
DENGAN Gerakan cepat Nyai Lembah Asmara langsung terjerembab badan nya masuk ke dalam air dan cahaya sinar merah sebesar lidi itu dengan cepat nya menghantam kereta kencana nya beserta semua para prajurit nya yang ada di dekat nya.
Duarrrrrr byuuuurrrrbraasssss....!! suara ledakan bercampur suara benda jatuh ke dalam air dari ketinggian itu pun membuat air danau bergoncang-goncang dan meluap-luap dengan hebat nya. Dendi dan pak Alex terpental mundur hingga terlempar menjauhi danau karena mereka telat menghindar dan akhir nya mereka terkena luapan air dari ledakan tersebut. tetapi kakek tua itu tetap berdiri ditempat nya dengan kaki memasang kuda-kuda kokoh dan tubuh nya sudah tak bungkuk seperti tadi, mirip seperti seorang pemuda yang masih gagah dan perkasa.
Tiba-tiba air mencuat kembali ke atas dengan bersamaan muncul nya Nyai Lembah Asmara.
"bangsaaaaat!! kereta kencana ku hancur...!? sialan kau kakek tua renta!! ku bunuh kau!!" bentak Nyai Lembah Asmara dan ia lalu melesat cepat ke arah kakek tua itu. Dendi dan pak Alex yang sudah bangun dalam keadaan basah kuyup itu melihat kakek tua itu saling beradu ilmu kanuragan.
Terlihat beberapa kali serangan Nyai Lembah Asmara yang terdiri dari pukulan dan tendangan itu selalu ditangkis oleh kakek tua tersebut. kecepatan serangan dari Nyai Lembah Asmara sudah di atas kemampuan rata-rata manusia dan mustahil bagi Dendi dan pak Alex menandingi ilmu kanuragan nya Nyai Lembah Asmara tersebut.
"badan kakek itu sangat lentur sekali pak, gerakan nya seperti seekor belut yang licin. berkali-kali serangan nyai ratu itu selalu dapat di hindari dan ditangkis." ujar Dendi bernada kagum, lalu pak Alex pun berkata menambahkan.
"itulah yang dinamakan silat ajian belut putih, gerakan nya memang lincah dan gesit seperti itu. jarang-jarang ada orang yang bisa menguasai gerakan silat sesempurna seperti itu." ujar pak Alex terkagum-kagum juga.
__ADS_1
Kakek tua itu masih melawan Nyai Lembah Asmara dan perkelahian mereka itu ternyata ada tiga sosok yang mengintip nya dari sebuah dahan pohon yang rindang. tiga sosok itu adalah Santeba, Gandaria dan juga Kodel. mereka awal nya masih dalam perjalanan nya masing-masing dalam mencari keberadaan Noni Diandra. tetapi Kodel yang ditugaskan untuk mencari dua rekan nya itu akhir nya bertemu di jurang tempat mati nya Ki Lembu Ireng.
Suara ledakan yang di menghancurkan kereta kencana milik Nyai Lembah Asmara itulah yang memancing Gandaria dan Santeba untuk memutar balik ke arah air terjun yang di atas nya adalah danau berair bening. diperjalanan mereka kembali itulah mereka bertemu dengan Kodel ditempat mati nya Ki Lembu Ireng. setelah Kodel menceritakan apa yang sebenar nya telah terjadi sebelum ledakan itu, mereka pun segera bergegas cepat ke arah ledakan besar tadi berasal. kini mereka bertiga sedang mengintip di balik pohon besar dan rindang itu. mereka ingin mempelajari kelemahan Nyai Ratu Lembah Asmara beserta ketiga manusia yang sudah mereka sangka salah satu dari ketiga nya adalah orang yang membawa cincin mahkota iblis.
Pada saat itu air danau bening itu bergolak lagi dan munculah para prajurit kerajaan banyu asmara yang jumlah nya ratusan prajurit. para prajurit itu wujud nya seperti manusia pada umum nya, tetapi yang membedakan hanyalah telinga mereka seperti sirip pada ikan. Dendi dan Pak Alex tercengang melihat para prajurit siluman itu bergegas menuju pertarungan Kakek tua dan Nyai Lembah Asmara.
"mati kau kakek tua bangka! hiaaat!" teriak Nyai Lembah Asmara sembari terus menggempur kakek tua itu dengan serangan dan tendangan. kuku-kuku tajam Nyai Lembah Asmara beberapa kali hampir merobek anggota badan kakek tua itu.
"aaaaaaaa bangsaaaat!! serang mereka prajuriiitttt!!' raungan kesakitan dan kemarahan itu berasal dari Nyai Lembah Asmara.
Wajah nya gosong separuh wajah dan wujud nya sudah tak seperti semula, melainkan telah berubah ke wujud asli nya yang setengah ikan dan manusia. kulit nya bersisik dan wajah nya tua dan sangat menyeramkan. Dendi dan Pak Alex semakin tercengang kaget melihat perubahan wujud dari Nyai Lembah Asmara itu. pada saat itu kakek tua yang tadi berada agak jauh dari Dendi dan pak Alex tiba-tiba sudah ada di samping kedua nya.
"jangan melamun! ayo kita lawan semua prajurit siluman itu dan musnahkan si ratu terkutuk itu!"
__ADS_1
"baik kek!" ujar Dendi dan Pak Alex, lalu mereka segera menggunakan pusaka yang mereka punya.
Cincin mahkota iblis yang dipegang kakek itu sudah diberikan kembali kepada Dendi dan Dendi segera menerima nya. para prajurit itu semua nya menyerang ketiga manusia itu dan perbandingan nya sangat jauh sekali. Dendi dan Pak Alex bersama kakek tua itu pun melakukan perlawanan. para prajurit itu semua nya memakai senjata tajam seperti tombak dan pedang panjang. gerakan mereka tak terkontrol dan seringkali membunuh kawan nya sendiri. Dendi dan Pak Alex tak tahu, bahwa kakek tua itu telah menghipnotis semua para prajurit itu untuk tidak melukai mereka dan hanya melukai kawan nya sendiri.
Dendi dan Pak Alex tetap tak tahu akan hal itu dan mereka terus saja membasmi para prajurit yang linglung itu satu persatu. Nyai Lembah Asmara sudah menghilang dari tempat nya terkapar tadi. ketiga sosok yang mengintip Pertarungan Liar itu hanya bisa terbengong-bengong melihat hal yang mustahil itu. prajurit yang jumlah nya ratusan itu perlahan makin banyak yang mati oleh ketiga manusia itu.
Ketiga sosok tadi juga melihat Nyai Lembah Asmara melarikan diri ke dalam air dan seperti nya ia sedang pergi kembali ke dalam istana nya. ternyata memang benar, Nyai Lembah Asmara sedang pergi ke istana nya untuk mengambil obat yang ia racik sendiri. obat itu adalah obat untuk kecantikan wajah nya dan setelah ia tiba diruangan pribadi nya, wajah nya dan memang kembali cantik seperti sedia kala. tetapi bekas gosong di wajah sebelah nya masih nampak membiru legam dan membuat nya semakin murka.
Ia marah di dalam kamar nya itu dan membuat hancur seisi kamar itu.
"brengsek! obat ini tak mempan menawarkan bekas luka ini! biadab! aku harus segera membunuh kakek tua sialan itu dan merebut cincin mahkota iblis yang dipakai nya!" lalu ia segera pergi ke dalam penjawa bawah tanah untuk mengambil Noni Diandra untuk ia jadikan barang pertukaran dengan cincin mahkota iblis.
"hahaha bodoh sekali aku!! mengapa aku tak ingat akan tawanan ku itu!! akan aku ancam mereka dengan cara membunuh wanita itu jika mereka tak mau memberikan cincin itu!" ujar nya dan kini ia sudah masuk ke dalam penjara bawah tanah nya.
__ADS_1