
SESOSOK mahluk terlihat sedang berada didekat sebuah pohon besar agak jauh dari Dendi dan pak Alex. mahluk itu terlihat aneh dan wujud nya seperti kuda berbadan manusia. Dendi dan pak Alex saling tatap dan heran melihat mahluk jadi-jadian tersebut. aneh nya, telinga nya mirip seperti kuda dan wajah mahluk itu seperti perempuan sangat cantik sekali dan tanpa pakaian yang menutupi dada nya.
Buah dada mahluk itu layak nya buah dada perempuan pada umum nya dan hanya ditutupi kain tipis diarea ujung nya saja. langkah kaki mahluk itu seperti kuda sedang berjalan dan hal itu membuat Dendi bertanya kepada pak Alex.
"mahluk apa itu pak???"
"seperti nya itu mahluk jadi-jadian Den. wujud nya seperti manusia setengah hewan."
"apakah itu mahluk gaib atau mahluk hidup pak???"
"bapak rasa, mahluk itu hidup seperti kita. lihat langkah kaki nya." lalu Dendi menatap langkah kaki mahluk itu dan terlihat menapak tanah yang mereka pijak.
Setelah mahluk itu agak dekat dengan Dendi dan pak Alex, mahluk itu berbicara seperti seorang perempuan pada umum nya.
"siapa kalian berdua ini!? apakah kalian ini penyusup yang ingin menyerang tempat tinggal ku ini!?" Dendi dan pak Alex saling tatap dan tak mengerti maksud dari perkataan mahluk itu tadi. lalu terdengar pak Alex menjawab pertanyaan mahluk tadi.
"maaf sebelum nya, kedatangan kami datang kemari bukan seperti yang anda kira. kami Tersesat Di Hutan Belantara ini dan tak tahu arah jalan keluar."
"hmmm..., seperti nya kalian memang tersesat! tetapi mengapa kalian bisa lolos dari kampung terbengkalai itu hah!?? apakah si keparat Kalong Asri itu dengan mudah nya memberikan jalan keluar bagi kalian hah!?" pertanyaan bernada memaksa itu dijawab oleh Dendi.
"oh kau mengenal dukun wanita itu rupa nya nyai?" tanya Dendi berusaha bertanya mengorek informasi.
__ADS_1
"kenal tak kenal bukan urusan mu anak setan!" bentak mahluk itu dan seketika itu juga wajah cantik nya berubah menjadi tua menyeramkan.
Dendi dan pak Alex terperanjat melihat perubahan wajah yang sekilas sangat mustahil itu. ternyata, mata mahluk itu tak sengaja telah menatap ke arah cincin yang Dendi kenakan dan seketika itu juga mahluk itu langsung menjerit mundur beberapa langkah dan kaki depan nya terangkat seperti kuda yang kaget meringkik.
Dendi dan pak Alex tak mengerti maksud dari mahluk itu dan mereka pun mundur beberapa langkah dari mahluk itu. setelah keadaan seperti biasa lagi, mahluk itu segera bertanya kepada Dendi dengan kasar.
"kau dapat darimana cincin yang kau pakai itu hah!? silau sekali mata ku ketika melihat nya!" ucap mahluk itu dan Dendi tetap tak menjawab nya karena ia ragu untuk menjelaskan nya. tetapi pak Alex yang akhir nya menjawab pertanyaan mahluk tadi.
"itu hanya cincin berkhodam saja. hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada serangan gaib menyerang kami."
"grrrrr!! kalian pikir aku bodoh hah!? itu cincin mahkota iblis yang selama ini aku incar! serahkan cincin itu padaku anak setan! heahhhh!" lalu sosok itu menerjang ke arah Dendi dan pak Alex dengan cepat.
Dendi dan pak Alex segera berlari berlawanan arah untuk menghindari serangan membabi buta dari mahluk aneh tadi.
Hal itu Dendi lakukan untuk membingungkan gerakan lari mahluk aneh itu. pak Alex yang sebenar nya sedang merencanakan sesuatu pun segera menyerang nya dengan ilmu tenaga dalam nya. seberkas sinar putih yang sebelum nya pernah ia pakai untuk menyerang sosok wewe gombel pun ia pakai lagi untuk menyerang mahluk tadi. tetapi ternyata serangan itu tak berhasil, karena ketika sinar putih tadi mengenai badan mahluk itu, ada kekuatan gaib yang menyelimuti badan mahluk aneh tadi dan serangan pak Alex tadi terpental entah kemana.
"seperti nya mahluk itu punya perisai gaib yang sakti! kalau begini cara nya, satu-satu nya cara untuk melumpuhkan nya adalah dengan merebut senjata nya dan membunuh nya dengan senjata nya!." ucap batin pak Alex ketika ia berlindung dibalik semak-semak liar.
Pak Alex masih memantau Dendi yang masih dikejar-kejar mahluk aneh tadi. senjata yang digunakan mahluk tadi adalah busur panah beserta anak panah yang terbuat dari emas murni. tetapi mustahil jika pak Alex merampas nya dari mahluk itu sscara langsung dan yang ada malah pak Alex yang akan menyetorkan nyawa nya untuk dihabisi. maka dari itu pak Alex segera berpikir keras untuk melawan mahluk itu dengan cara nya sendiri.
Dendi berlari sudah hampir kelelahan dan langkah nya sudah mulai sempoyongan. mahluk tadi masih berada agak jauh dari Dendi dan Dendi berinisiatif akan melawan nya, apapun yang akan terjadi kepada nya nanti ia sudah pasrah. mahluk itu tiba ditempat Dendi berdiri,
__ADS_1
"mau lari kemana lagi kau hah!? lebih baik kau serahkan saja cincin yang kau pakai itu!"
"untuk apa kau menginginkan cincin ini hah!?" tantang Dendi berseru dengan berani.
Mahluk itu berjalan memutari Dendi dengan pelan-pelan. pandangan nya sangat dingin dan tajam. busur panah nya yang sejak tadi ia pegang dan sengaja tak digunakan ketika mengejar Dendi tadi, segera ia silangkan dipunggung nya. pertanyaan Dendi tadi baru ia jawab,
"aku menginginkan cincin itu karena aku ingin membunuh si Nyai Kadita itu!" tersentak kaget Dendi mendengar ratu laut kidul disebutkan.
"untuk apa kau membunuh nyai ratu hah!? memang nya siapa dirimu ini???" tanya Dendi penasaran dan mahluk itu menggeram seraya menjawab pertanyaan Dendi.
"grrrr!! aku adalah Nyai Mawar Seruni! wujud ku dulu tak seperti ini!"
"lalu mengapa wujud mu berubah menjadi seperti itu Nyai???" tanya Dendi.
"kau tak perlu tahu bocah alas! berikan cincin itu kepadaku cepat!"
"ambil sendiri jika kau mampu!" tantang Dendi dengan berani dan mahluk itu semakin geram dibuat nya.
Sejak tadi mahluk itu hanya bisa mengelilingi Dendi tanpa bisa mendekati nya. ada perisai bening yang melapisi sekitaran Dendi dan membuat mahluk tadi beberapa kali terpental mundur.
"tak ada cara lain lagi! ku bunuh kau dengan panah asmaraku ini!" lalu mahluk tadi segera memanah Dendi dengan sangat cepat. Dendi kaget dan panik, ia tak sempat menghindar dan alhasil panah tadi menerabas tubuh Dendi dengan telak.
__ADS_1
Mahluk aneh tadi melotot tajam dan tak percaya dengan apa yang dilihat nya. anak panah yang menyerang Dendi tadi menembus badan Dendi tanpa luka sedikit pun. Dendi pun yang awal nya mengira bahwa diri nya sudah tamat, kini terbengong-bengong melihat badan nya masih utuh dan dirinya masih bernapas. hanya pak Alex saja yang tak melihat kejadian tadi, karena ia sedang mengerjakan sesuatu ditempat persembunyian nya.