DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
KUTUKAN BANYU JIWA SIRNA


__ADS_3

DENDI Kemudian mendengar ucapan dari penjelasan Noni Diandra tentang dua pilihan yang telah dianjurkan oleh Nyai Ratu Roro Kidul atau Nyai Ratu Kadita itu.


"Nyai Ratu mengatakan, raga tubuh ku mustahil akan semuda sekarang jika aku kembali ke alam manusia. hukum alam gaib dan hukum alam manusia berbeda, tubuh ku dialam gaib ini saat ini masih awet muda. tetapi jika aku kembali hidup ke alam dunia, raga tubuh ku yang awet muda ini akan menyusut menyesuaikan dengan umur asli ku dialam dunia yang hampir mencapai lima ratus tahun."


"apa!? bukankah kakek Rangga yang berkata bahwa jika aku berhasil menghapus kutukan banyu jiwa itu kau akan hidup lagi di alam dunia ini dan kau adalah jodohku???" ucap Dendi bertanya dengan tegang.


"aku pun percaya dengan ucapan Rangga, tetapi ternyata dibantah dengan fakta dari ucapan Nyai Ratu Kadita sang pemilik asli cincin mahkota iblis itu! beliau berkata karena perkataan Rangga itu hanya didasari kepercayaan nya saja akan pengaruh negatif dari cincin mahkota iblis yang membuat nya meyakini hal itu. padahal Nyai Ratu berkata itu sangat mustahil terjadi, walaupun kemungkinan kecil bisa terjadi. seperti yang telah aku ceritakan kepada mu soal raga ku yang tak akan bertahan lama hidup didunia manusia lagi itu." Dendi tak terlalu memahami ucapan Noni Diandra itu, kemudian ia bertanya lagi.


"coba jelaskan sayang, aku kurang memahami alasan nya itu dengan jelas."


"baiklah. Nyai Ratu bilang, alasan nya karena hukum alam tak bisa disamakan dengan hukum logika. meskipun aku ini bisa hidup kembali menjadi manusia biasa, tetapi keadaan raga ku akan menua dan tak akan semuda sekarang. kata Nyai Ratu, di alam dunia raga ku ini mungkin sudah tinggal tulang terbungkus kulit saja. berbeda dengan di alam gaib, aku bisa hidup semuda ini dan berumur panjang karena keadaan kehidupan di alam gaib berbeda masa dengan di alam manusia. aku sempat memaksa ingin hidup kembali ke dunia, tetapi resiko nya sangat besar dan mengancam nyawa ku. bisa saja Nyai Ratu memberikan ilmu awet muda dan umur panjang kepada ku. tetapi kata nya itu tak akan berlangsung lama, hanya sekitar tujuh hari saja ilmu tersebut akan hilang dan raga ku akan menyusut sampai menjadi tengkorak dan sudah pasti aku akan mati. itu yang dikatakan Nyai Ratu kepadaku, aku bingung ketika ia memberikan dua pilihan itu kepadaku.


"lalu apa satu pilihan lagi yang diajukan Nyai Ratu???"


"beliau menyarankan ku untuk menjadi dayang nya saja di istana laut kidul dan wujud ku akan tetap seperti ini dan semuda ini sampai akhir zaman." Dendi yang mendengarkan nya pun terdiam menatap wajah Noni Diandra lekat-lekat.


Noni Diandra pun menatap Dendi juga dan bertanya,


"lalu apa yang harus kita pilih diantara dua pilihan itu sayang? aku bingung harus memilih nya atau menolak nya."


"jika kau menolak nya sama saja kau akan menjadi hantu gentayangan seperti sebelum nya bukan?" ujar Dendi.

__ADS_1


"benar juga, lalu aku harus memilih yang mana? jika aku memilih untuk hidup lagi, aku bisa hidup senang bersama mu. tetapi kesenangan kita tak akan berlangsung lama dan itu akan membuat mu terpukul kesedihan karena ku."


"aku sarankan kau menjadi dayang nya Nyai Ratu saja Noni,..." seketika itu juga Noni Diandra menatap Dendi,


"apakah itu harus? lalu bagaimana dengan kisah cinta kita sayang? jujur aku sangat cinta dan sayang kepada mu dan aku berharap kita bisa hidup bahagia."


"tetapi untuk apa kebahagian itu jika hanya sementara? aku pun sangat sayang dan cinta kepada mu, tetapi apa yang harus kita perjuangkan lagi jika apa yang kita dambakan itu pupus ditengah-tengaj jalan?" seketika itu juga Noni Diandra menitikan air mata nya dan mata Dendi pun sudah sembab oleh air mata.


"apakah kau menyuruh ku untuk menjadi dayang nya Nyai Ratu daripada harus menjadikan ku pendamping mu?"


"aku menyuruh mu begitu karena demi kebahagian mu sayang. aku tak bisa memaksakan kehendak takdir yang sudah seharus nya terjadi begini."


"Noni Diandra..., aku hargai alasan mu itu. tetapi pikirkan dulu akan dirimu, apa kau akan selama nya hidup menjadi hantu gentayangan seperti ini? sedangkan aku adalah manusia biasa yang suatu saat pasti akan menikah dan memiliki keturunan, sedangkan dirimu? kau dan aku tak bisa menikah karena kita sudah beda alam. maka aku menyarankan mu untuk menjadi dayang nya Nyai Ratu saja karena hidup mu disana dijamin dan sudah pasti kau bisa menikah dan memiliki keturunan juga. apa tindakan ku ini salah? aku berkata begini demi kebahagiaan mu juga sayang." ucapan Dendi itu membuat Noni Diandra pun menundukan kepala nya seraya berkata,


"baiklah jika itu keputusan mu, aku tak akan ragu lagi untuk memilih dua pilihan yang dianjurkan oleh Nyai Ratu. akan tetapi, apakah kita masih bisa bertemu lagi???"


"aku harap kita masih tetap bisa bertemu sayang, selagi mata batin ku masih terbuka. aku pasti bisa melihat mu jika kau mendapat izin dari Nyai Ratu untuk menemui ku, temuilah aku dirumah ku atau aku yang nanti akan menemui mu."


"baiklah kalau begitu sayang, terima kasih kau sudah banyak berkorban dalam menyelamatkan ku."


"sama-sama sayang, aku pun berterima kasih banyak akan pengorbanan mu juga terhadap ku." lalu Noni Diandra pun memeluk Dendi dengan erat dan Dendi pun memeluk nya juga dengan erat.

__ADS_1


Pada saat itu terdengar suara gaib Nyai Ratu Roro Kidul kepada mereka,


"maaf jika aku menganggu masa keharuan kalian berdua, aku adalah Nyai Kadita penguasa laut pantai selatan. aku disini ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian berdua." suara gaib itu membuat Noni Diandra dan Dendi saling mencari dimana suara itu berasal.


Didalam ruang pemujaan istana laut kidul, Noni Diandra masih terbaring di atas meja kaca itu dan didepan nya ada Nyai Ratu Kadita yang menatap ke arah ceruk berisi air dan bunga kembang tujuh rupa. di genangan air itu, nampak membayang Noni Diandra dan Dendi dalam posisi berpelukan dan semua yang telah dibicarakan oleh mereka berdua didengar oleh Nyai Ratu Kadita dan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.


Nyai Ratu Kadita lalu berkata menyampaikan ucapan nya lagi,


"aku kagum akan pengorbanan cinta mu dalam menyelamatkan wanita muda itu, nak Dendi. semua yang kalian katakan aku telah mendengar nya dan akan mengangkat Diandra menjadi dayang ku. apa kau keberatan nak Dendi???" Dendi pun menatap wajah Noni Diandra dan Noni Diandra berkata,


"bulatkan hati mu sayang, aku sudah pasrah akan keputusan mu itu."


"baiklah." ujar Dendi dan kemudian ia berkata,


"saya tak keberatan Nyai Ratu, semua keputusan saya dan Noni Diandra itu sudah kami setujui bersama."


"baguslah jika begitu, aku harap diantara kalian tak ada yang merasa kehilangan. lalu, apakah kalian masih ingin berbincang soal perasaan diri kalian masing-masing lagi? waktu kalian tak bisa lama lagi." Noni Diandra menatap Dendi dan Dendi pun mengangguk seraya berkata,


"kami sudah selesai Nyai Ratu, terima kasih sudah menolong kesulitan kami berdua."


"terima kasih kembali, baiklah kalau begitu aku akan segera mencabut kutukan banyu jiwa wanita itu yang ada didalam cincin mahkota iblis itu. sudah saat nya kalian mengucapkan kata perpisahan." ujar Nyai Ratu dan Noni Diandra pun menitikan air mata nya lagi dan begitu pun juga dengan Dendi.

__ADS_1


__ADS_2