DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
NONI DIANDRA TERBEBAS


__ADS_3

SEBENAR Nya wanita itu adalah manusia biasa yang hilang diculik oleh sosok genderuwo ketika ia sedang pergi ke ladang kebun nya. kala itu, waktu sore hari menjelang magrib akan tiba dan perempuan yang diperkirakan janda tak memiliki anak itu tak bisa pulang karena hujan deras. saat itu, Gandaria diperintahkan oleh tuan nya untuk menculik seorang perempuan muda untuk dijadikan budak napsu nya.


Tugas tersebut segera dilakoni oleh Gandaria dan disaat itulah ia menemukan wanita itu disana. dengan merubah wujud menjadi lelaki tampan, Gandaria mencoba mendekati wanita itu dan berpura-pura bahwa diri nya pun terjerat hujan dikebun. wanita itu tertarik akan ketampanan lelaki itu dan akhir nya ia jatuh cinta. ketika mereka sedang mengobrol membahas kenikmatan hubungan suami istri, tiba-tiba saja wanita itu pingsan dan segera di panggul untuk diculik.


Wanita itu pingsan karena sudah dihipnotis oleh sosok lelaki tampan yang tak lain adalah Gandaria itu. karena disaat mereka berciuman dan saling meraba, Gandaria mendengar suara teriakan dari kejauhan memanggil nama seseorang dan Gandaria sadar bahwa wanita itu sedang dicari oleh orang-orang. pada saat itulah wanita tersebut dijadikan budak napsu nya oleh tuan mereka yang belum jelas siapa nama nya.


Kodel masih memperhatikan tuan nya itu menggagahi wanita itu dengan mata membelalak lebar. ia seperti nya terangsang melihat pemandangan panas didepan nya itu. Kodel segera buru-buru keluar dari ruangan itu karena ia sudah tak kuat lagi melihat pemandangan tersebut. setelah ia keluar dan berada di dalam ruangan penjara, terbersit dipikiran nya untuk mengambil salah satu tawanan untuk ia pakai menyalurkan hasrat nya.


"sialan! kalau sudah begini aku harus menyalurkan nya lewat mana!?" ujar Kodel gemas sembari memegang barang kelakian nya.


Lalu ia menatap ke arah sangkar-sangkar penjara itu dan kemudian mendekati nya.


"sebenar nya untuk apa sih tuan mengurung jin, siluman, dedemit, setan dan arwah manusia disini? daripada tak dimanfaatkan, lebih baik aku ambil satu untuk aku jadikan budak napsu ku. hehehe, pemikiran yang bagus Kodel!" ujar nya dalam hati dan wajah nya cengengesan penuh napsu.


Ia mengelilingi penjara sangkar itu satu persatu ia lihat apa saja yang dikurung di dalam nya.


"hai manis. mengapa kau menunduk begitu? apa kamu sedang sedih?" tanya Kodel kepada sosok perempuan berambut acak-acakan. wajah sosok itu lalu menatap Kodel dengan tajam dan Kodel tersentak ke belakang karena kaget.

__ADS_1


"setan sialan! cuih!" ujar Kodel meludah karena ia mual melihat wajah perempuan berjenis kuntilanak itu hancur bercampur nanah.


Kodel segera pergi mencari tawanan yang menurut nya layak diajak bercinta. ia hanya mencari tawanan wanita saja dan tak pedulu itu sosok jin atau dedemit. tawanan lelaki selalu ia lewati dan tak mau mendekati nya karena para tawanan lelaki itu sangar-sangar wajah nya. ia terus mencari dan menurut nya tak ada yang sesuai dengan selera nya. padahal disana ada mahluk sebangsa nya, yaitu tuyul berjenis kelamin perempuan. ia terus mencari dari puluhan tawanan itu tak ada satu pun yang cocok menurut nya.


Ia pun kelelahan juga akhir nya dan napsu nya juga sudah menghilang karena sejak tadi ia hanya bolak-balik saja diruangan itu.


"aneh sekali! mengapa aku sejak tadi tak menemukan pasangan yang cocok!? apakah aku sudah tak doyan wanita lagi!?" pikir nya ketika ia duduk di kursi batu tempat diri nya istirahat. pada saat ia merenung itu, terpikir dalam benak nya tentang tawanan jin qorin wanita cantik dan ia segera tersenyum sumringah.


"hehehe! bukankah seingatku ada perempuan cantik berjenis jin qorin itu!? seperti nya aku sangat bernapsu jika ia yang menjadi pasangan cinta ku!" Kodel segera bergegas menuju tempat Noni Diandra berada.


"hehehe, untung aku masih punya ilmu pagar gaib. jadi aku bisa menembus pagar gaib tahanan ini." ujar Kodel karena ia tahu, hanya Noni Diandra saja yang ditahan khusus memakai pagar gaib buatan tuan nya.


Tiba ditempat Noni Diandra dikurung, Kodel menjulurkan lidah nya karena ia tergoda kecantikan dan kemolekan tubuh Noni Diandra. saat itu, Noni Diandra dalam posisi tidur terlentang dan Kodel segera beraksi membuka kunci penjara mantera itu. kunci nya tak seperti cara membuka pintu rumah, tetapi memakai sandi bahasa jin yang harus dipecahkan oleh orang yang paham bahasa tersebut.


Kodel mencoba berusaha mengartikan bahasa jin itu dan perlahan-lahan ia memahami tulisan yang menempel dipintu penjara itu dan menyebutkan nya.


"Wangsa Ingsun Kaula Nun Gusti Rajio Jin Gunung Purba Cakra Dunya Ing Sakarep Kaula Bukane Panto Panjara Ieu." cklik, terdengar suara pintu besi tembaga itu terbuka dan membuat para tawanan lain nya menatap ke arah Kodel berada.

__ADS_1


Ia tak memikirkan para tawanan lain nya memperhatikan nya dan ribut akan suara nya, karena penjara sanggar mantera itu anti suara bising dan dapat meredam suara orang yang terkurung didalam nya. Kodel segera membuka pintu itu pelan-pelan dan kemudian ia segera masuk untuk mengambil badan Noni Diandra. tetapi hal yang tak terduga terjadi, Kodel tak siaga dan telah lalai. ia terkena tamparan keras dari Noni Diandra ketika Kodel meremas buah dada Noni Diandra.


Tamparan keras itu membuat kodel terpental menabrak dinding penjara dan Noni Diandra segera keluar dari penjara itu.


"terima kasih kau sudah membebaskan ku bocah gundul!" ujar Noni Diandra dan ia segera menutup pintu penjara itu. Kodel kaget diri nya berada didalam sangkar penjara itu dan tawanan yang ia incar itu sudah pergi melarikan diri ke arah pintu keluar gua.


"brengsek! mengapa hal ini tak terpikirkan oleh ku sebelum nya!? mampus aku kalau begini!" ujar Kodel dan ia segera membuka pintu penjara itu.


"waduh! mengapa pintu nya tak bisa terbuka!? sialan! aku baru sadar bahwa pintu penjara ini tak bisa dibuka dari dalam!" ujar nya mulai panik dan ia segera berteriak meminta tolong.


"toloooong saya tuaaaan! tolooooong sayaaaa...!" teriak Kodel didalam sangkar penjara itu dan membuat para tahanan masing-masing menertawakan nya kebodohan Kodel.


Noni Diandra segera kabur dengan melayang cepat di udara dan kini ia sudah Terbebas dari belenggu penjara sangkar itu. Noni Diandra sudah tiba di pintu gua dan ia melihat Gandaria masih tertidur dibawah pohon besar dan rindang itu. tak perlu berpikir lama lagi, Noni Diandra segera melesat keluar dan pergi menuju hutan belantara di bawah gua tersebut, karena gua tersebut berada di atas lereng gunung yang dibawah nya adalah hutan belantara.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2