DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
DUA PILIHAN


__ADS_3

KI Yudha Angsana yang melihat meja emas yang penuh dengan bunga-bunga dan sesajen itu mulai berpikir bahwa Nyai Ratu itu memang penyembah berhala. tetapi hal itu segera ia singkirkan karena Nyai Ratu Roro Kidul mampu membaca isi hati dan pikiran nya. Ki Agung Maha Sakti sudah tak aneh melihat hal itu, ia pun tak aneh melihat sebuah patung emas seorang ksatria tangguh itu karena ia tahu bahwa patung emas itu adalah Ayahanda nya Nyai Ratu Roro Kidul.


Pada saat itu Nyai Roro Kidul berkata,


"patung itu adalah patung ayahandaku, beliau sengaja membuat nya agar aku tak merasa kesepian jika aku merindukan nya." Ki Yudha Angsana hanya manggut-manggut saja mendengarnya, kemudian Ki Agung Maha Sakti berkata,


"sudah lama sekali saya tak melihat patung Gusti Raja..." ucapan Ki Agung terhenti karena Nyai Ratu mengangkat tangan nya.


"jangan kau sebutkan lagi nama asli ayahandaku itu Ki Agung, bukankah kalian berdua sudah merasakan nya ketika Ki Agung mengatakan nama itu lalu ada petir menyambar?" Ki Yudha Angsana berkata mengiyakan dan Ki Agung Maha Sakti berkata meminta maaf.


"sudah tak perlu membahas hal itu, sekarang kita berdoa untuk ayahandaku agar ia masih sehat-sehat saja ditempat perasingan nya."


"baik Nyai Ratu." ujar kedua orang tua itu dan mereka pun lalu ikut berdoa dengan Nyai Ratu.


Tak lama muncul Nyai Lanjar yang membawa satu ceruk perak berisi air yang sudah tercampur kembang tujuh rupa. pada saat itu muncul juga Nyai Blorong yang menggiring sosok Noni Diandra dalam keadaan tubuh layak nya manusia biasa, tak samar-samar seperti jin qorin nya. Nyai Kadita dan Ki Yudha Angsana serta Ki Agung Maha Sakti sudah selesai berdoa dan Nyai Ratu langsung menyuruh Nyai Lanjar menaruh ceruk itu dimeja sesajen tersebut.


"taruh ceruk itu di dekat sesajen itu."


"baik Nyai Ratu." lalu Nyai Lanjar menaruh nya diatas meja tersebut.


"Nyai Blorong, bawa anak gadis itu kemari."

__ADS_1


"baik Nyai Ratu." lalu Nyai Blorong membawa sosok Noni Diandra yang kala itu bisa berjalan seperti biasa dan dalam posisi sadar. hanya saja, ia tak bisa berkata-kata karena telah dibuat gagu untuk sementara oleh Nyai Ratu.


Alasan Noni Diandra dibuat gagu karena ia awal nya marah dan berteriak-teriak ingin dilepaskan ketika ia terkurung didalam penjara istana tersebut. maka demi kenyamanan para tahanan lain nya, Noni Diandra dibuat gagu sampai saat itu juga. sorot mata Noni Diandra menatap tajam seakan benci kepada Nyai Ratu dan Nyai Ratu tersenyum seraya berkata,


"tak usah menatap ku anak manis. kau sudah bebas dan maaf jika aku telah membuat suara mu menghilang."


"memang nya kenapa sampai wanita ini dibuat bisu Nyai Ratu?" tanya Ki Yudha Angsana.


"aku sengaja membuat nya begitu, karena awal ia dikurung. ia tak henti-henti nya berteriak ingin dilepaskan. ia selalu menyebut-nyebut nama 'Dendi' agar menyelamat kan nya."


"nama Dendi adalah cucu cicit saya Nyai Ratu." ujar Ki Agung dan Nyai Ratu berkata,


"aku sudah tahu soal itu Ki Agung, wanita inilah yang akan menjadi jodoh cucu cicit mu itu." Ki Agung hanya manggut-manggut saja karena ia sudah tahu akan hal tersebut ketika Dendi awal menyelamatkan Noni Diandra dan mengenal Noni Diandra. karena Ki Agung Maha Sakti adalah Khodam pendamping nya Dendi, maka apapun yang Dendi lakukan pasti Ki Agung Maha Sakti mengetahui nya.


"aku akan mengembalikan jiwa raga dan darah mu yang ada didalam cincin ini ke tubuh asli mu ini. apa kau ingin hidup seperti manusia biasa atau kau ingin menjadi dayang ku diistana ini?" lalu Nyai Ratu menjentikan jari nya dan berkata,


"bicaralah, aku tak bermaksud jahat kepadamu. aku ingin menolong mu dari kutukan cincin mahkota iblis ini."


"ak..ak..ekhem! aku ingin hidup kembali!" tegas Noni Diandra yang suara nya masih serak berkata.


"hmm baiklah, tetapi raga tubuh asli mu akan menua nanti di alam manusia. karena dirimu hidup di beberapa abad yang lalu, mungkin saat ini umur mu sudah hampir lima ratus tahun." semua orang yang mendengarkan ucapan Nyai Ratu menatap kaget ke arah Noni Diandra dan perubahan wajah Noni Diandra saat itu langsung murung dan berkata,

__ADS_1


"jika begitu, lebih baik aku mati saja dari dulu daripada jiwa dan ragaku harus terperangkap didalam cincin itu. Rangga lah yang telah membuat ku begitu dan andai kala itu aku langsung bunuh diri saja, mungkin saat ini diriku tak akan merasakan kepahitan ini."


"untuk apa kau bunuh diri? lebih baik kau menjadi dayang ku disini. kau akan hidup kekal sampai akhir zaman disini."


"tetapi aku tak tega kepada Dendi Nyai Ratu."


"apa yang membuat mu sampai tak tega?"


"aku kasihan kepada Dendi jika ia harus kehilangan ku, rasa-rasa nya ia akan gila jika ia benar-benar kehilangan ku. terus terang saja, perjalanan Dendi dan Pak Alex itu semua nya demi menyelamatkan diriku dari cengkraman orang yang menculik ku dan dari cincin mahkota iblis itu. apa jadi nya jika apa yang pernah di ucapkan oleh Rangga dialam mimpi ku dan dialam mimpi Dendi itu tak menjadi kenyataan Nyai Ratu?"


"memang nya apa yang pernah dikatakan cucuku itu Nona?" tanya Ki Agung beranikan bertanya.


Noni Diandra pun menatap Ki Agung dan menjawab nya,


"Rangga berkata, bahwa aku telah ditakdirkan berjodoh dengan cucu nya yang bernama Dendi itu dan ia pun berkata, bahwa jika cucu nya itu berhasil menghapus kutukan cincin itu. aku akan hidup seperti manusia biasa lagi dan berjodoh dengan Dendi."


"hmm begitu ya, seperti nya itu tak mungkin." ujar Nyai Ratu dan membuat Ki Yudha Angsana penasaran.


"apa ada alasan nya Nyai Ratu?"


"ada, alasan nya karena hukum alam tak bisa disamakan dengan hukum logika. meskipun wanita ini bisa hidup kembali menjadi manusia biasa, tetapi keadaan raga nya sudah tak semuda sekarang. di alam dunia raga wanita ini mungkin sudah tinggal tulang terbungkus kulit saja. berbeda dengan di alam gaib, ilmu awet muda dan umur panjang hanya berlaku dialam gaib saja tak tak berlaku dialam manusia. jika pun aku memberikan ilmu awet muda dan umur panjang kepada wanita ini ketika ia akan kembali ke dunia manusia, hidup nya tak akan lama. mungkin hanya mampu bertahan sampai tujuh hari, raga muda mu ini akan menyusut sampai kau tak bisa bernapas sama sekali." ujar Nyai Ratu menjelaskan nya dan Noni Diandra nampak bimbang harus memilih pilihan yang mana.

__ADS_1


Nyai Ratu dan yang lain nya masih menunggu jawaban dari Noni Diandra yang masih berpikir itu.


"bagaimana nona manis? langkah mana yang kau pilih? apa kau mau tinggal disini menjadi dayang ku dan kau bisa hidup berkeluarga layak nya manusia dialam nya atau kau ingin kembali hidup didunia manusia dan hidup dalam kesenangan sesaat dengan anak muda yang bernama Dendi itu. pikirkanlah secara baik-baik pilihan mu itu, karena tak ada lagi pilihan lain untuk mu selain dua itu saja." ujar Nyai Ratu dan Noni Diandra pun kemudian menatap Ki Yudha Angsana dengan bimbang.


__ADS_2