
GANDARIA Semakin bernapsu terhadap Nyai lembah Asmara dan pedang nya lalu ia jatuhkan dilantai istana tersebut. Gandaria lalu berjalan ke arah Nyai Lembah Asmara dengan seringai napsu tak tertahankan lagi. Nyai Lembah Asmara semakin mengangkangkan pahanya itu kepada Gandaria dan terdengar suara Kodel yang tak jelas bunyi nya.
"ja...ja...ngan.., sa...aa..sad...dar.....darlah..." ujar Kodel terbata-bata dan Gandaria tetap tak mendengar ucapan dari Kodel. setelah dekat, Gandaria segera menyergap tubuh Nyai Lembah Asmara yang terbaring dilantai. tetapi suara teriakan terdengar,
"jangan lakukan itu Gandariaaaaa....!" teriakan tersebut membuat Gandaria segera menatap ke arah Santeba yang berlari ke arah nya. lalu tiba-tiba saja Gandaria mata nya mendelik menatap ke arah Santeba dan pada saat itu darah mengucur banyak dari dada tubuh Gandaria.
Ternyata Nyai Lembah Asmara telah berhasil membunuh Gandaria dengan cara menusuk jantung nya memakai kuku runcing nya itu disaat Gandaria menatap Santeba tadi. Santeba hanya bisa diam tertegun melihat dua rekan nya itu mati dengan posisi yang mengerikan didepan nya. Kodel sudah mati dalam wujud asli nya dan badan nya berwarna biru membusuk dan badan Gandaria pun berubah ke wujud aslinya yaitu genderuwo.
Nyai Lembah Asmara memamerkan senyum kemenangan kepada Santeba yang menatap nya antara benci dan takut.
"majulah jika mau mau bernasib seperti kedua teman mu ini Santeba!"
"brengsek kau Lembah Asmara!! heaaah..!!" teriak Santeba dan ia segera membanting gada besi nya itu dilantai istana tersebut dan terdengar suara keras.
bruaaaggg...!! krakakk...!! lantai itu langsung terbelah dua dan menuju ke arah Nyai Lembah Asmara.
__ADS_1
Tetapi Nyai Lembah Asmara cukup sigap dan gesit, ia seketika itu langsung menghindar ke samping nya dan pada saat itu Santeba segera menyerang nya lagi dengan ilmu tenaga dalam yang keluar dari hentakan telapak tangan kanan nya. sinar merah sebesar bola kasti dengan pinggiran nya memiliki bentuk seperti duri-duri itu melesat cepat ke arah Nyai Lembah Asmara yang baru saja mendaratkan kaki nya dilantai.
Ia kaget ketika serangan tenaga dalam itu sudah sangat dekat dengan tubuh nya, tetapi tiba-tiba saja ada yang mendorong nya ke samping dan suara laki-laki berteriak pun terdengar.
"gunakan ilmu alih benda sayaaaang...!" teriakan tersebut membuat Nyai Lembah Asmara teringat akan ilmu yang sudah jarang ia pakai itu. Ilmu Alih Benda pun dilakukan, tepat setelah sinar tenaga dalam Santeba mengenai tubuh Nyai Lembah Asmara.
duaaarrr...! suara ledakan terjadi dan Santeba sudah mengira bahwa serangan nya itu telah mengenai raga nya Nyai Lembah Asmara.
Tetapi sejurus kemudian, Santeba di buat melongo akan apa yang diharapkan nya itu. ternyata yang hancur itu adalah singgasana ratu yang biasa dipakai oleh Nyai Lembah Istana duduk. lebih heran lagi Santeba setelah ia mendengar suara Nyai Lembah Asmara terdengar di belakang nya.
Rupa nya Nyai Lembah Asmara sudah berpindah ditempat Singgasana yang hancur tadi berada dan ilmu alih benda yang dilakukan oleh Nyai Lembah Asmara telah berhasil dilakukan.
"sialan! bisa-bisa nya ia masih bisa selamat dari serangan maut ku tadi! tapi siapa lelaki muda berwajah tampan itu??? seperti nya aku dulu pernah melihat nya entah dimana!" ujar batin Santeba dan saat itu Nyai Lembah Asmara segera berlari ke arah lelaki tampan yang ia panggil 'Kakang Prabu Murdawira' itu.
Lelaki tampan itu merentangkan tangan nya seakan ia sedang menunggu Nyai Lembah Asmara jatuh dipelukan nya. kesempatan seperti itulah yang diharapkan oleh Santeba untuk menyerang Nyai Lembah Asmara dalam posisi lengah. pusaka gada besi berduri nya itu segera ia lemparkan dengan cepat ke arah Nyai Lembah Asmara yang sebentar lagi sampai dipelukan lelaki muda dan tampan itu.
__ADS_1
"awaaas sayaaaang...!" teriak lelaki muda itu dan membuat Nyai Lembah Asmara segera memeluk lelaki tampan itu hingga terjatuh.
Lagi-lagi serangan Santeba gagal mengenai saran dan gada besi berduri nya itu memutar kembali kepada pemilik nya. ketika Santeba berhasil menangkap senjata pusaka nya itu, ia melihat Nyai Lembah Asmara menindih lelaki muda tampan itu dan mereka saling pagut berciuman.
"sialan! bisa-bisa nya mereka disaat seperti ini malah melakukan perbuatan kotor seperti itu! harus apa aku sekarang!? jika aku nekat melawan mereka berdua, yang ada aku malah mampus. melawan Nyai Lembah Asmara saja aku kewalahan, apalagi yang satu nya lagi??? ah brengsek! lebih baik aku kabur saja untuk melaporkan kematian Kodel dan Gandaria dan melaporkan juga bahwa Nyai Lembah Asmara telah mendapatkan bala bantuan.
Tanpa berpikir panjang lagi, diam-diam Santeba pergi dengan melesat cepat ke arah dinding istana yang jebol itu dan lelaki yang saat itu masih diciumi oleh Nyai Lembah Asmara segera berkata.
"lawan mu melarikan diri sayang."
"biarkan saja sayang, aku lebih baik kehilangan lawan ku daripada kehilangan mu suami ku." ujar Nyai Lembah Asmara dan mereka pun berciuman lagi dengan mesra nya. lalu Nyai Lembah Asmara segera mengajak suami nya ke kamar nya dan mengajak suami nya begituan, karena sudah berabad-abad lama nya ia tak melakukan hubungan badan lagi dengan suami nya.
Lelaki muda dan tampan yang bernama Prabu Murdawira itu ternyata adalah suami nya Nyai Lembah Asmara yang sudah berabad-abad tahun lama nya tak kunjung pulang menjenguk istri nya di istana banyu asmara. suami Nyai Lembah Asmara yang bernama Prabu Murdawira itu sebenar nya adalah salah satu dari tujuh abdi yang berkhianat kepada raja mereka. Nyai Lembah Asmara dari dulu memang sudah tertarik ingin menjalin cinta dengan Prabu Murdawira, tetapi cinta mereka kandas diperjalanan akibat sakit yang diderita oleh Prabu Murdawira.
Sakit nya itu adalah sakit yang ia dapat dari lawan nya yang berasal dari pegunungan tibet. tak ada obat yang mampu mengobati penyakit yang menyerang saraf semua tubuh nya itu, hingga badan nya semakin kurus antara hidup dan mati. tapi sebagai seorang istri, Nyai Lembah Asmara tetap setia terhadap suami nya itu dan terus merawat nya. sampai suatu ketika Nyai Lembah Asmara bersemedi meminta wangsit kepada hyang widi wasa untuk kesembuhan suami nya, ia mendapatkan wangsit petunjuk agar membawa suami nya ka atas puncak gunung himalaya untuk kemudian dikubur hidup-hidup di dalam tumpukan salju puncak gunung himalaya. isi wangsit tersebut juga mengatakan setelah suami Nyai Lembah Asmara dikubur hidup-hidup, maka Nyai Lembah Asmara harus sabar menunggu sampai sakit suami nya sembuh total dan itu perlu membutuhkan waktu berabad-abad tahun lama nya.
__ADS_1
Setelah Nyai Lembah Asmara menerima wangsit tersebut, segeralah hal itu ia bicarakan kepada suami nya dan suami nya menuruti dengan patuh akan ucapan Nyai Lembah Asmara. maka dengan kekuatan ilmu yang dimiliki nya, Nyai Lembah Asmara berhasil membawa suami nya di puncak tertinggi gunung himalaya dan kemudian ia segera mengubur suami nya hidup-hidup tanpa ragu-ragu lagi. setelah ia melakukan hal tersebut, ia segera pergi lagi ke istana nya dan menunggu sampai suami nya datang kembali ke istana nya dalam keadaan sembuh dan sekarang wangsit yang diterima nya dari hyang widi wasa pun benar-benar telah terbukti dengan kembali nya suami Nyai Lembah Asmara ke dalam istana banyu asmara yang kini dalam keadaan hancur sebagian itu.