DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
SILUMAN ULAR RAKSASA


__ADS_3

DI SAMPING Itu, ketiga sukma yang tak lain adalah sukma nya Dendi, pak Alex dan kakek tua yang bernama Ki Yudha Angsana itu sedang melawan Siluman Ular Raksasa yang menghalangi langkah perjalanan mereka. ular besar itu terus saja menyerang ketiga sukma itu dengan ganas dan membuat Ki Yudha Angsana berseru kepada Dendi,


"gunakan cincin yang kau pakai itu untuk melawan ular siluman ini anak muda, percuma kita menyerang nya dengan ilmu tenaga dalam kita sedahsyat apapun. karena serangan dari wujud sukma kita yang tak memiliki raga asli ini, maka serangan kita akan sia-sia saja terhadap ular siluman itu!." Dendi yang mendengar seruan kakek tua itu segera melesat terbang ke arah pak Alex yang sejak tadi mencoba menyerang ular raksasa itu dengan ilmu tenaga dalam nya.


"kakek tadi bilang apa pak??? aku kurang jelas mendengar nya." ujar Dendi kepada pak Alex dan jarak mereka dari kakek tua itu berada lumayan jauh. pada saat itu pak Alex segera berkata,


"gunakan cincin mahkota iblis itu untuk melawan ular siluman ini Den, begitu maksud ucapan kakek itu."


"oh begitu, baik pak! aku akan mencoba nya." lalu Dendi segera terbang ke arah perut ular raksasa yang saat itu sedang mengincar kakek tua yang sejak tadi menyerang nya dari arah depan.


Mata cincin mahkota iblis pun Dendi hadapkan ke arah perut ular raksasa itu dan Dendi teringat akan kutukan Nyai Mawar Seruni dan Ki Lembu Ireng berasal dari cincin tersebut. maka dari itu ia segera membayangkan ular raksasa itu berubah menjadi sebesar cacing dan kemudian keluarlah sinar berwarna coklat gelap melesat cepat ke arah perut ular raksasa itu dan pada saat itu juga tubuh ular raksasa itu berubah menjadi sebesar cacing tanah. pak Alex dan kakek tua itu akhir nya bisa istirahat sejenak karena mereka sudah kelelahan melawan ular raksasa yang kebal serangan gaib itu.


Ular itu meras bingung dirinya mengecil dan Dendi segera mendekati nya untum mengambil ular itu. tetapi ular itu langsung lari menuju ke arah bebatuan dan Dendi segera menangkap nya dengan cepat. akhir nya ular bermahkota itu ia tangkap dan Dendi bawa kepada pak Alex dan kakek tua itu berada.


Ular yang awal nya sebesar setengah pulau jawa itu sekarang hanya berukuran sebesar cacing saja. ular siluman itu tak tetap berusaha melawan ingin menggigit tangan Dendi, tetapi tetap saja tenaga nya kalah kuat.


"ular siluman ini lucu sekali ya pak, hehehe." ujar Dendi kepada pak Alex dan pak Alex pun berkata,

__ADS_1


"jika ukuran ular siluman itu seperti sebelum nya, tak ada kata lucu bagi bapak Den." ujar nya masih ngos-ngosan.


Dendi hanya tertawa geli saja akan ucapan pak Alex tersebut, kemudian kakek tua yang ada didekat mereka berkata.


"coba kakek pegang ular itu, seperti nya ia bisa berbicara bahasa manusia." lalu Dendi segera memberikan ular itu kepada kakek tua tersebut.


Setelah kakek tua itu memegang siluman ular bermahkota itu, lalu kakek tua itu meniup nya sembari berkata.


"bicaralah, tak usah takut dan keras kepala seperti itu." ujar kakek tua itu kepada ular yang ia pegang itu. tak lama kemudian, ular itu mendesis dan terdengar suara kecil serak dari mulut nya.


"tujuan kami bertiga sebenar nya hanya ingin menyelamatkan kawan kami yang ditawan oleh Nyai Lembah Asmara di dalam istana nya. lalu kau ini siapa nya Nyai Ratu Lembah Asmara??? kalau boleh kami tahu siapa nama mu???" pertanyaan kakek tersebut membuat siluman ular tadi menjawab nya dan kini sudah tak sekasar tadi.


"nama ku Raden Ambarawa dan aku adalah seorang putra raja disebuah kerajaan. kala itu, kerajaan milik ayah ku diserang oleh prajurit nya Nyai Lembah Asmara dan pada saat itu kami tak tahu akan ada nya serangan dadakan tersebut. pada akhir nya dipihak kerjaan ayah ku semua nya tewas kecuali aku. aku masih dibiarkan hidup oleh Nyai Lembah Asmara walaupun aku telah dikalahkan oleh nya. ia sengaja tak membunuhku karena ia ingin menikmati kelakian ku ini dan pada akhir nya aku dijadikan gundik pemuas napsu nya. singkat cerita, aku sudah muak dengan tindak semena-mena Nyai Lembah Asmara kepada ku dan pada akhir nya aku membangkang. pertarungan pun terjadi lagi dan pada akhir nya aku dikalahkan kembali oleh Nyai Lembah Asmara. kemudian ia menanamkan kutukan kepada ku jika aku berniat untuk melarikan diri dan memberontak lagi kepada nya."


"kutukan seperti apa itu???" tanya kakek tua itu lagi dan ular siluman itu pun menjawab nya.


"kutukan tersebut dapat membuat tubuh ku panas seperti dibakar api, tetapi kutukan tersebut hanya berlaku jika aku berniat untuk kabur atau memberontak kepada Nyai Lembah Asmara. pernah beberapa kali aku mencoba kabur dari tempat ini dan pada akhir nya aku menyerah karena rasa sakit yang tak tertahankan ini. batasan ku hanya berada disekitaran wilayah ini saja, lewat dari batas daerah ini tubuh ku akan merasakan sakit seperti terbakar lagi." ucapan tersebut membuat kakek tua itu berkata.

__ADS_1


"hmm jadi begitu.., apakah wujud asli mu memang sudah seperti ini??? aku merasakan wujud ular ini bukanlah wujud asli mu."


"wujud asli ku memang seperti kalian, tetapi wujud ular bermahkota ini adalah wujud buatan Nyai Lembah Asmara kepada ku." lalu Dendi yang penasaran pun bertanya.


"apakah Nyai Lembah Asmara memiliki ilmu sihir sampai-sampai wujud mu bisa dirubah seenak jidat nya???" pertanyaan Dendi tadi segera dijawab oleh siluman ular tadi.


"dia memang mempunyai ilmu sihir, tetapi entah sekarang ilmu nya itu masih ada atau telah hilang." lalu pak Alex pun ikut bertanya,


"apa ada alasan nya???"


"sudah pasti ada, ketika aku baru menjadi pelayan pemuas napsu nya Nyai Lembah Asmara. aku mendengar obrolan para pelayan kerajaan banyu asmara tentang suami Nyai Lembah Asmara yang sakit parah akibat pertarungan nya dengan pendekar dari negeri tibet. aku mendengar, kata nya tak ada obat yang mampu mengobati sakit yang diderita oleh suami nya Nyai Lembah Asmara. penyakit yang menyerang saraf itu dapat melumpuhkan ingatan dan tenaga sipenderita nya. pada akhir nya Nyai Lembah Asmara melakukan semedi diatas puncak gunung merapi dengan tujuan ia meminta petunjuk kepada dewa dewi atau hyang widi wasa untuk penyembuhan sakit suami nya. entah berapa lama Nyai Lembah Asmara melakukan semedi, hingga akhir nya ia mendapat wangsit agar suami nya dibawa ke atas puncak gunung himalaya untuk dikubur hidup-hidup."


"dikubur hidup-hidup...???" ucap Dendi dan pak Alex bersamaan dan kakek tua itu hanya manggut-manggut saja mendengar cerita dari siluman ular tersebut.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2