
KALI Ini Dendi terpental terguling-guling ditanah. walaupun itu hanya ruh atau sukma nya Dendi saja, tetapi itu terasa nyata sekali bagi Dendi. Dendi lalu segera bangkit dan ia pun meringis kesakitan sembari memegang pinggang nya. ketika ia melihat ke arah pak Alex, sosok nya sudah bukan pak Alex lagi, melainkan sosok manusia berperawakan besar dan memiliki tanduk seperti banteng.
Sosok tersebut berwujud dari kaki sampai ke pusar nya berbentuk seperti banteng berdiri dan dari perut ke atas nya mirip manusia pada umum nya. sayang nya wajah nya terlihat bengis dan mata nya merah menyala. gigi taring nya bermunculan keluar ketika sosok itu menyeringai ke arah Dendi dengan sangat menyeramkan. Dendi tak tahu persis apa perwujudan mahluk itu dan ia pun tak menyadari bahwa sosok pak Alex tadi adalah perwujudan dari sosok tersebut.
"hei kau anak manusia! lancang sekali kau berada ditempat kekuasaan ku hah!?"
"siapa kau!?" tanya Dendi mencoba bertanya.
"aku adalah ki Lembu Ireng! siapa kau anak manusia!?"
"aku adalah orang yang tersesat ditempat ini kek."
"tersesat!? mau kemana tujuan mu sebenar nya hah???" tanya sosok yang mengaku bernama ki Lembu Ireng itu.
Dendi diam sejenak memikirkan alasan yang masuk akal, ketika ia melihat ke arah api unggun yang sebelum nya ada bersama raga tubuh nya, ia tersentak kaget karena sudah tak melihat nya lagi.
"jawab pertanyaan ku anak dungu! mengapa kau kaget seperti itu hah!?"
"anu kek, apakah kau yang menyerupai sosok laki-laki setengah tua yang bersama ku itu???"
"itu memang diriku dan aku sejak tadi sudah mengawasi kalian dari sini!" Dendi tak bisa membayangkan akan keadaan nya bersama pak Alex yang ternyata sejak tadi sudah diawasi oleh sosok itu.
Dendi lalu mencoba bertanya-tanya tentang siapa sebenar nya kakek berbadan aneh itu.
"apakah kakek melarang kami bermalam di hutan ini???"
"kalian harus meminta izin dulu kepada ku!"
"kita baru saja bertemu kek, bagaimana kami mau meminta izin kepada mu???" tanya Dendi dan sosok itu pun menjawab nya.
__ADS_1
"harus nya kalian sudah bertemu dengan istri ku dan meminta izin kepada nya! tetapi sampai sekarang aku tak tahu kemana istri ku pergi nya!" ucapan kakek tersebut membuat Dendi mengingat sosok perempuan berbadan kuda yang sekarang sudah tewas ditangan nya.
Lalu Dendi berpikir bahwa kakek itu adalah sosok yang jahat juga, sama seperti istri nya. lalu Dendi berkata,
"apa sekarang aku boleh meminta izin kepada mu kek??? daripada aku menunggu istri mu yang tak kunjung datang."
"boleh saja, asal ragamu dan raga teman mu itu harus menjadi santapan ku!"
"maksud kakek???" tanya Dendi mulai khawatir akan keadaan pak Alex dan tubuh asli nya.
Sosok itu pun bangun dari duduk nya dan berdiri menghadap Dendi seraya berkata,
"jika kau tak mau menuruti syarat ku itu, tolong kau carikan istri ku."
"istri mu yang berbadan kuda setengah manusia bukan???"
Dendi terpojok ditanya seperti itu, lalu ia menjawab nya dengan alasan.
"aku tadi melihat nya berada ditepi jurang sana, entah setelah itu aku tak melihat nya lagi. mungkin ia lompat ke jurang atau berselingkuh dengan lelaki lain selain kakek."
"jahanam busuk!" bentak sosok itu kepada istri nya dan dalam hati Dendi mengikik geli telah mengelabui sosok itu.
Lalu sosok itu menatap Dendi dengan nanar dan pancaran kemarahan.
"kau membohongiku sialan!" brushhh!! semburan api keluar dari mulut sosok itu dan membuat Dendi segera melesat cepat ke atas. hampir saja semburan api tersebut membakar sukma nya dan Dendi yang melayang di atas udara itu menatap ke arah sosok tadi. disamping nya ada sosok kecil berbadan pendek dan rambut nya dikuncir. sosok mirip tuyul berperut buncit dan berwajah tua itu adalah Kodel, sosok yang sebelum nya telah mendatangi tuan nya untuk menerima tugas dari nya.
Dendi tak kenal siapa sosok kerdil itu, tetapi sosok kerdil itu tahu siapa Dendi dan yang membuat kakek itu marah kepada Dendi, karena sosok kerdil itu yang memberitahukan bahwa istri nya telah mati ditangan Dendi.
"bangsat terkutuk! ternyata aku telah dibohongi oleh manusia sialan itu!" bentak sosok kakek itu lagi dan ia segera menyerang Dendi dengan cahaya sinar api dari tangan nya.
__ADS_1
Semburan api memanjang mirip kabel berbelit itu keluar dari tangan sosok kakek itu menuju tempat Dendi berada. Dendi segera melesat melayang dengan cepat untuk menghindari serangan tersebut. sosok kakek berperawakan kekar seperti banteng itu, menatap kesana-kemari mencari keberadaan Dendi. Kodel yang kini sudah menghilang lagi itu, sedang bersembunyi didalam sebuah pohon. ia ingin menyaksikan pertarungan itu, karena hobi nya adalah menonton pertarungan dan akan bertindak setelah musuh nya kewalahan ataupun sekarat.
Sosok kakek itu berjalan mencari-cari keberadaan Dendi berada dan Dendi yang ternyata sudah kembali ke dalam raga nya segera tersentak bangun.
"hah..hah..hah...!" nafas Dendi terasa sesak dan tersengal-sengal. pak Alex ada disamping nya dan segera memberikan minum untuk Dendi. setelah Dendi agak tenang kembali, ia langsung ditanya oleh pak Alex.
"bagaimana perjalanan Sukma mu nak? apa kau mendapat kendala disana?"
"banyak pak. tetapi mengapa aku bisa kembali ke dalam tubuh ku? padahal aku belum melakukan apa yang bapak suruh sebelum nya agar aku bisa kembali ke raga ku???"
"bapak sengaja menarik sukma mu kembali karena bapak perhatikan badan mu beberapa kali tersentak. bapak tak tahu apa yang kau alami itu, maka bapak tak mau menanggung resiko dan segera menarik sukma mu kembali ke raga mu."
"begitukah pak? terima kasih kalau begitu pak, aku sebenar nya dalam keadaan gawat dan terdesak."
"memang nya sosok apa yang membuat mu sampai begitu takut nya???"
"bukan itu yang aku takut kan pak, tetapi sosok itu ternyata sedang Memburu Dendam kepada kita."
"dendam apa maksud mu???" tanya pak Alex tak mengerti.
"sosok yang tadi menghadang ku adalah suami nya sosok perempuan tua berbadan kuda itu. aku tak bisa menjelaskan nya mengapa ia tak tahu akan soal itu awal nya, tetapi setelah kedatangan sosok kerdil semacam tuyul itu. sosok kakek itu langsung murka kepada ku dan mengancam akan membunuh kita berdua." ujar Dendi bersungguh-sungguh dan ia meneruskan cerita nya ketika sosok kakek berbadan banteng bertanduk itu menyerupai pak Alex dan kemudian menghajar nya.
Pak Alex hanya manggut-manggut mendengar cerita dari Dendi tersebut, pada saat itu angin berhembus lumayan kencang dan membuat api unggun itu menjadi besar nyala nya.
"seperti nya sosok yang kau katakan tadi sedang menuju kemari. terasa terpaan angin berhawa panas ini pasti berasal dari sosok itu. kalau begitu besar juga energi nya!" ujar pak Alex menatap ke arah seberang sana dan Dendi pun ikut menatap ke arah seberang hutan sana juga.
...*...
...* *...
__ADS_1