
NAGA Siluman yang bernama Nogo Saliro itu menyemburkan api besar dari mulut nya ke arah ketiga lawan nya itu. mereka bertiga segera pergi keluar gua dan siluman naga itu mengejar mereka. Rumpak Balung kini tertawa terbahak-bahak seraya berkata,
"hahaha!! selagi mereka dihadang oleh peliharaan ku itu, ada baik nya aku segera melakukan kegiatanku!" lalu Rumpak Balung pun segera cepat-cepat melakukan kegiatan sebelum nya itu.
Salah satu tawanan perempuan yang sejak tadi memperhatikan keadaan pun terdiam ketika melihat ketiga orang yang dikejar naga siluman itu, pada saat itu hati nya membatin.
"siapa mereka bertiga tadi? apakah mereka berniat ingin membebaskan para tawanan ini? lalu seperti nya aku mengenal kakek tua itu, wajah nya mirip ayahku. tetapi kurasa ayahku perawakan nya masih muda dan tak setua itu, apakah itu hanya kemiripan saja???" ucapan hati tak jelas jawaban nya itu masih direnungkan oleh perempuan muda itu.
Naga siluman itu terbang menyerang Dendi dan pak Alex yang berlari ke arah sebuah pohon besar, mereka pergi kesana karena diperintahkan untuk berlindung oleh kakek tua itu.
"kalian bersembunyi saja dibalik pohon itu, biar kakek yang melawan naga siluman ini!" lalu kakek tua itu segera melepaskan pukulan serangan tenaga dalam ke arah naga yang hendak menyerang Dendi dan pak Alex itu.
wushhh!! blubbbb!! brugggg!! serangan tenaga dalam tanpa sinar itu mengenai tubuh siluman naga itu dan akhir nya tubuh siluman naga itu tumbang ke tanah.
"graoooowwwwrr!! hungssh!!" geram naga siluman itu bangkit lagi dari jatuh nya dan kini menatap buas ke arah kakek Yudha Angsana.
__ADS_1
"majulah!! lawanmu adalah aku naga siluman!!"
"grrrroarrwww!! hosssshhh!!" naga itu menyemburkan nafas api nya lagi ke arah kakek tua tersebut.
Dendi dan pak Alex melihat kakek tua itu segera melenting berjungkir balik ke atas untuk menghindari serangan dari naga siluman itu. ketika masih berjumpalitan di udara, siluman naga itu segera terbang menyerang kakek tua itu dan mulut nya menganga lebar seakan ingin memangsa tubuh kakek tua itu.
Dendi dan pak Alex tak tinggal diam, mereka yang sepakat ingin melancarkan serangan tenaga dalam ke arah siluman naga itu menjadi tak jadi karena kakek tua itu tiba-tiba menghilang dan membuat mereka keheranan.
"kemana kakek itu pak???" tanya Dendi.
"entahlah Den. mata batin bapak pun tak melihat kemana menghilang nya kakek itu." ujar pak Alex dan membuat kedua nya keheranan mencari kakek itu kemana pergi nya.
Tapi untung nya pohon tempat Dendi dan pak Alex bersembunyi tak ikut terbakar karena jarak nya agak jauh. naga siluman itu masih penasaran mencari-cari kemana pergi nya kakek tua itu dan tiba-tiba saja ada cahaya sinar berwarna biru seperti petir melesat dari atas langit bersamaan dengan suara guntur menggelegar disiang bolong itu.
glegaaarrrrr!! jegaaaaarr!!
__ADS_1
suara pertama memang suara petir menyambar dan yang kedua adalah suara ledakan yang terdengar agak jauh dari tempat Dendi dan pak Alex berada.
Tanah hutan itu berguncang hebat dan angin besar membuat pohon yang terbakar itu semakin membesar. naga siluman itu pun dibuat bingung dengan keadaan alam yang tiba-tiba gelap itu dan awan mendung mulai menurunkan hujan deras nya pada saat itu. kakek tua yang menghilang tadi ternyata sengaja pergi meninggalkan pertarungan nya dengan siluman naga itu untuk pergi ke alam jin untuk menyelamatkan Noni Diandra. ia merasakan Noni Diandra sedang dikepung oleh para raja jin yang menguasai dimensi tersebut dan yang sangat ia takutkan adalah jika cincin yang Noni Diandra itu jatuh kepada salah satu raja jin itu. maka habislah riwayat mereka untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan Rumpak Balung.
Disamping itu Santeba sedang menatap Noni Diandra yang sedang dikelilingi oleh para raja jin yang jumlah nya ada dua puluh sosok. raja jin tersebut awal nya ingin menyerang Santeba dan Noni Diandra, karena mereka sudah masuk ke dalam wilayah mereka tanpa izin. pada saat itulah Santeba memiliki ide siasat untuk memojokan Noni Diandra dan memperalat para raja jin itu untuk menangkap Noni Diandra yang sukar ditangkap itu dengan iming-iming pusaka sakti cincin yang dikenakan Noni Diandra itu bisa membuat mereka berwajah tampan seperti diri nya. para raja jin yang terpedaya ucapan Santeba itu, pada saat itu lah para raja jin segera menyergap Noni Diandra agar tak kabur lagi. tetapi Noni Diandra yang sudah marah besar karena merasa jijik melihat bentuk rupa para raja jin yang memuakan itu berteriak keras ketika para raja jin itu mendekat akan menyergap nya.
Teriakan Noni Diandra itu mengakibatkan energi tenaga dalam nya tersalur ke dalam cincin mahkota iblis itu dan pada akhir nya terdengar suara petir dan ledakan dahsyat yang tadi dirasakan oleh Dendi dan pak Alex. semua itu berasal dari kekuatan cincin mahkota iblis yang telah mengeluarkan kekuatan dahsyat nya melalui Noni Diandra. Santeba yang melihat kejadian tak disangka nya itu membuat kaki nya lemas dan jatuh terduduk. ia melihat jelas ada cahaya petir berwarna biru menyambar tubuh Noni Diandra dan membuat para raja jin yang menyergap Noni Diandra seketika itu juga mati hangus menjadi arang semua nya.
Tetapi aneh nya badan Noni Diandra tak ikut hancur ataupun menjadi arang keropos seperti para raja jin yang ingin menangkap nya. badan Noni Diandra masih utuh seperti sebelum nya dan kini ia menatap heran ke arah sekeliling nya setelah ia tersadar dari teriakan nya itu.
"mengapa semua jin ini mati keropos seperti arang? padahal aku tadi hanya berteriak marah dan jijik melihat rupa mereka itu!? padalah aku belum sama sekali menyerang menggunakan cincin ini! apa yang sebenar nya terjadi tadi dan mengapa aku tak mengingat nya???." ucap nya bingung dan seperti nya ia tak merasakan dan mendengar suara guntur menggelegar dan suara ledakan dahsyat itu. padahal jarak nya sangat dekat sekali dengan diri nya dan keanehan tersebut membuat Noni Diandra melayangkan pandangan nya ke arah Santeba yang ingin melarikan diri.
Terlihat badan Santeba bergetar ketakutan melihat Noni Diandra menatap nya. Noni Diandra masih berdiri menatap Santeba yang buru-buru kabur ketika Noni Diandra menatap nya seperti itu. pada saat itu kakek Yudha Angsana sudah sampai di dimensi tersebut dan tertegun menatap mayat-mayat berbadan besar sudah menjadi arang keropos mengelilingi Noni Diandra yang pada saat itu Noni Diandra membelakangi kakek tua itu dan posisi nya sedang menatap Santeba dengan heran. Santeba terperanjat menatap kakek Yudha Angsana yang ada dibelakang Noni Diandra,
"gawat kalau begini! bisa mati hancur aku oleh mereka berdua! aku harus segera melapor kepada tuan tentang kedahsyatan cincin mahkota iblis itu!" pada saat membatin begitu Santeba buru-buru melarikan diri dengan cara menghilang berpindah dimensi dan hal itu membuat Noni Diandra tersentak kaget ketika mendengar suara kakek tua dibelakang nya.
__ADS_1
...*...
...* *...