DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
KAKEK MISTERIUS


__ADS_3

KAKEK Tua Misterius yang mengaku bernama Ki Yudha Angsana itu pun segera membangunkan Dendi dan pak Alex melalui panggilan batin nya. Dendi dan pak Alex yang saat itu sedang tertidur pulas nya pun terbangun. mereka berdua mengerjap-ngerjapkan mata kedua nya dan menguap beberapa kali. kakek tua itu tersenyum melihat mereka sembari berkata,


"apakah kaliab belum puas istirahat tidur nya???" Dendi dan pak Alex segera menatap ke arah sumber suara itu berasal.


"eh kakek sejak kapan sudah tiba disini???" tanya Dendi dan pak Alex lalu bertanya juga.


"apakah kakek yang membangunkan tidur kami berdua melalui getaran batin?"


"benar nak, memang kakek yang membangunkan kalian melalui getaran batin." Pak Alex dan Dendi pun manggut-manggut, kemudian kakek tua itu melanjutkan ucapan nya lagi.


"terima kasih kalian sudah mau menunggu kedatangan ku kembali, kakek pikir kalian sudah pergi tanpa menunggu kakek kembali."


"kami bukan orang yang tak tahu terima kasih kek." ujar Dendi dan membuat kakek tua itu terkekeh-kekeh.


Pak Alex yang saat itu masih penasaran terhadap siapa kakek itu sebenar nya pun berkata,


"terima kasih kakek sudah memberi kami pertolongan, apakah kami sudah boleh tahu siapa kakek ini sebenar nya???" Dendi pun menatap kakek tua itu karena ia pun penasaran juga siapa kakek itu sebenar nya. kakek tua itu mengusap-usap jenggot panjang nya itu sembari menjawab nya,


"baiklah kalau begitu, kakek adalah seorang manusia sama seperti kalian. hanya saja kakek berbeda dari kalian."


"beda nya dimana kek???" tanya Dendi penasaran dan kakek tua itu menjawab nya.


"kakek adalah manusia berdarah siluman dan kakek saat ini tinggal di alam siluman bersama keluarga kakek." ucapan tersebut membuat pak Alex dan Dendi saling tatap antara percaya dan tak percaya.


Kakek tua yang mampu membaca isi pikiran dan hati manusia itu pun tersenyum seraya berkata,

__ADS_1


"tak perlu sanksi begitu, kalau kalian tak percaya. kakek nanti ajak kalian pergi ke alam siluman ke tempat kakek tinggal selama ini. tetapi hal itu kita tangguhkan dulu, ada sesuatu yang penting ingin kakek katakan kepada kalian."


"katakan saja kek." ujar pak Alex dan Dendi menambahkan.


"iya kek, kamu akan mendengarkan nya." kakek tua itu tersenyum kepada kedua nya.


Kemudian kakek itu pun berkata,


"sebenarnya kakek datang ke alam manusia ini karena sedang mencari anak bungsu kakek yang kabur dari rumah. getaran batin yang dirasakan kakek ketika mencari keberadaan anak bungsu kakek, getaran nya terasa didaerah sini. hal itu membuat kakek segera mencari keberadaan nya di daerah sini. tetapi kakek tak menemukan petunjuk yang pasti karena ketika kakek sudah tiba disini, pandangan kakek tiba-tiba saja terhalang perisai gaib dan jejak anak bungsu kakek pun tak ditemukan kembali."


"oh jadi begitu cerita nya kek." ujar Dendi lalu pak Alex bertanya,


"lalu apakah sampai sekarang anak bungsu kakek belum juga ditemukan?"


"sudah, tetapi kakek tak bisa membebaskan nya."


"anak bungsu kakek dikurung disebuah gua didalam perut gunung merapi. disana banyak sekali tawanan dari berbagai jenis mahluk dan yang menawan nya adalah seorang laki-laki kurus yang seperti nya adalah dukun sakti penganut ilmu hitam. kakek sudah mencoba menyusup dengan cara meraga sukma kesana, tetapi tetap saja gagal karena ada energi gaib yang tak bisa ditembus oleh kakek."


"lalu setelah kakek gagal, apakah kakek sudah berusaha mencoba nya lagi???" tanya pak Dendi dan kakek itu menjawab nya.


"sudah, ternyata setelah kakek pelajari kelemahan dari perisai gaib itu. hanya jin dan manusia yang bisa masuk dan keluar dari dalam gua tersebut. sedangkan sukma atau ruh, tak bisa menembus perisai itu kecuali jin dan manusia yang sudah kakek katakan barusan."


"begitukah kek? lalu apa kakek tak mencoba nya untuk masuk kesana?" kakek tua itu menggelengkan kepala nya dan berkata,


"kakek awal nya ingin mencoba nya, tetapi tak jadi kakek lakukan. kedatangan kalian berdua bersama jin perempuan yang saat ini sedang ditawan oleh dukun sesat itulah yang membuat kakek ingin meminta bantuan kepada kalian." ucapan sang kakek tadi membuat Dendi dan pak Alex seakan ragu akan permintaan nya tersebut.

__ADS_1


Pak Alex dan Dendi yang ditatap oleh kakek tua itu pun ditanya,


"apakah tujuan kalian berdua sampai sejauh ini hanya karena ingin menyelamatkan jin perempuab itu bukan?"


"darimana kakek tahu!?" tanya Dendi kaget dan kakek itu menjawab nya.


"kakek sudah melihat pertarungan kalian ketika melawan sosok wewe gombel itu dan melihat jin perempuan itu dibawa lari oleh sosok genderuwo. kakek pernah melihat sosok genderuwo dan wewe gombel itu di dalam gua tempat anak bungsu kakek tertawan disana. jadi kakek mempunyai pikiran untuk menolong kalian dan sebagai imbal balik nya, maukah kalian menolong kakek untuk membebaskan anak bungsu kakek???" pertanyaan dari permintaan kakek tersebut membuat Dendi dan pak Alex menyetujui nya karena memang tujuan mereka ingin menyelamatkan Noni Diandra sekalian menyelamatkan anak bungsu nya kakek itu.


Tetapi tiba-tiba saja kakek tua itu mata nya menatap tajam ke arah danau air bening itu seraya berkata.


"apa kalian melihat kepala buaya yang muncul di dalam air itu???" pak Alex dan Dendi segera menatap ke arah yang ditunjuk oleh kakek tua tadi dan berkata bahwa mereka melihat nya.


"itu bukan sekedar buaya biasa, itu buaya jadi-jadian atau siluman. danau berair bening ini banyak sekali siluman, dedemit dan hantu air. tetapi mereka semua nya tunduk kepada penguasa danau ini."


"siapa penguasa danau ini kek???" tanya Dendi penasaran.


"ketika kakek pergi ke tengah danau itu, kakek melihat ada istana kerajaan di dasar danau itu."


"mustahil sekali kek!? mana ada istana di dalam air danau?"


"di alam gaib itu tak aneh Den, di alam manusia itu memang sangat mustahil. tetapi jika itu berada di alam gaib tak ada yang mustahil."


"benar apa yang dikatakan itu, istana itu berada dialam gaib atau siluman. dari sini kita tak akan bisa melihat nya, karena ada perisai gaib yang membuat mata batin kita susah melihat nya."


"pantas tadi saya mencoba menerawang tentang masa lalu danau ini selalu gagal." ujar pak Alex manggut-manggut dan Dendi pun berkata tanya kepada pak Alex.

__ADS_1


"apakah penguasa danau ini adalah salah satu dari ketujuh abdi nya kerajaan kedaton sewu pak Alex???"


"seperti nya memang benar Den, ada sisa empat abdi kerajaan itu yang masih hidup. mungkin salah satu nya adalah penguasa danau bening ini." ucapan pak Alex dan Dendi itu membuat kakek tua itu manggut-manggut memahami jalan pikiran Dendi dan pak Alex. ia sudah membaca isi hati dan pikiran Dendi serta pak Alex tentang cerita kerajaan dan tujuh abdi yang saat ini sudah terpecah belah yang sebelum nya sudah mereka obrolkan itu.


__ADS_2