DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
TAMAT


__ADS_3

MANDULANGI Memuntahkan darah kental dari mulut nya dan ia paksakan berkata,


"kalian berdua akan aku tunggu dineraka nanti! uhuk-uhuk huekkk!" Mandulangi muntah darah lagi kemudian terdengar Ki Agung berkata,


"harus nya kau bertobat diujung akhir hidup mu ini Mandulangi!"


"ha..ha..huek! ak..aku tak butuh saran...mu. bajingan!" ujar Mandulangi marah dan kemudian mata nya mendelik menatap Ki Yudha Angsana dan tubuh nya lalu mengejang.


Golok garuda emas segera dicabut oleh Ki Yudha Angsana dan Mandulangi pun akhir nya mati dengan sangat mengenaskan. Ki Agung Maha Sakti pun melihat tubuh Mandulangi yang kian menciut dan mengecil.


"apakah tubuh nya menguap?" tanya Ki Yuda Angsana kepada Ki Agung Maha Sakti.


"seperti nya raga mati nya ini sudah ditarik oleh raja jin, ia sudah bersekutu dengan raja jin demi mendapatkan ilmu kekuatan yang dahsyat. tujuh bayangan yang keluar dari tubuh nya itu adalah bayangan jin yang menyerupai tubuh nya. dulu, julukan nya adalah ksatria tujuh nyawa karena julukan itu ia ambil dari ilmu bayangan tujuh raga nya itu dan kematian nya ini akan ia tebus dengan menjadi budak raja jin di alam dimensi jin." Ki Yudha Angsana pun manggut-manggut mendengarkan sedikit penjelasan soal kekuatan Mandulangi.


Semua yang menonton pertarungan itu yang awal nya tegang kini telah bersorak sorai menyambut kemenangan dari raja mereka itu dan juga Ki Agung Maha Sakti. kemudian Ki Yudha Angsana mengajak Ki Agung Maha Sakti untuk ikut ke istana nya untuk merayakan kemenangan itu dan Ki Agung pun tak menolak nya. kini, semua yang ada disitu sudah kembali ke tempat nya masing-masing dan sang raja akan mengadakan pesta besar-besaran di istana dan kota raja nya itu. Ki Agung Maha Sakti berkata kepada Ki Yudha Angsana, setelah ia menghadiri acara pesta kemenangan itu ia akan pamit untuk menemui istri dan keturunan nya di alam kelanggengan sana. kini, Dendi sudah tak mempunyai khodam pendamping lagi karena kakek buyut nya yang bernama Ki Agung Maha Sakti itu telah menyelesaikan tugas seumur hidup nya itu untuk mengembalikan cincin mahkota iblis kepada pemilik asli nya sekaligus memutuskan ikatan dendam kesumat dari musuh bebuyutan nya.


Kini tempat berpindah ke alam manusia dan berada masih didalam rumah kosong bekas rumah kolonial belanda. Dendi sedang menjelaskan semua yang ia temui dengan Noni Diandra di alam mimpi nya kepada pak Alex. pak Alex pun mendengarkan semua yang Dendi obrolkan dengan Noni Diandra di alam mimpi nya itu, Dendi ceritakan lagi kepada pak Alex.


Dendi menyudahi cerita nya itu dan ia kini terdiam mereung mengingat ketika pertama kali datang ke rumah kosong itu. pak Alex pun terdengar berkata,


"sudah Den, jangan kau pikirkan lagi. anggap saja semua ini perjalanan hidup mu dan jadikanlah semua ini kenangan bagimu. jodoh, maut dan rezeki tuhan sudah mengatur nya untuk kita masing-masing. mungkin dengan menjadi dayang nya Nyai Ratu Roro Kidul, Noni Diandra bisa hidup bahagia seperti yang saat ini dirasakan oleh mendiang istri bapak." seketika itu juga Dendi menatap pak Alex dan dahi nya berkerut.


Rasa heran itu membuat Dendi bertanya,


"istri bapak? aku tak paham maksud pak Alex."


"begini Den, istri bapak sudah meninggal dunia ketika kamu masih kecil dan waktu itu kedua orang tua mu pun masih ada. istri bapak meninggal karena kejadian naas yang membuat nya terbawa arus ombak dilaut pantai selatan. kala itu bapak sekeluarga sedang berlibur disana, mungkin sudah takdir nya istri bapak meninggal ditempat itu. terakhir sebelum kita siuman dan berada di sini, bapak telah bertemu dengan mendiang istri bapak di alam impian dan saat itu iya ternyata telah menjadi dayang nya Nyai Ratu Roro Kidul. apa kau masih ingat sesosok dayang yang selalu hadir membantu kita disetiap awal perjalanan kita menyelamatkan Noni Diandra???" Dendi pun menganggukan kepala nya.


"dayang itu adalah mendiang istri bapak dan ia mendapat tugas dari Nyai Ratu Roro Kidul untuk membantu kesulitan kita."


"oh jadi dayang yang selalu hadir menolong kita kita adalah mendiang istri nya pak Alex?" pak Alex pun mengangguk seraya berkata,

__ADS_1


"terakhir sebelum bapak berpisah dengan istri bapak di alam impian, ia berkata jika bapak rindu kepada nya. kita diperbolehkan untuk datang ke istana laut kidul dan kau pun bisa bertemu dengan Noni Diandra disana Den."


"iya pak, Noni Diandra pun berkata begitu juga kepadaku." pak Alex lalu memegang pundak Dendi seraya berkata.


"ayo sekarang kita pulang, pasti Tasya dan para karyawan lain nya merindukan kita."


"baik pak, tapi peralatan detektive kita hilang?"


"sudah biarkan, mungkin sudah hilang dan hancur waktu kita masih berada di kaki gunung merapi itu."


"baiklah pak." ujar Dendi dan kini mereka pun segera keluar dari dalam rumah kosong itu.


Dendi dan pak Alex berbincang soal mengapa mereka dikembalikan ke alam manusia ke tempat awal mereka bertemu Noni Diandra dan hal itu masih belum bisa mereka pecahkan alasan nya. hujan deras yang awal nya mengguyur alam itu sudah mulai mereda, mereka berdua berniat akan pergi ke kampung pahoman dan meminta bantuan kepada kepala desa nya yaitu pak Satrio.


Ketika mereka berdua sudah berjalan sekitar jarak sepuluh meter dari rumah kosong itu, tiba-tiba rumah kosong bekas kolonial belanda itu ambruk dan mengakibatkan sedikit guncangan tanah atau gempa kecil. Dendi dan pak Alex hampir saja jatuh oleng dan mereka berdua kaget melihat ke arah runtuh nya rumah yang sudah berumur ratusan tahun itu.


"mengapa rumah itu tiba-tiba runtuh pak?" tanya Dendi.


"hmm berarti rumah ini sebelum nya masih kokoh karena masih ada kita didalam nya pak?"


"seperti nya Den." ujar pak Alex, kemudian ramai sekali para penduduk kampung pahoman mendatangi lokasi suara runtuh nya rumah kosong itu.


Mereka bertemu dengan Dendi dan pak Alex disana, kemudian mereka segera dibawa ke rumah nya pak kepala desa yaitu pak Satrio untuk dimintai keterangan. pak Satrio dan para penduduk kampung itu masih mengenal Dendi dan pak Alex, kemudian Dendi dan pak Alex pun menceritakan soal perjalanan alam gaib mereka sampai bisa ada dirumah dan rumah itu tiba-tiba runtuh. mereka membicarakan soal perjalanan gaib mereka itu ke pak kepala desa dan para warga nya, beberapa ada yang percaya dan beberapa ada yang tak percaya.


Pak Alex kemudian meminjam ponsel nya pak Satrio untuk menghubungi anak nya untuk menjemput nya dikampung itu. Dendi segera ingat akan siapa anak pak Alex itu, karena seumur hidup nya ia di asuh pak Alex sampai sebesar sekarang ia tak pernah mengetahui identitas anak nya pak Alex. sambil menunggu mereka dijemput, Dendi bertanya kepada pak Alex.


"kalau boleh aku tahu, bukankah bapak dulu punya anak perempuan? lalu kemana anak bapak itu sekarang?


"bapak memang punya anak perempuan satu, nanti kau akan ingat sendiri tanpa bapak jelaskan" Dendi pun teringat akan anak nya pak Alex yang bernama Rasya, kala itu mereka masih bocah dan sering main bersama. tapi pak Alex kemudian membawa anak perempuan nya itu ke rumah nenek nya untuk di urus dan sekolah disana. Dendi masih saja merenungkan ingatan tentang masa kecil nya itu bersama Rasya, anak nya pak Alex.


Agak lama mereka menunggu, kemudian tibalah mobil putih yang datang ke kampung pahoman itu. pak Alex nampak kaget melihat mobil nya itu dibawa oleh seseorang dan begitu pun dengan Dendi.

__ADS_1


"bukankah itu mobil bapak yang ditinggalkan diawal perjalanan kita di kampung terbengkalai itu???"


"iya Den, lalu siapa yang telah membawa nya???" rasa heran mereka tak sampai disitu, setelah mobil berhenti.


Tasya keluar dari dalam mobil putih itu dan berlari ke arah pak Alex seraya memeluk nya dengan tangisan.


"ayaaaah! hixhix, untung ayah selamat..." ujar Tasya menangis memeluk pak Alex dan pak Alex pun menangis juga memeluk Tasya. Dendi yang keheranan itu berkata,


"ayah!? sejak kapan pak Alex menjadi ayah nya Tasya?" saat itu Tasya segera melepas pelukan di pak Alex dan kemudian memeluk Dendi dengan erat,


"aku khawatir sekali kepada mu Den, untung kau baik-baik saja dengan ayahku. hixhix."


"pak Alex apa kau bisa menjelaskan nya???" pak Alex hanya mengangguk dan berkata,


"Tasya adalah anak bapak, sengaja bapak tak memberitahu mu."


"apa alasan nya pak?"


"bapak hanya ingin kau dan Tasya berjodoh Den, maka dari itu semenjak kecil kalian berdua bapak pisahkan. Tasya di asuh nenek nya dan setelah besar ia bapak suruh untuk bekerja ditempat kantor detektive indigo."


"ja..jadi kau... kau Rasya kan?"


"aku memang Rasya, nama Tasya hanyalah nama palsu ku saja." seketika itu juga Dendi langsung memeluk Tasya dengar erat seraya berkata,


"maafkan aku jika selama ini sikap ku kepada mu cenderung jutex Rasya."


"aku juga minta maaf Dendi, ini semua rencana ayah ku." ujar Tasya dan Dendi menatap pak Alex yang tersenyum seraya berkata.


"sudah ayo kita pulang, nanti kita lanjut obrolan ini dirumah bapak saja." Dendi dan Tasya pun menuruti nya saja, setelah pak Alex pamit kepada pak Satrio dan warga kampung pahoman, mereka pun pulang kembali ke kota.


Akhir dari perjalanan Detektive Indigo kini sudah berakhir dan berakhir dengan suasana yang penuh dengan keharuan. Dendi dan Tasya rencana nya akan dinikahkan oleh pak Alex nanti, saat itu pun Noni Diandra menemukan lelaki yang ia sukai di istana laut kidul dan memutuskan akan menikah juga setelah Nyai Ratu Roro Kidul mengizinkan nya.

__ADS_1


...*TAMAT*...


__ADS_2