
MEREKA Berdua berpelukan untuk yang terakhir kali nya dan kata perpisahan yang penuh keharuan dari kedua nya itu membuat Nyai Ratu dan orang yang ada didalam ruangan pemujaan itu merasakan keharuan tersebut. kemudian Nyai Ratu mencabut cincin yang ada dijari Noni Diandra dan seketika itu juga tubuh jin qorin Noni Diandra yang bersama Dendi langsung menghilang.
Dendi pun tak kuasa menahan air mata dan akhir nya ia pun menjerit berteriak menyebut nama Noni Diandra seraya menangis.
"Diandraaaaaaa! hixhixhix." teriakan Dendi itu membuat Nini Sanca Weling dan Nyai Ratu Mustika Ayu kaget melihat Dendi yang masih terbaring pingsan itu berteriak. kemudian pak Alex pun ikut berteriak,
"Lastriiiiii! suatu saat kita pasti akan bertemu kembali!!!!!" teriakan Pak Alex tersebut pun mengagetkan Nini Sanca Weling dan Nyai Ratu Mustika Ayu.
Teriakan pak Alex itu sebenar nya terjadi ketika Pak Alex yang bersama mendiang istri nya berada disebuah taman dialam mimpi pak Alex. kala itu mereka mendapatkan suara gaib dari Nyai Ratu Kadita.
"maaf jika aku mengganggu kalian berdua, anak yang bernama Dendi masih butuh bimbingan mu Pak Alex. kau masih hidup dan istri mu akan kembali ke istana ku untuk menjadi dayang ku seperti sebelum nya. jika kau rindu kepada istrimu lagi, datang saja kemari dengan cara meraga sukma bersama anak yang bernama Dendi itu. karena wanita yang ia perjuangkan yang bernama Noni Diandra itu telah menjadi dayangku. sekarang kembalilah ke alam manusia dan aku akan membawa mu bersama anak yang bernama Dendi itu ke tempat dimana Diandra terakhir tinggal." ucapan itulah yang membuat Pak Alex dan mendiang istri nya berpisah.
Ternyata mendiang istri pak Alex telah menjadi dayang nya Nyai Ratu Kadita, pak Alex baru tahu akan hal tersebut ketika Lastri menjelaskan nya kenapa dia bisa sampai menjadi dayang nya Nyai Ratu. Lastri diangkat menjadi dayang nya Nyai Ratu setelah kematian nya yang berada dipantai laut selatan. cerita nya dulu ketika Pak Alex dan istri nya sedang berlibur dipantai laut selatan bersama anak dan keluarga nya. mereka sedang liburan keluarga dan Lastri tetap ingin berlibur ke pantai tersebut. padahal Pak Alex telah melarang nya, tetapi keinginan istri nya tak bisa ia tolak karena Lastri tetap pada pendirian nya. maka pak Alex pun memutuskan untuk berlibur disana. saat itu cuaca dan ombak sangat tenang sekali dan seperti biasa orang-orang yang berlibur pun terlihat sangat senang dan bahagia sekali. pada saat itu Lastri berenang dengan kedua anak nya yang sudah remaja. tiba-tiba cuaca mulai mendung dan angin besar mulai membawa ombak besar dari darat ke laut. ombang pasang itu membuat air dipantai menjadi terombang-ambing dan semua orang yang berenang segera naik ke daratan untuk menyelamatkan diri. namun naas, istri pak Alex hanya berhasil menyelamatkan kedua anak nya. namun diri nya terseret ombak hingga ke tengah lautan dan pak Alex tak bisa menolong karena ditahan oleh para pengunjung karena takut nya pak Alex pun ikut terbawa arus ombak juga.
Setelah para penyelamat pantai datang dan cuaca mulai mereda, Lastri berhasil diselamatkan namun nyawa nya sudah tak tertolong lagi. disanalah Pak Alex kehilangan seorang istri yang sangat ia cintai itu dan baru diketahui bahwa Lastri telah menjadi dayang nya Nyai Ratu dan dayang yang selalu hadir ketika Pak Alex dan Dendi menyelamatkan Noni Diandra itu ternyata adalah Lastri. pak Alex tak mengenali nya karena wajah Lastri sengaja diubah oleh Nyai Ratu agar Pak Alex tidak trauma jika ingat istri nya yang telah tiada itu.
__ADS_1
Kini pak Alex dan Lastri sudah berpisah kembali dan Pak Alex serta Dendi sudah menghilang dari pandangan Nini Sanca Weling dan Nyai Ratu Putri Mustika Ayu. pada saat itu Ki Yudha Angsana telah mengirimkan telepati kepada istri nya untuk jangan kaget melihat dua orang itu menghilang. karena mereka berdua sudah dikembalikan lagi ke alam manusia oleh Nyai Ratu Kadita.
Detektive indigo yaitu Dendi dan pak Alex terlihat terbaring disebuah ruangan yang amat kotor dan berdebu. suara gemericik hujan terdengar sangat jelas ditelinga Dendi dan pak Alex yang masih terbaring tak sadarkan diri. mereka ternyata berada disebuah ruangan dirumah kosong yang dulu nya pernah terjadi ada nya pembunuhan. disanalah Dendi dan Pak Alex menyelidiki pembunuhan tersebut dan kemudian bertemu dengan sosok Noni belanda Cantik yang biasa dipanggil Noni Diandra itu.
Dendi mulai sadar dan jari-jari nya bergerak. begitupun juga dengan pak Alex, jari-jari nya mulai bergerak. Dendi mulai membuka mata dan mengerjap-ngerjapkan mata nya menatap ke atas.
"aku dimana ini!?" ujar batin Dendi dan saat itu terdengar suara pak Alex terbatuk-batuk.
"uhuk-uhuk!"
"pak Alex!? kita ada dimana???" tanya Dendi yang berusaha untuk duduk dari berbaring nya. pak Alex pun mengucek-ngucek mata nya dan menatap Dendi,
"memang nya aku kenapa pak!? apa kita berdua sudah mati???"
"tidak Den, kita berdua masih hidup. kita saat ini sudah kembali ke alam manusia."
__ADS_1
"benarkah!? lalu dimana Noni Diandra?" tanya Dendi dan ia segera menyebut nama Noni Diandra.
"sudahlah Den, tak perlu kau memanggil nya lagi. bukankah kau sudah bertemu dengan Noni Diandra dialam impian mu?" seketika itu juga Dendi pun segera teringat akan pertemuan nya dengan Noni Diandra dialam impian nya. ia lalu menatap tegang ke arah pak Alex dan tiba-tiba menitikan air mata.
Diruangan pemujaan istana laut kidul, terlihat badan Noni Diandra bergetar hebat dan tiba-tiba badan nya mengejang kaku ketika cincin mahkota iblis itu dimasukan ke dalam ceruk perak berisi air dan kembang tujuh rupa. air dalam ceruk itu memerah dan mengepulkan asap pekat berbau anyir darah, lalu Nyai Ratu Kadita membacakan mantera aneh hingga ceruk berisi air dan kembang itu bergolak-golak seperti air mendidih.
Orang yang ada didalam ruangan itu melihat air dalam ceruk itu naik ke atas dan menggumpal, kemudian melesat masuk ke dalam lubang hidung nya Noni Diandra. bunga kembang tujuh rupa pun ikut masuk juga ke dalam tubuh Noni Diandra dan membuat tubuh Noni Diandra bergetar hebat kembali. air dalam ceruk itu semua nya telah kosong dan telah menjadi darah kental yang tadi masuk ke dalam tubuh Noni Diandra.
Mata cincin mahkota iblis yang awal nya berwarna merah kotor itu telah menjadi bening seperti berlian pada umum nya.
"aku sudah selesai menghapus kutukan banyu jiwa itu terhadap gadis ini dan telah mengembalikan jiwa, raga dan darah nya ke dalam tubuh anak ini. sekarang tinggal aku menghancurkan cincin mahkota iblis ini." baru saja Nyai Ratu Kadita mengangkat kembali cincin mahkota iblis yang sudah direndam didalam ceruk itu, ia mendengar suara gaib dan suara itu adalah suara lelaki yang sangat berwibawa.
"anandaku Kadita sayang, bagaimana kabar mu nak?."
"ayahanda!? kabar ku baik ayahanda, lalu bagaimana dengan kabar ayahanda???" ujar Nyai Ratu tegang dan seketika mata nya sembab oleh air mata karena ia sudah sangat rindu kepada ayahanda nya itu.
__ADS_1
...*...
...* *...