DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
PANGERAN YUDHA ANGSANA


__ADS_3

ANGIN besar mulai berhembus kencang disekitaran tempat pertarungan Dendi dan Nyai Lembah Asmara. Nyai Lembah Asmara masih menari-nari seperti tarian jaipong dengan gerakan yang amat gemulai. tak lupa ia memakai pusaka selendang binal nya yang selama ini ia ikat dipinggang nya. pakaian kebesaran ratu nya telah tersingkap dengan sendiri nya dan Nyai Lembah Asmara terlihat sedang memamerkan belahan dada nya yang sekal itu kepada Dendi. setelah pakaian kebesaran ratu nya ia tanggalkan, Nyai Lembah Asmara mulai menyurutkan Tarian Pembuka Aura Asmara nya itu, dan pandangan mata nya menatap nakal ke arah Dendi yang masih pada posisi berdiri memasang kuda-kuda kokoh.


Ki Yudha Angsana segera mengajak putri nya untuk berlindung dibalik sebuah pohon besar dan kini mereka pun bersembunyi dibalik pohon besar itu. Nyai Lembah Asmara dan Dendi tak menyadari akan ada nya Ki Yudha Angsana dan Rindani yang bersembunyi, karena kesaktian yang dimiliki ki Yudha Angsana telah membuat raga kedua nya bagai menghilang secara gaib dan tak ada yang mampu melihat nya kecuali mereka berdua. pada saat itu terdengar Nyai Lembah Asmara berkata dengan nada mesra penuh godaan rayuan cumbuan mesra.


"jangan kau tahan Agung sayangku...., semakin kau tahan hawa nafsu birahi mu itu..., semakin lemah kekuatan batin mu untuk melawan ilmu ajian rawa asmara ku ini." badan Dendi pun semakin bergetar tatkala Nyai Lembah Asmara berjalan mendekati nya.


Nyai Lembah Asmara hanya mengenakan kain penutup buah dada nya dan penutup **** ********** nya saja. ia telah menanggalkan nya ketika ia selesai merayu Dendi dengan ucapan godaan nya itu dan pusaka selendang binal nya pun ia jatuhkan didekat pakaian kebesaran ratu nya. Ki Yudha Angsana mulai khawatir terhadap Nyai Lembah Asmara yang berjalan kian mendekati Dendi. ia mengkhawatirkan akan raga Dendi yang mengenakan cincin mahkota iblis itu dihancurkan oleh serangan mematikan nya Nyai Lembah Asmara.


Dendi masih tetap tak bisa menggerakan badan nya sama sekali, ia bagai seperti patung dan badan nya terus bergetar hebat. Ki Yudha Angsana mulai curiga dengan apa yang sedang terjadi terhadap Dendi. ia buru-buru memejamkan mata nya dan seketika itu juga ia tersentak kaget.


"gawat! raga anak muda itu ada yang menahan nya memakai kekuatan totokan batin! seperti nya ada orang lain yang ikut campur dalam pertarungan mereka!" seketika itu juga Rindani menatap ayah nya dengan heran.


"ayah bicara apa???"


"jaga kedua orang ini nak, ayah akan membantu anak muda itu!"


"baik ayah!" ujar Rindani menurut dan tak mau banyak bertanya lagi.

__ADS_1


Pada saat itu Nyai Lembah Asmara sedang berusaha mendobrak pertahanan perisai gaib yang melindungi tubuh Dendi. ia berdiri sekitar tiga tombak dari Dendi berdiri dan merenggangkan paha nya, nampak gumpalan daging terbelah yang bisa membuat mata laki-laki dibuai napsu.


"lihatlah belahan paha ku ini, agung sayang! apa kau tak mau mencicipi nya???" ucap Nyai Lembah Asmara mulai tersenyum nakal penuh kemenangan melihat tubuh Dendi mulai dibasahi dengan keringat. pada saat itu bibir Dendi bergetar seraya berkata kasar,


"biadab kau Lembah Asmara! rupa nya kau tak sendirian!"


"hahahaha! sudah aku katakan dari awal, bahwa Mandulangi pasti akan turun tangan jika tempat perasingan nya terganggu! terlebih kau adalah musuh yang selama ini ia dendamkan dalam hidup nya!" bentak Nyai Lembah Asmara dan ia segera mengayunkan tangan nya ke samping seperti ingin melempar sesuatu.


"tak ada waktu lagi untuk main-main, aku harus segera merebut cincin itu! rasakan ini, jurus buang sial! heaah!!"


wushhhh!!


Ledakan keras kali ini membuat pohon-pohon besar ditempat itu meliuk-liuk dipermainkan angin kencang dari ledakan tersebut. Ki Yudha Angsana tak jadi bertindak untuk menghalau serangan Nyai Lembah Asmara itu dikarenakan tangan putri nya menahan lengan ayah nya dan membuat Ki Yudha Angsana membatalkan niat nya.


Serangan Nyai Lembah Asmara tadi ternyata mampu membuat pertahanan Dendi lemah. Dendi terpental mundur dan terhuyung-huyung hampir jatuh terbanting. pakaian yang dikenakan Dendi robek-robek dibeberapa sisi dan membuat nya memuntahkan darah segar.


"hahaha! jangan merasa sok kuat dan angkuh maka nya kau tua bangka! lihatlah betapa menyedihkan nya dirimu saat ini karena aku telah menemukan kelemahan mu itu berkat Kakang Mandulangi! heaah!" Nyai Lembah Asmara segera menghentakan lengan kanan terbuka ke arah Dendi yang saat itu jatuh berlutut memuntahkan darah lagi.

__ADS_1


Melihat Dendi dalam bahaya, secepat kilat Ki Yudha Angsana segera melesat menarik tubuh Dendi untuk menghindar dan serangan tenaga dalam tanpa sinar itu pun melesat ke seberang hutan sana dan menghancurkan pohon besar sampai menjadi potongan kayu bakar.


"kurang ajar! jangan ikut campur urusan ku kau..." ucapan Nyai Lembah Asmara terhenti karena ia baru menyadari siapa orang yang telah menyelamatkan Dendi itu.


"ka..kau.., Pangeran Yudha Angsana!? sedang apa pangeran ada disini???" tanya Nyai Lembah Asmara mulai bingung dan serba salah terhadap Ki Yudha Angsana yang sudah tak berpenampilan orang tua lagi.


Ucapan Nyai Lembah Asmara tadi tak dihiraukan oleh Ki Yudha Angsana, ia sedang fokus menyalurkan hawa murni nya ke punggung Dendi dan pada saat itu Dendi tersedak batuk-batuk seraya berkata.


"terima kasih kau sudah menolong ku, Pangeran Yudha Angsana yang tak lain adalah bekas panglima perang nya Istana kerajaan Galih Purba di Istana Perak." Ki Yudha Angsana tak tersentak atau kaget, ia sudah pasti tahu bahwa sosok yang merasuki Dendi pernah bertemu dengan nya ketika ia pergi bertandang bersama istri nya ke kerajaan istana laut selatan untuk mempererat ikatan silaturahmi.


Pada saat itu Ki Yudha Angsana pun menjawab nya,


"apa Ki Agung tak apa-apa?"


"tak apa-apa nak Yudha, terima kasih atas pertolongan mu ini." ujar nya dan Dendi kini sudah bisa bangun dan sehat seperti sedia kala lagi. Nyai Lembah Asmara sejak tadi hanya diam melongo melihat Ki Yudha Angsana lagi, sebab bertahun-tahun lama nya ia pernah bertemu dengan Ki Yudha Angsana ditempat pertemuan para raja dan ratu diseluruh alam gaib.


Pertemuan para raja dan ratu tersebut tentang merundingkan ada nya kitab kuno yang ditemukan oleh seorang raja yang sedang mengembara. kitab kuno itu ternyata berisi tentang ramalan dimasa mendatang yang akan membuat kerajaan dinusantara di tanah jawa dan pulau disekitar nya hancur tak tersisa lagi.

__ADS_1


Tetapi ada beberapa raja dan ratu yang membantah akan ramalan dari kitab tersebut dan ada juga yang mempercayai ramalan didalam kitab kuno tersebut. diperundingan itulah Nyai Lembah Asmara hadir dan melihat Ki Yudha Angsana bersama istri nya yang kala itu sedang hamil muda. kala itu Nyai Lembah Asmara memang sudah menjanda setelah ditinggal suami nya bertapa dikubur hidup-hidup dipuncak gunung himalaya. Nyai Lembah Asmara jatuh cinta terhadap Ki Yudha Angsana, ia sering menatap Ki Yudha Angsana kala itu dan tak berani mendekat karena tak enak hati kepada istri nya.


__ADS_2