
RUMPAK Balung dan Santeba yang sedang melakukan uji coba ramuan khusus itu telah berhasil dilakukan. sosok yang sudah dipakai untuk bahan percobaan itu membuahkan hasil dan sosok yang awal nya mirip siluman kadal, kini berubah menjadi seorang lelaki tampan berperawakan tegap.
Rumpak Balung tertawa terbahak-bahak akan hasil uji coba nya itu dan pada saat itu juga Gundik nya Rumpak Balung berkata,
"coba sekarang aku yang mencoba nya tuan."
"kau yakin ingin mencoba nya Nyai?" tanya Santeba dan perempuan itu mengangguk. Rumpak Balung pun akhir nya menyetujui kemauan gundik nya itu dan kemudian ramuan itu segera di minum oleh perempuan tadi.
Rumpak Balung dan Santeba masih menunggu perubahan yang akan terjadi kepada perempuan itu dan perempuan itu mulai merasakan badan nya bergetar hebat.
"kenapa tubuh ku bergetar?!" ucap perempuan itu dan Rumpak Balung berkata,
"tak usah panik! itu adalah efek samping nya! sekarang kau tiduran saja sana dikamar! biar obat itu berjalan dengan sendiri nya."
"baiklah, tapi antarkan aku. kaki nya bagai kaku tak bisa digerakan." lalu Rumpak Balung pun memanggul gundik nya itu dan membawa nya masuk ke dalam kamar nya.
Santeba yang sejak tadi ada disitu segera diperintahkan Rumpak Balung untuk membawa semua kendil berisi ramuan ajaib itu ke ruangan para tawanan. Santeba pun mematuhi nya dan dengan ilmu yang di miliki nya, hanya dalam sekejap mata semua kendil tersebut sudah berpindah tempat ke dalam ruangan penjara para tawanan.
Santeba Kini menunggu tuan nya itu didalam ruangan para tawanan dan pada saat itu para tawanan sudah menatap ke arah Santeba dan kendil-kendil kecil itu. dari salah satu para tawanan itu, tetap tak ada yang memperdulikan hal itu. sosok itu berada didalam kurungan agak pojok dekat pintu masuk gua itu berada. sosok itu berjenis perempuan cantik dan pakaian nya serba merah jambu. posisi nya sedang duduk bersila dan kedua tangan merapat di dada nya yang lumayan sedang itu. diwajah dekat rahang nya memang terlihat ada bekas memar dan terlihat sudah mulai menipis.
Sosok perempuan muda itulah yang tak lain adalah anak bungsu nya kakek tua yang bernama Ki Yudha Angsana yang pada saat itu sedang menceritakan tentang permasalahan anak nya dan istri nya.
"jadi anak bungsu kakek itu kabur dari istana karena ibu nya tak merestui hubungan cinta nya itu kek?" tanya Dendi dan Kakek tua itu mengangguk, kemudian Noni Diandra yang kini bertanya.
"memang nya alasan nya apa sampai istri kakek tak merestui hubungan anak nya itu???"
"sebenar nya kakek dan istri kakek melarang anak bungsu kakek itu untuk memiliki seorang kekasih dulu sebelum ia menguasai ilmu yang diturunkan oleh ibu nya kepada anak-anak nya."
__ADS_1
"memang nya kakek punya anak berapa???" tanya pak Alex penasaran.
"tak banyak, hanya ada tiga saja. kedua kakak anak bungsu kakek itu kedua nya masing-masing sudah menikah dan mempunyai anak. hanya anak bungsu kakek itu saja yang sedang digembleng untuk menguasai ilmu kakek dan ibu nya. tetapi anak itu bandel dan seringkali membantah perintah orang tua nya sampai diketahui anak bungsu kakek itu memiliki seorang kekasih tanpa sepengetahuan ayah dan ibu nya."
"lalu kakek tahu dari mana anak bungsu kakek memiliki kekasih?"
"kakek punya ilmu yang bisa mengikuti kemana pun kepergian anak bungsu kakek itu dan ketika anak bungsu kakek ditawan oleh seorang Dukun Ceking itu, kakek segera bertindak untuk menyelamatkan nya." Dendi dan pak Alex serta Noni Diandra manggut-manggut mendengar cerita kakek tersebut.
Kemudian Noni Diandra bertanya lagi,
"lalu apa kakek saat ini masih bisa melihat keadaan anak bungsu kakek itu sedang apa???" kakek tua itu menggelengkan kepala nya dan berkata,
"pandangan kakek buram ketika ingin melihat keadaan anak bungsu kakek. seperti nya gua itu sedang ditutup memakai ilmu yang sulit ditembus oleh ilmu penerawangan macam apapun."
"jadi sekarang kita harus bagaimana kek???" tanya Dendi.
"kita sekarang pergi ke gua itu untuk membebaskan anak bungsu kakek itu."
"baiklah, ayo kita bergegas. kemasi barang-barang kita Den." ujar pak Alex dan kemudian Dendi pun segera mengemasi barang detektive yang ada didalam tas nya itu.
Kini mereka segera bergegas pergi menuju kaki gunung merapi yang dari tempat mereka berada posisi nya masih agak jauh. demi mempersingkat waktu, kakek tua itu berkata.
"kalau kita tempuh dengan jalan kaki, pasti akan membutuhkan waktu sehari-semalam untuk sampai. tapi ada cara yang lebih cepat untuk kita sampai."
"bagaimana cara nya kek???" tanya Dendi.
"kalian semua ikuti ucapan kakek." lalu Dendi, pak Alex dan Noni Diandra pun mengikuti ucapan kakek tua itu yang mengandung mantera sihir.
__ADS_1
Kemudian kakek tua itu menyuruh mereka berpegangan tangan dan memejamkan mata nya. setelah itu mereka melakukan tarikan nafas yang di perintahkan untuk merilekan badan dan pada saat itu kake tua itu berkata lagi,
"buka mata kalian, kita sudah sampai." lalu mereka membuka mata dan kini keadaan mereka sudah tiba didalam hutan. posisi mereka sudah berada di kaki gunung merapi dan terlihat ada pintu gua yang tak tertutup.
"itukah pintu masuk ke dalam gua itu?" tanya pak Alex dan Kakek tua itu membenarkan nya. Dendi yang masih heran akan keadaan mereka yang berpindah tempat dengan sangat cepat dan singkat itu bertanya.
"kalau saya boleh tahu, dengan cara apa kakek membawa kita pergi ke tempat ini sesingkat ini???"
"kakek sudah menggunakan ilmu ruang dan waktu yang bisa membawa apa saja ke tempat yg jauh sekalipun. asal tempat tersebut sebelum nya pernah kakek tandai dan lihat di batang pohon ini, ada bekas telapak tangan berwarna hitam dan inilah tanda yang kakek tanamkan memakai ilmu sihir."
"ckckck, hebat sekali kakek ini." ujar Dendi geleng-geleng kepala, kemudian pak Alex bertanya.
"apakah ditempat ini kakek sering memantau pergerakan orang yang ada didalam gua itu."
"betul sekali." ucap kakek itu dan Noni Diandra berkata,
"biasa nya disamping pohon besar itu ada yang menunggu nya, tetapi sosok itu sudah mati ketika melawan ratu duyung itu."
"benarkah?" tanya kakek tua itu dan Noni Diandra mengangguk seraya berkata,
"ketika aku hendak melarikan diri dari istana si ratu siluman itu, aku melihat mayat sosok genderuwo itu terkapar mati bersama rekan nya yang kerdil itu." kakek tua itu manggut-manggut dan bertanya.
"berarti hanya tinggal satu sosok lagi yang menjaga gua itu."
"benar kek, seperti nya sosok buto ijo itu masih hidup dan ada didalam gua itu bersama tuan nya." ucap Noni Diandra.
Kemudian kakek tua itu segera melakukan Rencana Siasat bersama ketiga orang yang ada disamping nya. soal siasat itu masih kakek tua itu pikirkan dan kini mereka berempat sedang merundingkan nya.
__ADS_1
...*...
...* *...