti langkah kakek itu saja dari belakang.
__ADS_1
...*...
...* *...