DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
ILMU LORONG BUANA


__ADS_3

"APA Yang sudah terjadi disini Noni???" tanya suara kakek tua yang mengagetkan Noni Diandra. pada saat itu Noni Diandra segera memalingkan badan nya ke arah kakek tua itu dan menjawab nya.


"kakek mengapa ada disini?"


"kakek datang kemari ingin melihat dirimu Noni, sebelum terdengar ledakan dahsyat tadi. kakek melihat dirimu sedang dalam bahaya dan dikepung oleh para raja jin didimensi ini. jadi kakek sempatkan untuk menemui mu disini, karena kakek takut cincin mahkota iblis itu jatuh kepada para jin itu."


"terima kasih atas perhatian nya kek, aku baik-baik saja." ujar Noni Diandra tersenyum dan kini ia terbang melintasi mayat-mayat raja jin yang sudah menjadi arang keropos itu.


Setelah Noni Diandra berada didekat kakek tua itu, Noni Diandra ditanya lagi.


"lalu bagaimana cara nya kau mengalahkan semua para raja jin ini?"


"entahlah kek, aku tak melakukan apa-apa." kakek tua itu menatap heran dan bertanya,


"apakah kau menggunakan kekuatan cincin ini secara tak sadar?"


"seperti nya memang begitu kek, soal nya sebelum para jin ini mencoba menyergap ku. aku berteriak sekuat tenaga karena merasa jijik dan risih terhadap wujud dan rupa mereka yang menjijikan itu." kakek tua itu manggut-manggut seraya berkata,


"jadi kau tak merasakan ada kekuatan besar telah keluar dari cincin yang kau pakai ini???"


"tidak kek. bahkan aku dibuat bingung dengan keadaan alam yang porak poranda seperti ini, ditambah lagi para jin ini mati menjadi arang. sungguh membuat ku bingung, awal nya aku ingin bertanya kepada laki-laki yang mengejarku tadi. tapi dia terlihat gemetar dan ketakutan ketika aku menatap nya kek." ucapan Noni Diandra itu sudah disimpulkan oleh kakek tua itu.


Kakek tua itu bergumam panjang seraya mengusap-usap janggut nya. Noni Diandra lalu bertanya akan gumaman sang kakek itu,


"apa yang kakek gumamkan???"


"hmm kakek hanya bergumam saja, kakek sudah melihat apa yang sudah terjadi kepada mu tadi."

__ADS_1


"bagaimana kakek bisa tahu? bukankah kakek tadi berada di alam manusia bersama Dendi dan pak Alex???"


"memang..., kakek memang berada disana bersama mereka awal nya. kakek saat itu sedang melawan siluman naga peliharaan nya si dukun ceking itu. ketika kakek sedang melawan siluman naga itu, kakek melihat dirimu terdesak dan dalam bahaya didimensi ini. maka kakek putuskan untuk menyusul mu kemari agar..."


"tunggu kek!" ujar Noni Diandra menunda ucapan penjelasan kakek tua itu.


"ada apa Noni???" tanya kakek tua itu heran.


"aku ingin tahu soal ilmu apa yang kakek gunakan untuk melacak ku, bukankah ilmu terawangan tersebut hanya berlaku untuk melihat sesuatu kejadian yang sudah berlalu kek??? tetapi mengapa kakek bisa menerawang keadaan ku secara langsung saat itu juga? ilmu apa yang sebenar nya kakek pergunakan itu???" tanya Noni Diandra bertanya panjang lebar akan rasa heran nya kepada kakek itu. kemudian kakek tua itu pun menjelaskan nya.


"ilmu terawangan memang diperuntukan untuk melihat masa lalu, Noni. tetapi ilmu yang kakek gunakan ini berbeda dengan ilmu teropong gaib atau penerawangan."


"apa kakek bisa menjelaskan tentang ilmu yang kakek miliki itu???"


"tentu saja, ilmu ini bernama 'Ilmu Lorong Buana'. ilmu lorong buana ini kakek dapatkan dari guru kakek pada saat kakek masih muda dulu."


"oh jadi itu nama ilmu nya kek, lalu apakah keistimewaan ilmu tersebut hanya untuk memata-matai kegiatan seseorang saja?"


Kemudian Noni Diandra bertanya lagi soal keheranan nya,


"kalau aku boleh tahu, dengan cara apa anak bungsu kakek itu ditangkap oleh si dukun ceking itu?"


"awal nya Rindani bertarung melawan dukun ceking itu dan pada akhir nya Rindani kalak dengan tipu muslihat nya si dukun ceking itu."


"Rindani itu nama anak bungsu kakek?"


"benar, Noni."

__ADS_1


"lalu tipu muslihat apa yang dilakukan oleh si dukun ceking itu kepada Rindani kek???"


"dukun ceking itu telah merubah wujud nya menjadi seperti kekasih Rindani ketika dukun ceking itu terdesak oleh serangan putri bungsu kakek. hingga pada akhir nya Rindani terjebak akan tipu muslihat nya dukun ceking itu dan kemudian ditangkap." Noni Diandra mengerutkan dahi nya seraya bertanya.


"hebat sekali berarti Rindani itu, lalu mengapa si dukun ceking itu bisa berubah menyerupai kekasih Rindani???"


"karena si dukun ceking itu bisa membaca isi hati dan pikiran orang yang ia temui."


"jadi pada saat itu Rindani kabur dari istana karena ia bertengkar dengan ibu nya gara-gara cinta nya tak direstui oleh ibu nya itu. pada saat bertarung dengan si dukun ceking itu, hati dan pikiran Rindani terngiang-ngiang akan kekasih nya itu? jadi dengan mudah nya si dukun ceking itu merubah wujud nya menyerupai kekasih nya Rindani. begitukah kek???"


"tepat sekali penjelasan mu Noni." ujar kakek tua itu dan kini Noni Diandra berkata,


"baiklah aku sudah paham kalau begitu, sekarang ayo kita kembali ke dimensi manusia kek. pasti Dendi dan pak Alex sudah menunggu kita."


"baiklah ayo cepat, kakek khawatir siluman naga itu menyerang mereka berdua." ujar kakek tua itu dan kini mereka berdua segera berpindah dimensi ke alam manusia.


Pada saat itu Dendi dan pak Alex masih berada dalam persembunyian nya. ia melihat naga siluman itu terbang ke atas puncak gunung merapi yang pada saat itu puncak kawah gunung tersebut mengepulkan asap kelabu sangat pekat sekali. mereka berdua sudah tak melihat naga siluman itu lagi, tetapi tak lama kemudian mereka melihat Santeba berlari dari arah hutan dan masuk ke dalam gua itu.


Area hutan kaki gunung merapi itu nampak menghitam, karena pohon-pohon besar nya yang awal nya terbakar oleh serangan siluman naga itu kini telah padam dengan air hujan yang turun sesudah ledakan aneh tadi terjadi. keadaan disekitaran tempat itu sudah seperti biasa lagi, tak ada angin kencang dan getaran tanah seperti gempa seperti sebelum nya. langit diatas gunung merapi masih sedikit mendung karena tertutup gumpalan awan yang keluar dari dalam kawah gunung merapi.


Santeba tiba dihadapan tuan nya dengan nafas tersengal-sengal. Rumpak Balung menatap nya dengan penuh keheranan, kemudian ia bertanya.


"kenapa lagi kau? apa kau lari dari pertarungan lagi hah!?" bentak Rumpak Balung mulai marah.


"ampuuun tuanku! aku lari bukan karena aku lari dari pertarungan, tetapi aku ingin menyampaikan sesuatu kepada tuan."


"cepat katakan! apa yang ingin kau katakan itu???"

__ADS_1


"ketika aku mengejar perempuan tawanan kita yang dulu lepas itu ke alam dimensi jin, aku dihadang oleh para raja jin penguasa dimensi tersebut." lalu Santeba pun menceritakan apa yang ia lihat ketika ia bernegoisasi dengan para raja jin untuk menangkap Noni Diandra sampai ia melihat hancur lebur nya para raja jin oleh kesaktian cincin mahkota iblis yang dikenakan oleh Noni Diandra itu. Rumpak Balung menggeletukan gigi nya dengan keras dan berkata menggeram.


"cepat atau lambat aku harus segera merebut cincin itu!!" ucap nya menggeram seraya menatap para tawanan yang sebagian nya belum ia cekoki ramuan ajaib nya itu.


__ADS_2