DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
HAWA MURNI


__ADS_3

PRABU Murdawira telah sampai ditempat Nyai Lembah Asmara yang terkapar tak berdaya itu. badan nya yang gosong itu perlahan mulai tercium bau hangus daging terbakar. Dendi, pak Alex dan kakek tua itu masih diam menatap Prabu Murdawira yang duduk berlutut dihadapan Nyai Lembah Asmara. air mata sudah menetes sejak tadi di pipi Prabu Murdawira dan tatapan penuh kebencian sesekali ia layangkan ke arah ketiga sukma yang memperhatikan nya itu.


Nyai Lembah Asmara masih ada sisa kesadaran nya, ia tahu suami nya itu ada disamping nya dan pada saat itu Nyai Lembah Asmara usakan bicara walau suara nya kecil dan terbata-bata.


"toloong aku..ka..kang! tolong aku...! sa...sakiiit sekaliiii!" Prabu Murdawira menatap antara ibu dan sesal diwajah nya, ia masih terngiang-ngiang akan ucapan Raden Ambarawa tentang kejelakan istri nya itu.


"Lembah Asmara..., tolong jawab pertanyaan ku jika kau masih ingin hidup lebih lama lagi." ucapan bernada tekanan itu membuat Nyai Lembah Asmara menjawab nya.


"tak..ada.., wak..waktu! aku...sudah lema...s! toloong..! sembuhkan...lah..aku..du.du..lu...ka..kakang!" Prabu Murdawira pun pada saat itu segera melakukan penyembuhan menggunakan inti hawa murni nya terhadap Nyai Lembah Asmara, karena menurut nya jika Nyai Lembah Asmara mati. ia yang rugi sendiri karena ia belum sepenuh nya mempercayai ucapan Raden Ambarawa itu tentang kejelakan istri nya.


Dendi yang melihat hal itu segera bertanya,


"apakah suami nya ratu siluman itu mencoba ingin menyembuhkan nya kek??"


"seperti nya memang benar nak, kakek rasakan energi hawa murni dalam jumlah besar sedang dikerahkan oleh pria itu terhadap istri nya."


"hawa murni?" ujar Dendi yang baru pertama kali mendengar nama ilmu penyembuhan tersebut.


"kau tak tahu hawa murni rupa nya anak muda." lalu kakek itu menatap pak Alex dan bertanya,


"apakah pak Alex ini tahu dengan Hawa Murni?"


"saya tahu pak, tapi saya tak pernah berhasil dalam mempelajari ilmu hawa murni tersebut." lalu Dendi berkata,


"bagaimana mempelajari nya pak? apakah sesusah ketika kita melakukan meraga sukma???"

__ADS_1


"lebih susah mempelajari hawa murni yang ada didalam tubuh kita Den. untuk membuka inti hawa murni tersebut, membutuhkan tempat yang tenang dan ada tatacara nya juga yang menurut bapak sangatlah susah untuk dilakukan." Dendi manggut-manggut mendengar nya dan bertanya,


"seperti apa itu syarat nya pak?"


"kita harus bertelanjang bulat dan harus bisa menahan hawa nafsu kita." ucap kakek tua itu dan pak Alex pun membenarkan nya seraya berkata.


"banyak cobaan dan godaan yang datang silih berganti dari berbagai mahluk halus untuk menggagalkan usaha kita itu. orang itu harus benar-benar mengosongkan pikiran nya dan hanya fokus terhadap olah pernafasan nya." Dendi yang mendengar nya pun menjadi tak jadi untuk berkata bahwa ia ingin mempelajari nya juga.


Obrolan tersebut rupa nya terdengar oleh Prabu Murdawira, padahal jarak mereka lumayan jauh.


"dasar manusia-manusia sampah! mempelajari ilmu hawa murni saja tak becus-becus! tapi heran nya, mengapa ketiga manusia sampah itu bisa membuat istri ku separah ini? ilmu apa yang sebenar nya mereka gunakan!?" ucap batin Prabu Murdawira dan ia masih fokus mengobati istri nya yang seperti nya sudah mulai membaik dan luka gosong ditubuh nya pun perlahan mulai memudar menjadi kulit putih bersih seperti kulit Nyai Lembah Asmara sebelum nya.


Dendi dan pak Alex tercengang ketika melihat perubahan kulit Nyai Lembah Asmara yang gosong itu perlahan hilang. pakaian ratu yang ia kenakan dan ikut gosong pun dengan ajaib nya kembali seperti sedia kala. tetapi Nyai Lembah Asmara masih terbaring lemas dan hanya kulit tubuh nya saja yang perlahan mulai membaik. kakek tua yang sejak tadi memperhatikan penyembuhan tersebut segera berkata,


"astaga benar juga kek!" ujar Dendi baru sadar dan pak Alex pun berkata,


"ayolah kita kembali kalau begitu kek, lalu bagaimana dengan Raden Ambarawa? bukankah dia tadi bertarung dengan suami nya Ratu siluman itu kek?" pada saat itu kakek tua itu memejamkan mata nya dan kemudian berkata,


"Raden Ambarawa telah tewas dalam pertarungan melawan suami nya ratu silumab itu."


"darimana kakek bisa tahu?" tanya Dendi sanksi.


"tahu saja..., sudah lupakan soal itu. Raden Ambarawa sudah berusaha membalaskan dendam nya dan mati dengan ksatria."


"baiklah kek." ujar Dendi dan kemudian Noni Diandra kakek tua itu yang memanggul nya. sukma mereka bertiga bersiap-siap untuk kembali ke dalam tubuh mereka yang berada dialam manusia ditepi danau berair bening itu.

__ADS_1


Ketika ketiga sukma itu pergi, Prabu Murdawira segera berteriak sembari melayangkan serangan tenaga dalam melalui tongkat pusaka nya.


"jangan lari kalian brengsek!! lawan aku!!" wushhh!!" suara sinar berwarna kuning ke emasan sepanjang tongkat pusaka itu melesat ke arah ketiga sukma yang akan pergi itu.


Pada saat itu kakek tua itu segera berkata,


"cepat terbang ke atas dan perintahkan batin kalian agar sukma kalian bisa kembali ke dalam tubuh masing-masing!"


"baik kek!" ujar Dendi dan pak Alex bersamaan dan mereka kini sudah terbang ke atas dan tiba-tiba saja menghilang dari pandangan Prabu Murdawira. serangan nya yang tadi pun tak mengenai sasaran dan menghantam pepohonan besar tak bersalah itu.


jegaaarrrrr!! suara ledakan tersebut berasal dari pohon yang terkena serangan dahsyat dari Prabu Murdawira tadi.


"sialan mereka berhasil kabur!! kalau aku nekat mengejar mereka sekarang, bagaimana dengan istri ku ini jika dia aku tinggalkan!? pasti dia akan mencari ku dan bagiku akan susah untuk menemukan istri ku lagi!!" lalu Prabu Murdawira membatin lagi,


"padahal ilmu istri ku ini sakti-sakti dan mampu membuat para pendekar berilmu tinggi bertekuk lutut dihadapan nya! tetapi mengapa melawan ketiga manusia sampah itu malah ia yang kalah!? apakah ilmu istri ku ini kalah sakti dengan ketiga manusia sampah itu!? hmm seperti nya cincin mahkota iblis itu biang kerok nya! aku harus segera merebut nya nanti setelah istri ku ini tersadar dari pingsan nya!" ucapan batin Prabu Murdawira terhenti dan ia lanjut mengobati sakit istri nya itu.


Di alam manusia dan berada ditepi danau bening, ketiga sukma yang tadi melarikan diri sudah kembali ke dalam raga tubuh mereka masing-masing. Dendi dan pak Alex bagai kehabisan nafas karena sejak tadi mereka beberapa kali nafas nya tersengal-sengal. kecuali kakek tua yang sudah menaruh tubuh Noni Diandra ditepi danau ini, tubuh nya masih segar dan nafas nya pun terlihat biasa saja.


"kakek..hah..hah..,mengapa tak kehabisan nafas...hah..hah..seperti kita???" tanya Dendi penasaran dan kakek tua itu tertawa terkekeh-kekeh sembari menjawab nya dengan candaan.


"karena kakek sakti! hehehehe." kakek tua itu makin terkekeh-kekeh dalam tawa nya melihat Dendi dan pak Alex yang menatap nya dengan sebal.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2