DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
SADULUR PAPAT LIMO PANCER


__ADS_3

SEEKOR Buaya yang tadi menampakan kepala nya dipermukaan air membuat Dendi dan pak Alex semakin penasaran dibuat nya. Dendi yang belum terlalu menguasai ilmu terawang batin itu mencoba mencari tahu apa maksud tujuan buaya itu menampakan kepala nya ke atas permukaan air dan posisi nya menghadap ke arah mereka.


Tetapi pandangan Dendi bagai terhalang selaput bening dan ia segera mengucek-ngucek mata nya. kakek misterius yang menyadari apa yang akan dilakukan oleh Dendi itu pun berkata,


"percuma saja nak, kau tak akan bisa menerawang asal-usul buaya itu."


"kakek tahu darimana???" tanya Dendi kaget kepada kakek tua itu dan pak Alex menatap kakek tua itu dengan curiga.


Kakek misterius itu pun menatap ke arah buaya yang berada ditengah-tengah danau itu seraya berkata,


"ketahuilah nak, bukan nya kakek sombong akan ilmu yang kakek miliki ini. kakek ini bisa membaca isi pikiran dan isi hati mu, jadi kakek tahu apa yang sedang kau lakukan tadi." Dendi semakin tercengang mendengar ucapan kakek itu dan pak Alex pun bertanya,


"sungguh ilmu yang luar biasa, hanya orang-orang yang sudah dekat dengan tuhan yang bisa memiliki ilmu hebat seperti itu." kakek tua itu menatap pak Alex dan Dendi secara bergantian, lalu ia berkata.


"sebenar nya mendapatkan ilmu yang datang nya langsung dari tuhan sang pencipta alam itu tak mudah nak. kakek mendapatkan ilmu ini melalui perantara guru kakek dan guru kakek lah yang berhasil mendapatkan ilmu itu langsung dari tuhan sang pencipta alam." Rehan dan Dendi manggut-manggut mendengar nya.


Rasa penasaran Dendi dan pak Alex kepada kakek misterius itu pun mereka ajukan dengan pertanyaan.


"kalau boleh saya tahu, kakek ini berumur berapa tahun?" tanya Dendi dan kakek itu menjawab nya.


"mungkin baru satu abad lebih." Dendi menatap pak Alex yang sejak tadi memperhatikan buaya ditengah danau itu. lalu Dendi bertanya lagi kepada kakek itu,


"kalau begitu, berarti umur kakek sudah sangat tua sekali."


"sekarang pun kakek sudah terlihat sangat tua dan renta bukan???"


"memang kek, tapi aku masih bisa merasakan fisik kakek ini masih sebaya dengan ku."

__ADS_1


"maksud mu???" tanya kakek itu lagi dan Dendi menjawab nya.


"maksud ku meskipun fisik kakek sudah tua, tetapi jiwa muda kakek masih terlihat seperti ku ini."


"hohoho begitu ya rupa nya. lalu, apa kau percaya bahwa kakek ini adalah manusia berdarah siluman???"


"sangat percaya kek, aku tak kaget akan soal itu karena aku sudah seringkali melihat perkampungan gaib yang dimana seringkali melihat manusia yang tinggal di alam siluman. mungkin mereka manusia berdarah siluman atau..."


"itu sudah jelas berbeda Den..." ujar pak Alex memotong ucapan Dendi dan membuat Dendi mengerutkan dahi nya.


Kakek tua itu masih diam menunggu pak Alex menjawab pertanyaan Dendi tadi.


"maksud pak Alex bagaimana???"


"begini Den, sebenar nya manusia yang berada di alam siluman itu adalah manusia yang sudah meninggal dan sukma nya itulah yang nanti tinggal dialam siluman. sedangkan raga badan nya disemayamkan, ruh atau jiwa orang yang sudah meninggal itu akan di angkat naik ke langit oleh tuhan dan jin Qorin yang mirip manusia itu sendiri yang akan membayang-bayangi keluarga nya dan hidup sampai hari kiamat didunia." lalu kakek misterius itu tersenyum seraya berkata,


Dendi yang belum tahu arti dari sadulur papat limo pancer dalam bahasa jawa itu pun bertanya soal arti nya dan kakek tua itu yang menjelaskan nya karena pak Alex tak mau menjelaskan nya didepan orang tua karena takut ia sok tahu.


"sadulur papat limo pancer itu adalah saudara kandung kita dari semenjak dalam kandungan ibu kita sampai kita berada di alam dunia ini. di dalam diri manusia, ada empat saudara kita yang berwujud gaib dan itu nama nya saudara papat dan limo pancer nya adalah tubuh atau raga kita sendiri."


"oh begitu kek, lalu satu lagi apa kek??? aku menghitung nya baru empat. Ruh, Sukma, Jin Qorin dan Raga. satu lagi apa kek???" Pak Alex pun menatap kakek tua itu lagi karena ia penasaran dengan jawaban dari Dendi itu.


Kakek tua itu lalu menunjukan jari nya ke arah perut Dendi seraya berkata,


"saudara satu lagi ada di bekas lubang pusar mu."


"benarkah kek???" tanya Dendi dan pak Alex berkata,

__ADS_1


"mungkin kakek bisa menjelaskan nya." kakek itu berguman pelan dan berkata,


"pusar adalah salah satu bagian tubuh yang menghubungkan ari-ari atau kulit ari dari ibu kepada bayi nya. tanpa ari-ari, bayi tersebut akan mati karena tak mendapatkan asupan makanan dari sang ibu bayi melalui kulit ari tersebut. kulit air itu memiliki nyawa dan bisa dikatakan kulit ari itu adalah saudara kandung kita sebelum lahir. setelah kelahiran kita di dunia, kulit ari akan dipotong dan kulit ari itu akan mati. jadi ada sisa tiga saudara kandung kita lagi yang masih hidup dan ketiga saudara kandung kita yang gaib itu akan kekal hidup sampai hari kiamat. sedangkan raga kita akan mati dan disemayamkan seperti kulit ari yang telah membantu kita hidup dari dalam kandungan sampai lahir ke dunia dan mati nya kita pun akan sama seperti kulit ari yang sudah dipotong dan dikubur. bagaimana? apa kau paham maksud dari arti sadulur papat limo pancer ini nak???" Dendi menganggukan kepala nya dan memahami apa yang dikatakan kakek tua itu.


Lalu pak Alex pun mulai menyatakan pertanyaan atas rasa penasaran nya itu kepada kakek misterius tersebut.


"maaf sebelum nya jika saya lancang bertanya, sebenarnya awal kakek bisa menjadi manusia berdarah siluman itu bagaimana awal nya??? saya awal nya ingin menerawang masa lalu kakek melalui ilmu terawang batin saya, tetapi saya tak bisa melakukan nya karena ilmu saya masih rendah dan tak bisa menggapai nya. maafkan saya yang bertanya seperti itu kek." ujar pak Alex meminta maaf atas ucapan nya itu.


Dendi hanya bisa diam menunggu kakek itu berbicara, lalu tanpa ditunggu kakek itu pun berbicara menjawab pertanyaan pak Alex barusan.


"kalau kakek ceritakan dari awal bagaimana kakek bisa menjadi manusia berdarah siluman, pasti cerita nya bakal panjang dan tak akan habis dalam sehari. lebih baik kalian berdua terutama pembaca, lebih baik baca karya author yang judul nya Petualangan Alam Gaib atau Cinta Beda Dimensi. disana diceritakan secara lengkap dan detail siapa kakek ini sebenar nya dan mengapa bisa sampai berdarah siluman serta memiliki keluarga dialam siluman." pak Alex dan Dendi yang mendengar ucapan sang kakek pun paham, bahwasan nya cerita kakek misterius yang mengaku bernama Ki Yudha Angsana itu berada di cerita novel yang sudah disebutkan di atas. maka dari itu pembaca diharap mencari cerita nya sendiri disana tentang siapa kakek misterius yang bernama Ki Yudha Angsana itu.


Obrolan mereka pun cukup sampai disitu karena terdengar kakek itu berkata,


"seperti nya buaya itu adalah mata-mata kerajaan siluman yang ada di dasar danau ini."


"seperti nya memang benar kek." ujar pak Alex menimpali dan Dendi bertanya,


"apakah sosok buaya itu sejak tadi tak tahu akan keberadaan kita disini???"


"siapa pun mahluk tak akan ada yang bisa melihat kita di gubuk ini, karena kakek sudah melapisi nya dengan hawa sakti perisai bening. jadi apa yang mereka lihat disini hanyalah pepohonan besar dan rindang saja."


"wah hebat sekali kakek ini. aku jadi ingin sekali berguru kepada kakek." ujar Dendi terkagum-kagum dan membuat pak Alex pun ikut terkagum-kagum juga.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2