DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)

DETECTIVE INDIGO (KHODAM PENDAMPING)
TUGAS TELAH SELESAI


__ADS_3

RIYOSHI Sudah mulai membaik dan hanya badan nya saja yang masih lemas. ia mengerjap-ngerjapkan mata nya dan berkata,


"aku dimana? apa aku sudah mati?" tanya Riyoshi yang terbaring dipangkuan ayah nya.


"kau masih hidup nak, kau hebat sudah berani melanggar perintah ayah." ujar Ki Yudha Angsana dan membuat Ristanti, Rindani, Nini Sanca Weling dan juga Nyai Ratu Mustika Ayu menatap heran kepada Ki Yudha Angsana.


"maafkan Riyo ayah, jika Riyo tak bertindak melawan orang gila itu. yang ada korban semakin banyak berjatuhan dan Riyo sudah bukan anak kecil lagi ayah, Riyo sudah bisa memilih mana yang benar-benar perintah yang harus dituruti dan mana yang harus dilanggar." Ki Yudha tersenyum mengusap pipi putra nya itu seraya berkata.


"kau sudah besar rupa nya, baiklah jika begitu. ayah tak akan mengekang kemauan kalian lagi dan ayah harap kalian sudah bisa menanggung sebab akibat nya. Ristanti dan Rindani, ajak kakak kalian ini ke kereta kencana."


"baik ayah." ujar kedua putri nya dan Riyoshi pun bangun dan berjalan dipapah oleh kedua saudara nya.


Nyai Ratu Mustika Ayu sebagai ibu dari Riyoshi itu mengusap pipi ketiga anak nya seraya berkata,


"kalian benar-benar sudah besar rupa nya, lain kali jangan bertindak dulu sebelum ada perintah dari ibu."


"iya ibu." ujar ketiga anak nya dan kini mereka sudah berada di dalam kereta kencana.


Ki Yudha Angsana fokus melihat pertarungan Ki Agung dan Mandulangi yang sejak tadi masih melakukan serangan gerakan silat tanpa ada nya serangan tenaga dalam berbahaya. Nyai Ratu Mustika Ayu pun mendekati suami nya dan berkata,


"seperti nya orang gila itu mulai kewalahan melawan Ki Agung sayang."


"kelihatan nya memang begitu, seperti nya ia sengaja melakukan hal itu sayang."

__ADS_1


"sengaja bagaimana?"


"ia kelihatan nya ingin menguras tenaga Ki Agung dan setelah kelelahan, baru dia menggunakan semua ilmu yang dimiliki nya. ayah merasakan kekuatan tenaga dalam lelaki itu sangat besar dibanding ki Agung. tapi ayah mewajarkan nya, karena raga ki Agung hanyalah jin qorin nya bukan raga asli seperti si Mandulangi itu.


"hmm benar juga ayah, ibu pun melihat tenaga dalam orang gila itu cukup besar. tapi, kemana senjata yang ia pegang sebelum nya? mengapa ibu tak melihat nya???"


"pusaka itu sudah hancur ketika akan menghantam tubuh Riyoshi dan ayah telah menahan nya oleh pusaka golok garuda emas ini sayang." Nyai Ratu Mustika Ayu manggut-manggut mendengar nya.


Kemudian terdengar Nini Sanca Weling berkata,


"lihat orang gila itu! dia membelah tubuh nya menjadi tujuh!" ucapan Nini Sanca Weling itu membuat sepasang suami istri itu menatap ke arah pertarungan itu. semua prajurit pun nampak kagum melihat Mandulangi bisa membuat tujuh orang yang persis dengan diri nya hanya dalam waktu singkat saja..


Ki Agung yang mulai kelelahan itu menatap tajam ke arah Mandulangi dan berkata,


"licik sekali kau Mandulangi! rupa nya sejak tadi kau sengaja mengalah hingga tenaga ku terkuras lemas begini!?"


"rupa nya kau mulai serius dengan gelar mu ksatria tujuh nyawa itu Mandulangi. jika kau sudah menggunakan ketujuh bayangan mu itu berarti kau sudah mulai serius!"


"jangan banyak bicara tua bangka! kau tak akan aku serang dengan ketujuh bayangan ku! tetapi tua bangka itu yang telah ikut campur urusan ku yang akan aku serang!" teriak Mandulangi seraya menunjuk ke arah Ki Yudha Angsana.


Kemudian Mandulangi menyuruh ketujuh bayangan nya untuk menyerang Ki Yudha memakai ilmu tenaga dalam berbeda rupa dan warna.


"celaka! dibelakang ku ada banyak orang! aku harus selamatkan mereka!" ujar Ki Yudha Angsana dan ia menyuruh Nini Sanca Weling dan istri nya untuk membuat perisai gaib untuk menjaga orang yang ada dibelakang mereka.

__ADS_1


Ki Yudha Angsana bersama Nyai Ratu Mustika Ayu dan Nini Sanca Weling melakukan gerakan pembuka perisai gaib yang melebar dan menyatu dari atas kesamping. serangan dari ketujuh bayangan Mandulangi itu teredam perisai gaib itu dan membuat Mandulangi Mendelik tak percaya. kemudian Mandulangi segera menghindar berjungkir balik ke atas karena Ki Agung Maha Sakti telah menyerang nya dengan serangan tenaga dalam.


Ki Yudha Angsana segera melesat menyerang ketujuh bayangan Mandulangi yang menyerang ke arah nya dan Nini Sanca Weling serta Nyai Ratu Mustika Ayu tak diperbolehkan untuk ikut campur dalam pertarungan tersebut oleh Ki Yudha Angsana. mereka hanya menonton Ki Yudha Angsana membabat habis bayangan nya Mandulangi tanpa kewalahan satu lawan tujuh orang.


Satu persatu bayangan Mandulangi berhasil dibuat hancur dengan serangan gerakan silat serba cepat dari pukulan dan tendangan. teriakan pertarungan nampak ramai dan jerit kematian pun nampak ramai juga. bayangan Mandulangi yang berhasil dikalahkan dan terjatuh, masih bisa berdiri lagi dan menyerang. Ki Yudha Angsana. hal itu yang membuat heran para penonton pertarungan itu karena baru melihat lawan yang sudah hancur atau buntung kemudian mati, bisa hidup dan menyatu lagi hingga menyerang.


Raga asli Mandulangi masih melawan Ki Agung Maha Sakti yang sudah menyerang nya dengan ilmu gerakan silat nya. mereka berdua nampak sengit dan tak sempat melihat pertarungan Ki Yudha Angsana dengan ketujuh bayangan Mandulangi. Ki Yudha Angsana mulai kehilangan kesabaran karena serangan ilmu kanuragan nya tak membuat lawan roboh. maka ia segera mencabut senjata pusaka nya, yaitu golok garuda emas. ke tujuh bayangan Mandulangi itu dengan nanar mengepung Ki Yudha Angsana dan kemudian menyerang nya dengan serangan ilmu kanuragan ke arah Ki Yudha Angsana.


Ki Yudha Angsana segera memutar tubuh nya dengan cepat dan pusaka golok nya itu sabetkan kepada tujuh bayangan Mandulangi yang akan menerkam nya dengan buas. kecepatan memutar Ki Yudha Angsana dengan dibarengi oleh kilatan emas dari golok pusaka nya itu telah membuat tubuh ketujuh bayangan Mandulangi terpotong diantara perut dan dada. tak ada darah yang mengucur dan ketujuh nya langsung tumbang, kemudian lenyap.


Mandulangi merasakan ketujuh bayangan nya berhasil dikalahkan dengan telak dan ia menghadap ke arah Ki Yudha Angsana yang berhasil mengalahkan ketujuh bayangan nya.


kemudian tiba-tiba Mandulangi tersentak ke depan karena ia terkena tendangan Ki Agung Maha Sakti dengan telak mengenai punggung nya.


Ki Yudha Angsana langsung berkelebat cepat menyambut tubuh Mandulangi yang hampir tersungkur jatuh itu. ia lalu menahan tusukan senjata golok dari Ki Yudha Angsana yang dihujamkan ke dada nya. ujung golok emas itu berhasil ditahan, namun kedua tangan nya robek berdarah-darah. ia mendelik dan berkata,


"tak mungkin ilmu kebalku bisa ditembus oleh golok emas ini!"


"ini bukan sembarangan golok emas! pusaka ini mampu memotong gunung dan menusuk ilmu kebal sehebat apapun!" Mandulangi menatap Ki Yudha Angsana dengan geram,


"berani-berani nya kau meremehkanku!"


jlebbb! "arghhhh!" sentak Mandulangi karena ia tersentak ke depan dan dada nya tembus oleh golok garuda emas itu. ternyata Ki Agung Maha Sakti yang telah menjejak punggung Mandulangi hingga tubuh nya menembus golok garuda emas itu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2