
MAHKLUK TERKUTUK Yang dulu nya pernah mendapat kutukan entah dari mana itu awal nya segera tersentak kaget dari rasa heran nya. ia merasakan ada serangan berbahaya dari arah belakang nya dan seketika itu juga mahluk itu mengindar ke sampingnya dengan meloncat cepat.
Dendi yang kala itu sedang terduduk setengah kaki pun ikut mengindar juga, karena serangan tadi mengarah kepada nya. ternyata serangan tadi adalah panah emas milik mahluk aneh tadi dan yang melakukan serangan itu adalah pak Alex.
"sial! mengapa dia bisa tahu akan seranganku tadi!?" umpat pak Alex merasa kesal akan kegagalan nya menyerang mahluk tadi.
Rupa nya pak Alex teringat akan anak panah yang semula hampir mengancam nyawa nya dan Dendi. anak panah yang menancap dipohon itulah alasan pak Alex membuat busur panah dari ranting kayu dan tali nya adalah karet gelang yang disambung-sambung. pak Alex mendapatkan karet gelang itu, karena di dalam tas yang ia bawa ada barang-barang untuk keperluan darurat dan salah satu nya adalah karet gelang tersebut.
Mahluk aneh tadi menggeram penuh kemarahan. mata nya menyala merah dan seketika itu juga keluar sinar merah sebesar jeruk melesat ke arah pak Alex. melihat bahaya datang menghampiri nya, pak Alex segera menghindar dengan menggulingkan badan nya ditanah. Dendi segera bangun ketika untuk mencari panah yang sebelum nya ditembakan oleh pak Alex tadi. karena ia tahu, jika pak Alex sedang melawan musuh atau mahluk memakai senjata nya, maka mahluk itu memiliki ilmu kebal dalam tubuh nya.
Mahluk aneh tadi kini menyerang pak Alex dengan ganas dan sesekali ia membentak kasar kepada pak Alex.
"hadapi aku orang tua sialan! berani-berani nya kau membokongku dari belakang!! aku tak suka ada lawan yang menyerang ku dari belakang!!" bentak nya disela mengejar pak Alex. pak Alex yang sebenarnya sudah tak kuat berlari pun segera mengambil senjata andalan nya, yaitu pedang pendek yang ada di dalam tas nya.
Ia segera melempar tas nya dan hal itu ia lakukan agar diri nya lebih leluasa melawan mahluk aneh itu.
"heahhh!!" teriak pak Alex ketika mahluk tadi menerjang nya dengan cepat.
trangg!! suara denting besi beradu terdengar dan membuat pak Alex terpental jauh dari tempat nya berdiri. mahluk aneh tadi pun ikut terpental, karena energi gaib diantara kedua nya saling bertabrakan.
Pak Alex merasakan sekujur tubuh nya kaku sebentar dan setelah itu menjadi biasa lagi. tetapi hidung nya sudah mengeluarkan darah segar dan akhir nya ia terbatuk-batuk memuntahkan darah segar. mahluk aneh tadi pun mengalami hal yang serupa, tetapi tak separah pak Alex yang mengeluarkan darah. tetapi tiba-tiba saja ketika mahluk itu ingin bangun dari terjatuh nya, ia tersentak ke depan dan memuntahkan darah hitam lumayan banyak.
Suara serak terdengar dari mahluk aneh tadi,
"arkhh!! sia..pa ya..ng memboko..ng..ng ku! ughhh!" mahluk aneh tadi pun terkulai lemas dan akhir nya mati juga. ternyata Dendi yang sudah membunuh mahluk aneh tadi dengan anak panah emas milik mahluk aneh tersebut. panah emas itu Dendi tikamkan dipunggung bagian jantung mahluk itu ketika mahluk tadi ingin bangkit dari jatuh nya.
__ADS_1
Dendi menatap sejenak kematian mahluk aneh itu dan setelah dirasa mahluk itu sudah tak bernyawa, Dendi segera pergi mencari pak Alex. pak Alex ditemukan oleh Dendi sedang berada di bawah pohon besar. ia sedang bersandar di akar pohon besar itu dan sesekali meminum air dalam botol. wajah nya nampak pucat sekali dan pak Alex terlihat sangat lemas sekali. Dendi segera mendekati pak Alex dan bertanya,
"apa bapak tak apa-apa!? wajah bapak pucat sekali!"
"tak apa nak bapak hanya sedikit pusing saja." ujar pak Alex, tapi Dendi tak mau percaya ucapan pak Alex.
Ia segera menyalurkan hawa tenaga dalam nya melalui punggung pak Alex dan pada saat itu pak Alex muntah-muntah lagi. kali ini bukan darah merah segar, melainkan darah hitam kental menggumpal yang dimuntahkan pak Alex. Dendi lalu menyuruh pak Alex untuk meminum air yang ia pegang sejak tadi dan perlahan keadaan pak Alex mulai membaik lagi.
Dendi duduk disamping pak Alex yang sedang tertidur, karena Dendi menyuruh pak Alex untuk beristirahat dulu. perjalanan mereka ditangguhkan sementara karena malam sebentar lagi tiba. mayat mahluk aneh tadi Dendi seret dengan sekuat tenaga sampai ke tepi jurang. lalu ia membuang nya ke dalam jurang tersebut dan ia kini mencari kayu bakar untuk menyalakan api unggun nanti malam.
Malam hari telah tiba, Dendi dan pak Alex bermalam di bawah pohon besar yang akar nya menyerupai dinding-dinding setengah meter tinggi nya. akar pohon berbentuk pipih itu mengelilingi seperti pagar dan sangat cocok untuk mereka pakai bermalam di alam liar. pak Alex sudah mulai siuman dan ia melihat cahaya api unggun menyala agak terang didepan nya. pada saat itu Dendi sedang memainkan ponsel nya disamping pak Alex yang masih terbaring.
"jam berapa sekarang Den? apa ini sudah malam?" tanya pak Alex kepada Dendi.
Dendi pun menjawab nya dan ia lalu menyimpan ponsel nya lagi ke dalam tas nya.
"hmm begitu, jadi kita akan tetap bermalam disini nak???"
"memang nya kita mau menginap dimana selain di hutan ini pak???"
"ya semoga saja mahluk tadi mempunyai rumah tempat nya tinggal. ngomong-ngomong, kau kemanakan mayat mahluk tadi?"
"aku membuang nya ke dalam jurang sebelah sana pak."
"hmm baguslah kalau begitu." ujar pak Alex, lalu ia bertanya.
__ADS_1
"apa kau sudah menghubungi kantor pusat Den?"
"aku sudah mencoba nya pak. tetapi di sini tak ada sinyal untuk menghubungi kantor pusat."
"kalau sudah begini, kita harus segera meneruskan perjalanan kita membebaskan Noni Diandra itu, Den."
"ada baik nya besok saja pak." ujar Dendi memperingati dan pak Alex pun tertawa terkekeh-kekeh seraya berkata.
"apa kau masih ingat akan wajah buruk rupa manusia setengah kuda tadi, Den?"
"aku hanya mengingat wajah cantik nya saja pak."
"hehehe, mahluk tadi memang asli nya sudah tua. ia memiliki ilmu awet muda yang dapat meremajakan wajah dan kulit tubuh nya."
"tetapi mengapa perubahan nya sangat jauh sekali dari awal dia muncul pak???" tanya Dendi penasaran.
"seperti nya pengaruh dari cincin mahkota iblis yang kau pakai ini. ketika mata nya menatap cincin ini, seketika itu juga wajah nya langsung berubah dan ia pun merasakan ketakutan juga tadi nya."
"memang benar ada nya sih pak, berarti cincin ini sangat sakti sekali. tetapi mengapa dukun wanita yang sebelum nya pernah kita lawan tak seperti yang di alami mahluk aneh tadi???"
"seperti nya memang muka dukun sesat itu sudah jelek dari awal, maka hal tersebut tak berpengaruh pada nya."
"benar juga ya pak." ujar Dendi dan mereka berdua pun tertawa terkekeh-kekeh mengingat kejadian apa yang sudah terjadi kepada mereka sebelum nya.
...*...
__ADS_1
...* *...